
"Ehh Fabian datang kemari ada apa, mau cari Ayana lagi, ga akan ketemu kalau cari ke sini. Ayana itu emang bener-bener kalau kita lagi susah itu dia ga akan pernah muncul, jangan harap dia akan ada di rumah. Dia itu udah keseringan kayak gini"
"Ayana itu ga pernah kasih uang ke sini, ini semua rumah yang biayain tuh ayah tirinya, jadi dia tuh emang bener-bener ga punya hati banget dia cuman bisa foya-foya habisin uang pokoknya segalanya dihabisin kalau dipinta uang dia malah marah"
Fabian hanya tersenyum kecil saja. Sebenarnya ingin tertawa terbahak-bahak tapi Fabian menahannya yang ada nanti Fabian akan diceramahi.
Ibunya Ayana ini memang benar-benar ada-ada saja. Berbicara seperti itu dihadapannya apakah dia tidak berfikir kalau Fabian ini adalah teman dekat Ayana.
Fabian berdehem dan mengeluarkan dompetnya "Ini ada titipan uang bulanan dari Ayana. Ayana ga bisa datang kemari karena lagi banyak kerjaan. Jadi Ayana titipin uang ini buat dikasih ke Ibu sekalian aku pulang. Ayana hanya bisa memberi uang 3 juta seperti bulan-bulan sebelumnya, jadi tolong dipakai dengan benar ya Bu. Jangan dihambur-hamburkan dan jangan juga menjelek-jelekan Ayana jelas-jelas setiap bulan dia yang memberi uang pada Ibu "
"Nanti juga aku akan sampaikan pada Ayana agar dia tidak usah memberikan uang lagi pada ibu,
karena apa, karena tidak dihargai sama sekali percuma kan Ayana memberikan Ibu setiap bulan uang tapi kenyataannya apa, ibu malah menjelek-jelekkannya dan mengatakan kalau Ayana tidak pernah memberi uang"
"Memang mungkin Ayana tidak akan marah tapi kurasa Ayana harus tegas dengan Ibu. Ini uang terakhir dari Ayana dan untuk bulan-bulan ke depannya aku akan berbicara pada Ayana agar tidak memberi uang lagi pada ibu. Selamat sore Bu permisi"
Setelah memberikan uang itu, Fabian melangkah pergi tak mau mendengar celotehan ibunya Ayana yang pasti akan kemana-mana lagi seperti tadi.
Sebenarnya banyak yang ingin Fabian katakan tapi Fabian mencoba untuk menahannya. Fabian tak mau membuat wajah ibunya Ayana makin merah bisa-bisa menjadi hitam.
Fabian masuk kedalam mobil dan menatap kearah sampingnya "Aku sudah memberikannya pada Ibumu"
"Terima kasih Fabian bukannya aku tidak mau menemui Ibuku sendiri tapi aku_"
Fabian langsung menyela "Tak masalah aku tahu bagaimana ibumu. Mulai bulan depan tidak usah memberikannya uang lagi dan kamu juga tidak usah kembali lagi ke rumah itu, kurasa itu akan lebih baik dari pada kamu terus memberi uang tapi tak dihargai"
__ADS_1
"Memang itu yang akan aku lakukan, aku ingin berbicara denganmu ini sangat penting tapi tolong kamu jangan beritahu siapa-siapa ya ini rahasia kita berdua. Aku hanya bicara sama kamu aja "
"Baiklah memangnya ada apa"
Ayana memberikan uang mahar dan juga perhiasan yang diberikan oleh Adnan ke arah Fabian. Kenapa Ayana sampai berani menitipkan pada Fabian karena Ayana yakin kalau Fabian akan bisa menjaganya dan juga tak akan mungkin mengkhianatinya.
