
Adnan dan juga Ayana serta kedua anaknya sudah sampai dirumah nenek, Melisa dan juga Melinda begitu antusias. Apalagi melihat rumah neneknya yang begitu besar.
"Ayah apakah benar ini rumah nenek "tanya Melinda yang ada dipangkuan Ayahnya.
"Iya ini rumah nenek, kalian akan bebas bermain disini. Kalian bisa mengelilingi semuanya "
Melisa dan juga Melinda menganggukan kepalanya. Mereka segera turun dari dalam mobil, nenek dan juga beberapa pelayan sudah ada didepan rumah menyambut mereka yang datang.
Ayana tentu saja langsung mendekati nenek dan melihat keadaan nenek. Nenek baik-baik saja, lalu apa yang Adnan khawatir kan.
"Nenek baik-baik saja, kenapa nenek sangat sulit dihubungi"
Neneknya Adnan, menatap Adnan yang hanya tersenyum, lalu nenek kembali mengalihkan pandangannya pada Ayana.
"Nenek ingin kamu kemari Ayana, nenek juga ingin dikunjungi kan oleh kamu dan cicit cicit nenek"
"Tapi nenek tak kenapa-napa kan "
"Tidak sayang, ayo masuk "
Mereka semua masuk kedalam rumah, sudah banyak hidangan yang neneknya sajikan. Mereka dibawa ke sesuatu ruangan yang sangat besar sekali, dan disana juga sudah ada 2 kamar yang bersisian dan pintunya saling menyambung.
Ayana menatap Adnan, curiga kalau ini adalah permintaan Adnan. Tapi Adnan langsung mengelengkan kepalanya.
"Kalian istirahat dulu disini ya. Nenek akan kembali lagi, cicit cicit nenek bermain disini ya sudah nenek buyut siapkan semuanya "
"Iya nenek, terima kasih nenek "
"Sama-sama sayang "
Setelah ditinggalkan oleh nenek, Ayana mendekati Adnan, anak-anak mereka langsung bermain "Pasti ini adalah permintaan kamu. Kenapa kita ada di satu ruangan "
"Aku tidak tahu Ayana, mungkin nenek sengaja melakukan ini agar kita bisa mengasuh anak-anak sama-sama. Aku tidak pernah meminta apa-apa pada nenek"
Ayana memicingkan matanya masih tak percaya. Tapi Ayana langsung saja pergi masuk kedalam kamar membawa kopernya itu.
Adnan yang melihat ruangan ini tentu saja senang. Hebat juga neneknya menempatkan dirinya dengan Ayana di satu ruangan seperti ini, jadi lebih mudahkan Adnan mendekati Ayana. Nenek memang tahu apa yang dirinya inginkan.
"Kakak kemarilah lihat "
Melisa yang sedang mengeluarkan mainannya mendekati adiknya. Mereka melihat ada sebuah kolam renang yang sangat besar sekali, belum lagi ada taman bunga, ada ayunan ada perosotan semuanya ada di sana. Seperti disekolah mereka saja ini.
"Wah bagus sekali rumah nenek buyut, semua ada disini "
Adnan mendekati kedua putrinya dan ikut melihat keluar "Apa kalian mau main nanti ke sana"
__ADS_1
"Tentu Ayah kami mau main ke sana. Lihatlah banyak sekali permainannya. Kami sepertinya akan betah di sini ada kolam renangnya. Lalu ada ayunan kenapa seperti sekolah ada ayunan Ayah "tanya Melinda dengan sangat antusias sekali.
"Baiklah nanti kita akan main ke sana, tapi sekarang lihat sedang hujan nanti setelah hujan reda kita mainnya. Nenek buyut ingin membuat kalian bahagia makanya nenek buyut memasang ayunan, perosotan dan mainan yang lainnya untuk kalian "
"Baik sekali nenek buyut "
"Tentu saja, sama baiknya seperti ayah kan"
Melisa yang memang dari tadi diam menatap ayahnya lalu mendengus "Kamu itu tidak baik Paman, kamu itu menyebalkan tahu nenek buyut dan kamu itu berbeda"
"Benarkah aku baik kok"
Melisa mendekati ayahnya yang sedang berjongkok, lalu berbisik pada Ayahnya "Aku tahu kamu waktu di pesawat tidur kan di samping Mamaku, dan memeluknya. Jangan salah aku tahu semuanya Paman akan aku adukan pada Mama semuanya"
Adnan langsung memelotot kan matanya, sambil menatap Melisa yang tersenyum puas " Awas aja kalau kamu sampai bilang"
Melisa mengangkat bahunya "Aku tidak menjamin si Paman, kalau kamu berbuat baik aku tidak akan bicara. Tapi kalau kamu terus nakal dan menyuruh aku terus memanggilmu ayah akan aku bicarakan dengan mama semuanya"
"Baiklah aku tak akan memaksa kamu lagi, asal kamu harus diam "
"Emm, baiklah "
Melisa pergi meninggalkan Ayahnya. Adnan tak habis fikir dengan tingkah Melisa dan juga dirinya kenapa bisa ketahuan juga oleh Melisa. Berarti anak itu pura-pura tidur kan.
...----------------...
Mama Linda menatap sekitar, dia ada dirumah siapa ini. Mama Linda juga melihat pakainya yang sudah berganti. Lalu menatap kembali orang yang membantunya.
