Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 226


__ADS_3

Adnan sudah rapi dengan setelan jasnya, dia akan berangkat bekerja sekarang. Sedangkan Ayana sendiri dia masih bergelung di tempat tidurnya dengan selimut yang lengkap. Biasanya Ayana sudah ada di dapur untuk menyiapkan makanan untuk anak-anak dan juga suaminya, tapi sekarang sepertinya Ayana kelelahan dan hanya betah di tempat tidurnya saja.


"Sayang aku berangkat dulu ya "sambil mencium kening istrinya.


Adnan juga tadi tidak memaksa istrinya untuk bangun dan ikut ke kantor, tadi Adnan sudah mencoba untuk membangunkannya tapi istrinya itu malah menarik selimutnya lagi. Adnan tahu bagaimana mood ibu hamil dan sudah membaca banyak artikel.


Takutnya nanti istrinya malah marah padannya, mood ibu hamil itu gampang sekali naiknya, nanti marah terus sedih banyak lagi.


Ayana menggeliatkan tubuhnya dan menatap suaminya yang sudah rapi "Kenapa kamu sudah rapi, anak-anak apakah sudah makan lalu kenapa kamu juga tak membangunkan aku sih "


"Benarkah kamu tidak merasakan kalau aku telah membangun kamu " Adnan menciumi pipi istrinya dan menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah istrinya yang cantik.


Ayana mendorong wajah suaminya dengan keras, lalu menutup wajahnya dengan selimut "Kamu jahat tidak membangunkanku, kamu memang ingin meninggalkan aku di rumah sendirian Adnan kamu ini biasanya juga sering membangunkanku. Tapi hari ini sepertinya kamu memang sengaja Adnan " Ayana sekarang merajuk pada suaminya.


"Kamu yakin mau ikut ke kantor, aku takutnya kamu mau istirahat dulu "


"Biasanya juga kamu selalu membawaku, kamu selalu membangunkanku dan memaksaku untuk selalu ikut ke kantor, lalu sekarang kenapa tiba-tiba kamu mempertanyakan hal itu. Aneh sekali kamu ini, berubah dengan tiba-tiba seperti ini "


Ayana sedikit membuka selimutnya dan hanya matanya sajalah yang terlihat. Ayana menatap suaminya dengan tajam.


"Bukan begitu biasanya kan kamu tidak mau ikut ke kantor dan kamu juga baru tidur jam 02.00 malam, aku tidak mau nanti kamu kelelahan. Apa kamu tidak masalah kalau ikut ke kantor dalam keadaan tidur yang kurang, aku tidak mau sampai kamu nanti sakit. Aku ingin kamu selalu sehat sayang"


"Ya itu karena kamu, kenapa kamu juga lama sekali melakukannya pinggangku juga sakit. Ini lihatlah sakit sekali"


Adnan tersenyum mendengarnya "Ya karena aku harus hati-hati kamu kan sudah tahu kata dokter aku harus pelan-pelan, dan juga melakukannya dengan pas makanya aku lama sayang. Aku tidak mau menyakiti kamu atau pun adik bayi yang ada didalam perut kamu"


"Ya tapi lama sekali, aku ingin cepat seperti biasanya saja. Salahmu juga aku jadi bangun kesiangan seperti ini aku juga tidak tahu anak-anak sarapan dengan apa, sekarang mereka juga berangkat dengan siapa. Pasti anak-anak mempertanyakan aku dimana "


"Tapi kan semalam juga yang meminta kamu sayang, kamu jangan pura pura lupa ya "


"Iya tapi jangan lama aku jadi kesakitan juga kan, pinggang aku jadi sakit sekali "


Adnan mengusap kepala istrinya dengan pelan lalu kembali mencium keningnya "Ya sudah kalau kamu ingin ikut denganku bekerja sekarang pergi ke kamar mandi. Anak-anak akan segera pergi sebentar lagi, mereka katanya akan ada olahraga pagi ini. Kalau kamu memang mau ikut anak-anak akan diantar oleh Pak Asep, ayo cepat bergegas pergi kekamar mandi dan mandilah sayang "


