
"Adnan ayo masuk. Aku tidak menyangka kalau kamu akan datang kemari. Maaf ya membuatmu menunggu aku tadi ada meeting dulu, padahal kalau mau kesini kamu bisa meneleponku dulu agar aku membatalkan semua meeting ku "
Adnan tersenyum dan menganggukkan kepalanya"Tidak apa om aku juga sekalian mampir ke sini dan ada sesuatu yang ingin aku tanyakan. Om juga tak perlu sampai membatalkan meeting, aku tak masalah kok menunggu "
Papinya Fira mengerutkan kening saat mendengar ada sesuatu yang ingin ditanyakan padannya "Apa yang ingin kamu tanyakan. Baiklah agar lebih santai ya kita duduk terlebih dahulu dan kita minum kopi bersama"
Adnan hanya mengikuti papihnya Fira itu saja. Mereka duduk berhadapan dan kopi juga sudah ada sudah dibuatkan oleh asisten Papihnya Fira.
"Mau langsung ke intinya saja atau kita harus berbincang-bincang dulu om, mungkin om ingin membahas selalu dengan aku" tanya Adnan
"Lebih baik langsung pada intinya saja kan, agar semuanya lebih cepat selesai. Sepertinya apa yang akan kamu tanyakan ini sangat penting sekali Adnan dan membuat aku penasaran, makin penasaran malahan "
Adnan merogoh saku jasnya dan menyimpan foto itu di hadapan Papihnya Fira. Papihnya Fira yang melihat itu tentu saja kaget. Bahkan dia sampai melebarkan matanya, dari tadi Adnan hanya melihat ekspresi papihnya Fira akan seperti apa responnya ini, ternyata sepertinya dia kaget sekali.
"Kenapa kamu punya foto ini, dari mana foto ini tak mungkin tersebar "
"Jadi apakah Om tahu sesuatu tentang foto ini, apakah ini ada hubungannya dengan om dan juga Fira "
"Aku tanya padamu kenapa kamu punya foto ini Adnan, dari mana kamu menemukannya, dari mana apa Fira yang memberikannya, apa Fira menemui kamu lagi "
"Bukan, Fira sama sekali tidak pernah memberikan foto ini padaku. Ini Fira kan lalu siapa yang ada di dekatmu ini, kupikir kamu hanya memiliki satu anak saja Fira, tapi ini di sampingmu ini siapa aku tak pernah melihat fotonya di rumahmu"
Papinya Fira langsung mengalihkan pandangannya. Dia seperti menghindari kontak mata dengan Adnan, Adnan tentu saja sudah menebak kalau sedang ada yang disembunyikan oleh Papihnya Fira ini.
"Aku hanya ingin tahu saja ini siapa yang ada di sampingmu, ada seorang perempuan paruh baya yang memberikan foto ini padaku dan katanya anak yang ada di dekatmu ini adalah anakmu juga. Jadi selama ini anakmu bukan Fira saja ya, aku baru tahu sekarang, aku juga sampai terkejut saat tahu yang sebenarnya "
"Siapa nama perempuan itu, perempuan paruh baya itu siapa, aku juga ingin bertemu dengannya "
"Bu Riska"
Sekarang tatapan Papinya Fira kembali menatap pada Adnan "Kamu bertemu dia di mana, sekarang bagaimana keadaannya. Apakah dia baik-baik saja, tinggal bersama siapa dirinya a sekarang "
"Keadaannya kurang baik, kemarin dia terluka tapi sekarang dia sudah dibawa oleh suaminya. Dia sudah menikah lagi apa kamu ingat dengannya atau mungkin dulu kalian pernah punya hubungan, tapi terlihat dari kamu yang khawatir seperti kalian pernah memiliki hubungan yang sangat dekat sekali "
Papihnya Fira menghela nafas dan mengusap wajahnya, terlihat dia begitu gelisah "Ya memang aku pernah punya hubungan dengannya, kami dulu suami istri tapi karena aku tergoda kembali oleh seorang perempuan, aku menikah lagi tanpa dia ketahui dan muncullah Fira. Aku menikah kembali tanpa sepengetahuan istriku Riska dan kamu tahu di mana anaknya sekarang, anak-anakku yang ada di foto itu memang benar anakku namanya Ayana"
