Aksara Cinta

Aksara Cinta
185. Godaan


__ADS_3

“Kapan Dea boleh pulang Om?” tanya Dea setelah selesai makan malam. Mereka hanya berdua di rumah besar itu, pelayan tinggal terpisah. Kecuali perawat yang menjaga Fany.


“Kamu gak suka tinggal di sini?” Azmi merangkul bahu Dea membawanya ke kamar. Ia sengaja memilih kamarnya bersebelahan dengan Deandra.


“Suka, tempat ini bagus. Tapi Dea kangen sama Mommy Aru, Buba Ressa, Daddy Tian dan Daddy Denis.” Sebut Dea seraya naik ke atas tempat tidur.


"Siapa yang biasa menemani Dea tidur?" Pancing Azmi. Ia akan mengorek banyak kebiasaan gadis itu.


"Mommy Aru."


"Kalau Daddy Tian?" Azmi kembali bertanya.


Gadis itu menggeleng, "Dea jarang Daddy temani tidur." Jawab Deandra sendu, Azmi tersenyum mengusap puncak kepala Dea.


"Jangan sedih, sekarang Om yang akan menemani Dea tidur. Kalau Dea tinggal di sini, Om bisa setiap malam menemani." Ujar Azmi yang mulai melancarkan aksinya menarik perhatian putri Tian itu.

__ADS_1


Ayah merupakan cinta pertama anak perempuan. Kalau tidak mendapatkan kasih sayang yang penuh dari sang ayah, mereka bisa mencari cinta dari lawan jenis.


"Benarkah? Om gak akan ninggalin Dea sendirian."


"Iya, Om janji gak akan ninggalin Dea sendirian. Asal Dea tinggal sama Om di sini." Azmi mengecup kening gadis itu, ada glenyar-glenyar aneh yang mengisi tubuhnya. Tapi langsung ia abaikan.


"Dea gak mungkin tinggal di sini," jawab gadis itu cemberut.


"Kenapa?"


"Kan sekarang ada Daddy Denis yang menemani Mommy Aru," Tian mengingatkan. Dia hanya harus mengingat nama panggilan sayang Dea pada keluarganya untuk memudahkan membujuk si gadis kecil.


Dea mulai berpikir, dia tidak mungkin juga ikut tidur bersama Mommy Aruna dan Daddy Denis.


"Sudah, jangan terlalu dipikirkan. Sekarang Om temani tidur,” Azmi ikut membaringkan badan di samping Deandra. Tangannya terus bergerak membelai rambut gadis itu sampai terlelap.

__ADS_1


"Berapa sih umurmu ini, sudah seperti orang dewasa aja." Gumam Azmi yang tidak bisa mengondisikan dirinya.


Deandra memang masih berumur dua belas tahun, tapi perawakannya seperti umur tujuh belas tahun. Putri Tian itu sangat cantik dilihat dari dekat, apalagi kalau sedang tidur seperti ini.


Azmi tersenyum membelai pipi Deandra, ada apa dengan dirinya. Baru satu hari yang mereka lewati bersama, ia sudah merasa sangat menyayangi gadis ini. Apa karena terlalu rindu dengan Fany yang tidak bisa diajak bicara lagi.


Ia mengecup kening Dea yang sudah terlelap. Namun anehnya tubuh Azmi seperti tersengat, dan miliknya tiba-tiba bangun.


“Sial, aku bukan pedofil!!” Jerit Azmi frustasi, segera bangkit dari sana sebelum dia lepas kendali.


“Shiitt, anak sekecil ini bisa membuatku menegang!!” Umpatnya dalam hati.


Azmi menghisap cerutu di balkon sambil mengamati Dea yang tertidur. Apa ada yang salah dengan dirinya sampai bernafsu dengan anak SMP. Pria itu menggeleng pelan, terlalu lama tidak melepas si junior sampai membuatnya tergoda pada anak kecil.


Sepertinya ia harus melepaskannya malam ini agar anak kecil itu tidak jadi sasaran. Azmi mematikan cerutu dan menutup pintu balkon. Berharap Deandra tidak bangun saat dia pergi.

__ADS_1


Lelaki itu mendatangi club malam, ia akan melakukannya cepat. Tidak ingin membuat Dea ketakutan karena ditinggal sendirian. Sambil menunggu di ruangan VIP, Azmi mengawasi cctv di kamar Dea. Gadis remaja itu masih tertidur dengan lelap. Ia memang sengaja tidak memesan kamar, agar tidak ketiduran setelahnya.


__ADS_2