Aksara Cinta

Aksara Cinta
195. Berkunjung


__ADS_3

"Kalian ini ya mau datang sesuka hati, gak bilang-bilang dulu. Bibi bisa masak banyak kalau kalian mau ke sini." Sesampainya di rumah sang bibi, mereka di sambut celotehan perempuan paruh baya itu.


"Siapa Bu, ada tamu malah diomeli?" Teriak Jeri dari ruang tengah. Ternyata Jeri dan Audrey juga sedang mengunjungi ibunya. Jeri sudah akur dengan ibunya. Dan ibunya juga sudah mau menerima Audrey sebagai menantu.


"Kakakmu datang gak bilang-bilang," katanya seraya mengajak tamunya masuk.


"Dea cuma mau numpang berenang Bi, Jeri temani keponakanmu ini berenang!!" Perintah Tian pada adik sepupunya.


"Sini dulu Sayang, kita nyemil yang banyak baru berenang, biar gak kelaparan." Jeri menarik Deandra duduk di pangkuannya lalu mencium di pipi.


"Apa rasanya sama seperti Om Azmi menciummu?" Pancing Jeri sambil berbisik, Dea menggeleng pelan. Fix keponakannya ini sudah jatuh cinta dengan lelaki brengsek itu.


"Suatu hari nanti Dea akan menemukan laki-laki yang tulus mencintai Dea tanpa memandang siapa Dea, seperti Daddy Tian mencintai Buba. Atau Daddy Denis mencintai Mommy." Nasehat Jeri pelan sambil memberikan usapan di kepala.


"Apa Om Azmi tidak mencintai Dea?" Tanya Deandra sendu. Orang-orang yang ada di sana tidak tau apa yang Jeri dan Dea bicarakan.


"Menurut Dea?"


"Om Azmi bilang, kalau Om mau menyakiti Dea sudah dia lakukan sejak awal bertemu Dea. Tapi Om tidak melakukannya karena sayang sama Dea."


Jeri menghela napas pelan, "mungkin Om cinta sama Dea. Tapi caranya salah Sayang, diusia Dea sekarang belum saatnya memikirkan cinta-cintaan. Dea harus belajar yang rajin agar bisa membanggakan orang yang Dea sayang."

__ADS_1


"Apa Dea perasaan Dea ini salah, Om?"


"Perasaan itu tidak ada yang salah sayang, hanya saja tidak semua bisa dibenarkan. Seperti rasa yang Dea miliki sekarang, Om Azmi bukan orang yang tepat mendapatkan semua itu."


"Karena Om Azmi yang membuat perusahaan Daddy bangkrut. Menggunakan aku sebagai kelemahan Daddy." Jeri menangguk ragu, netranya melirik Tian yang sangat penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.


"Siapa yang memberi tahu Dea?"


"Dea gak sengaja dengar Daddy ngomong sama Buba."


"Sekarang Dea mengertikan kenapa Daddy memenjarakan Om itu."


Deandra mengangguk kecil, lalu berucap sendu. "Tapi di sini sakit Om." Gadis itu menekan dadanya, Jeri meletakkan tangannya di tangan gadis itu.


"Pantas saja Azmi sampai tergoda, anggota tubuhnya tidak seperti anak seusianya." Gumam Jeri, dia saja seperti tersetrum saat memangku gadis ini.


"Kalian ngomongin apaan sih, jangan buat aku cemburu Sayang." Ucap Audrey dengan suara yang sengaja dimanja-manjakan. Karena suasana ruangan itu hening, tapi tidak dapat mendengar apa yang Jeri ucapkan pada Dea.


"Hei tantemu cemburu Honey, sun tante dulu Sayang." Ujar Jeri yang langsung dilaksanakan Deandra, menciumi pipi perempuan itu dan tersenyum lebar.


"Gadis pintar," puji Jeri. "Mau ikut berenang juga Sayang?" Ajaknya pada sang istri.

__ADS_1


Audrey menggeleng, "kalian aja. Nanti aku jadi putri duyung kalau terkena air."


"Ayo berenang Sayang, ajak kedua daddy-mu itu biar gak pacaran terus." Sindir Jeri, "Om ganti baju dulu ke kamar."


"Siyap Om," Dea turun dari pangkuan Jeri.


"Dea berenang duluan sama Daddy Denis ya Sayang, Daddy sakit perut." Ujar Tian langsung menyusul Jeri ke kamarnya.


"Kalian bicara apa?" Seru Tian saat sampai di kamar Jeri.


"Penasaran banget, bicara masalah hati." Jawab Jeri sambil mengambil kaos di lemari, "Dea tau kalau Azmi yang membuatmu bangkrut."


"Pantas saja Dea langsung berubah pikiran," gimam Tian.


"Satu lagi, Dea itu memiliki daya tarik yang sangat besar. Lihat, aku gak ngapa-ngapain tapi dia bisa membuatnya bangun."


Hampir saja Tian membuat babak belur wajah Jeri, tapi suami Audrey itu menangkisnya. "Berpikir dewasa Tian, jangan gunakan emosi. Aku mengatakan yang sebenarnya, jangan biarkan Dea bebas bergaul dengan teman laki-lakinya. Termasuk Denis, jangan biarkan mereka terlalu akrab. Aku tau Denis mencintai Dea sebagai putrinya. Aku hanya khawatir," ungkap Jeri tulus.


"Jeri, kau jangan membuatku takut!"


"Aku tau kamu mengerti apa yang aku ucapkan Tian, kamu menemukannya saat sudah besar. Mungkin kamu juga bisa merasakan energi itu." Jeri menepuk bahu Tian, "jaga Dea baik-baik dan jaga kewarasanmu."

__ADS_1


"Aku tidak akan melakukan hal sekeji itu pada putriku Jeri!!"


"Ya aku tau kamu sangat menyayanginya, ayo keluar. Jangan membuat mereka curiga."


__ADS_2