TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Ketika Zafir Dan Zafira terlupakan


__ADS_3

Setelah salat zuhur, Triple dan komplotannya berkumpul di kantin untuk makan siang. Setelah pesanan, Devan dan kawananya ikut nimbrung.


Sedangkan Alif ia masih di kelas menyelesaikan tugas Kimia yang semalam belum selesai ia kerjakan. Jam terakhir nanti adalah matpel Kimia.


Devan hanya sekedar nimbrung saja tidak ada niatan untuk makan siang.


"Gak laper, Kak?" tanya Zafira yang sudah hampir selesai menyelesaikan makannya.


"Enggak, liat kamu aja aku sudah kenyang." jawab Devan sengaja untuk komporin Malik.


Auto Malik menatap tajam Devan dengan seringai dan pelototannya.


Devan, Darren, Zafir, Zafran, Wanda dan Renata sampai terpingkal-pingkal.


"Kalian kok malah ketawa sih?" Malik mendadak menghentikan aksinya, cowok itu mengedarkan pandangannya menatap kawannya satu per satu.


"Lagian elo sensi banget sih kalo nyangkut Zafira?" sindir Darren.


"Gak tau nih Malik lagi PMS kalee," Zafran ikut menimpali.


Malik menatap aneh keduanya, "Kalian nyebelin banget sih!"


Sontak tertawa lagi semuanya.


"Udah deh, Lik. Elo banyak-banyak mendekatkan diri sama Allah. Supaya menghapus dosa-dosa kamu, siapa tahu dengan begitu Zafira bersimpati sama sahabat kecilnya dulu," ledek Devan.


"Kok Kak Devan bisa nyebut Allah?" heran Zafir.


Devan menatap ke arah Zafira dengan tatapan cemas.


"Fira...!" Zafir menatap Zafira tajam.


"Eh, maaf. Aku ke toilet dulu ya!" pamit Renata kepada teman-temannya. Ia tak peduli debat Zafir dan Zafira. Karena ia benar-benar sudah tidak bisa menahan kemihnya.


"Aku antar yaa..!" tawar Zafran.


"Gak usah amor, aku bisa sendiri." Renata beranjak dari kursinya menuju toilet.


Sepeninggal Renata Zafir kembali menatap.Zafira. Seolah meminta pertanggubgjawaban atas anaknya.


"Kalian ada hubungan apa?" selidik Zafir menatap keduanya bergantian.


"Gak ada hubungan apa-apa Zafir!" tegas Zafira.


"Gak percaya,"


"Ya sudah terserah!" Zafira melanjutkan makannya tanpa mempedulikan Zafir yang masih belum puas dengan jawabannya.


Dua puluh menir berlalu namun Renata belum juga kembali, bahkan sebentar lagi bel masuk.


"Fran, susul Renata!" cemas Zafira.


"Memangnya kenapa?" Zafran balik nanya.


"Hadeeh...kelamaan liat kamu. Udah aku susul Renata dulu!" Zafira beranjak dari kursinya.


"Nda ikut aku!" ajak Zafira menarik tangan teman perempuannya itu.


"Pelan-pelan, Fira!" pekik Wanda


Zafira melepaskan pegangannya.


"Maaf, Nda!" ucapnya menatap Wanda yang kesakitan.


"Gak pa_pa, yuk!' Zafira menggandeng Zafira sampai depan toilet wanita.


"Kok, pintunya di kunci?" Zafira membuka gagang pintu toilet ternyata dikunci dari dalam.


"Perasaanku kok gak enak banget ya?" Zafira berusaha membuka paksa pintu tersebut.


"Ada apa?" Sebuah suara mengagetkannya.


"Alif!" sahut keduanya bersamaan.

__ADS_1


"Pintunya dikunci dari dalam, aku khawatir ada apa-apa sama Renata. Dari tadi ke toilet gak balik-balik!" tutur Zafira.


"Ya udah aku bantu dobrak!" seru Alif.


"Yuuk, satu dua tiga!" aba-aba Alif sebelum kedua menendang kencang pintu toilet.


Begitu pintu terbuka, Zafira masuk dan mendapati Renata sedang meringkuk di pojokan dengan tiga orang siswi hendak melakukan kekerasan kepada saudara iparnya itu.


"Dasar perempuan gak tahu malu. Buat apa pakai jilbab kalau kelakuannya cuma bikin sept doang. Goda Zafran sampai segitunya!" Hardik seorang berambut lurus.


"Udah gak usah kasi ampun, mentang-mentang cantik beraninya merebut Zafran!" kompor siswi bersuara genit.


Zafira yang mendengar menjadi emosi, dan mendorong ketiganya dengan keras.


"Nda bawa Renata keluar!" titah Zafira.


"Lif, cepat telpon Zafran!" komando Zafira menarik rambut salah satu dari mereka.


"Elo anak kelas X IPS 2 kan?" Hardik Zafira.


Sementara Wanda mendekati Renata, membimbing sahabatnya itu untuk berdiri.


Salah satu siswi yang berada tak jauh dari Renata berusaha menggagalkan usaha Wanda, ia menjegal kaki Renata dengan tangannya.


Beruntung Zafira tahu, gadis itu malah menginjak tangan siswi tersebut.


Teriakan menyayat hati menggema di toilet tersebut.


"Renata!" Zafran datang dengan terengah-engah. Dan meraih tubuh Renata dari dekapan Wanda.


"Bawa istri kamu!" titah Zafira.


