Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 59


__ADS_3

Adnan melihat anak-anaknya sedang main pasir, Adnan tak melihat keberadaan Mamanya kemana Ayana kenapa dia berani meninggalkan anak-anaknya main sendirian seperti itu.


Adnan turun dari dalam mobil, tak lupa dengan Kamila yang ikut juga. Kamila terus saja mengikuti kemana pun Ayahnya pergi.


"Kakak aku ingin membeli es krim "


Melisa memicingkan matanya karena silau "Baiklah tunggu disini. Kakak akan membelinya jangan kemana-mana ingat jangan berbicara dengan orang asing juga ya "


"Iya Kakak "


Melisa membawa tas kecilnya membersihkan pakainnya yang sedikit kotor dan berjalan kearah gerobak es krim. Melisa mengantri dulu karena banyak yang membeli juga. Melisa menunggu dengan sabar.


"Melinda " panggil Adnan.


Melinda mendongakan kepalanya dan langsung tersenyum "Paman kamu ada disini "girang Melinda.


"Iya paman ada disini. Dimana Mamamu kenapa kamu main sendiri disini "


"Mama sedang memasak dulu. Jadi kamu main dulu disini berdua dengan Kakak ku Melisa. Tadi aku ingin es krim jadi Kakak membelikannya. Itu kakak ku yang sedang mengantri "sambil menunjuk Melisa.


Adnan menatap sekilas dan menganggukan kepalanya"Boleh paman memelukmu "


Tanpa bicara lagi Melinda langsung merentangkan tangannya. Adnan begitu senang sekali, Adnan memeluk Melinda dengan erat sekali.


Melinda yang sedang dipeluk seperti itu malah melihat ada anak perempuan yang menatapnya dengan tidak suka. Melinda melepaskan pelukan itu dan kembali bertatapan dengan Adnan.


"Paman siapa kah yang ada dibelakang mu itu. Kenapa dia cemberut terus "


Adnan menggeser tubuhnya sampai lupa kalau Kamila ikut dengannya. Adnan menarik Kamila dan menghadapkan kedua anak ini. "Ayo kalian berkenalan Melinda ini anak paman namannya Kamila "


Melinda langsung tersenyum dan mengulurkan tangannya "Hallo aku Melinda " tak lupa sambil menggerakkan kepalanya dengan lucu.


Kamila malah menepisnya dan langsung mendorong Melinda sampai terjatuh dan membuat istana yang sedang dibuat Melinda hancur. "Akhh, kenapa kamu mendorongku "


Adnan langsung membantu Melinda bangun dan menatap anaknya Kamila. Baru saja akan menegur tapi sudah ada yang mendorong Kamila.


"Hey, kamu berani sekali mendorong adikku. Berani sekali ya kamu " Melisa memberikan dulu es krimnya pada adiknya lalu membersihkan pakaian sang adik, lalu kembali menatap Kamila dengan berkaca pinggang.


"Jawab aku, kenapa kamu mendorong adikku "


Kamila malah menangis dan menatap ayahnya "Ayah dia kenapa begitu "


"Dasar cenggeng kamu. Kamu yang pertama melakukan itu pada adikku tapi kamu yang menangis"

__ADS_1


"Kakak sudah jangan galak-galak "


"Sudah diam kamu, kamu itu harus berani dengan orang yang seperti ini. Ist menyebalkan sekali. Ayo kita pulang "


Melisa mengandeng tangan adiknya "Lihat saja kalau aku melihat kamu menyakiti adikku lagi, aku akan membuatmu lebih menangis lagi dasar cengeng " marah Melisa.


Melinda berjalan sambil menatap kebelakang lalu bergumam kata 'Maaf '


Adnan yang melihat itu langsung sedih anaknya tak marah dengan tingkah Kamila, dia malah minta maaf padahal Kamila yang salah.


"Ayah tanganku sakit ayah " Kamila masih terduduk di pasir dengan tangisnya yang juga belum berhenti.


"Ayah tidak pernah mengajarkan kamu seperti itu ya"


Kamila menundukkan kepalanya, Adnan membantu Kamila bangun dan melengos begitu saja. Kamila ini sudah menganggu momen-momen indah dirinya bertemu dengan anaknya.


