Aksara Cinta

Aksara Cinta
96. Denis


__ADS_3

Aruna mengangkat kepalanya mendengar suara tinggi Ressa, menatap Denis dengan penuh tanya.


"Tidur. Sebentar lagi juga mereka baikan, itu lebih baik dibanding Ressa diam seperti patung hidup." Jelas Denis pelan membenamkan kepala Aruna di perutnya. Tapi dengan nakal Aruna menggesek-gesekkan kepalanya di sana.


"Hei, kamu ingin bermain panas dengan dua pria malam ini, Nona. Jadi sengaja membangunkan milikku." Denis menundukkan kepala membisikkan kalimat itu di telinga Aruna dengan sensual.


"Maaf," cicit Aruna tanpa dosa. Menutup wajahnya dengan telapak tangan lalu tidur dengan nyaman tidak banyak bergerak lagi. Kalau boleh jujur, badannya sangat lelah malam ini. Tak berbeda dengan Ressa yang tertidur karena kelelahan setelah selesai mengomel pada Tian.


Tian turun dengan pelan dari brankar. Dia mendekati Denis yang masih belum tidur. Tangannya terulur mengusap belakang kepala Aruna lalu mengecupnya.


"Titip Aru, Denis. Dia mau menikah denganmu. Aku akan mengurus perceraianku secepatnya."


"Aku akan menjaganya dengan baik, jangan khawatir. Lihatlah istri nakalmu ini, bisa-bisanya manja padaku di depan suami sendiri."

__ADS_1


Tian terkekek kecil, "tadi aku cuma berniat memberikan kenangan terbaik untuk Aru sebagai salam perpisahan dan membahagiakannya. Karena selama ini aku belum pernah menemaninya lama. Tapi aku malah kehilangan anakku, Denis. Dan membuat Ressa terluka."


Denis menepuk bahu sahabatnya lalu tersenyum, "semua akan baik-baik saja, percayalah. Temani Ressa, jangan biarkan dia berpikir kita lebih peduli pada Aru hanya karena lo berada di sini. Perempuan otaknya sangat kompleks, overthinking terlalu berlebihan yang membuatnya pusing sendiri."


"Ya benar," Tian tertawa kecil lalu kembali berbaring di sisi Ressa, sampai tertidur dengan nyaman.


"Deniiiss!!" Aruna memekik yang membuat Denis, Ressa dan Tian terbangun.


"Aru, kenapa berteriak? Kepalaku pusing mendengarnya." Denis memejamkan matanya kembali malas menanggapi Aruna.


"Tian, segera ceraikan istrimu ini. Dia sangat suka mengganggu juniorku!" Teriak Denis kesal, membuatnya malu saja.


"Denis, kau belum menjawab pertanyaanku!" Dengan lugunya Aruna naik kepangkuan Denis dan menepuk pipi kakan dan kiri Denis secara bergantian tanpa mempedulikan ucapan lelaki itu.

__ADS_1


Ressa menatap cengo kakaknya yang sangat berani pada Denis. "Apa dia selalu begitu kalau sama Denis? Aku seperti baru tau sisi lain Aru."


Tian tertawa kecil lalu mengangguk, "Aru memang sangat suka mengusili Denis, Sayang. Selain Denis bisa menyayangi Aru dia juga akan menyayangi Dea. Aku tidak akan khawatir kalau Denis yang menikahi Aru, dia pasti bisa menjaga Dea dengan baik."


"Kalian seperti sedang mempermainkan pernikahan!" Ujar Ressa pusing tujuh keliling dengan drama pernikahannya sendiri.


"Jangan terlalu dipikirkan, kamu masih belum sembuh." Tian menarik Ressa dalam pelukan.


"Denis, Denis tidurkan!" Pekik Aruna seperti anak kecik yang merengek minta dibelikan permen lolipop.


"Gimana dia mau tidur Aru, kalau kamu yang duduk di atasnya." Denis menurunkan Aruna secara paksa dari pangkuannya, memijat kepalanya yang sakit. Atas bawah sakit karena ulah Aruna.


"Mas!" Aruna menatap cemberut pada Tian lalu mendekat ke brankar.

__ADS_1


Tian menatap Ressa, dia tidak ingin ada keributan lagi setelah ini dengan istri tersayangnya itu. Perempuan itu mengangguk, tidak mengerti dengan tingkah Aruna yang diluar nalarnya. Perempuan yang biasa dia lihat sangat dewasa dan berwibawa itu ternyata memiliki sisi manja yang berlebihan.


"Kenapa, hm?" Tian mengulurkan tangan menarik Aruna agar mendekat padanya.


__ADS_2