Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 65


__ADS_3

Ayana yang sedang membereskan bunga-bunga baru, yang baru saja datang tiba-tiba saja dikagetkan dengan karyawannya yang datang ke arahnya.


"Bu maaf di depan ada orang yang ingin bertemu dengan ibu"


"Siapa"


"Orang yang waktu itu borong bunga di toko ini bu. Katanya dia mau ketemu sama ibu langsung "


"Baiklah kamu beresin ini dulu ya, aku akan kedepan dulu "


"Iya Bu"


Ayana begitu bersemangat untuk bertemu dengan orang itu. Ayana ingin tahu siapa sebenarnya yang memborong bunga-bunganya ini, sampai-sampai memberi kan uang lebih padanya.


Ayana ingin berterimakasih pada orang itu karena telah membeli seluruh bunganya. Bahkan tak ada yang tersisa sedikit pun semuanya habis.


Ayana melihat ada laki-laki yang membelakanginya. Pasti ini orangnya karena tak ada lagi "Permisi Pak"


Saat orang itu berbalik senyum Ayana yang tadi begitu lebar langsung menghilang. Ayana langsung membalikkan badannya dan akan kabur tapi tangannya ditarik Ayana tidak bisa kemana-mana.


Jantung Ayana sudah berdegup dengan kencang, wajah Ayana juga sudah sangat pucat sekali tidak menyangka orang yang akan mendatanginya adalah orang yang ada di dalam masa lalunya yang ingin sekali Ayana hindari.


"Tolong dengarkan aku dulu Ayana. Aku ingin bicara denganmu, aku begitu ingin bertemu denganmu. Aku sudah mencarimu Ayana tolong jangan pergi lagi "


Ayana ingat kata-kata Fabian kalau dia harus melawan masa lalunya. Ayana harus bisa menghadapinya. Ayana tidak mungkin kan kabur-kabur terus. Mau sampai kapan Ayana pergi-pergi dan membawa anak-anaknya tanpa arah.


Ayana membalikan badannya, melepaskan pegangan tangan Adnan yang begitu kencang lalu menatapnya dengan berani "Ada apalagi kita sudah selesai tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Bukannya kamu juga tidak mau lagi bicara denganku kan, tidak mau lagi bertemu denganku kan, lalu sekarang kenapa kamu mencariku"

__ADS_1


"Ada yang perlu kita bicarakan. Bisa kita keluar dan bicara empat mata Ayana. Ini begitu penting, tolong lupakan kata-kataku yang dulu "


Ayana tersenyum miring, melupakan kata-kata Adnan yang dulu, rasanya mustahil "Di sini juga sudah cukup tidak usah di luar. Kalau mau bicara, bicara saja sekarang "


"Aku minta maaf aku keliru atas apa yang pernah aku lakukan waktu dulu. Aku salah seharusnya aku mendengarkan dulu penjelasanmu Ayana. Aku minta maaf aku sungguh-sungguh menyesal atas apa yang pernah aku lakukan"


"Ya sudah itu sudah terjadi kan, mau kamu minta maaf seperti apapun semuanya tidak akan pernah terulang lagi. Aku tetap dilecehkan, aku tetap disalahkan, aku tetap depresi dan aku tetap tidak dihargai "jawab Ayana dengan tenang, dia mencoba untuk tidak mengeluarkan air matanya seperti apa yang Fabian katakan, kalau dia harus berani kalau Ayana tidak boleh kalah lagi. Ayana harus kuat demi anak-anaknya.


"Aku sudah menjebloskan orang itu ke penjara Ayana. Aku minta maaf padamu "


"Percuma orang itu dipenjarakan, harga diriku sudah jatuh kan. Sepertinya sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi Adnan, semuanya sudah selesai aku pun sedang mencoba untuk melupakan semuanya dan aku ingin sembuh. Jadi tolong biarkan aku hidup nyaman di sini dan jangan pernah ganggu hidupku lagi. Kita itu bukan siapa-siapa lagi kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi. Aku juga tidak mau menjelaskan apapun panjang lebar padamu karena pada akhirnya aku tidak akan pernah dipercaya oleh siapapun"


"Aku adalah orang yang selalu serba salah di mata orang lain, apalagi di matamu dan juga orang tuamu. Aku akan salah, kamu juga sudah menceraikanku kan kita sudah tidak punya ikatan apa-apa lagi dan aku juga tidak berminat untuk bertemu dan membicarakan tentang masa lalu ini bersamamu "


Adnan menarik tangan Ayana lagi, tapi dengan sekuat tenaga Ayana melepaskannya "Bisa jangan pegang-pegang aku tidak suka dipegang-pegang oleh laki-laki "


"Ada satu yang ingin aku tanyakan padamu. Kenapa kamu menyembunyikan anak-anakku. Kenapa kamu tidak memberitahuku kalau kamu sedang mengandung, kenapa Ayana kamu malah menyembunyikan semuanya"


"Memangnya kamu akan peduli kalau aku hamil. Yang jelas mereka itu bukan anak-anak kamu. Aku sudah tes DNA dan mereka bukan anakmu jadi jangan mengaku-ngaku, mereka hanyalah anakku saja ingat aku ibunya dan aku juga pengganti Ayah untuk mereka. Jadi jangan harap untuk datang menemuiku dan juga anak-anakku, aku sudah memaafkanmu jadi pergilah jangan pernah mengharapkan apa-apa dariku karena aku ini hanyalah wanita biasa yang tidak bisa dipercaya, seperti yang dulu kamu lakukan tidak pernah percaya dengan apa yang aku katakan"


Ayana langsung melengos pergi meninggalkan Adnan. Ayana menopang tubuhnya di meja, badannya begitu lemas sekali. Ayana terjatuh begitu saja karyawannya yang ada di sana membantu Ayana untuk berdiri "Bu Ibu tidak apa-apa ada apa Bu"


Karyawannya mengambilkan air minum untuk Ayana, dengan perlahan Ayana meminumnya dia masih tak percaya kalau Adnan bisa datang kemari. Lalu anak-anaknya bagaimana apa mereka sudah bertemu dengan Adnan, apa mereka akan ikut dengan Adnan. Ayana dengan sekuat tenaga langsung bangun dia akan pergi ke sekolah. Ayana tidak mau kalau Adnan membawa anak-anaknya.


