
Rio benar-benar tidak bisa menahan istrinya, istrinya itu pergi meninggalkan Rio membawa semua barang-barangnya. Bahkan istrinya sudah mengancam Rio akan menceraikannya bila Rio masih mengurus Kamila dirumah ini.
Rio hanya bisa pasrah., dia bingung di satu sisi dia sangat menyayangi Kamila dan ingin mengurusnya. Di satu sisi juga dia tidak mau kehilangan istrinya yang baik dan mau menerima masa lalunya, bahkan istrinya sudah dikhianati olehnya tapi istrinya masih bertahan bersamanya.
Rio ingin membalas semua kesedihan yang dialami istrinya karena ulahnya. Tapi sekarang istrinya malah pergi begitu saja. Rio ingin menebus semuanya Rio ingin membuat istrinya bahagia dan selalu tersenyum, tapi sekarang Rio telah membuat sang istri pergi.
Rio tadi tidak mengejarnya. Rio tidak mau para tetangga tahu tentang masalahnya. Rio hanya terduduk dengan lemas di kamarnya tiba-tiba saja Rio mendengar teriakan Kamila.
Dengan langkah cepat Rio menghampiri kamar Kamila dan membuka kuncinya. Kamila langsung lari keluar dari kamar tapi Rio tidak kalah cepat dia menangkap Kamila dan membawanya masuk lagi ke dalam kamar. Rio tak akan mudah dibohongi. Apalagi anak kecil seperti Kamila ini sangat mudah sekali untuk ditangkap.
"Kenapa kamu mau pergi seperti itu, sudah Paman bilang kan istirahat di kamar ini kamu akan tenang di sini. Kamu juga akan bahagia di sini bersama paman. Mulai sekarang rumah kamu adalah ini, kamar kamu ya ini jangan pernah lakukan hal tadi lagi ya Kamila"
"Tidak, aku tidak betah tinggal di sini aku mau pergi, aku mau pulang aku mau sama ayah saja. Aku tidak suka dengan kamarnya. Sangat berbeda sekali "
Rio mencengkram kedua bahu Kamila "Kamu itu adalah anakku. Adnan itu bukan ayahmu sekarang kamu harus tahu aku ini ayahmu. Jangan menjadi anak yang manja dan banyak maunya seperti ini Kamila" teriak Rio dengan marah, Rio sangat kesal dengan tingkah Kamila yang terus saja ingin pulang pulang pulang dan ingin ayah ayah padahal ayahnya ada di hadapannya dirinya lah ayahnya.
"Kamu bukan Ayahku lepaskan, kamu buka siapa-siapanya aku "
Rio mengguncang tubuh kecil Kamila "Aku ini ayahmu mau bagaimanapun aku adalah ayahmu, dan Adnan bukan ayahmu. Dia hanya orang lain yang kebetulan saja beruntung bisa mengurusmu, aku ini ayahmu ayahmu yang sesungguhnya ibumu yang bodoh itu telah membuat aku harus merelakan mu dianggap anak oleh orang lain, akulah ayahmu yang sebenarnya "
Kamila yang dibentak-bentak terus ya tentu saja menangis, apalagi Kamila sangat takut jika mendengar suara teriakan seperti ini. Rio yang merasa bersalah langsung memeluk Kamila dengan sangat erat sungguh Rio tak bermaksud melakukan itu.
"Maafkan ayah, ayah tidak sengaja Ayah sedang pusing. Tolong jangan membuat masalah, Ayah di sini sedang kebingungan Kamila, maaf Ayah telah membentak mu seperti itu, Ayah adalah Ayah kandungmu sedangkan Adnan buka siapa-siapamu dia hanya ayah tiriku saja. Kamu mulai sekarang harus terbiasa dengan aku, kamu harus memanggilku Ayah juga "
Kamila tidak menjawab lagi, dia hanya terus saja menangis. Kamila juga masih takut dengan tingkah Rio itu bahkan bahunya masih sakit karena tadi dicengkeram dengan sangat erat sekali. Kamila tak suka disini. Kamila ingin keluar dari rumah ini, Kamila akan mencari cara agar bisa menghubungi Ayahnya dan bisa menjemputnya kemari.