Tiba-tiba Ayana menggelengkan kepalanya dengan kuat "Aku malas bergerak aku sepertinya tidak jadi ikut ke kantormu saja. Aku ingin terus berbaring seperti ini. Kamu pergi saja sendiri aku ingin di rumah saja, sepertinya enak dirumah "


Sepertinya Ayana ingin menguji kesabarannya. Adnan harus sabar istrinya sedang hamil jadi Adnan harus hati-hati berbicara tidak boleh sampai menyakiti hati istrinya. Adnan harus punya stok kesabaran yang banyak.


Ayana memindahkan kepalanya ke paha suaminya. Adnan malah merasakan tangan istrinya yang seperti meraba saku celananya dan benar saja ponselnya diambil oleh istrinya. Adnan akan berpura-pura tidak tahu saja, biarkan istrinya mengambil ponselnya itu.


"Oh ya semalam sayang kamu sangat hebat sekali, aku suka saat kamu yang memimpin seperti semalam, nanti begitu lagi ya sayang "puji Adnan sambil mengangkat dua jempolnya.


"Jangan bahas itu aku malu, kalau aku tidak hamil aku tidak akan mungkin melakukan itu. Ini kemauan adik bayi, bukan aku yang mau diatas " Ayana mencoba mencari alasannya yang masuk akal.


"Iya tapi aku suka saat kamu berada di atas, kamu sangat seksi sekali, kalau nanti kamu mau melakukannya lagi dan jika malu berbicara padaku kamu bisa mengirim pesan padaku atau memberikan kode love dengan tangan aku akan mengerti dan siap sayang "


Adnan kembali mencium kening istrinya, lalu berpindah pada sudut bibir istrinya dengan perlahan Adnan mengambil ponselnya dan kembali memasukkan ponselnya itu ke dalam satu saku tanpa sepengetahuan Ayana.


Memangnya Ayana saja yang pintar, Adnan juga sama pintarnya. Kita lihat nanti bagaimana reaksi istirnya ini saat tahu ponselnya tak ada bersamanya.


"Dalam mimpimu saja, aku tak akan melakukannya lagi, tapi kalau adik bayi mau aku akan melakukannya"


"Baiklah baiklah. Ya sudah aku akan pergi bekerja dulu ya kamu istirahat aja di dalam kamar, jika butuh sesuatu langsung saja panggil pelayan mereka pasti akan langsung datang kemari dan membantumu. Jangan lakukan apa apa sendiri ya "

__ADS_1


"Tidak, tidak boleh "Ayana memeluk pinggang suaminya dengan erat" Kamu tidak boleh pergi kemana-mana. Kenapa sangat terburu-buru sekali sih, biasannya juga tak akan terburu-buru pergi kekantor"


"Aku ada meeting sayang, kalau kamu ingin ikut segeralah pergi ke kamar mandi. Kita akan berangkat setelah kamu siap"


"Tidak aku tidak mau, aku mau di sini saja kamu itu sangat menyebalkan sekali tahu. Apakah tidak bisa diam dulu sebentar di sini menemaniku, aku ingin terus ditemani oleh kamu "


"Setelah meeting aku akan pulang ya, nanti aku peluk aku tidak bisa menunda meeting itu sayang. Kalau bisa ditunda seperti sebelum-sebelumnya tak masalah"


Ayana langsung berpindah kembali dan berbaring di bantal "Ya sudah sana pergi aku tidak mau ikut, aku di rumah saja. Aku lebih baik tidur saja, sana kamu pergi sana bekerja "


"Sayang suamimu yang tampan ini harus bekerja bila aku tidak bekerja siapa yang cari uang, siapa yang akan memberi kalian makan nanti "


Ayana membelakangi suaminya, Ayana tidak mau menatapnya. Adnan memeluk Ayana dari belakang tak masalah kemejanya harus kusut yang terpenting istrinya tidak marah dulu. Adnan ingin bekerja dengan tenang tanpa memikirkan istrinya yang sedang marah padannya.