"Kamu dapat uang sebanyak ini dan juga perhiasan ini dari mana, kenapa banyak sekali Ayana "
"Aku sama Adnan udah nikah"
"Apa nikah. Kapan kenapa aku ga tahu kenapa kamu ga kasih tahu aku, kenapa Ayana "
"Ya udah dengerin aku dulu. Aku sama Adnan tuh nikah diam-diam. Entah kenapa aku punya firasat buruk aja aku titipin uang ini sama perhiasan ini sama kamu ya. Aku ga akan tahu ke depannya akan terjadi apa padaku. Karena ibunya Adnan ga suka sama aku apalagi ada Fira dia juga pasti akan membenci aku"
"Terus kamu kenapa gegabah nikah kayak gitu sedangkan orang tua Adnan ga setuju kalian hubungan. Kenapa kamu langsung mau aja"
Fabian yang kesal langsung memukul setirnya "Seharusnya kamu diskusi dulu sama aku Ayana, ga bisa kamu ambil keputusan kayak gini"
"Ya tapi udah terlanjur juga kan, aku titip semua ini ya takut nanti terjadi sesuatu aku bisa datang sama kamu dan ambil semua ini untuk hidup aku nanti kedepannya"
"Ga akan pernah terjadi apa-apa kalau kamu udah sama Adnan"
"Iya aku tahu, tapi Mamanya itu licik banget dia itu bermuka dua. Jadi dia bisa lakuin apa aja sama aku"
"Terus sekarang kamu minta jemput sama aku tadi, apa suami kamu tahu Adnan tahu ga jangan sampai ini jadi masalah "
__ADS_1
"Ga tahu kok, Adnan sama sekali ga tahu kalau aku pergi makanya ayo anterin aku pulang lagi. Aku ga mau dia curiga"
"Ayana kamu ini ya "
"Maaf Fabian. Bukannya aku tidak menganggapmu tapi aku benar-benar bingung waktu itu dan satu yang aku mau memang aku ingin bersama Adnan itu saja. Tolong mengerti aku"
Fabian tidak menyahutnya, Fabian menjalankan mobilnya segera kembali pulang ke tempat dimana Ayana mau dijemput tadi.
Fabian masih tak habis pikir saja dengan apa yang Ayana lakukan. Kenapa harus secepat ini kalau Ayana masih ragu.
...----------------...
Ibunya Ayana masuk kedalam rumah, berani sekali temannya Ayana berkata demikian padanya. Awas saja akan habis nanti mereka itu.
"Ayana berani bulan depan tidak memberikan aku uang lihat saja apa yang akan aku lakukan, aku tidak akan pernah tinggal diam kalau dia tidak memberi uang dari mana aku harus membeli barang-barang mewah dan juga yang lainnya. Aku tidak mau hidup miskin"
"Ayana harus tunduk padaku dan Ayana harus selalu memberikan uangnya padaku. Dia tidak boleh berhenti memberikan uang padaku, enak saja dia aku yang mengurusnya tapi mau berhenti memberi uang "
"Aku harus menyusun rencana. Aku tak mau harus kekurangan lagi seperti dulu "
Ibunya Ayana menyimpan uang itu didalam tasnya. Sebenarnya uang yang diberikan Ayana selama ini tidak dia benar-benar belikan untuk kebutuhan rumah tangga, tapi malah dipakai foya-foya membeli pakaian tas sepatu dan yang lainnya.
Kalau untuk masalah makan dari suaminya. Jadi kalau sampai Ayana tidak mengirim uang lagi sudahlah apa yang selama ini dirinya lakukan akan berhenti tidak akan bisa beli pakaian lagi, sepatu tas perhiasan.
Meskipun hanya diberi 3 juta tapi ya tetap saja dirinya bisa membeli itu semua dengan bertahap dan dirinya tidak mau kalau nanti Ayana berhenti mengirim uang, dirinya harus menjual perhiasannya untuk kebutuhan hidupnya.
__ADS_1
Karena sekarang suaminya sudah mulai malas-malasan bekerja. Sebentar lagi juga pasti akan segera dikeluarkan.