Padahal Adnan masih ingin menghabiskan waktu banyak dengan anaknya, pasti yang tadi menolong Melinda adalah Melisa kan.


"Ayah tunggu aku "rengek Kamila


"Ayah tidak suka ya dengan sikap kamu yang seperti itu. Ayah tidak pernah menyuruhmu untuk kasar pada orang lain, apalagi pada orang yang baru bertemu denganmu. Dia hanya ingin mengajakmu berkenalan tapi kamu malah mendorongnya seperti itu"


Kamila malah kembali menangis, Adnan yang sudah terlanjur kesal langsung masuk ke dalam mobil dan Kamila langsung di bantu masuk oleh Marco. Marco juga tidak menyangka kalau anak bosnya itu akan melakukan hal seperti itu, padahal Kamila baik sekali di rumah, tapi kenapa saat bertemu dengan saudaranya seperti itu apakah Kamila cemburu karena ayahnya berbicara dengan anak yang lain.


"Nanti aku ingin melihat anak-anakku. Aku belum sempat berbicara banyak bersama mereka dan aku juga belum sempat untuk menatap mereka dengan lama"


Adnan melihat kedua putrinya duduk disebuah kursi dan Melisa kembali membersihkan pakaian adiknya. Adnan tersenyum melihat itu sepertinya Melisa sangat menyayangi adiknya. Ayana berhasil mendidik anak-anaknya untuk saling menyayangi.


Melisa begitu menjaga adiknya, saat ada yang melukai adiknya dia langsung maju paling depan. Bahkan tadi Adnan kaget, Adnan kira siapa yang tiba-tiba saja mendorong Kamila, saat dilihat wajahnya ternyata begitu mirip dengan Melinda.


Adnan tersenyum kembali saat mereka berbagi es krim itu. Adnan tak menghiraukan anaknya Kamila yang menangis. Adnan hanya fokus menatap putri kecilnya yang sedang memberi kasih sayang satu sama lain.


"Aku sudah bilang kan kalau ada yang melukaimu maka kamu harus membalasnya, jangan diam saja seperti tadi. Kamu ini bagaimana sih sudah aku ajarkan kan bagaimana melawan mereka yang tidak menyukai kamu, tapi tadi kamu malah diam saja pasrah sekali kamu ini ya. Bagaimana kalau tidak ada aku Melinda "


"Tapi aku tidak bisa seperti itu kakak, aku kasihan dengannya kalau aku membalasnya. Tadi aku lihat anak perempuan tadi begitu pucat wajahnya jadi aku tak mau membalasnya. Aku takut dia nanti kesakitan"


"Untuk apa kamu kasihan, kamu harus terlihat kuat jangan terlihat takut. Aku sudah bilang kan jangan bicara dengan orang asing dan jangan bicara dengan orang yang baru saja kamu temui. Apakah kamu lupa padahal aku sudah berbicara hal ini beberapa kali sama kamu ya "


"Paman itu bukan orang asing, itu paman yang waktu itu bertemu di rumah kita yang dulu. Dia ada di sini dan itu anaknya deh "


"Tetap saja dia itu termasuk orang asing. Ayo kita cepat pulang ke rumah, kita harus mandi. Lihat pakaianmu sangat kotor sekali pasti Mama nanti akan banyak bertanya ayo cepat-cepat pulang"


"Tapi es krimnya belum habis Kakak "

__ADS_1


"Maka cepat habiskan"


"Baiklah tunggu dulu "


Melinda langsung menghabiskan es krim itu. Sedangkan Melisa menunggu adiknya yang makan es krim, tadi Melisa hanya mencicipinya sedikit, Melisa tidak terlalu suka makanan manis berbeda dengan adiknya yang selalu membawa coklat kemana-mana dan sangat menyukai yang namanya makanan manis.


Makanya Melinda lebih sering sakit gigi, karena dia makannya yang manis-manis terus setiap hari pasti harus memakan coklat. Mamah juga sudah membatasinya agar tidak terlalu banyak memakan coklat-coklat itu.


