
"Ayo anak-anak ini sudah malam sudah waktunya tidur "
Melisa langsung mengambil bonekanya dan memberikannya pada Mamanya "Ini Mama bonekanya. Aku akan sikat gigi dulu baru tidur"
"Baiklah sayang, ajak juga dong adik kamu "
Melinda langsung bangkit saat melihat Kakaknya akan mendekatinya. Melinda sangat tahu Kakaknya pasti akan marah padanya.
"Aku akan ikut dengan Kakak Mama, ini boneka ku juga "
Ayana mengambil boneka itu dan menyimpannya kembali di tempatnya. Melisa menuntun adiknya untuk masuk ke dalam kamar mandi. Seperti rutinitas setiap malam mereka yaitu sikat gigi dan mencuci muka serta mencuci kaki. Memang Ayana mengajarkan anak-anaknya sebelum tidur harus melakukan itu dulu.
Tidak butuh waktu lama, mereka sudah kembali lagi tidak lupa dengan tangan yang terus berpegangan "Mama kami sudah selesai, kami tidur dulu ya Mama juga tidur jangan begadang terus. Bekerja ada waktunya Mama, kalau sudah malam Mama harus istirahat, tidak boleh mengerjakan pekerjaan Mama itu "ucap Melisa sambil menggenggam tangan Mamanya.
"Iya sayang Mama juga mau istirahat, anak Mama ini sangat menggemaskan sekali "
Ayana mencium kening anaknya satu persatu, setelah itu mengantarkannya ke kamarnya. Lalu menyelimuti mereka dan Ayana masuk ke kamarnya sendiri. Memang anak-anaknya itu sudah mulai tidak mau ditemani kalau tidur. Katanya mau mencoba untuk tidur sendiri tanpa harus ditemani dulu oleh Ayana.
Ayana bahagia sekali memiliki anak seperti mereka berdua itu, mereka selalu mengerti saat Ayana bekerja, mereka tak pernah rewel. Mereka selalu menghibur Ayana saat Ayana sedang pusing dengan pekerjaannya. Pokoknya mereka berdua untuk Ayana adalah seorang malaikat kecil.
Ayana masuk ke dalam kamar, tidak langsung tidur Ayana malah melamun. Melihat laptopnya yang masih menyala sebenarnya pekerjaannya masih banyak, Ayana harus lembur malam ini.
Apalagi minggu depan akan ada pernikahan dan bukan satu ada tiga dan Ayana harus mendekor di tempat itu. Ayana sebenarnya kekurangan orang, tapi Ayana belum mau untuk menambah dulu karena harus banyak pertimbangan kan.
__ADS_1
Ayana yang ingin cepat segera menyelesaikan pekerjaannya, karena harus menyiapkan beberapa konsep yang diinginkan oleh para customernya. Ayana tidak mau mengecewakan mereka, mereka sudah percaya pada Ayana maka Ayana harus menjaga kepercayaan itu.
...----------------...
"Bagus jam segini baru pulang. Kamila dari tadi menunggumu sampai dia ketiduran. Kenapa sih kamu tak pernah mau mendengarkan suamimu ini Fira"
"Memangnya siapa yang suruh menunggu, aku tidak pernah menyuruh Kamila untuk menungguku pulang. Jangan terus memarahi aku Adnan di sini aku tidak salah sama sekali. Kamu ini selalu saja membesar-besarkan masalah. Lelah rasanya aku ini "
"Jika kamu memang sudah tidak mau menjadi istriku, lebih baik kita cerai saja. Aku bisa mengurus Kamila sendirian tanpa kamu "
Fira langsung marah mendengar perkataan Adnan itu "Sampai kapanpun itu tidak akan pernah terjadi Adnan. Aku tidak akan pernah mau lepas darimu. Jadi jangan macam-macam kalau tidak anakmu Kamila itu akan menjadi taruhannya. Aku tidak suka diatur-atur dari dulu ya "
"Dan aku tidak suka perempuan seperti itu, aku muak melihatmu Fira "
Adnan yang kesal langsung mencengkeram tangan Fira dengan sangat erat sekali. Fira mencoba untuk melepaskannya, tapi Adnan menggenggamnya dengan sangat erat sekali.
