Aksara Cinta

Aksara Cinta
194. Berubah


__ADS_3

"Sayang, makan dulu." Bujuk Tian pada putrinya yang hari ini tidak mau keluar kamar. Gadis itu jadi lebih pendiam selama semingguan ini.


"Mommy sedih kalau Dea terus seperti ini," Tian membawa Deandra dalam pelukan. "Apa kasih sayang yang Daddy berikan kurang buat Dea. Daddy akan turuti apapun yang Dea minta."


"Dea mau menjenguk Om ke penjara," pinta Dea. Dia hanya ingin melihat pria dewasa yang sudah membuat hatinya berbunga-bunga itu.


"Sayang!"


"Daddy bilang mau menuruti apa yang Dea maukan, Om gak pernah menolak apa yang Dea mau. Om gak pernah jahat sama Dea," sebut Dea.


"Baiklah, ayo kita jenguk Om." Ucap Tian menyetujui. Dia akan membuat Azmi dipindahkan dari kota ini setelahnya.


Deandra segera bangkit mencuci wajahnya ke kamar mandi.


Tian menarik napas lelah, putrinya ini tidak bisa dibantah. Ressa menepuk bahu sang suami, "sabar Sayang."


"Aku gak bisa melihat wajahnya Honey, biar Denis yang menemani Dea ke penjara."

__ADS_1


"Lepas egomu kali ini Sayang, biar Dea bisa melihat kalau kamu juga mencintainya. Aku temani," bujuk Ressa. Tian akhirnya menganggukkan kepala menyetujui.


"Azmi sudah membuat Extnet bangkrut, Honey. Tempat banyak orang mencari nafkah, dan kami harus putar otak mengembalikannya lagi seperti semula." Ucap Tian lirih, mengingat bagaimana mereka membangun Extnet dengan susah payah. Azmi menghempaskannya dalam sekejap.


"Putrimu sedang patah hati dengan kenyataan yang dihadapinya Sayang, kalau kamu keras maka dia akan semakin patah. Kali ini saja ya turuti kemauannya."


Tian memeluk Ressa untuk meluapkan segala lelahnya. Semua pembicaraan orang dewasa itu terdengar jelas di telinga Dea.


"Jadi Om yang sudah membuat perusahaan Daddy bangkrut," gumamnya dalam hati. "Om menculiknya agar pikiran Daddy kacau karena mencarinya."


"Kenapa, bukannya Dea kangen sama Om?" Tanya Tian dengan suara lembut.


"Dea mau sama Daddy aja hari ini," katanya memeluk Tian. Kenapa rasanya berbeda saat dia memeluk Azmi. Apa ini yang namanya cinta. Apa benar dia sudah jatuh cinta pada orang dewasa itu.


"Ayoo, Buba mau ikut berenang juga?" Tanya Tian seraya membawa Deandra dalam gendongan.


"Buba gak ikut berenang, tapi ikut jalan-jalannya." Sahut Ressa dengan kekehan, apa Dea mendengar semua mereka ucapkan tadi. Jadi gadis itu jadi berubah pikiran.

__ADS_1


Karena di rumah orang tua Ressa tidak ada kolam renang. Jadilah Tian membawa Dea ke rumah kakeknya, yang di tempati ibu Jeri. Sekalian mereka mengunjunginya.


"Kalian mau kemana?" Teriak Denis yang sedang menonton tv di ruang tengah bersama Aruna.


"Mau jalan-jalan Daddy, Daddy pacaran aja sana. Gak usah ikutan," seloroh Dea sambil tertawa.


"Kiss bye Daddy Denis Sayang," goda Tian yang masih menggendong Dea.


"Mmuuuach, bye Daddy!!" Teriaknya mengecup telapak tangan lalu melambaikan pada Denis.


"Hei, siapa yang bisa melarang Daddy ikut, hah!" Denis mendatangi gadis itu dan mencubit gemas di hidung.


"Sayang ayo kita ikut," Denis menarik Aruna yang tengah menikmati drama keluarga live di hadapannya.


Deandra tertawa bahagia, melupakan luka yang pernah tercipta di hatinya. Dia memiliki dua orang lelaki yang sangat menyayanginya. Lalu untuk apa dia berduka.


Ada banyak pertanyaan dibenak Tian. Apa yang membuat putrinya jadi berubah secepat ini. Jadi lebih ceria dari sebelumnya. Ia khawatir kalau semua ini hanya kepura-puraan untuk menutupi luka di hatinya.

__ADS_1


__ADS_2