Aksara Cinta

Aksara Cinta
33. Skakmat


__ADS_3

"Pak Tian, ada Audrey di depan." Beritahu Denis, Tian mengernyit. "Suruh masuk," perintahnya. Mau apalagi perempuan itu selalu datang mengganggunya.


Denis mengangguk memanggil Audrey, lalu dia meninggalkan dua orang itu. Berharap setelah ini mood Tian lebih baik.


"Boleh aku duduk?" Tanya Audrey pelan. Wajah perempuan itu tidak seperti biasanya, lebih sayu.


"Ada apa?" Tanya Tian dengan suara datar, tanpa ekspresi.


"Akhir-akhir ini aku sangat merindukanmu," cicit Audrey. Dia sudah siap jika diusir Tian seperti biasanya. Entah kenapa pagi ini dia sangat ingin bertemu lelaki di depannya ini.


"Kemarilah!"


Audrey tersenyum, mendekati Tian. Tian menarik Audrey untuk duduk di pangkuannya. Apa hanya pikirannya yang merasakan aneh. Dia merasa Audrey berbeda, tubuhnya pun lebih berisi. Semoga firasatnya salah, beberapa kali Audrey datang akhir-akhir ini ia tidak memperhatikan dengan detail.


"Apa kamu sakit? Tapi badanmu lebih gemukan."


"Hm itu, nafsu makanku bertambah." Tanpa Audrey tau pikiran Tian, sebenarnya dia hanya ingin memastikan sesuatu.

__ADS_1


"Pernah tidur dengan laki-laki selainku?" Tanya Tian lagi, selama ini dia memang tidak pernah menggunakan pengaman. Dan selalu menyemburkan lahar panasnya di dalam. Ia hanya antisipasi dengan memberikan pil kontrasepsi pada lawan mainnya.


"Tian!" Rengek Audrey dengan wajah cemberut.


"Lupakan!" Ujar Tian, Audrey mungkin tidak menyadari. Tapi dia bisa merasakan, tangannya menerobos masuk dalam blouse Audrey dan mengukur ukuran perut di sana. Tapi dengan nakal Audrey mengarahkan tangan Tian ke bawah. Laki-laki itu menurut saja.


Apa yang harus Tian lakukan kalau Audrey benar-benar hamil. Dia tidak bisa menikahi Ressa dan harus menikahi Audrey. Tian tidak mau menelantar anaknya.


Audrey bergelinjang dalam pelukan Tian, lelaki itu hanya tersenyum tipis. "Suka?" Tanyanya ambigu.


Perempuan itu mengangguk dengan tatapan memohon agar Tian memberikan lebih. Tian hanya memuaskan perempuan itu. Tidak membiarkan miliknya disentuh Audrey. Setiap kali Audrey ingin melepaskan miliknya. Lelaki itu selalu menahan.


"Istirahat," ujarnya lalu beranjak ke kamar mandi menuntaskan miliknya. Mana mungkin nalurinya tidak bangkit saat mendengar suara desa*han Audrey. Ia hanya kehilangan hasrat untuk bercinta bukan berarti miliknya tidak bisa bangkit lagi.


Audrey mengangguk, Tian mau menyentuhnya saja itu sudah kemajuan, setelah satu bulan lebih ia puasa belaian. Dia tidak pernah bermain dengan lelaki manapun lagi.


"Denis," panggil Tian setelah Audrey pulang. Asisten yang berada di ruangan sampingnya itu langsung datang.

__ADS_1


"Ada apa?"


"Aku merasa Audrey hamil, selidiki pernah tidur dengan siapa saja dia. Kalau itu anakku, aku akan mempertanggung jawabkannya."


Denis membulatkan mata sudah siap menyemprot Tian. Tapi urung karena ucapan lelaki itu.


"Tidak perlu melotot seperti itu padaku. Aku memang tidak suka pakai pengaman," ujar Tian tenang.


"Ceroboh Tian!" Desis Denis, tapi tetap melakukan penyelidikan pada Audrey.


"Sudah terjadi, mau apalagi." Gumam Tian seraya mengetuk-ngetukkan jemarinya ke keyboard.


"Bayangin kalo semua perempuan yang lo tiduri hamil. Lo mau nikahi semua perempuan-perempuan itu!" Denis menggelengkan kepala dengan cara kerja otak bosnya ini. Sungguh sangat merepotkan.


"Buktinya belum ada yang minta pertanggung jawaban kan? Jangan mengkhawatirkan yang belum terjadi." Tian berucap seolah bukan anak manusia yang hamil.


"Rasanya gue bersyukur Ressa pergi. Karena kalau dia ada di sini pasti akan sangat kecewa." Tutur Denis yang membuat Tian tak berkutik lagi.

__ADS_1


"Jangan lo pikir gue gak tau kalau lo sudah menidurinya. Bukan hanya Audrey yang bisa hamil. Ressa pun berpeluang hamil. Apa lo mikir kalau itu terjadi, bagaimana terlukanya Ressa." Sarkas Denis kesal, selama ini dia susah payah menjaga nama baik Tian. Tapi yang punya nama sungguh tidak tau diri.


Tian skakmat, tidak dapat berkata-kata lagi. Apa yang diucapkan Denis benar. Bagaimana kalau Ressa hamil, siapa yang akan dia pilih.


__ADS_2