"Kenapa selama ini kamu tidak pernah menemui anakmu itu, kenapa kamu seperti menelantarkannya. Dia sangat butuh kasih sayang seorang ayah, dia begitu kekurangan sedangkan anakmu yang lain Fira dia serba dituruti olehmu sedangkan anakmu yang lain kenapa kamu biarkan begitu saja, seharusnya kamu adil kan "
"Aku tidak mau membuat luka di hati Riska makin dalam karena aku tinggalkan dan juga aku khianati. Aku merasa bersalah dengannya tapi aku pun tidak bisa kembali padanya, untuk menemui anakku sendiri saja aku tidak bisa, untuk menemui anak sulungku saja rasanya aku tidak bisa. Dan Ayana adalah anak ku apakah kamu tahu sesuatu tentang Ayana di mana dia selama ini, aku mencari keberadaannya. Aku sudah tak tahu harus mencarinya kemana lagi "
"Kamu ingat siapa istriku"
"Ya dia bernama Ayana lalu sangkut pautnya denganku apa"
"Coba kau lihat apakah wajahnya sama denganmu, mungkin ada sesuatu yang mengingatkan mu padannya "
Papihnya Fira seketika diam. Dia pernah bertemu dengan Ayana hanya satu kali mungkin dan melihatnya juga dari foto yang sering Fira perlihatkan padanya, saat menikah untuk kedua kalinya dengan Adnan juga dirinya melihat.
__ADS_1
Papihnya Fira mengeluarkan ponselnya dan menyalakannya dulu. Dia melihat kembali foto Ayana yang dikirimkan oleh Fira, ditatapnya foto itu dengan lama dan dia baru sadar kalau Ayana sangat mirip dengannya.
"Apakah Ayana itu"
"Iya dia putrimu " sela Adnan langsung "Tapi jika kamu memang tidak percaya kamu bisa melakukan tes DNA. Bu Riska kemarin malam memberitahuku kalau kamu lah ayahnya. Makanya hari ini aku ingin meluruskan semuanya apakah benar kamu ayahnya Ayana. Ali tak mau keliru nantinya "
Papinya Fira malah menangis, dia memeluk foto yang ada di ponselnya itu, tidak menyangka ternyata anaknya selama ini ada di dekatnya. Bahkan menikah dengan Adnan dan yang paling parahnya lagi anaknya Fira malah mencelakai Ayana, kalau tahu dari awal mungkin dirinya akan menggagalkan semua rencana Fira dan melarang Fira untuk menikah dengan Adnan.
Jangan sampai anak-anaknya mendapatkan karma karena ulahnya. Anak-Anaknya mencintai satu laki-laki yang sama.
"Kenapa aku baru tahu sekarang, Fira sudah menghancurkannya kan "
Adnan hanya bisa mengganggu kan kepalanya. Adnan juga tak menyangka kalau istrinya ini akan bersaudara dengan Fira. Apakah kalau nanti Fira tahu dia akan menyesal.
"Aku benar-benar Ayah yang gagal. Aku benar-benar menyesal kenapa dulu aku tidak bawa saja Ayana bersamaku, seharusnya aku tidak membiarkannya bersama ibunya, aku benar-benar salah, kenapa juga aku dulu sampai menghianati ibunya sedalam itu. Aku benar-benar tergoda dengan perempuan lain, aku menyesal telah berkhianat "
"Semua itu sudah menjadi masa lalu dan tidak akan pernah bisa diperbaiki lagi sampai kapanpun. Sekarang Ibunya Ayana sudah punya suami dia sudah bahagia bersama suaminya itu, mungkin sekarang kamu tebus saja semua apa yang pernah kamu lakukan tolong beri kasih sayang pada Ayana seperti kamu menyayangi Fira selama ini, mencintai Fira, mempertahankan Fira dalam keadaan apapun dan membelanya sejahat-jahatnya dia. Ayana begitu ingin bertemu dengan Ayah kandungannya. Dia begitu berharap disayangi oleh salah satu orang tuanya "
Mendengar hal itu papihnya Fira malah menjadi-jadi saja menangisnya, bahkan sampai sesenggukan. Adnan yang bingung harus melakukan apa hanya diam saja. Ternyata benar cerita yang diberikan oleh ibunya Ayana memang benar adanya, kalau dia memang diselingkuhi oleh suaminya ini.
