Aksara Cinta

Aksara Cinta
188. Pulang


__ADS_3

“Dea pulang!!” teriak Dea dengan senyuman ceria. Dia pulang menggunakan seragam sekolah yang digunakannya seminggu lalu.


Di rumah sang nenek banyak orang berkumpul, ada yang menggunakan seragam polisi juga. Teman-teman sang daddy berkumpul di sana. Gadis yang baru menginjak remaja itu tidak mengerti apa yang sedang terjadi.


“Dea!!” Teriak Ressa, berlari mendatangi putrinya yang sedang bingung karena semua orang menatap ke arahnya. Apa dia terlihat aneh menggunakan seragam sekolah di hari minggu.


“Buba, kenapa ada banyak orang di sini?” tanya Deandra polos. Tian juga menghampiri sang putri yang sudah membuat mereka pusing selama satu minggu ini.


“Mereka sedang berdiskusi untuk mencarimu Sayang.” Ressa langsung memeluk putri yang sangat dirisaukannya ini.


“Om gak ada ngasih tau Daddy kalau mengajak Dea menginap?” Gadis remaja itu menatap sang ayah yang berdiri di belakang mereka.


“Om siapa Sayang?” tanya Tian seolah tidak tau siapa yang dimaksud.


Deandra menepuk jidat, dia tidak tau siapa nama orang yang sudah satu minggu ini memberikan warna baru di hidupnya. “Dea gak nanya namanya?” jawab gadis itu sambil menyengir lebar.


Tian mengangguk memeluk putrinya bergantian dengan sang istri. Netranya menemukan tanda yang seperti masih baru dibuat. Ressa mengikuti padangan Tian, dan matanya langsung membelalak lebar.

__ADS_1


“Ini apa Sayang?” tanya Tian sedikit menekan bekas kissmark itu dengan hati yang nyeri. Inikah balasan dari masalalunya yang suka menggagahi perempuan.


“Ini hadiah dari Om,” jawab Dea sumringah. Tian menatap Erfan yang mendekat ke arahnya diikuti Jeri dan Denis.


“Om ngapain Dea lagi?” tanya Tian lesu. “Apa Om itu menyakiti Dea?”


Putri Tian itu menggeleng, “Om nggak nyakiti Dea, Om sayang sama Dea. Om itu menemani makan, tidur, berenang, bermain. Dea senang tinggal di sana.” Jawab Deandra dengan senyuman sangat bahagia.


Hati Tian semakin teriris mendengar apa yang diucapkan putrinya. Apa selama ini dia kurang memberikan cinta dan perhatian untuk putrinya itu.


“Om bilang, kalau Dea kangen bisa kapan pun bertemu dengan Om.” Jawab Deandra dengan bangga.


“Sayang, bantu Dea ganti pakaian. Jangan dimandikan dulu dan jangan dibawa ke kamar Aruna atau ibu,” bisik Tian pelan. Ressa mengerti dengan ucapan Tian yang ingin dia memeriksa seluruh tubuh putrinya.


“Ayo Sayang kita ganti pakaian dulu, biar seragamnya dicuci.” Ajak Ressa membawa putrinya ke kamar.


“Denis, setelah ini bawa Dea ke rumah sakit lakukan pemeriksaan. Apa Azmi sudah melakukan tindakan seksual padanya,” ujar Tian lesu.

__ADS_1


Suami Aruna itu menjawab dengan anggukan. Mereka kembali berkumpul dengan yang lain. Dua orang polisi yang ada di sana pamit pulang, mereka akan melanjutkan proses pencarian Azmi.


“Kita bisa menggunakan Dea untuk membuat Azmi keluar dari persembunyiannya. Dia pasti tidak melepaskan Dea begitu saja tanpa melakukan apapun.” Erfan berucap, ditengah masalah perusahaan yang sedang dihadapinya pasti semua atas campur tangan saudara angkatnya itu.


“Kita pantau kondisi Dea dalam beberapa hari ini dulu. Dia terlihat sangat bahagia, aku penasaran apa saja yang sudah manusia brengsek itu lakukan pada Dea.” Ucap Jeri tetap tenang walau hatinya juga menggebu-gebu ingin menghajar manusia itu.


“Seperti yang Dea bilang. Azmi tidak menyakitinya, malah sangat menyayanginya. Dea itu sudah menginjak remaja, sudah tau rasa nyaman pada lawan jenis,” urai Denis.


“Stop Denis!! Jangan katakan kalau putriku mulai menyukai si brengsek itu!”


Denis membenarkan dengan anggukan, “selama dua belas tahun Dea tidak mendapatkan kasih sayang seorang ayah. Setelah bertemu kamu, prioritasmu bukan dia Tian. Dan Azmi memberikan yang dia inginkan selama seminggu ini, ditemani tidur, ditemani bermain, disuapi saat makan.” Ucap Denis pelan, agar tidak terdengar seperti menyalahkan Tian.


“Kita tidak bisa menolak kenyataan itukan, Dea mendapatkan rasa nyaman dari Azmi. Dia tidak tau apa motif Azmi melakukan itu dan dia tidak akan mau tau. Dia hanya ingin merasa selalu dicintai.”


Tian menarik napas berat, semua yang dibilang Denis itu benar. Dialah yang salah tidak memberikan Deandra cinta yang utuh. “Aku harus apa sekarang?” tanyanya dengan perasaan hancur.


“Berikan Dea perhatian lebih, kita akan buat Azmi tidak bisa menemui Dea lagi.” Jeri menepuk punggung Tian untuk menguatkan.

__ADS_1


__ADS_2