
Mama Linda mengerutkan keningnya melihat ini bukanlah ke tempatnya, rumahnya kenapa Marco ini malah jalan sini.
" Marco ini bukan jalan kerumah, kenapa kamu lewat kemari"
Marco menatap sekilas ibu dari bosnya itu "Iya memang kita tak akan pun kerumah utama "
"Hah kenapa, lalu kenapa Adnan menyuruhmu untuk menjemputku, ini maksudnya bagaimana mana, apakah kalian tak akan berbuat jahat padaku "
"Mana mungkin nyonya kami berbuat jahat, memangnya kami pernah melakukan itu. Bapak juga tak akan mungkin menyuruhku untuk melakukan itu "
Mama Linda diam, benar untuk apa Adnan melakukan itu, kenapa juga fikirannya ini sampai melantur kearah sana.
"Silahkan nyonya kita sudah sampai "
Mama Linda belum turun dari dalam mobil, menatap sekitar rumah. Rumahnya tak sebesar rumah yang dulu dia tempati.
__ADS_1
"Kamu yakin Marco kalau ini rumah yang akan aku tempati "
"Tentu nyonya akan tinggal sendiri lalu kenapa harus rumah yang besar ini juga cukup, disini akan nyaman nyonya sama seperti rumah dulu mu, hanya ukurannya saja yang berbeda "
"Kenapa tak pergi kerumah utama "
"Karena itu rumah nenek dan nenek belum menerima anda nyonya"
Kembali mama Linda bungkam, Mama Linda turun dari dalam mobil percuma protes juga seharusnya dirinya bersyukur bisa ada disini, masih di akui oleh anaknya pula. Mama Linda sekarang harus banyak-banyak bersyukur.
Mama Linda masuk kedalam rumah, tak buruk bahkan ada pelayannya senyum Mama Linda langsung terbit. Dirinya tak usah kesusahan lagi, semuanya akan baik-baik lagi seperti semula.
Uh rasanya enak sekali, mama Linda sampai tersenyum dengan lebar, rasannya sakit di pinggangnya akan hilang sebentar lagi.
"Akhirnya aku bisa tenang, aku bisa menikmati masa tua ku ini dengan bahagia, aku senang sekali Adnan peduli dengan aku lagi, aku kira Adnan akan terus mendiamkan aku "
__ADS_1
Mama Linda ingin tidur, lebih baik tidur saja menikmati hari harinya lagi. Nanti mama Linda juga akan membawa Sri ah, kasian dia sudah baik juga kan padanya.
...----------------...
"Fira bangun, kenapa kamu sangat gegabah na kenapa kamu lakukan ini "
Papihnya Fira mengenggam erat tangan anaknya dengan erat, dia begitu terpukul saat mendengar kalau anaknya meminum obat penyemprot nyamuk.
Entah orang bodoh mana juga yang menyimpan itu dikamar anaknnya. Dia mendapatkan kabar dari orang-orang yang mengurus anaknya ini. Karena memang dirinya sedang ada pertemuan bisnis diluar kota yang tak bisa ditinggalkan.
Untungnya anaknya masih bisa terselamatkan meskipun sekarang koma.
"Sayang bangun jangan tinggalkan Papih, papih tak punya siapa-siapa lagi sekalian kamu nak, kenapa kamu melakukan hal itu apa kamu sudah tak sayang lagi dengan papi mu ini. Bangun nak bangun "
"Papi berjanji akan membawa Adnan kesamping kamu lagi, papih akan membuat Adnan menjadi suami kamu lagi, papih akan melakukan apapun demi kebahagian kamu sayang "
__ADS_1
"Apapun demi kebahagian anak papih, papih akan lakukan "
Diciumnya kening anaknya itu, begitu sayang dirinya ini pada Fira meskipun kelakuannya sudah sangat memalukan sekali mau bagaimana pun Fira adalah anaknya dan berhak bahagia juga. Dirinya akan berbicara kembali dengan Adnan, dan Adnan harus kembali bersama putrinya, putrinya harus kembali tersenyum.