
Adnan lagi-lagi datang ke toko, Adnan langsung berlutut, Ayana kaget tiba-tiba saja datang dan melakukan ini.
"Apa yang kamu lakukan, pergi dari sini "
Tapi Adnan dengan erat memegang kaki Ayana, lalu dia mendongakan kepalanya agar bisa saling bertatapan dengan Ayana, tapi Ayana langsung mengalihkan pandangannya.
"Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa. Tolong pergi jangan ganggu aku lagi. Aku sudah bahagia aku sudah melupakan semuanya"
"Tolong maafkan aku. Maafkan aku atas kesalahan yang pernah aku lakukan Ayana"
"Aku sudah memaafkanmu. Aku sudah berdamai dengan masa laluku, kalaupun aku terus memikirkan tentang masa laluku tidak akan ada habisnya. Lagi pula yang melakukan semua itu bukan kamu kan, yang melakukan itu adalah ibu kamu dan juga Fira. Jadi untuk apa kamu minta maaf kamu di sini ga punya salah kok sama aku"
Adnan kira Ayana akan meledak-ledak lagi, Adnan kira Ayana akan mengusirnya dan marah-marah, tapi Ayana malah seperti tenang dan semuanya seperti baik-baik saja. Sebenarnya tadi Adnan kaget dengan sikap Ayana tapi Adnan bersyukur juga dengan sikap Ayana yang seperti ini.
"Aku juga salah, disini aku yang paling salah Ayana. Tolong biarkan aku untuk mengurus anak-anak bersama denganmu, kita pulang nanti ke sana aku janji tidak akan pernah mengulanginya lagi. Kita kembali bangun rumah tangga kita ya bersama anak-anak. Aku janji akan menjadi suami dan Ayah yang baik untuk kalian aku tak akan membuat kalian kecewa lagi"
"Sudah aku bilang kan anak-anak itu bukan anak kamu, kalau kamu mau pulang ya pulang aja sendiri, karena aku akan tetap menetap di sini. Aku sudah nyaman aku sudah bahagia, tolong jangan pernah hancurkan kebahagian kami "
"Jangan bohong, aku tahu mereka itu anakku. Dari wajah mereka saja sudah tertebak tanpa melakukan tes apapun, aku sudah tahu kalau mereka itu anak aku. Tolong Ayana biarkan aku mengurus anak-anakku, kita sama-sama mengurus mereka"
__ADS_1
Mungkin inilah salah satu cara yang Adnan ambil, dengan cara ini dia bisa kembali lagi dengan Ayana, mencoba untuk mendekatinya secara perlahan lagi itu akan lebih baik kan.
"Tidak usah, selama ini aku sudah mengurus mereka sendirian dan aku bisa, aku mampu tanpa harus kamu membantu untuk mengurus mereka. Jadi jangan khawatir "
"Tapi aku juga ingin bisa ada bersama mereka, aku ini Ayahnya. Biarkan aku menebus segala rasa bersalah padamu aku mohon Ayana aku akan menebus segalanya"
"Jika kamu ingin menembus segalanya maka pergi, jangan pernah temui aku atau anak-anak. Mereka sudah bahagia hidup bersamaku, kami bahagia sekali jadi lebih baik kamu menjauh saja. Jangan pernah membuka luka lamaku lagi. Aku sudah bisa berdamai dengan masa lalu. Bukan berarti aku akan lupa dengan semuanya ingatan itu akan tersimpan di dalam memoriku, jadi tolong jangan membuat aku kembali harus terpuruk akan sesuatu yang kalian lakukan"
Tapi Adnan tidak mau menyerah, dia tidak akan pernah menyerah sampai kapanpun. Adnan harus mendapatkan mereka bertiga, Adnan tidak mau kalau harus berpisah lagi dan harus mengendap-endap kalau ingin melihat mereka dan ingin anak-anaknya memeluknya, menyayanginya dan menganggapnya sebagai ayahnya sendiri.
