Aksara Cinta

Aksara Cinta
68. Pergilah


__ADS_3

Tian mengangkat tubuh Ressa, membawanya ke kamar. Ia akan menebus dua malam yang disia-siakannya dengan menemani istrinya tersayang ini.


"Maaf, aku gak rela air mata ini terjatuh karenaku. Aku pernah bilangkan, kalau aku membuatmu terluka saat bersamaku maka aku sendiri yang akan menyembuhkannya." Tian berbaring dan menyeka air mata di pipi Ressa lalu memeluknya kembali.


"Aku punya anak dari perempuan lain Ressa, umurnya sekarang mungkin sudah dua belas tahun."


Pengakuan itu membuat tubuh Ressa menegang. Apa benar Tian ayah dari Deandra. Saat Ressa sibuk dengan pikirannya, Tian mengeratkan pelukan. Takut sang istri langsung kabur darinya.


"Kenapa kamu tega bohongin aku, Tian. Sekarang gak ada gunanya aku ada di sini. Biarkan aku pergi, kamu tidak perlu bertanggung jawab atas luka yang kamu buat di hati aku ini."


Ressa mendorong tubuh Tian agar melepaskan pelukannya. Tapi lelaki itu semakin mempererat pelukan.

__ADS_1


"Kamu belum dengar cerita aku, Honey. Please jangan pergi. Aku gak bohongin kamu, aku juga baru tau kalau punya anak."


"Gak ada yang perlu kamu jelaskan, Tian. Cukup kamu ceraikan aku dan jaga anakmu itu dengan baik. Biar aku yang menjaga anak kita ini, aku tidak akan melarangnya bertemu denganmu nanti. Aku juga tidak akan menggugurkannya seperti Audrey. Aku gak akan sanggup mendengar ada berapa perempuan lagi yang melahirkan anakmu." Lirih Ressa dengan terisak sendu.


Apa yang sedang menghantamnya sekarang. Pasti ini doa ibu yang sedang bekerja. "Setelah kamu menceraikan aku, aku akan menikah dengan lelaki pilihan ibu. Mungkin ini semua hukuman buat aku karena sudah menentang ibu." Ressa menyeka air matanya lalu tersenyum manis.


"Sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan kamu Ressa!" Tegas Tian, mengambil ponselnya lalu menelpon Denis agar mengirimkan orang untuk menjaga rumahnya. Ia tidak akan membiarkan Ressa pergi walau selangkah.


"Kamu egois, Tian." Ressa memukulkan tangannya ke dada Tian. "Kamu jahat, kamu ingin membuatku seperti tawanan di rumah ini."


"Aku mau pergi dari sini Tian, lepasin aku." Ujar Ressa memberontak.

__ADS_1


"Tidak akan, aku tidak akan melepaskanmu Ressa!" Bentak Tian emosi, ucapan Ressa yang ingin menikah dengan lelaki lain saat masih mengandung anaknya membuatnya tidak dapat mengendalikan diri. "Diam atau aku ikat kamu."


Ressa berhenti memberontak, kalau Tian mengikatnya ia tidak akan bisa bergerak bebas, kasihan janinnya. Pernikahan apa yang sedang di jalaninya saat ini.


"Berani pergi dari rumah ini aku tidak akan memberikan ampun untukmu!" Ucap Tian dingin, melepaskan Ressa dari pelukannya. Ia berbaring memejamkan mata sambil mengatur napas agar emosinya terkendali.


Ressa diam mematung melihat kemarahan Tian. Tangannya terulur mengelus rambut sang suami. Bagaimana kalau benar Tian adalah ayah dari keponakannya. Apa yang harus ia lakukan?


"Maafkan aku Honey, harus berbuat seperti ini." Lirih Tian tanpa membuka mata, napasnya sudah mulai teratur. "Aku takut kamu pergi, seperti dia yang pergi meninggalkanku. Bahkan aku tidak diberi kesempatan untuk melihat anakku sendiri. Aku sudah mengubur dalam semua tentangnya. Baru aku ingin memulai denganmu, dia mengusikku lagi."


Ressa membawa kepalanya ke atas dada Tian. Entah kenapa lagi-lagi dia luluh dengan ucapan Tian. Lelaki ini seperti menghipnotisnya dengan kata-kata.

__ADS_1


"Jika kamu sangat takut kehilanganku, maka aku sangat takut kamu kembali pada kehidupanmu yang dulu, Tian. Ingin aku mempercayaimu, tapi lagi-lagi dunia mengecohku."


Tian membuka mata lalu tersenyum membelai pipi Ressa, mengecup lama di kening. "Kalau kamu ingin pergi. Pergilah sekarang, mumpung aku berubah pikiran. Kalau kamu ingin menikah dengan lelaki lain, silahkan. Aku menyayangimu, Ressa. Titip anakku."


__ADS_2