Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 17


__ADS_3

Fira yang ada di apartemennya menatap kekasihnya yang terbaring lemas karena telah bermain dengannya. Fira jarang pulang kerumah karena Fira lebih suka pulang ke apartemen dan melakukan hubungan seksual bersama pacarnya.


"Sayang, apa yang kamu lakukan begitu nikmat, aku sangat menyukainya. Kenapa kamu malah ingin menikah dengan Adnan, bukannya kita sudah punya rencana untuk menikah ?"


Fira mengusap dada pacarnya dan mengecupnya lalu menjilatnya "Jangan memancing ku dulu sayang. Jelaskan dulu aku ingin jawaban yang jelas"


Fira mendongakan kepalanya "Kita akan terus berhubungan bahkan kita akan tetap seperti ini, tidak akan ada yang berbeda. Meskipun aku menikah dengan Adnan. Aku hanya ingin menguras hartanya saja. Aku hanya ingin semua uang dan juga yang Adnan punya itu saja yang aku mau"


"Benar kita akan terus seperti ini, tidak akan ada yang berubah kan. Aku tidak mau sampai ada yang berubah aku sangat mencintaimu Fira kita sudah lama berhubungan, masa akan berakhir begitu saja "


"Iya aku yakin kita akan terus seperti ini, meskipun sudah menikah tidak akan ada bedanya. Aku akan tetap mengunjungi mu dan kita akan tetap seperti ini tak akan ada yang berubah "


"Kenapa harus mengambil uang Adnan aku juga punya perusahaan, aku juga bisa membiayai mu tidak harus kamu mengambil harta orang lain kenapa harus susah payah mengambil punya Adnan "


"Bukan seperti itu. Aku tahu kamu juga sama seperti Adnan pengusaha, tapi aku ingin Adnan itu jatuh di tanganku dan dia tidak punya apa-apa. Dia sudah terlalu membuat hatiku sakit dengan penolakan- penolakannya, jadi aku ingin membuat dia tahu kalau aku ini adalah perempuan yang tidak bisa diremehkan"


"Hanya itu kan alasannya. Awas aja nanti kamu tiba-tiba mencintai Adnan dan mau terus bersamanya. Aku tidak akan rela "


"Tenang saja aku tidak mungkin mencintai Adnan. Aku hanya ingin menghancurkan dia saja. Aku ingin menghancurkannya dari dalam dan itu akan sangat menyenangkan sekali "


"Baiklah kita lanjutkan sayang, aku masih belum puas"


"Dengan senang hati aku akan melakukannya"


Mereka kembali melanjutkan pergulatan mereka, bahkan lebih dari yang tadi. Fira akan membuat Adnan jatuh di tangannya dan membuat Adnan harus bertanggung jawab atas sesuatu yang tidak dilakukan oleh Adnan.


...----------------...

__ADS_1


Pagi-pagi sekali Ayana sudah pergi dari rumahnya untuk bekerja. Bahkan Ayana tidak masak sama sekali. Dia tidak memperdulikan nanti ocehan Ibunya saat dia pulang. Ayana tidak peduli Ayana sudah lelah sekali.


Ayana menyimpan tasnya dan memijat keningnya. Ayana sudah bilang pada Adnan kalau Ayana pergi lebih dulu.


Ayana, sekarang sedang mau sendirian dan tak mau membagi masalahnya dengan siapapun. Ayana mengerutkan kening saat ada undangan.


"Undangan siapa ini, kenapa tiba-tiba ada diruang ku"


Ayana yang sudah sangat penasaran sekali membuka undangan itu. Alangkah kagetnya saat melihat nama dari membelai laki-lakinya "Maksudnya apa ini Adnan mau bertunangan dengan Fira. Apa maksudnya ini"


Ayana membaca dengan seksama, Ayana sekali lagi membacanya tapi benar ini nama kekasihnya dan maksudnya apa ini.


Ayana langsung memfoto kan pada Adnan dan menunggu balasan dari Adnan. Tapi bukannya dibalas malah Adnan yang masuk kedalam ruangannya.