...----------------...
Pintu dibuka dengan perlahan sekali, kamar itu begitu gelap pelayan itu sangat ketakutan sekali. Takut kalau orang yang ada di dalam ini akan mengamuk "Aku tidak mau ditemui oleh siapa-siapa, kenapa kamu masuk kemari sana keluar aku tidak mau "
__ADS_1
Pelayan itu sampai kaget. Untung saja makanan dan minumannya juga tidak jatuh. Dia menyimpan makanannya di depan orang itu, orang itu dipasung rambutnya acak-acakan dengan kepala yang menunduk. sangat menakutkan sekali seperti hantu.
"Keluar dari sini aku tidak mau ditemui oleh siapa-siapa, ayo keluarlah sebelum aku marah sama kamu sana keluar "
"Nona Fira tapi anda harus makan dulu ini aku sudah bawakan makanan aku suapi ya, aku membawa makanan kesukaan nona "
"Tidak mau, aku tidak mau makan keluar dari kamarku sekarang juga. Sana keluar-keluar aku tidak suka dengan kamu "
"Tapi Bapak menyuruh aku untuk menyuapi Nona terlebih dahulu, setelah itu baru aku bisa mengerjakan tugas yang lain, nona makan dulu ya ini enak sekali nona, ini makanan yang selalu nona makan, aku suapi ya tak apa hanya beberapa suap saja "
"Aku bilang tidak mau ya tidak mau, kamu ini tuli kamu ini bodoh aku tidak mau. Keluar kamu dari kamarku, keluar ah berisik sekali "
Pelayan itu sampai mundur beberapa langkah, mata Fira sudah melotot dengan sangat marah sekali. Kenapa Fira sampai bisa dipasung seperti ini, dia selalu mengamuk dia bahkan ingin kabur makanya Papinya melakukan ini demi kebaikannya.
Fira depresi karena tidak bisa mendapatkan harta Adnan, tidak bisa bersama Adnan lagi apa yang selama ini dia cita-citakan tidak tercapai makanya Fira sampai depresi. Papinya sudah membawanya ke rumah sakit dan memeriksakan keadaannya.
Bahkan sekarang Fira pun minum obat-obatan dari dokter, tapi kadang dia tidak mau meminumnya selalu saja membuangnya harus selalu dipegang beberapa orang baru dia bisa meminum obat itu.
"Keluar dari sini aku tidak mau ditemui siapa-siapa, keluar aku juga tidak mau makan. Makanan itu sangat tidak enak seperti kamu. Sana keluarlah jangan ada disini aku tidak mau ada kamu sana-sana keluarlah"
"Tapi nona, kamu harus makan nona "
"Keluar keluar keluar keluar keluar sana pergi pergi, aku tidak mau aku tidak mau aku ingin suamiku di mana suamiku, mana dia kemana suamiku yang tampan "
Pelayan itu yang takut segera keluar dengan langkah yang pelan, sedangkan Fira masih saja berteriak-teriak, kembali pintu dikunci dia tidak mau kalau sampai nanti diamuk atau dijambak rambutnya ini. Sudah banyak korban dan saat akan dilepaskan sulit sekali.
Bahkan sampai ada yang kulit kepalanya sampai berdarah. Bapak langsung membawanya kerumah sakit, setelah itu pelayan itu mengundurkan diri. Tak mau kembali lagi kerumah ini meskipun digaji dengan sangat besar.
