Aksara Cinta

Aksara Cinta
81. Istri Simpanan?


__ADS_3

"Bisakah kamu berhenti berkorban untuk orang lain Sa, jangan buat kakakmu ini seperti orang yang sangat egois."


Ressa bangun dari tidurnya lalu menggenggam erat tangan Aruna.


"Aku tau kamu anak ibu, Ru. Aku ini anak tirinya. Selama ini kamu berkorban untukku kan, agar aku merasakan memiliki seorang ibu. Padahal itu hanya ibu yang kamu pinjamkan, aku bukan anak kecil Aru." Ressa tersenyum manis, bahkan sangat manis menutupi semua yang hatinya rasakan dengan kebohongan wajahnya.


"Jangan pikirkan aku Aru, pikirkan anakmu Dea. Dia pasti sangat bahagia sekarang, orang tuanya akan bersatu. Sekarang pulanglah, jangan terlalu lama muncul di hadapanku." Usir Ressa, "aku ingin muntah melihat wajahmu," lanjutnya dengan kekehan.


"Kau, sekarang sudah berani mengusirku. Awas kalau tidak membalas pesanku lagi, akan kukirim santet untukmu."


Ressa terkekeh geli dengan ancaman kakaknya itu. Aruna meninggalkan Ressa di kamarnya sendirian. Ketika membuka pintu, sudah ada Tian berdiri di sana, "mau masuk?" Tanya Aruna.


Lelaki itu menggeleng, "ayo pulang." Ajaknya pada Aruna, perempuan itu mengikuti kepala tanpa suara.


Sepanjang jalan pikiran Tian tidak lepas dari Ressa. Ia mendengar semua yang Ressa dan Aruna bicarakan. Jadi Ressa yang anak tiri, pantas saja perlakuannya sangat berbeda.


"Kita akan menikah secepatnya, katakan saja kamu mau mahar apa. Aku akan siapkan." Ujar Tian akhirnya setelah cukup lama mereka saling membisu.


"Aku ingin Ressa hadir di pernikahan kita, itu saja." Pinta Aruna.

__ADS_1


"Kamu gila, itu bisa semakin menyakiti Ressa, Ru." Tolak Tian mentah-mentah, mana bisa dia menikah di hadapan kesayangannya itu.


"Aku hanya ingin adikku hadir saat kita menikah, apa itu salah Tian. Apa permintaanku terlalu sulit untuk kamu penuhi," ucap Aruna pelan.


"Terserah, atur saja apa maumu." Kesal Tian, bagaimana dia bisa menikah di hadapan Ressa. Bisa kacau acaranya karena dia tidak berhasil mengucapkan ijab kabul.


"Makasih Tian," ucap Aruna manis. Apakah bisa dia meluluhkan hati Tian dan mendapatkan cintanya kembali seperti yang Ressa katakan.


Tian hanya mengangguk mengantarkan Aruna sampai depan rumah. Setelahnya ia pulang ke rumah yang pernah di tempatinya bersama Ressa.


Aroma kamar itu membuat Tian rindu, betapa menyesalnya dia sudah menyia-nyiakan waktu satu minggu yang dimilikinya bersama Ressa. Sekarang perempuan itu bukan miliknya lagi.


Bagaimana ia harus menjalani hari-hari tanpa Ressa, jika beberapa waktu yang dilaluinya ini saja sangat menyiksa.


Tian melakukan panggilan video yang langsung dijawab Ressa.


"Kamu kenapa?" Tanya Ressa khawatir saat melihat Tian meringkuk di balik selimut. Padahal Tian tadi baik-baik saja, sehal wal'afiat tidak ada kurang satu apapun.


"Kangen," jawab Tian sambil tersenyum. Ressa mencebikkan bibir mendengar jawaban mantan suaminya itu.

__ADS_1


"Kita nikah lagi Sa, aku gak kuat jauh dari kamu."


Ressa melirik Erfan dan Hira yang ada di dekatnya, dua orang itu mendengar jelas apa yang Tian ucapkan. Karena sengaja ia loadspeaker.


"Lo datang ke sini, kita bicara lagi." Sela Erfan ikut nimbrung dalam obrolan.


Tian melotot sempurna, ternyata Ressa tidak sedang sendirian. Dengan cepat lelaki itu bangkit dan mematikan sambungan video setelah mengiyakan.


"Lo mau ini jadi zina lagi, Sa. Lihat Tian dia bahkan gak bisa jauh dari lo."


Ressa memijat kepalanya yang pusing.


"Kalian rujuk kembali, nikah secara agama. Biar Tian menikah resmi dengan Aruna."


"Bee," Hira tidak setuju dengan saran asal suaminya ini. Itu artinya poligami. "Tian akan menanggung beban berat kalau tidak bisa adil."


"Terus gimana dong, itu anak sudah kayak cacing kepanasan. Belum satu jam pisah juga sudah merengek-rengek. Diam-diam juga nikahnya."


"Sama aja Kang Mas Erfan, itu namanya poligami. Bebannya berat kalau gak bisa adil. Kamu mau ikut menanggung dosanya karena kamu yang ngasih saran asal." Ucap Hira kesal pada suaminya yang mengatasi masalah dengan masalah. Suami Hira itu tersenyum cengengesan.

__ADS_1


"Gue jadi istri simpanan?" Ressa tersenyum miris pada dirinya sendiri. Doa siapa lagi ini yang sedang Tuhan kabulkan. Siapa yang berdoa agar dia menjadi istri simpanan bos.


__ADS_2