"Beri aku kesempatan satu kali lagi Ayana, jika sampai aku membuatmu kembali kecewa maka silakan kamu akan pergi kemanapun, aku tidak akan pernah mencarimu aku janji itu tolong beri kesempatan padaku"
Ayana melepaskan pegangan tangan Adnan di kakinya lalu mundur menjauh tapi Adnan masih saja seperti itu belum mau bangun. Adnan tidak pantang menyerah.
"Apakah kamu tidak mau membuat anak-anakmu bahagia dengan keluarga yang utuh. Mungkin kamu tidak butuh itu tapi anak-anak pasti akan sangat butuh sekali, mereka pasti ingin keluarga yang utuh Ayana "
"Tidak, mereka tidak menginginkannya mereka bahagia denganku, kami bahagia hanya hidup bertiga. Tidak perlu ada kamu diantara kami bertiga. Dan yang perlu kamu ketahui mereka itu bukan anak kamu, mau sampai kapanpun mereka itu bukan anak kamu Adnan, mereka hanya anakku saja jadi sudah jangan terus mengaku-ngaku"
Andan langsung bangkit dan memegang kedua bahu Ayana "Berani tes DNA kita tes DNA sekarang saja, aku ingin buktikan semua itu "
__ADS_1
"Untuk apa, sudah aku bilang kan mereka itu bukan anakmu aku yang melahirkannya. Jadi sudah lupakan semuanya, kamu juga tidak perlu menghiraukan mereka, tidak perlu memberi uang pada mereka atau kasih sayang karena kasih sayang dariku saja sudah cukup"
Adnan malah langsung memeluk Ayana, Ayana berontak dalam pelukan itu. Tapi Adnan mengusap-usap punggung Ayana agar tenang "Aku benar-benar ingin menebus segalanya Ayana, tolong aku Ayana "
Brak
Pelukan itu langsung terlepas dan Adnan sampai terjatuh. Ayana yang melihat anak-anaknya langsung membawanya menjauh. Ayana tak mau anaknya melihat itu.
"Mau apa datang kemari, apakah semua yang pernah kamu lakukan tidak pernah cukup untuk Ayana, pergi dari sini dan jangan pernah muncul lagi. Ayana sudah bahagia bersama anak-anaknya jangan ganggu dia lagi semuanya sudah selesai. Tak perlu ada yang dibicarakan lagi "
Adnan bangkit dan menepuk-nepuk celananya lalu menata Fabian yang berani-beraninya mendorongnya "Kenapa memangnya salah jika aku ingin datang kemari, aku ingin mengurus anak-anakku apakah salah, aku punya hak atas mereka "
"Benarkah kamu itu punya hak. Sudahlah jangan pura-pura peduli jika kamu memang peduli pada Ayana seharusnya dari 5 tahun yang lalu bukan, sekarang sudah kejadian itu terjadi selama 5 tahun kamu datang lagi kemari. Ayana sudah bahagia pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi ke sini"
"Aku tidak akan pernah pergi, aku akan menebus segalanya, aku tahu aku salah Fabian tapi aku itu Ayah anak-anak. tanpa harus aku melakukan tes DNA pun aku sudah tahu, kalau mereka itu anak-anakku, mereka juga perlu tahu siapa ayahnya mereka juga perlu keluarga yang utuh"
"Iya aku tahu mereka perlu keluarga yang utuh, tapi tidak dengan kamu. Aku tidak akan pernah membiarkan Ayana untuk bisa kembali lagi denganmu, karena aku sudah tidak percaya lagi denganmu kamu sudah membuat aku kecewa membuat Ayana kecewa. Pertama aku sangat setuju denganmu dan juga Ayana, tapi ternyata kamu itu hanyalah seorang pengecut yang tidak bisa memegang janjimu dan hanya memikirkan perasaanmu saja, pergi dari sini aku tidak mau ada keributan dan memancing orang-orang untuk menonton kita berkelahi"
"Aku akan kembali lagi"
__ADS_1
Adnan keluar dari toko itu, hanya ingin menghindari pertengkaran saja, Adnan tidak mau membuat anak-anaknya menjadi takut dan makin jauh darinya.