"Marah ya denganku "


"Tidak untuk apa aku marah padamu, kalau mau berangkat kerja ya berangkat saja aku tidak masalah, aku juga tidak melarangmu untuk bekerja sudah sana pergi saja aku di rumah saja. Aku akan bersantai saja dirumah seperti ini, kamu tak usah memikirkan aku "


"Ya sudah aku pergi berangkat bekerja dulu ya. Seperti apa yang aku katakan kalau mau minta apa-apa kamu bisa minta pada pelayan, aku pergi dulu sayang "


Adnan kembali mencium pelipis istrinya dan pergi begitu saja. Ayana yang kesal langsung membalikkan badannya dia melihat suami yang sudah keluar dari dalam kamar, tadi juga terdengar suara pintu yang terbuka dan tertutup kembali.


Ayana langsung duduk dan tertawa, Ayana langsung mengambil ponselnya dia akan memberikan pesan pada Marco. Pasti suaminya nanti akan kembali pulang kesini dan mengambil ponselnya.


'Marco bila nanti Adnan sudah sampai di kantor kamu bilang padanya kalau ponselnya tertinggal ya. Katakan itu saat kalian sudah sampai jangan dijalan '


Kembali Ayana tertawa, Ayana tak sabar menanti balasan dari Marco ini. Ayana sengaja menyembunyikan ponsel suaminya agar suaminya itu kembali. Ayana masih bisa ikut suaminya untuk pergi bekerja Ayana akan mandi nanti saja siang akan Ayana lama-lama kan nanti agar suaminya itu menunggunya.


Saat mendengar suara ponselnya Ayana langsung mengambilnya dan membaca pesan dari Marco.


'Ibu, apakah ibu salah mengenali ponsel baru saja tadi Pak Adnan menghubungiku mungkin itu bukan ponsel Pak Adnan Bu. Dia menyuruhku untuk membatalkan meeting hari ini, coba ibu cek lagi takutnya salah bu'


Ayana langsung kaget dia mencari ponsel suaminya itu, bahkan Ayana sampai berdiri dan menyingkap selimutnya tapi ponsel suaminya tak ada tadi padahal Ayana sudah benar-benar mengambilnya. Masa tiba-tiba ponsel itu bisa kembali lagi pada pemiliknya aneh sekali kan, tidak mungkin itu terjadi ke mana ponsel suaminya. Kenapa bisa menghilang.


Padahal Ayana tadi benar-benar yakin mengeluarkan ponsel suaminya itu dari dalam sakunya, tapi sekarang ponsel itu benar-benar tak ada. Ayana juga mengecek bawah tempat tidur takutnya jatuh dan masuk kedalam, tapi hasilnya sama saja tak ada.


Ayana hampir saja keluar dari kamarnya, tapi tiba-tiba saja ponselnya kembali berdering dan Ayana sangat tahu itu dari siapa karena suara deringan nya Ayana bedakan dari yang lain.


Kalau suaminya itu sudah mengambil ponselnya bagaimana caranya, ternyata suaminya lebih pintar darinya, atau mungkin dari awal suaminya sudah tahu kalau ponselnya itu Ayana ambil.


Ayana melihat emoticon love yang begitu banyak yang dikirimkan oleh suaminya, Ayana tahu ini akan menjadi bumerang untuknya. Ayana menghubungi nomor suaminya tapi suaminya sengaja tidak mengangkatnya.


Ayana langsung membuka pesan yang lainnya, pesan yang membuat jantungnya tidak bisa berhenti berdegup dengan kencang, jangan sampai jantungnya ini nanti copot.


'Sayangku persiapkan dirimu, nanti malam hukuman akan segera tiba. Hitunglah berapa love yang aku kirim maka aku akan memuaskan kamu sesuai dengan love yang aku kirim, ingat kamu hari ini harus banyak istirahat agar nanti malam kamu tidak mengeluh sakit pinggang, dan aku pastikan anak kita akan senang karena dijenguk oleh ayahnya dengan waktu yang cukup lama i love you sayang tunggu aku ya, pilih pakaian yang cantik sayang'


Ayana menggigit kukunya, wajahnya sudah sangat merah sekali suaminya ini benar-benar bisa membuatnya seperti ini gelisah dan binggung menjadi satu.


