
Setiap hari Azmi mencekoki Deandra dengan kasih sayang yang berbeda. Ia memperlakukan gadis itu seperti perempuan dewasa. Tidak menganggapnya anak kecil. Membuat Dea merasa nyaman dan sangat disayangi. Ia seperti mendapatkan rumah untuk tempat berlindung dan bermanja-manja.
“Om, Dea mau berenang!” pinta Dea manja mengalungkan tangannya di leher lelaki dewasa itu.
“Ayo,” Azmi membawa Dea ke kolam renang samping rumahnya tanpa melepaskan tangan yang melingkar di lehernya.
Ia turun ke kolam sambil menggendong Dea, sesekali mencium di bagian dada gadis itu sampai si empunya kegelian dan tertawa.
Dea menganggap itu kasih sayang yang sama seperti yang kedua daddy-nya berikan. Tidak mengerti kalau Azmi menganggapnya berbeda.
"Berenang sendiri atau sama Om?" Tanya Azmi seraya memberikan belaian yang membuat Dea semakin merasa nyaman.
"Sama Om."
Azmi tersenyum mendengar jawaban itu, "oke. Tapi Om boleh minta tolong?"
Gadis itu mengangguk riang, "apa?" Tanyanya antusias.
"Tolong pijatin di sini Baby, tiba-tiba keram." Ucap Azmi seraya membimbing tangan Deandra pada miliknya, "good Baby." Lelaki dewasa itu menghadiahi kecupan di pipi.
"Masih sakit?" Tanya Dea polos, dia tidak mengerti hanya memijat dari luar.
"Masih, teruskan ya Sayang." Pinta Azmi, menatap gadis itu dengan kabut gairah.
__ADS_1
Azmi menarik napas panjang melepaskan tangan Dea. Lalu membawa gadis itu berenang. Dia bisa menyakiti Dea kalau diteruskan.
“Sudah puas berenangnya Baby?” Azmi mendudukkan Dea di sisi kolam setelah hampir satu jam menemaninya bermain di air.
"Sudah, ayo kita naik Om. Dea lapar lagi," pinta gadis itu.
"Yes Baby, ayo kita naik." Azmi menggendong Dea sambil melambung-lambungkannya. Pria dewasa itu terus membuat Deandra tertawa bahagia.
"Kapan Dea boleh pulang Om?" Tanya Dea saat makan, "Dea kangen sekolah."
"Kapanpun kamu mau pulang Baby," Azmi tersenyum menemani gadis itu makan. Bersama Dea dia merasa sangat bahagia.
"Hari ini boleh?"
"Setelah makan Om antar pulang."
Gadis itu terlihat tidak senang mendengar Azmi akan memulangkannya.
"Kenapa sedih?" Azmi membawa Dea ke kamarnya setelah selesai makan.
"Kalau Dea kangen Om gimana?" Rengek gadis kecil itu.
Azmi mendudukkan Deandra di tempat tidur lalu mengambil ponsel dilacinya. "Hubungi Om pake ini, Om akan datang menemui Dea. Tapi ingat, benda ini jangan sampai ada yang tau."
__ADS_1
Ia tidak melepaskan gadis yang sudah membuatnya gila ini begitu saja. Azmi akan membuat Deandra terus terhubung dengannya.
"Tapi gimana caranya biar hp ini gak ada yang tau Om."
"Itu seperti hp mainan Baby, bilang saja ada yang memberikan hadiah itu. Tapi kalau bisa Dea simpan jangan sampai ada yang tau."
Deandra mengangguk paham, Azmi tersenyum kecil. "Gak mau sun Om dulu?"
Tanpa aba-aba Dea langsung mengecup seluruh wajah Azmi.
"Om mau kasih Dea hadiah, tapi ini akan sedikit geli. Baby tahan ya Sayang." Dea mengangguk, Azmi ******* lembut leher Dea dan memberikan gigitan kecil di sana sampai meninggalkan bekas.
Ia sengaja melakukan itu agar Tian mengira dia sudah menodai putrinya ini. Padahal dia hanya mencuci otak Dea. Azmi menyayangi gadis kecil ini, ia akan mengambil kembali saat waktunya tiba.
"Gimana rasanya Sayang?" Tanya Azmi.
"Geli Om, Dea kayak digelitikin sampai sini." Gadis itu menjepit pahanya seperti menahan kencing.
Azmi tersenyum kecil, mengusap dibagian itu. "Sekarang masih geli?"
Deandra mengangguk, Azmi tertawa dengan kepolosan gadis kecil ini.
"Ayo Om antar pulang," katanya sebelum hilang kendali oleh putri Tian ini.
__ADS_1