Tak ada yang ibunya Ayana sembunyikan lagi, wajar saja Adnan waktu itu tak percaya. Karena tahu bagaimana watak ibunya Ayana. Tapi Adnan bersyukur istrinya pernah dirinya perlakukan dengan begitu tidak baik, tapi Ayana tidak melampiaskan semua kekesalannya pada anak-anak.
"Aku ingin bertemu dengan Siska terlebih dahulu, banyak yang ingin aku tanyakan padanya, aku ingin meminta maaf juga padanya. Aku mohon Adnan pertemukan aku dengan Siska, aku ingin melihatnya sekali ini saja "
Adnan tidak mungkin mempertemukan mereka, yang ada nanti ibunya Ayana itu akan berbicara pada Papinya Fira dan Adnan nanti akan disalahkan dan Ayana akan dibawa pergi oleh papihnya ini. Adnan tidak mau pikirannya ini sudah ke mana-mana.
"Dia sudah pergi bersama suaminya jauh ke tempat yang jauh, dan aku juga tidak tahu mereka pergi ke mana, mereka ingin menjalani hidup yang baru katanya. Aku juga tak bisa melarang mereka kan, itu sudah pilihan mereka berdua "
"Ya seperti apa yang kamu katakan, ibunya selalu menyiksa Ayana karena ibunya tidak suka melihat wajah Ayana karena memiliki garis keturunanmu, wajah Ayana begitu menjiplak wajahmu makanya ibunya sangat membencinya sampai-sampai melampiaskan segalanya pada Ayana. Malang sekali nasib Ayana selama ini, dia sama sekali tak mendapatkan kasih sayang seorang ibu, hanya kekerasan saja lah yang dia terima "
"Seharusnya Ayana tak menerima semua itu, ini adalah salahku, aku yang salah. Aku benar-benar ayah yang gagal untuk anak-anakku. Aku sangat menyesal sekali telah meninggalkan Ayana, kenapa Siska begitu tega pada anaknya sendiri, keji sekali dia "
"Aku ingin bertemu dengan Ayana sekarang Adnan, aku ingin bicara dengannya aku ingin memeluknya. Aku ingin minta maaf padanya "
"Baik tapi jangan katakan yang tidak-tidak dulu. Dia sedang mengandung, Ayana tidak boleh banyak pikiran aku minta satu hal itu saja padamu "
"Iya aku hanya ingin bertemu dengan anakku, Aku begitu rindu pada Ayana "
"Jika kamu tidak percaya kamu masih bisa melakukan tes DNA"
"Tidak aku tidak akan pernah melakukan itu sama saja aku tidak mengakui anakku sendiri. Aku yakin Ayana adalah anakku seperti yang kamu bicarakan. Siska tidak mungkin berbohong, karena umur Ayana dan juga Fira tidak terlalu jauh mereka sama"
"Baiklah jika kamu ingin bertemu sekarang ayo kita pergi ke rumahku"
Papihnya Fira langsung mengusap air matanya, lalu menyembunyikan matanya yang sembab menggunakan kacamata. Dia tidak mau orang-orang melihat matanya ini, sekarang yang ingin dirinya lakukan dalam bertemu dengan Ayana. Itu adalah satu hal yang selalu ingin dirinya lakukan selama ini.
Bahkan dari tadi Fira menelponnya dirinya abaikan, biarkan saja dulu Fira bisa diurus nanti yang paling utama sekarang adalah Ayana dulu.