"Ibu-ibu mau ke mana, Ibu istirahat dulu, Bu "


Tapi Ayana tidak memperdulikan teriakan dari karyawannya itu. Ayana berlari keluar toko. Saat tadi Ayana keluar sudah tidak ada Adnan di sana. Ayana begitu ketakutan sekali takut anak-anaknya akan dibawa oleh Adnan.

__ADS_1


Adnan sendiri dia sudah ada di dalam mobil dan pergi ke pantai yang biasa dia datangi. Di mana dia bertemu dengan anak-anaknya, Adnan duduk di pasir itu untuk merenungkan semua yang dikatakan oleh Ayana. Ayana bilang kalau anak-anaknya itu bukan putrinya, tapi kenapa wajah mereka sama dengannya. Ayana sedang ingin membohonginya pasti.


Untuk sekarang Adnan akan diam dulu, dia tidak akan bertemu dengan Ayana beberapa hari. Dan akan perlahan mendekati Ayana lagi, Adnan juga tidak perlu takut toh sudah banyak kok yang mengawasi Ayana.


Jadi Ayana tidak akan pernah bisa kabur ke manapun. Adnan akan mengikat lagi Ayana mau bagaimanapun caranya. Jika sampai dia menolak maka maaf Adnan akan melakukan sesuatu yang mungkin akan dibenci oleh Ayana, tapi ini demi kebaikan Ayana dan kedua putrinya.


Saat mendengar ponselnya berdering Adnan segera mengangkatnya ternyata dari ayahnya Fira "Halo Papi"


"Kamila tidak mau makan, Rio juga sudah tahu semuanya Rio sudah datang kemari tapi Kamila tidak mau menerimanya dia hanya ingin bertemu denganmu saja bagaimana Adnan, dia juga sakit sekarang dan belum makan juga "


Adnan sampai melupakan Kamila, karena aking fokusnya pada tujuannya ini sampai lupa Kamila yang dia tinggalkan "Boleh aku bicara dengan Kamila, aku akan membujuknya "


"Ayah kenapa kamu meninggalkan aku di sini. Aku ingin ikut dengan ayah tolong jangan tinggalkan aku seperti ini. Aku ingin bersama ayah aku tidak apa-apa ikut ayah bekerja terus, yang terpenting aku terus ada di samping Ayah tidak seperti ini. Tolong ayah jangan tinggalkan aku "


"Ayah harus bekerja kamu harus jadi anak yang mandiri Kamila, kamu tidak boleh terus merengek seperti itu, kamu juga harus makan meski tidak ada Ayah. Ayah ini harus cari uang Ayah ini punya pekerjaan, ayah tidak mungkin terus membawamu bekerja kamu juga harus sekolah. Kamu harus pintar sekolah ya sayang. Ayah juga nanti akan pulang setelah semua ini selesai "


"Ayah bohong Ayah bohong, ayah pasti mengejar anak dua kembar itu kan. Ayah pasti sedang bersama mereka, Ayah pasti sedang memeluk mereka juga kan kenapa Ayah jahat pada Kamila. Semenjak mereka datang ayah malah menyayangi mereka Kamila kecewa dengan ayah. Kamila tidak suka dengan itu semua. Kamila marah dengan Ayah "


"Ayah sedang kerja, mereka itu adalah adik-adikmu Kamila jadi mengertilah. Nanti juga kalian akan bertemu ayah akan mempertemukan kalian, pasti setelah kalian bersama-sama kamu juga akan menyayanginya. Kamu akan suka bermain dengan mereka berdua "


"Tidak tidak sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyayangi mereka, aku tidak mau. Aku tidak mau aku hanya ingin ayah saja, aku tidak akan pernah makan sampai Ayah pulang aku tidak akan makan"


Sambungan langsung diputuskan oleh Kamila sendiri, Adnan tidak mencoba untuk menghubunginya lagi dan menyimpan ponselnya dan menatap air laut yang sedang tenang.


Pikiran Adnan sekarang sedang pusing yang Adnan mau hanyalah Ayana dan juga kedua putrinya itu saja, sudah cukup Adnan ingin memperbaiki semuanya. Adnan janji tak akan mengulangi apa yang pernah terjadi dulu pada mereka.


Adan tahu kesalahannya begitu besar, sampai-sampai Ayana tadi sangat membencinya terlihat dari tatapan matanya kalau Ayana sangat membencinya. Memang pantas dirinya ini dibenci oleh Ayana karena tidak bisa mengambil keputusan sendiri dan mau menang sendiri saja.

__ADS_1


"Ayana aku minta maaf, aku begitu mencintai mu Ayana maafkan aku kembalilah padaku "teriak Adnan dengan kencang ingin melegakan hatinya.


__ADS_2