"Dengarkan aku dulu aku akan jelaskan semuanya"


Tidak terasa air mata Ayana mengalir. Sudah mentalnya dihancurkan oleh keluarganya sekarang kekasihnya malah akan bertunangan dengan orang lain. Bahkan 5 hari lagi Ayana baru tahu, kata Adnan itu tak akan terjadi lalu kenapa ada undangannya.


"Aku sama sekali tidak menyetujui pertunangan ini, aku sama sekali tidak mau bertunangan dengan dia. Ini adalah wasiat dari Ayahku. Aku tidak tahu kalau Ayahku membuat sebuah perjanjian seperti ini"


"Lalu kenapa kamu ga bilang dari lama sama aku dari awal, kenapa harus aku selalu tahu sendiri tanpa kamu berbicara. Aku maunya tuh kamu yang bicara sama aku Adnan. Bukannya aku tahu sendiri seperti ini "


"Aku juga baru dikasih tahu tadi malam, aku bingung harus bicara gimana sama kamu tapi yang perlu kamu tahu satu hal aku tidak akan pernah mencintai Fira, aku tetap akan menikahi kamu"


"Gila kamu mau nikahin aku, sedangkan kamu mau bertunangan sama perempuan lain. Kamu mau aku dicap sebagai perempuan perebut tunangan orang lain itu yang kamu mau"


"Yang ada bukan kamu tapi Fira, aku akan tetap menikahi kamu aku tidak akan pernah melepaskan kamu"

__ADS_1


"Tapi aku tidak mau diduakan. Aku tidak mau menjadi istri kedua, aku tidak mau dibagi bagi "


"Kata siapa, aku tidak akan membagi cintaku pada siapapun hanya kamu yang aku cintai Ayana "


Adnan langsung merengkuh Ayana, tangis Ayana sekarang pecah dan itu membuat Adnan merasa sangat bersalah sekali dengan apa yang dia lakukan "Aku janji, aku janji akan melakukan sesuatu tapi tolong jangan tinggalkan aku jangan pergi dari samping ku Ayana tolong "


"Apakah aku harus diam saja, apakah aku harus diam saja saat kamu akan menikah dengan perempuan lain . Apakah harus seperti itu Adnan. Kenapa harus seperti ini"


"Aku akan melakukan sesuatu. Aku tidak akan bertunangan dengan Fira tenang saja aku tidak akan mungkin menghianatimu aku janji padamu "


"Lebih baik sekarang kamu ikut aku "


Adnan melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Ayana. Lalu mengambil tas Ayana yang tergeletak dan membawanya keluar dari ruangan ini.


Ayana pasrah saja dibawa Adnan, Ayana juga bingung harus melakukan apa. Adnan membukakan pintu mobil dan mereka pergi begitu saja dari kantor.


...----------------...


"Ini rumah siapa Adnan kenapa tiba-tiba kamu membawa aku kemari"


"Ini rumah aku buat kamu, aku udah persiapin buat rumah tangga kita aku sudah mempersiapkan semuanya dari lama Ayana. Jadi tolong jangan tinggalkan aku. Kamu hanya perlu diam di sini tidak usah bekerja dan tidak usah memikirkan tentang pertunangan itu "


"Tapi tetap saja aku akan terus memikirkan itu, mana ada perempuan yang rela pacarnya bertunangan dengan orang lain. Apalagi aku baru tahu sekarang hatiku sakit Adnan aku sakit"


Adnan menangkup kedua pipi Ayana dan menyatukan keningnya dengan Ayana "Kamu diam di sini saja, nanti kita pergi jalan-jalan ya tetaplah di sini dan jangan meninggalkan aku kemana-mana. Aku akan pergi ke kantor seperti biasa"


Ayana akhirnya mengikuti apa yang Adnan mau, daripada Ayana harus membantah lebih baik mengiyakan saja dulu.

__ADS_1


__ADS_2