__ADS_1
...----------------...
"Papih ini ke mana sih teleponku selalu saja di matikan, padahal ponselnya sudah aktif. Menyebalkan sekali Papih ini, apakah sesibuk itu sampai tak bisa mengangkat telfonnya"
Fira kembali menelpon asisten Papinya itu.
"Bagaimana apakah kamu sudah berbicara dengan Papih, kenapa dia tidak ada menelepon, setiap aku menghubunginya selalu saja mematikannya. Ada apa sih sebenarnya apa meeting nya belum selesai "
"Maaf nona aku belum berbicara dengan Bapak, tadi ada Pak Adnan yang datang kemari dan mereka sekarang pergi bersama-sama. Aku tidak tahu mereka ke mana. Tapi bapak meminta aku untuk mengosongkan jadwalnya hari ini, katanya dia tak mau diganggu "
"Apa Adnan mau apa dia, aku tak salah dengarkan "
"Aku tidak tahu Nona, tapi mereka pergi bersama sekarang "
Fira menggigit kukunya, Fira sangat takut kalau Adnan akan membahas tentang masa lalunya lagi. Bisa gawat kan. Mau apa sih sebenarnya Adnan ini bikin takut saja.
"Ya sudah nanti kalau misalnya Papi sudah kembali lagi ke kantor kamu hubungi aku ya, atau kamu bilang tentang apa yang aku katakan pada Papi itu pesanku itu harus sampai pada Papi harus dibuka "
"Baik nona, nanti akan aku beritahu"
Fira langsung mematikan sambungannya. Fira malah jadi bolak-balik seperti setrikaan. Kenapa juga Papinya harus pergi dengan Adnan ada masalah apa mereka ini sebenarnya.
Bukan Adnan sudah tidak mau lagi bertemu dengan dirinya ataupun dengan Papinya, tapi sekarang kenapa mereka bersama lagi.
Fira kembali mencoba menghubungi Papinya dia menjadi penasaran kan "Ayo dong papih angkat, kenapa ga diangkat sih. Aku jadi takut kan "
Fira kembali mencoba menghubungi Papinya untuk yang kedua kalinya dan untuk yang sekarang langsung diangkat.
"Ada apa Fira dari tadi kamu terus menelpon Papi, apakah ada sesuatu yang terjadi cepat katakan papi tak punya waktu "
"Cek aku mengirimkan apa pada Papi, aku ingin jawabannya sekarang juga "
"Baiklah sebentar"
Fira menunggu apa jawaban dari Papinya itu, cukup lama Fira menunggu. Fira benar-benar tidak sabar sekali.
"Nanti akan papih jelaskan tapi Papi tidak bisa menjelaskannya sekarang, papih masih sibuk sekarang"
"Kenapa pih, Papi tidak bisa menjelaskan sekarang, aku butuh jawaban sekarang, aku tidak mau menunggu lagi. Aku sudah tak sabar sekali Papih"
"Ya sudah nanti akan ada sopir yang menjemput kamu ke sana, kamu pulang dulu saja. Dan kamu akan bertemu dengan perempuan yang ada di foto itu yang duduk di samping Papi, sebentar lagi kamu akan tahu"
"Sebenarnya dia siapa sih, siapa dia"
"Kamu juga nanti akan tahu sudah pulang dulu saja, tidak enakan kalau dijelaskan dalam telepon seperti ini"
"Baiklah aku akan pulang sekarang, tunggu aku. Aku ingin papih menjelaskan semuanya "
__ADS_1
Fira yang tidak mau mengundur-ngundur waktu lagi membawa beberapa pakaiannya saja. Fira sudah sangat penasaran sekali, Fira ingin tahu sebenarnya siapa anak perempuan ini. Fira takut papihnya itu selingkuh.
Dan anak yang ada disamping papihnya itu adalah anak selingkuhannya, Fira tak akan terima Fira akan marah besar pada Papihnya karena telah mengkhianati maminya. Fira juga tak akan membiarkan papihnya bertemu dengan anaknya itu.