"Kalian tahu dia istri pertama Zafran sejak kecil! Punya hak apa kalian memusuhi mereka!" Zafira berjongkok meraih tangan siswi yang diinjaknya tadi.


"Aku bisa melakukan yang lebih sadis dari ini! Ingat hatiku sekarang sedang tidak baik! Kalian mau tetap melawan aku atau balik ke kelas tanpa melaporkan apapun! Ingat, keselamatan kalian ada di tanganku!" ancam Zafira.


Ingin rasanya ia menginjak tangan dan mulut kotor mereka yang pasti sudah memaki-maki Renata sejak tadi.


Gadis itu berdiri berusaha membuktikan omongannya karena salah satu dari mereka mencibir seolah meledeknya.


"Ampuun...ammpuun.. kami janji gak akan ngulag!" teriak siswi tersebut sebelum kaki Zafira menginjaknya.


"Hahahah..." Suara tawa Zafira menggema.


"Cepat berdiri dan pergi dari sini! Sebelum aku berubah pikiran!" Hardik Zafira.


Segera ketiga siswi tadi meninggalkan toilet tergesa.


Suara tepuk tangan mengiringi kemengan Zafira.


"Hebat euih!" puji Devan dengan lirikan mautnya.


"Renata mana?" tanya Zafira menghiraukan pujian Devan.


"Tuh di depan!" tunjuk Alif, Zafira bergegas keluar toilet.


"Fran, antar dia pulang dan tenangkan. Yang di sini biar aku urus!" pinta Zafira cemas.


"Okay makasi," Zafran mengelus kepala Zafira dengan sayang.


"Laki gak peka!" omel Zafira tepat di telinga Zafran.


Zafran mendelik ke arah Zafira tapi hanya sebentar karena ia bertanggung jawab atas Renata.


💗💗💗💗


Jam pulang sekolah sudah semakin dekat, tapi Zafran belum menampakkan batang hidungnya kembali ke kelas. Setelah mengantar Renata pulang.


Ting Ting Ting.


Akhirnya bel pulang berbunyi. Bu Weni, keluar ruangan setelah salam.


Zafir dan Zafira melangkah meuju parkiran berharap Zafran menjemput mereka berdua.

__ADS_1


Sampai di parkiran tak ada tanda-tanda kemunculan Zafran. Semakin resah saja dua anak manusia ini.


"Fir, Zafran kemana?" tanya Zafira panik.


"Entahlah? aku hubungi juga gak diangkat," jawab Zafir.


"Kenapa sih tuh anak gak segera ngabari? Kalo memang gak balik juga gak pa-pa jadi kita gak perlu cemas kayak gini!" omel Zafira.


"Mungkin Renata minta ditemani kali, Fira?" balas Zafir.


"Iyaa tapi bagaimanapun juga harus ngabari kita berdualah, Fir!" oceh Zafira.


"Kita tunggu di luar!" Ajak Zafir sembari menggandeng Zafira.


"Yang lain pada kemana juga?" ucap Zafira yang mirip dengan omelan.


"Udahlah gak usah ngedumel. Kita cari apa gitu buat pulang!" Ajak Zafir.


"Serah kamu deh!" pasrah Zafira.


Keduanya sudah berdiri di depan halte. Tetapi sampai sana mereka berdua bingung sendiri.


"Kendaraan umum yang menuju rumah kita yang mana ya, Fir?" tanya Zafira karena banyak angkutan berhenti di sana.


"Entahlah?" sahur Zafir.


"Waduuh, kita naik taksi aja deh!" ajak Zafira.


"Memang ada?"


"Ya adalah, kita tinggal stop mereka berhenti deh!" sahut Zafira sok tahu.


"Bentar!" Zafir menoleh sejenak ke gerbang.


"Malik! Kak Devan!" panggil Zafir.


Yang merasa dipanggil menghentikan motornya di depan Zafir.


"Anterin kita pulang!" pinta Zafir.


"Lhaa kendaraan kalian mana?" tanya Malik keheranan.


"Di bawa Zafran gak balik!" jawab Zafir.


"Ya udah, sini Zafira aku bonceng!" titah Malik.


"Enggak gitu juga kalee. Kak Devan turun!" titah Zafir.


Setelah Devan turun, "Nah, Kak Devan boncengan sama Malik! Motornya Kakak aku pake sama Zafira! Lebih aman kan!" Ucap Zafir ambil meledek Malik yang sudah berharap banyak.


💗💗💗💗


Dari jauh sebuah mobil mengawasi dua kembar Sejak tadi. Pemiliknya ingin mendekati keduanya, tapi keburu Zafir memanggil Devan dan Malik.


💗💗💗💗


Uwwaah.. udah nyampe sini aja.


Bentar lagi mereka kenaikan kelas looo...


Oh yaa.. banyak banget pertanyaan kenapa sih Kak harus dipindah ke ke KBM?


Jawabannya : Sebelumnya maafin aku ya kakak2 semua kalau bikin kuciwa. Tapi ini semua Karena aku juga ingin dapat pemasukan yang lebih. (matre dikit deh)


Disini bukannya gak dapat. Tapi harus sabarnya berkali-kali lipat. Maklumlah aku kan hanya penulis remahan.


Tapi jangan khawatir, Zafira sama uncle Iyan masih akan muncul kok sesekali sebagai bintang tamu 🙈.


Sabar aja yaa...


Love you deeh.. Yang pada tanya dipindahin kemana Uncle Iyan.


😘😘😘

__ADS_1


Mudah-mudahan akan muncul novel baru di sini.


__ADS_2