"Kenapa kamu keluar. Kenapa sebentar sekali memberi makan nona, aku saja kalau memberi makan nona selalu lama "
__ADS_1
"Aku tidak mau takut sekali, dia terus aja berteriak dan tidak mau makan. Aku takut tiba-tiba dia menjambak aku atau melukaiku, kamu tahu sendiri kan Nona Fira yang sekarang itu beda sekali. Dia benar-benar seperti orang gila, aku tidak mau memberinya makan kamu saja sana. Aku takut sekali dengan nona yang sekarang. Dulu saja sangat menakutkan apalagi sekarang lebih menakutkan lagi"
"Ini kan waktunya kamu yang memberi makan. Aku tidak mau, aku saja tadi sampai dicakar lihat pipiku saja masih ada bekasnya. Aku tidak mau rasanya menakutkan sekali kalau harus menyuapinya, belum lagi nanti makanan itu akan disemburkan ke wajahku aku tidak mau, aku tak akan mau kalau disuruh untuk menyuapinya lagi "
"Lalu bagaimana apa tidak akan diberi makan, apakah bapak tak akan marah "
"Ya harus diberi makan tapi aku tidak mau untuk masuk ke dalam kamu saja, sudah waktunya kamu yang memberi makan, kalau bapak sampai tahu nanti dia pasti akan marah sama kamu. Bapak juga nggak pasti pulangnya kapan, kalau ada Bapak kan bapak yang kasih makan. Kalau nggak ada kayak gini ya tugas kita sebagai pelayan di sini, kita di sini kan kerja kita harus terima semua konsekuensinya. Ayo cepat masuk "
"Tapi takut banget, dia udah teriak-teriak dari tadi. Aku takut banget ah "
"Coba aja sekali lagi masuk, coba siapin nasinya ke mulutnya siapa tahu aja mau. Cepetan kamu mau beres malam kerjaan yang lain "
"Ya udah temenin yuk nggak berani sendiri, aku takut dia jambak aku dan ga ada yang nolong ayo "
Akhirnya mereka masuk berdua, di situ Fira masih saja berteriak. Mereka saling dorong tidak mau ada yang mendahului untuk mendekati Fira, tapi mau bagaimana lagi ini sudah pekerjaan mereka.
Pelayan yang tadi membawakan makanan itu mengambil nasi dan juga lauk pauknya, lalu akan menyuapi Fira. Tapi Fira malah meniup makanan itu dan menepisnya, tak lupa tangan pelayan itu sampai dicakar.
"Aku sudah bilang kan aku tidak mau makan, aku mau suamiku saja aku mau uangnya, seharusnya sekarang aku jadi orang kaya, aku punya banyak uang. Aku belanja baju, perhiasan, tas, sepatu, jalan-jalan ke luar negeri mana suamiku mana suamiku. Aku ingin jalan-jalan sama suamiku "
"Nona harus makan, jangan seperti ini ya nanti setelah itu minum obat. Nona harus cepat sembuh agar bisa jalan-jalan lagi "
"Tidak, aku ingin uang aku ingin uangku, ingin hartaku. Aku ingin itu tidak mau makan mana berikan padaku, coba kamu suruh datang suamiku kemari dan memberikan semua uangnya ayo suruh dia datang kemari. Dia pasti akan mau menemuiku "
Pelayan itu saling tatap, harus bagaimana ini. Kalau sudah kumat seperti ini harus segera diberi obat dan disuntik juga, tapi siapa yang mau melakukannya, tak akan ada yang mau juga.
"Nona minum obat ya"
"Tidak aku tidak sakit, untuk apa aku minum obat aku ingin uang saja. Aku ingin uang uang aku mau belanja aku mau beli banyak barang. Aku ingin pakai anting-anting cantik, mana antingku mana "
__ADS_1
Kembali pelayan itu mencoba untuk menyuapi Fira, tapi lagi-lagi di tepis. Fira mengamuk dia mengacak-ngacak rambutnya dan menjambak-jambak rambutnya sambil berteriak tak karuan menyakiti dirinya sendiri.