Aksara Cinta

Aksara Cinta
Sekuel Aksara Cinta


__ADS_3

Cek karya baru othor cerita si Deandra putri Tian.


Love You Mr. Arrogant



"Menikahlah denganku!!" Edric menyeringai licik. Dia akan membuat gadis sombong ini bertekuk lutut padanya. Tidak boleh ada wanita yang berani menentang apa yang dia ucapkan kecuali sang mommy. Dan gadis di depannya ini sudah melakukannya. Edric tidak suka itu.


"Mimpi!!" Deandra berdecih dengan angkuh, "jangan harap aku mau menikah denganmu. Melihat wajahmu pun aku tidak sudi!!"


"Really?" Edric menautkan kedua alisnya, "dan kau pikir aku sudi menikah dengan gadis sombong sepertimu. Mau apa jadinya anak-anakku nanti." Edric tertawa meremehkan membuat Deandra kesal.


"Aku memang angkuh, tapi tidak perlu kau meremehkan anak-anak yang akan lahir dari rahimku nanti." Deandra langsung berdiri dan sebelum beranjak ia menyiramkan jus ke kepala Edric. Pria yang sedang tertawa itu mendadak menyimpan suara emasnya.


.


.


.


Cuplikan


Deandra Adley, gadis cantik dengan sejuta pesona yang selalu ceria. Namun judes dan arogant. Putri dari Ardiya Tiandra Adley, salah satu pengusaha tenama yang mendunia.

__ADS_1


Jika kalian mengira hidupnya sangatlah sempurna. Ya itulah kenyataannya, dengan keluarga yang utuh dan sangat menyayanginya. Juga kemewahan yang sudah mendarah daging dalam dirinya.


Aruna Rezkia, ibu yang telah melahirkannya ke dunia. Walau Mom Aru dan Dad Tian sudah tidak bersama, tapi itu tidak mengurangi rasa cinta kedua orang tuanya.


Sungguh hidupnya sangat beruntung, karena kebanyakan para anak yang kedua orang tuanya telah berpisah membuat mereka kehilangan kasih sayang. Namun tidak dengannya.


Walau Mom dan Dadnya tidak tinggal satu atap lagi dan keduanya sudah memiliki pasangan masing-masing. Tapi itu tidak membuat kasih sayang dan cinta untuknya berkurang.


Dad Tian menikah dengan Buba Ressa yang merupakan saudara tiri Mom Aru. Sedang Mom Aru menikah dengan Dad Denis yang merupakan sahabat Dad Tian. Memang tidak masuk akal tapi itulah kenyataan yang terjadi pada keluarganya.


Dari mereka ia memiliki dua orang adik bernama Raindra si tengil dan Dhera yang sangat manja. Raindra merupakan putra Dad Tian dan Buba Ressa. Sedang Dhera, putri dari Dad Denis dan Mom Aru.


Namun kesempurnaan itu hanya tinggal kata. Ketika Dad Tian memaksanya menikah diusia muda dengan pria yang tidak dicintainya. Dan tidak boleh ada kata penolakan dari mulutnya.


“Dad, I don't want to get married now.” Ucap Dea tegas, “aku mau selesaikan kuliah dan bekerja. Aku gak mau jadi ibu rumah tangga, Dea punya impian Daddy.”


“Selama ini Dea selalu menurut dengan apa yang Dad Tian mau, maaf untuk kali ini Dea tidak bisa.” Gadis berusia sembilan belas tahun itu menatap intens Dad Tian kemudian beralih pada Buba Ressa. Disana juga ada Dad Denis dan Mom Aru yang sedang menatap ke arahnya dengan tatapan sendu. Sungguh ia tidak bisa melihat wajah-wajah sedih itu. Namun Dea juga tidak bisa mempertaruhkan masa depannya dengan menikah muda.


“Bagaimana kalau Dea berkenalan dulu, kamu gak harus menikah sekarang Sayang.” Bujuk Ressa lembut dan tersenyum manis pada putri sambungnya.


"Sayang," Tian tidak setuju dengan perkataan sang istri. Ressa tersenyum dan mengedipkan mata pada suaminya.


“Buba benar, Dea bisa berkenalan dulu. Siapa tahu cocok,” Aruna menimpali.

__ADS_1


“Baik, Dea akan mengenalnya dulu.” Putri Tian itu tersenyum manis menuruti keinginan dua orang perempuan tersayangnya. “Tapi aku gak bisa janji untuk menerimanya,” lanjut Deandra dengan tegas.


“Good girl,” puji Tian sambil mengelus rambut Deandra dengan sejuta rencana dalam otak besarnya. Tidak berbeda dengan sang putri yang sedang menyusun rencana dalam otak kecilnya.


Sungguh, buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Begitulah kata pepatah mengatakan, keduanya tersenyum dengan tujuan masing-masing.


Sementara di mansion Hansel juga sedang terjadi perdebatan yang tidak jauh berbeda. Harry Hansel sedang berdebat dengan putra sulungnya yang keras kepala dan arogant sama seperti dirinya.


“Suka tidak suka kau tetap harus menikah dengannya!!” 


“No Dad. Apapun yang Daddy katakan aku tidak akan menurutinya!!” Edric Hansel berucap tak kalah tegas dengan tatapan yang tak surut dari keangkuhan.


Mata hazel itu semakin menajam, keangkuhan tak mengurangi kadar ketampanannya. Malah semakin membuat seorang Edric Hansel lebih mempesona.


“Bagus, lakukan sesuka hatimu dan mulai sekarang jangan kau panggil aku Daddy. Silahkan angkat kaki dari mansion ini!!”


“Oh Dad please, jangan mengancamku seperti anak kecil. Calon menantu yang Daddy pilih itu belum tentu yang terbaik untukku. Aku ini belum saatnya menikah.”


“Jika yang Daddy pilih saja belum tentu yang terbaik untukmu, apalagi yang kau pilih sendiri!” Harry tersenyum meremehkan.


“Oh Tuhan!!” Edric mendesah berat, “susah bicara dengan orang tua!” Sindirnya, kemudian pergi dari hadapan Dad Harry.


“Edric Hansel, Daddy belum selesai bicara!!” Teriak Harry tegas dengan suara menggelegar. Untung mereka sedang berada di ruang kerjanya.

__ADS_1


Mom Linn yang duduk di samping Dad Harry tidak ikut bicara. Menikmati perdebatan sengit antara anak dan ayah.


Edric langsung menghentikan langkahnya, “bicaralah aku akan mendengarkannya.” Sahut Edric tanpa menoleh ke arah Dad Harry.


__ADS_2