"Sudah Kakak ayo kita pulang sekarang "


"Ayo "


Melisa kembali menggandeng tangan adiknya. Mereka berjalan dengan perlahan mendekati ke arah rumahnya, lalu masuk dan menutup pintunya yang memang sengaja Ayana buka tadi.


Adnan yang masih ada di dalam mobil tersenyum melihat itu. Kenapa mereka begitu lucu "Ayah aku mau pulang aku mau pulang, aku tidak mau di sini lagi aku ingin pulang Ayah "


"Marco kamu pulang dan antarkan Kamila, biarkan dia tinggal bersama kakaknya untuk sementara waktu, aku masih punya urusan dengan anak-anakku yang ada di sini. Jangan sampai dia menggagalkan apa yang sedang aku lakukan "


"Aku ingin pulang dengan ayah, aku ingin pulang dengan ayah aku tidak mau bersama kakek, aku ingin dengan ayah saja jangan tinggalkan aku Ayah jangan Ayah aku tidak mau "


"Kamu tahu mereka itu adalah saudaramu. Kenapa kamu sampai kasar pada Melinda dia kan hanya mengajakmu berkenalan. Ayah benar-benar tak habis fikir dengan tingkah kamu yang satu ini Kamila"


"Aku tidak suka punya saudara, aku tidak mau punya saudara. Aku tidak mau aku tidak mau Ayah aku tidak mau"


"Mau bagaimanapun kamu harus menerimanya, mereka adalah anak-anak ayah. Sama sepertimu jadi mulai sekarang cobalah kamu untuk menerima semuanya, jangan egois seperti ini "


Kamila menggelengkan kepalanya dengan kuat, dia benar-benar tidak mau kasih sayang Ayahnya terbagi-bagi. Kasih sayang Ayahnya hanya untuknya saja, tidak boleh untuk yang lain Kamila tidak mau itu.


Kamila menangis lagi, bahkan sampai meraung-meraung. Marco segera menjalankan mobilnya untuk pergi dari daerah sana. Takut-takut ada warga yang menghampiri mereka dan menyangka kalau mereka ini sedang menculik anak.


Adnan memijat kepalanya. Kenapa Kamila menjadi egois seperti ini. Apa karena memang lahir dari Fira, sama-sama egois seperti ibunya. Apakah Kamila akan seperti Fira nantinya ?


"Aku mau pulang, aku mau pulang aku tidak mau ada di sini. Aku ingin pulang dengan ayah. Aku ingin seperti semula lagi Ayah "


"Jangan membuat Ayah pusing diam dan duduk dengan manis. Kamu mau setuju atau tidak Ayah tetap akan membawa adik-adik kamu itu. Cobalah untuk membuka hati kamu, Kamila meskipun ada mereka kasih sayang Ayah tidak akan pernah berubah, akan sama tidak ada yang berbeda kamu juga nanti akan mempunyai Ibu dan punya adik juga kamu akan mempunyai teman "


Kamila langsung menggelengkan kepalanya lagi "Tidak aku tidak mau, aku tidak mau Ayah "


Adnan yang akan marah langsung diberhentikan oleh Marco "Pelan-pelan saja Pak, nanti juga Nona Kamila akan mengerti, dia kan masih kecil, mungkin biasanya hanya dia saja yang ada di samping Bapak, tapi sekarang tiba-tiba ada yang lain. Jadi dia sedang cemburu nanti juga tidak akan seperti itu Pak. Lama kelamaan juga akan mengerti "


Masuk akal juga benar juga menurut Marko. Ya sudahlah kita lihat ke depannya apakah Kamila akan tetap seperti ini atau akan berubah. Adnan tidak akan pernah melepaskan putri-putrinya itu dan tidak mau mereka tidak tahu siapa ayahnya yang sebenarnya.


Adnan tidak akan pernah melakukan itu. Adnan akan terus mengejar anak-anaknya itu Adnan juga akan membuat Ayana jatuh cinta lagi padannya. Adnan janji Adnan tak akan mengecewakan Ayana lagi. Ayana adalah sumber kebahagiannya apalagi ditambah dengan putri-putrinya.

__ADS_1


__ADS_2