Aksara Cinta

Aksara Cinta
45. Gagal Total


__ADS_3

Bocah kecil itu benar-benar mengganggu malam pertama Tian. Erra naik ke atas ranjang berbaring di samping Ressa.


"Uncle ngapain ikut tidur di sini?" Protes Erra kala Tian ikut membaringkan tubuh di tempat tidur.


"Uncle sudah nikah sama tantemu, jadi boleh tidur di sini." Ucap Tian kesal, bagaimana tidak kesal, dia sudah puasa lama. Erra malah menghancurkan acara buka puasalnya.


"No, Uncle tidur di luar temani Uncle Denis."


Ressa bersorak penuh kemenangan, meleletkan lidahnya pada sang suami.


"Erra kalau nakal, Uncle usir pulang!" Ancam Tian.


"Uncle jahat!" Teriak Erra kemudian menangis tersendu-sendu.


"Sekarang Erra tidur di kamar sebelah sama Uncle Denis." Kekeuh Tian, menggendong bocah yang meronta-ronta minta diturunkan. Ressa menggelengkan kepala dengan ulah lelaki yang baru beberapa jam menyandang status sebagai suami itu.


"Denis, tidurkan Erra. Kalau perlu kasih obat tidur!" Titah Tian. "Kalau masih nakal antar pulang," katanya sambil melotot pada Erra kecil.

__ADS_1


Bocah itu semakin menangis ketakutan, "Erra mau pulang, Uncle. Uncle Tian jahat," gumamnya pada Denis.


"Yes, Baby. Kita pulang." Denis menatap tajam Tian, lelaki itu mengendikkan bahu acuh lalu pergi.


"Kenapa Uncle Tian sekarang jahat sama Erra," adu Erra yang masih bisa di dengar Tian. Hatinya tersentil, dia kembali untuk menenangkan bocah kecil itu.


"Uncle sayang sama Erra," Tian membawa Erra dalam pelukan sambil menyeka air mata yang masih meleleh di pipi chubby gadis itu.


"Uncle gak sayang lagi sama Erra, Uncle cuma sayang tante Ressa." Gadis kecil itu semakin tersendu-sendu.


Tian menggeleng pelan, dia baru ingat kalau gadis kecil ini pencemburu. "Ayo kita tidur sama tante, Honey." Bujuknya, mengalah sajalah dia puasa lagi malam ini. Tidak setiap hari Erra menginap dengannya.


Tian melepaskan Erra yang diantar Denis pulang, bocah kecil itu masih menangis sesenggukan. Dia kembali ke kamar, matanya membola melihat Ressa yang sudah tidur. Gagal total malam pertamanya.


"Honey," bisik Tian sembari mengendus-endus pipi Ressa. Karena tidak ada jawaban Tian semakin mengendus turun, dari pipi ke leher sampai di dua gundukan kesayangannya. Tidak tahan hanya berdiam diri dia memberikan sentuhan-sentuhan cinta di sana.


Ressa mendesah saat ada yang bermain di area sensitifnya. Tapi matanya terlalu mengantuk sampai sulit untuk membuka. Dia masih belum menyadari Tian yang bergeriliya di setiap inci tubuhnya.

__ADS_1


Pelan-pelan Tian mengungkung tubuh Ressa. Dia sudah tidak bisa menahan belalainya yang meraung-raung. Jangan ditanya menghilang kemana seluruh atribut yang perempuan itu gunakan.


Tian melepaskan miliknya dengan pelan agar Ressa tidak terkejut dan bangun. Sepertinya misinya berhasil, perempuan itu terus melenguh dan mendesah tanpa membuka mata. Sengantuk itukah Ressa sampai tidak bisa membuka mata. Tubuh itu hanya bergeliat-geliat menerima semua perlakuan Tian.


Aargh, Tian terjatuh di sisi Ressa setelah berjuang sendirian. "Terimakasih Honey," bisiknya lalu menyelimuti sang istri dan memeluknya dengan damai.


Ressa mengerjapkan mata, area sensitifnya terasa nyeri. Bukan hanya itu, ada tangan yang memeluknya posesif dan itu langsung menyentuh kulitnya. Ia mengintip di balik selimut lalu menjerit.


"Aaaaaa," kenapa ia bisa tidak menggunakan sehelai benangpun.


"Ada apa?" Tanya Tian seperti orang linglung sambil mengucek-ngucek mata. Ia terbangun karena kaget.


Ressa tau siapa pelakunya, dia tidur saja digerayangi. Sungguh suami tidak ada akhlak. Pantas saja dia bermimpi bergulat dengan Tian, ternyata bukan mimpi. Bibirnya tersenyum tipis.


"Honey kenapa?" Tanya Tian lagi saat kesadarannya sudah penuh. Ressa menyingkap selimut lalu berjalan santai ke kamar mandi tanpa pelindung apapun.


Tian membelalakkan mata, adik kecilnya bangun lagi. "Honey!" Rengeknya menyusul Ressa ke kamar mandi, tapi perempuan itu lebih dulu membanting pintu dengan keras.

__ADS_1


Suami Ressa itu mendesah berat, kepala atas dan bawahnya langsung sakit melihat pemandangan bangun tidur.


__ADS_2