
Tian mendesah berat mereka benar-benar kesiangan sholat subuh. Hampir jam enam baru keluar kamar mandi. Padahal ia sudah bertekat ingin sholat tepat waktu, gara-gara istri nakalnya ini dia jadi tergoda juga.
Ressa tersenyum kecil melihat wajah masam suaminya sejak usai sholat tadi. Mereka langsung sarapan, terlalu lama berendam membuat perut keroncongan. Untung Tian sudah memasak untuk sarapan pagi ini.
"Kamu nakal, Sayang." Sebut Tian yang masih kesal di meja makan.
"Tapi kamu suka kan, gak bisa nolak lagi." Sebut Ressa nakal dengan mata mengerling jahil.
"Iya, tapikan gak pas mau sholat juga. Aku sudah bilang mau berubah," ucap Tian cemberut.
"Yang cari gara-gara siapa, hm?"
"Aku kan bangunin kamu. Abisnya dibangunin malah bikin aku merinding jadi aku masukin bathtub aja," jelas Tian.
"Hm, merinding gimana? Emang aku nyeremin gara-gara luka ini?" Ressa menempelkan kedua telapak tangannya di pipi. Dengan wajah yang diimut-imutkan.
"Bukan, kamu bikin dia merinding. Nih bangun lagi gara-gara kamu manja-manja," ucap Tian ketus.
Ressa terkekeh geli, "itu sih kamunya aja yang senggol sedikit bangun. Bukan salah aku dong."
"Tapi kamu harus tanggung jawab, Sayang." Rengek Tian manja.
__ADS_1
"No... no... no..." Ressa menggeleng dengan tersenyum jahil.
"Dasar mommy singa nakal," gumam Tian menyuap sarapan ke mulutnya.
"Siapa yang nakal Sayang?" Tanya Ressa menoel genit pinggang Tian.
"Sayang, tangannya bisa diem gak sih. Aliran listrik kamu itu tegangan tinggi, tersentuh sedikit saja aku langsung tersengat." Teriak Tian frustasi, kemaren-kemaren dia tidak seperti ini.
Ressa ingin tertawa gelak tapi tidak bisa, jadilah hanya mesem-mesem sendiri.
"Aku ke kantor aja deh hari ini, kamu tinggal di rumah. Aku lagi gak bisa dekat-dekat kamu, bawaannya mau dikelonin aja."
"Yaakiin, bisa jauh dari aku hm?" Ressa semakin menggoda genit dengan tangan yang bergerak nakal.
"Aku gak godain kamu sayang. Lihat, aku gak ngapa-ngapainkan, masa aku lagi makan dibilang godain kamu." Ressa cekikikan dalam hati, pagi tadi pasti suaminya itu puas tertawa setelah merendamnya dalam bathtub. Sekaranglah saatnya membalas dendam.
Tian mengendikkan bahu mencoba untuk tidak peduli pada kenakalan istrinya. Ia menyelesaikan makan dengan segera agar bisa kabur dari Ressa.
Tapi setelah ingat tekadnya tadi malam ingin menjadikan istrinya ini ratu. Ia tidak jadi meninggalkan Ressa sendirian. Biarlah kesayangannya ini mau berbuat apa, Tian akan pasrah saja.
"Sayang, mau kusuapi roti?" Tawar Tian manis, Ressa menatap suaminya itu penuh kecurigaan.
__ADS_1
"Hei, aku gak akan ngerjain kamu. Kamu aja yang licik mau balas dendam sama aku." Sela Tian sebelum Ressa mengutarakan isi hatinya. Perempuan itu menyengir tanpa dosa lalu mengangguk mau disuapi.
Lelaki itu menggigit roti, mentransfer pada Ressa lewat mulutnya. Hal yang dulu sering ia lakukan saat Ressa hamil. Tian tersenyum setelah roti itu berhasil dikunyah sang istri. Tangannya terulur memegang tengkuk Ressa kemudian mengecup di kening.
"Bukannya tadi takut dekat-dekat aku, kenapa jadi manis gini?" Tanya Ressa yang masih diselimuti rasa curiga.
"Aku gak mau ninggalin kamu sendirian di rumah. Mau sama kamu terus."
"Emang mau ngapain sama aku terus?" Tanya Ressa sambil melotot.
"Mau bikin baby dua puluh empat jam," jawab Tian. Menggigit gemas bahu sang istri.
"Kamu kenapa kanibal sih sekarang!!" Pekik Ressa menyingkirkan tangan Tian dari bahunya. Emang sih gak sakit tapi geli-geli gimana gitu.
"Aku emang suka makan kamu dari dulu Sayang, sekarang juga. Ayo makan roti lagi setelah ini aku mau makan kamu." Tian menyengir lebar menunjukkan deretan gigi putihnya di depan Ressa.
"Kamu mau bikin aku gak bisa jalan lagi ya!" Seru Ressa sewot.
"Kan ada aku yang gendong kamu, tadi aja goda-godain aku. Sekarang sok nolak," Tian menyingkirkan semua yang ada di meja. Dia memiliki ide gila lagi.
"Jangan macam-macam Tian!!" Teriak Ressa saat Tian mengangkatnya paksa ke meja.
__ADS_1
"Aku gak macam-macam Sayang, cuma mau ngasih kamu suasana baru." Lelaki itu tersenyum devil, Ressa mendengus tidak percaya kalau harus menjadi santapan Tian lagi pagi ini.