"Bu apakah ibu baik-baik saja "
Mama Linda menganggukan kepalanya "Aku baik-baik saja aku ada di mana ya. Dan aku juga kenapa"
"Ibu ada di rumahku, aku Sri tadi aku menemukan Ibu tergeletak begitu saja di pinggir jalan makanya aku membawa ibu ke rumah aku takut ibu kenapa-napa"
Mama Linda memegang perutnya yang sakit "Akan aku ambilkan makan tunggu ya Bu "
Mama Linda hanya menganggukan kepalanya menatap orang yang menolongnya itu. Mama Linda juga mengedarkan kembali pandangannya melihat rumah sederhana ini.
"Ini Bu dimakan dulu "
Mama Linda langsung mengambil makanannya itu. Dia memakannya dengan sangat lahap sekali. Mama Linda juga selalu menatap perempuan yang ada didepannya ini.
Tak butuh waktu lama Mama Linda sudah menghabiskan makanannya itu, Mama Linda menyimpan alat makannya.
"Terimakasih karena kamu sudah mau membantu"
__ADS_1
"Sama-sama Bu"
"Kalau boleh saya tahu ibu ini orang mana ya. Siapa tahu saya bisa mengantarkan Ibu pulang ke rumah"
"Emm, aku tak punya keluarga " Mama Linda menundukan kepalanya.
"Aku ini sedang mencari pekerjaan, tapi tidak ada satu orang pun yang mau mempekerjakan aku. Apa kamu bisa membantuku mencari pekerjaan "
"Kalau untuk umur seperti Ibu itu emang agak sulit, tapi mau tidak kalau menjadi art nanti aku tanyakan pada ibu-ibu yang di sini yang suka kerja menjadi art"
Mama Linda kaget saat mendengar ucapan dari anak perempuan yang ada di hadapannya ini. Art apakah dirinya yakin akan bisa bekerja seperti itu, dulu dirinya adalah majikan masa sekarang dirinya akan jadi asisten rumah tangga.
Apakah akan bisa, apakah Mama Linda akan bisa mengerjakan pekerjaan semuanya sedangkan seumur-umur Mama Linda tidak pernah cuci piring, cuci pakaian, memasak atau yang lainnya. Mama Linda selalu dilayani dan sekarang harus melayani orang lain.
Lalu majikannya apakah akan baik, sedangkan dirinya dulu saat jadi majikan tak pernah baik, akan selalu marah-marah kalau ada masalah sedikit pun.
"Adakah pekerjaan yang lain, aku takut aku tidak bisa mengerjakannya. Aku takut salah bisa kamu carikan yang lain saja "
"Apa ya Bu. Memang agak sulit sih Bu mencari pekerjaan. Kalaupun di restoran pasti akan membutuhkan yang lebih muda lagi Bu, dan saingannya juga pasti akan sangat banyak sekali"
Mama Linda menggenggam selimut dengan sangat erat kenapa hidup ini begitu berat. Kenapa hidupnya jadi hancur, kenapa semuanya menjadi berantakan. Dunianya langsung berjungkir balik secepat ini, kenapa harus ini balasannya kalau begitu Mama Linda lebih baik mati saja.
"Bu bagaimana apakah ibu mau "
"Aku takut tak bisa mengerjakan semuanya "
Mama Linda menangis, dia benar-benar tak sanggup menjalankan hidup ini. Sri yang melihatnya tentu saja kaget. Harus bagaimana ini. Sri saja bekerja di sebuah pabrik, dan kalau pun memasukkan ibu yang ada dihadapannya ini tak akan diterima juga.
"Aduh apa ya Bu aku ga tahu. Tapi ibu boleh tinggal disini sampai dapat pekerjaan ibu ga usah sedih ya. Akan aku carikan lagi pekerjaan "
Sri sangat kasihan sekali, jadi dia menawarkan saja untuk ibu ini tinggal dirumahnya. Toh dilihat-lihat juga Ibu ini tidak akan mungkin jahat kan. Dari penampilannya sih Sri menganggap kalau saat dia kemarin nolongnya ibu-ibu ini adalah orang kaya.
Lihatlah wajahnya saja begitu terawat, tubuhnya juga sama tapi ternyata dia tidak punya keluarga, atau mungkin dia habis diusir oleh keluarganya tapi ya sudahlah Sri tidak akan menanyakan hal itu, itu kan urusannya. itu adalah hal sensitif.
"Apakah yakin kamu mau menampung ibu disini "
"Iya Ibu boleh tinggal di sini sampai Ibu mendapatkan pekerjaan. Kalaupun ibu keluar dari rumahku Ibu akan tinggal di mana, tidak apa-apa di sini saja dulu Bu"
Mama Linda mengenggam kedua tangan Sri dan berterimakasih atas kebaikan hati Sri "Aku tak tahu kalau tak bertemu dengan kamu Sri, terimakasih atas kebaikan hati kamu "
Sri menganggukan kepalanya. Sri juga tinggal disini jadi kenapa tidak. Mama Linda juga menyakini kalau Adnan pasti akan mencarinya lagi, Adnan pasti akan memaafkannya lagi. Tak mungkin kan Adnan dengan tega menelantarkannya begitu saja. Mama Linda hanya perlu menunggu saja kedatanganya anaknya itu.
"Ya sudah ibu istirahat dulu ya. Aku akan pergi bekerja dulu"
"Iya Sri makasih ya "
__ADS_1
"Iya Bu sama-sama "