"Sakit sialan, lepaskan aku "jerit Fira.
Tiba-tiba saja Adnan malah terdengar suara anak yang menangis dan melihat belakangnya ternyata Kamila ada di sana, melihat perlakuan pada Fira.
"Jangan sakiti ibu ayah, tolong jangan sakiti ibu kasian ibu ayah "
Adnan melepaskan cekalan itu, Fira langsung menampar wajah Adnan di hadapan anaknya "Aku tidak suka diperlakukan kasar. Akan aku bilang pada Papi kamu sudah kasar padaku" setelah itu Fira masuk ke dalam kamar, bahkan sampai membanting pintunya.
__ADS_1
Adnan mencoba untuk mengontrol emosinya, tidak mau kalau Kamila makin menangis seperti ini. Adnan memangku anaknya itu dan membawanya kembali ke kamarnya.
"Ada apa kenapa bangun Kamila. Bukannya tadi kamu sudah tidur kan kenapa sekarang tiba-tiba terbangun "
"Tadi Kamila mendengar suara ibu, makanya Kamila bangun dan ingin menemui Ibu "sambil menangis sesenggukan.
Adnan mengusap air mata anaknya itu, lalu kembali membaringkan Kamila "Biar ayah saja yang temani Kamila tidur ya. Ibu kamu tidak akan pernah bisa menemani kamu, jadi jangan pernah berharap lebih pada ibu kamu. Ayah ada di sini dan akan selalu ada untuk kamu. Ayah dan ibu sama saja tak ada bedanya sayang "
"Tapi tetap saja Kamila ingin bersama ibu, Kamila ingin dipeluk oleh ibu. Kamila ingin ibu Ayah"
Adnan menepuk-nepuk punggung anaknya "Sudah Ayah saja yang memeluk kamu. Ayah akan terus memelukmu sampai pagi, tidur ya sayang ayah akan terus menemanimu. Ayah janji sama kamu sayang "
Kamila hanya menganggukkan kepalanya saja. Adnan merasa sangat lelah dengan rumah tangganya ini makin kemari makin hancur saja. Bahkan Fira makin saja berani padanya, bahkan tadi Fira sampai menamparnya kan di hadapan anaknya sendiri, itu tidak bagus yang ada itu akan membuat Kamila trauma kan.
Apakah selama ini Adnan salah sudah melepaskan Ayana dan malah menikah dengan Fira ? Seharusnya Adnan tidak menikah dengan Fira, Adnan sudah membalaskan rasa sakit hatinya ini dengan menikahi Fira, seharusnya Adnan waktu itu tidak menikah saja kan. Mungkin tidak akan seperti ini, hidupnya tidak akan rumit seperti ini. Rumah tangganya tidak akan sehancur ini semuanya pasti akan baik-baik saja kan.
Tiba-tiba saja Adnan malah memikirkan Ayana, sekarang dia di mana. Apakah dia baik-baik saja, lalu Adnan juga berpikir untuk kembali menggali masa lalu itu. Apakah benar Ayana waktu itu selingkuh darinya. Apakah benar Ayana bermain di belakangnya, Adnan jadi meragukan semua bukti-bukti itu.
Apakah benar keputusannya selama ini yang Adnan ambil, tiba-tiba hatinya menjadi ragu. Adnan ingin tahu semua kejadian itu, kata-kata Ayana yang masih Adnan ingat adalah kalau Ayana itu diperkosa, kalau Ayana itu dijebak, tapi Adnan malah tidak percaya kan, malah Adnan tidak menelusurinya dulu.
Sepertinya keputusan Adnan selama ini salah, keputusan yang diambilnya benar-benar salah. Bahkan Fabian saja sampai marah kan pada Adnan. Orang yang harus Adnan temui pertama kali adalah Fabian. Fabian lebih tahu dari Adnan semuanya. Pasti Ayana menceritakan semuanya pada Fabian.
Baiklah mulai besok Adnan akan mencari tahu tentang kebenaran itu. Kalau sampai Adnan salah sudahlah Adnan pasti akan sangat menyesal sekali telah membuang Ayana demi perempuan seperti Fira. Penyesalannya pasti tak akan ada habisnya.
__ADS_1