Aksara Cinta

Aksara Cinta
92. Suratan Takdir


__ADS_3

"Cepat Mas, angkat. Kita harus menyelamatkan Ressa, bisa mati kehabisan darah dia." Teriak Hira histeris, air matanya sudah beruraian.


"Aku tidak akan mengizinkan Ressa bertemu Tian lagi setelah ini!" Murka Hira sambil memeluk Ressa di kursi penumpang.


Erfan tidak menanggapi kemarahan istrinya melarikan mobil dengan sangat cepat. Dalam hatinya dia juga mengutuk Tian.


Di depan IGD Erfan menimbang-nimbang mengabari Tian atau tidak. Sebenarnya dia ingin memberikan Tian pelajaran. Tapi juga kasihan pada Ressa yang pasti membutuhkan suaminya.


"Suami macam apa itu, Mas. Meninggalkan istrinya yang sedang sakit bersenang-senang." Marah Hira saat Erfan memutuskan untuk mengabari Tian.


"Sweety, Ressa tetap butuh orang yang dia sayang saat ini." Erfan mengelus tangan Hira untuk menenangkan. "Kalau kamu sedang sakit juga pasti ingin begitukan, dimanja."


"Tapi Mas..."

__ADS_1


"Sudah ya Sayang, ini buat Ressa. Biar dia merasa berarti saat ada Tian di sisinya. Setelah ini biar mereka yang mau memutuskan bagaimana."


Hira menyetujui dengan malas, namun seperti yang Ressa lakukan. Erfan juga berkali-kali menghubungi Tian tapi tidak ada jawaban. Ayah Erra itu mengumpat dalam hati. Apa Tian begitu menikmati malamnya bersama Aruna sampai lupa ada istri yang lain sedang berjuang bersama anaknya.


Erfan dan Hira mendekati dokter yang baru keluar dari ruang penanganan Ressa.


"Bagaimana kondisi pasien dan kandungannya, dok?" Tanya Hira, bukan tidak tau apa kemungkinan yang terjadi setelah melihat kondisi Ressa tadi. Dia juga seorang dokter kandungan, tapi hanya ingin mendengar keajaiban yang Allah tunjukkan malam ini.


"Mohon maaf janinnya tidak dapat diselamatkan, karena kondisi ibunya yang lemah dan stress." Jelas sang dokter membuat tubuh Hira lemas. Mengapa sahabatnya harus menderita seperti ini. Tubuhnya limbung kalau saja tidak ditahan Erfan dan membawa istrinya itu duduk.


"Denis, bangunkan Tian di rumah Aruna dan katakan Ressa di rumah sakit, anaknya tidak bisa diselamatkan!" Perintah Erfan murka, bagaimana dia tidak kesal dengan semua kebodohan Tian ini.


"Kita akan merawat Ressa setelah ini," Erfan memeluk istrinya untuk memberikan ketenangan. Dia tau latar belakang Ressa yang juga tidak akur dengan keluarganya. Tidak mungkin mereka merawat Ressa dengan baik yang ada malah semakin tertekan.

__ADS_1


"Itulah kenapa aku tidak setuju Ressa bersama Tian, Mas." Air mata Hira sudah tidak dapat terbendung lagi. "Cuma dia yang ada di saat aku sendirian dulu, dia yang selalu menemaniku. Ressa sudah seperti saudaraku sendiri."


"Aku paham, Sayang." Erfan mengecup samping kepala Hira, "kita tidak bisa menolak takdir yang sudah Allah tuliskan, Sayang. Ressa sudah berusaha menghindari Tian selama tiga tahun ini, tapi takdir tetap mempertemukan mereka. Ini sudah suratan yang tertulis untuk mereka, Sayang. Kita yang ada di sini hanya bisa membantu agar Ressa bisa kuat menjalani semua yang tertulis."


Hira mendongakkan kepalanya lalu mengangguk. Erfan menyeka air mata yang membasahi pipi istri tersayangnya.


"Aku yakin Ressa sama kuatnya denganmu," Erfan tersenyum membelai pipi Hira.


"Dia lebih kuat dariku, Mas. Kalau aku jadi Ressa, langsung kupatahkan belalai kesayangannya itu! Jangan harap aku mau bertahan seperti orang bodoh." Sarkas Hira.


Erfan bergidik ngeri mendengar penuturan Hira, terukir senyum dari bibirnya. "Karena itulah bukan kamu yang mengalaminya, Sayang. Ressa bertahan juga ada pertimbangan, bukan hanya cinta tapi anaknya. Dia memikirkan anak yang dalam kandungannya. Ressa bahkan sekarang tidak mau di sentuh Tian lagi, itu lebih menyiksa daripada ditinggalkan pergi. Ada, tapi tidak bisa digapai."


Hira membulatkan mata sempurna, "kamu tau?"

__ADS_1


"Apa yang tidak aku tau dari temanku yang akhir-akhir ini seperti orang gila, hm. Percayalah itu hukuman yang sangat menyiksa untuk Tian."


"Baguslah kalau dia tersiksa, aku harap belalainya tidak akan pernah bisa bangun lagi setelah malam ini kecuali sama Ressa. Dan itu akan semakin membuatnya tersiksa, karena aku akan membawa Ressa kabur darinya." Murka Hira, Erfan terkekeh kecil dengan kutukan yang keluar dari mulut mungil istri cantiknya ini.


__ADS_2