Aksara Cinta

Aksara Cinta
113. Panggil Daddy


__ADS_3

"Siap daftar sekolah di sini, Honey?" Tian memangku Deandra sambil membelai di pipi. Gadis itu menjaga jarak dari Tian sejak mengetahui sang daddy sudah menikah dengan tantenya sendiri.


"Aku mau pulang ke Sydney!" Cetus mulut kecil itu dengan judes.


Tian mengulum senyum, melirik Denis yang duduk di seberangnya sambil memijat pelipis. Tidak hanya dia yang dibuat pusing oleh Dea, Denis juga.


"Dea sarapan dulu, Sayang. Mommy sudah siapkan di meja makan. Baru kita sama-sama ke sekolah." Ujar Aruna lembut, meletakkan minuman yang dibawanya ke meja.


"No, big no. Dea mau pulang ke Sydney, titik!!" Erang Dea turun dari pangkuan Tian berlari ke kamar.


Ressa hanya bisa mengamati keponakannya yang merajuk itu. Dia jadi merasa bersalah, karena mempertahankan rumah tangganya ini dengan mengorbankan kebahagiaan Dea.


Tangan Tian terulur mengusap belakang kepala Ressa, "nanti aku bujuk Dea lagi. Ini bukan salah kamu, Sayang."


"Tapi Sayang..."

__ADS_1


Tian menggeleng pelan, "jangan berpikir apapun, apalagi ingin pergi dariku lagi. Kita hadapi Dea sama-sama."


Perempuan yang kini penampilannya sudah berubah seratus delapan puluh derajat itu mengangguk pelan. Untuk kali ini ia akan menuruti semua perkataan sang suami.


"Kalian sambil minum, biar aku yang bujuk Dea." Aruna menyusul putrinya ke kamar, gadis beranjak remaja itu sedang menangis sambil memeluk bantal.


"Dea sayang, Dea kan dulu pernah bilang. Akan menerima walaupun Daddy sudah punya istri, asal mau mengakui Dea sebagai anak, itu sudah cukup." Aruna ikut berbaring memeluk Deandra dari belakang.


"Tapi bukan Tante Ressa juga, Mom. Aku gak bisa terima kalau Tante Ressa yang jadi istri Daddy." Dea membalikkan badan memeluk Aruna masih dengan air mata beruraian.


"Kenapa? Tante Ressa sudah berkorban buat Dea. Sekarang Tante Ressa juga sama sakitnya dengan Dea, mengetahui suaminya memiliki anak dari Mommy tanpa sepengetahuannya. Kalau tantemu dari awal tau Daddy Tian ayah kamu, pasti tante gak akan menikahi daddy. Bahkan tante sudah rela membagi suaminya buat mommy demi kamu." Aruna memberikan penjelasan dengan pelan dan lembut.


"Tante sampai keguguran karena stress, Sayang. Percayalah, Tante Ressa sangat menyayangimu. Jadikanlah tante mommy keduamu. Percaya sama Mommy, semua akan baik-baik saja. Tidak akan seperti yang Dea takutkan."


"Mom, aku gak bisa lihat Mommy sedih karena yang jadi istri Daddy itu adik Mommy."

__ADS_1


Aruna tersenyum, "kamu berpikir terlalu dewasa, Sayang. Sini Mommy kasih tau, Mommy tidak sedih. Ada Om Denis yang selalu ada buat Mommy, apa Dea merestui kalau Mommy menikah dengannya."


Deandra membulatkan mata, apa yang telinganya dengar sekarang setelah mengetahui sang daddy sudah punya istri. Sekarang mommy-nya juga mau menikah lagi.


"Mom, aku sama siapa kalau Mommy juga mau menikah dan meninggalkanku." Air mata Dea yang tadinya berhenti keluar, sekarang mengalir lagi.


"Tidak akan ada yang meninggalkanmu, Honey." Denis mendekati tempat tidur, membelai lembut belakang kepala Dea. "Kita akan sama-sama, yang menyayangi Dea jadi bertambah. Dea bisa kemanapun yang Dea mau." Katanya lalu mengecup di sana.


Aruna menyunggingkan senyum, Denis selalu membantunya keluar dari saat-saat sulit.


"Om janji, gak akan jahat sama Dea?" Deandra menoleh ke arah Denis.


Lelaki itu terkekeh kecil, "ayo bangun." Katanya yang dituruti Dea, Denis membawa gadis itu ke pangkuannya.


"Maaf, Om gak bisa janji, Om akan berusaha menjaga dan melindungi Dea dengan baik. Tapi itupun ada syaratnya?"

__ADS_1


"Syarat?" Dea mengkerutkan kening, belum apa-apa sudah minta syarat. Denis mengangguk sambil tersenyum smirk.


"Panggil Om Daddy dan panggil Tante Ressa, Mommy. Mau?"


__ADS_2