'Maksud kamu apa Adnan, memangnya aku punya salah sama kamu. Coba jelaskan dulu sama aku apa yang terjadi sampai-sampai tiba-tiba kamu bicara kayak gini, aneh banget kamu ini ya ' Ayana tidak boleh mengakui apa yang dia lakukan, Ayana harus tenang dari Adnan, yang kemarin malam saja masih terasa. Apalagi ditambah sekarang nanti malam bisa-bisa Ayana tidak bisa berjalan nanti.


Adnan sudah membalasnya kembali. Dia membalasnya dengan sangat cepat, itu makin membuat jantung Ayana makin berdegup kencang.


'Diamlah di dalam kamar, duduk dengan manis dan renungkan apa kesalahanmu itu. Nanti setelah aku pulang bekerja kamu bicara padaku apa kesalahanmu itu. Jika kamu belum menemukan jawaban dari semua itu maka renungkan lah, kalau tidak aku akan memperpanjang hukumannya mungkin sampai pagi, atau sampai siang hari itu akan lebih enak kan sayang'

__ADS_1


Ayana langsung membalasnya "Aku tidak punya salah apa-apa. Jadi untuk apa kamu menghukum aku. Jangan aneh-aneh aku tidak suka kamu yang seperti ini ya Adnan "


Ayana langsung duduk lagi di tepi ranjang dengan kesal, bahkan raut wajahnya juga sudah tidak bisa dikondisikan. Masa sih harus kalah oleh suaminya itu, Ayana tak mau kalah oleh suaminya itu.


Kembali ponselnya berdering, Ayana mengambilnya dan melihat Adnan mengirimkan beberapa video, Ayana sampai menganga melihatnya apakah ini tidak salah suaminya mengirim video kejahilan kejahilan dirinya selama ini yang selalu menyembunyikan barang-barang suaminya.


Bahkan yang di villa juga ada rekaman videonya. Ayana benar-benar bodoh di sana kan banyak CCTV di rumah ini juga banyak CCTV. Kenapa dia tidak berpikir ke sana sekarang habislah dirinya oleh suaminya itu. Berarti selama ini Adnan memang tahu hanya dia pura-pura tidak tahu saja benar-benar pintar suaminya itu.


'Lihat sayang aku sudah punya bukti renungkan apa kesalahanmu itu ya. Nanti bicara padaku kita bicara empat mata sayang hanya berdua saja, aku ingin tahu penjelaskan kamu itu. Kamu tak bisa mengelak lagi dariku '


'Apa sih sayang, aku sama sekali tidak melakukan apa-apa, apakah ada kesalahpahaman di antara kita berdua ini sampai-sampai kamu mengirimkan rekaman CCTV sama aku. Padahal kita kemarin-kemarin baik-baik saja loh, tak ada yang terjadi '


'Oh begitu ya jadi menurutmu di antara kita berdua ini tidak ada kesalahpahaman. Ya sudah begini saja kalau kamu memang punya salah dengan aku maka nanti saat aku pulang bekerja kamu bicara saja padaku, maka hukumannya akan aku ringankan. Semua keputusan ada di tanganmu sayang aku hanya memperlihatkan saja apa yang terekam oleh CCTV. Kamu suka tidak melihat rekaman cctv itu '


Ayana menghentakkan kakinya. Selama ini ternyata kejahilannya itu percuma, suaminya sudah tahu dari awal tapi suaminya itu pura-pura tidak tahu. Adnan juga kenapa tidak bicara saja yang sebenarnya padanya malah menyembunyikannya seperti itu menyebalkan sekali.


Kalau tahu begini Ayana tadi tak akan mengambil ponsel suaminya itu. Malah jadi panjang sekali kan, dan semua kejahilannya juga sudah terekam.


Ayana menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur "Habislah aku. Aku benar-benar tidak akan tidur malam ini aku benar-benar akan kelelahan pinggangku sepertinya akan encok. Bagaimana aku membujuk suamiku agar tidak menghukum ku dengan waktu yang panjang, aku pasti akan sangat kelelahan sekali. Akh siapa yang bisa menolongku, aku harus minta bantuan siapa "


Ponselnya kembali memunculkan notifikasi. Ayana dengan cepat-cepat membuka pesan itu. Takutnya Adnan sudah meringankan hukumannya tapi pikirannya itu hanyalah sebuah angan-angan, karena pada kenyataannya tidak mungkin suaminya melakukan itu.


'Jangan keluar dari dalam kamar, nanti akan ada yang mengantarkan makanan padamu. Kamu hanya perlu istirahat di dalam kamar saja tidur yang nyenyak sayang, nanti malam berdandan yang cantik untukku. Aku besok tidak akan bekerja kita habiskan waktu untuk menghukum mu mungkin kita akan melakukannya sampai siang saja sayang, jadi persiapkanlah dirimu, kamu harus sehat ya sayang. Jangan tiba-tiba nanti kamu sakit '


Ayana yang kesal hanya bisa berteriak, Ayana benar-benar tidak siap bukan apa-apa Ayana sekarang sering kelelahan, suaminya itu pasti akan benar-benar melakukannya. Apa yang diucapkan eh suaminya pasti akan terwujud.


Ayana yang akan membalas pesan suaminya malah mendapatkan kembali Vidio rekaman cctv yang baru.


'Jangan sampai kamu keluar dari dalam kamar, di depan kamar kita ada CCTV sayang jadi selangkah saja kamu keluar dari dalam kamar, maka masa hukumanmu akan aku tambah aku akan membuatmu tidak akan bisa berjalan selama berhari-hari, jika kamu masih ingin berjalan maka diamlah dan patuhi apa yang aku katakan '


"Akhh kenapa bisa begini aku tak suka kalau seperti ini. Kenapa bisa ketahuan dan kenapa juga aku bodoh tidak memikirkan tentang CCTV yang ada di rumah ini, Adnan kenapa kamu bisa tahu sih aku kesal tahu'


Ayana mengacak ngacak rambutnya dengan kesal, suaminya ini benar-benar laki-laki cabul, akan membuatnya tak bisa berjalan selama berhari-hari membayangkannya saja Ayana sudah tak sanggup.


"Menyebalkan sekali, aku tak suka begini kenapa kejahilan ku ini bisa ketahuan"


Ayana sekarang hanya bisa pasrah saja. Dia tidak bisa melakukan apa-apa selain menerima hukuman dari suaminya mungkin juga Ayana harus jujur pada suaminya itu, agar tidak terlalu banyak hukumannya itu. Hukumannya ini tidak biasa, memang sih enak tapi kalau terlalu lama ya sakit juga lelah juga mengantuk juga.


Ayana membenarkan tubuhnya agar tertidur dengan nyaman. Ayana menarik selimutnya lebih baik tidur lagi saja lah daripada memikirkan suaminya. Biarkan saja suaminya itu melakukan apa yang dia inginkan.


Ayana sekarang sudah pasrah, mau membantah pun percuma, Ayana tak bisa. Ayana membuka selimutnya menendang-nendangnya juga.


"Aku benar-benar tak bisa tidur ternyata, mataku sudah tak mengantuk lagi gara-gara kata-kata Adnan"


Ayana menatap plafon kamarnya, memikirkan alasan apa yang pas untuk membuat suaminya membatalkan niatannya itu.


Ayana harus berfikir keras. Suaminya tak boleh melakukannya sampai pagi, Ayana pasti akan melayani suaminya itu, tapi kalau sampai terus menerus tak bisa.


Ayana harus memikirkan alasan yang masuk akal, suaminya itu harus selalu jelas. Tapi Ayana benar-benar sudah buntu sekali.


"Aku sudah pusing sekali "


Ayana menutup matanya dengan kedua tangannya. Sudah pusing sekali memikirkan semua ini.

__ADS_1


__ADS_2