
Kamila sudah menunggu kedatangan ibunya. Kamila sudah menunggu diluar dari tadi tapi ibunya itu belum juga datang ini sudah jam 8 malam tapi ibunya belum ada juga.
"Kamila ayo masuk terlebih dahulu, nanti ibu pulang"
Kamila menatap ayahnya sekilas dan mengelengkan kepalanya "Tidak aku mau menunggu ibu saja disini, aku tak mau masuk kedalam rumah, kenapa ibu tak ada kenapa ibu belum pulang juga "
"Sepertinya ibu ada pekerjaan tambahan makannya dia belum pulang, atau mungkin jalan nya macet "
"Hemm, kenapa begitu "
Kamila sudah murung sekali, Kamila juga melipat tangannya. Kamila sudah tak sabar ingin bertemu dengan ibunya itu.
"Ayo masuk ini sudah sangat malam sekali "
Kamila malah menangis dan berlari kedalam rumah, Kamila sudah sangat kecewa padahal sudah datang kemari jauh-jauh tapi ibunya belum datang juga.
Rio mengusap wajahnya dan masuk, disana juga sudah ada papihnya Fira.
"Om kenapa lama sekali, apakah Fira bekerja lagi ?"
"Om juga sudah menelfon Fira tak tak diangkat, padahal om sudah mewanti-wanti pada Fira untuk pulang sore tapi sampai malam tak ada, om begitu khawatir dengan keadaannya. Kalau pun dia mau bekerja pasti akan berbicara "
Papihnya Fira mondar-mandir tak karuan, kemana anaknya ini. Tiba-tiba saja ada nomor asing masuk, papihnya Fira langsung mengangkatnya.
"Hallo "
"Hallo selamat malam Pak, kami dari rumah sakit, ingin memberi kabar kalau nona Elfira kecelakaan dan sekarang ada dirumah sakit mawar "
"Apa kenapa bisa, kenapa anakku bisa masuk rumah sakit "
"Nona Elfira mengalami kecelakaan Pak "
"Saya akan segera pergi kesana "
Papihnya Fira langsung menatap Rio "Antar om Rio, Fira ada dirumah sakit "
Rio yang memang tadi mendengarkan percakapan itu tanpa banyak bicara langsung mengantarnya. Tak lupa Kamila juga dibawa tapi tidak diberitahu dulu. Takutnya nanti malah menangis.
"Ayah kita mau kemana, kalau ibu pulang bagaimana kita tak ada "
__ADS_1
"Ini kita akan menemui ibu, sebentar lagi kita akan bertemu dengan ibu ya "
"Benarkah ayah tak bohong "
"Iya ayah tak bohong sebentar ya kamu yang sabar"
Kamila dengan senang langsung menganggukan kepalanya. Kamila juga tersenyum dengan lebar sambil memeluk boneka nya ini.
...----------------...
Fira yang baru saja sadar binggung, didepannya ada orang memakai pakaian putih dan juga beberapa perempuan yang sama memakai pakaian putih, saat pandangannya sudah jelas Fira sekarang tahu siapa mereka ternyata itu dokter dan suster.
Fira langsung diperiksa, dan ditanya "Apa ada yang sakit "
Fira menatap tangannya "Hanya tangan saja dok "
Dokter itu segera mengangguk-anggukan kepalanya. Setelah semuanya diperiksa dokter dan suster keluar. Tapi ada satu suster yang diam disana dan menemani Fira.
Fira mengigat-ingat sebenarnya apa yang terjadi dengannya. Fira sekarang ingat apa yang terjadi dengannya sampai bisa masuk rumah sakit seperti ini
flashback on
Fira masuk kedalam salah satu angkutan umum, baru juga jalan sebentar mobilnya malah berhenti dan "Maaf ya, bensin nya habis"
"Loh, gimana sih bang "
Mereka segera turun, Fira juga sama ikut turun Fira kebingungan harus mencari angkutan umum dimana lagi, sedangkan ini tempatnya sepi sekali. Fira melihat jam tangannya.
Fira berjalan dengan cepat, karena Fira juga pernah mendengar dari teman-temannya kalau di sini banyak preman Fira takut.
Fira juga belum terlalu mengenal tempat ini kan, ini adalah tempat baru untuknya.
"Aduh kenapa juga bisa mogok kayak gitu mobilnya, pake habis bensin lagi "
Fira melihat ada segerombolan orang. Perasaan Fira sudah sangat tidak enak pasti ini adalah orang-orang yang dimaksud oleh teman-temannya itu. Fira langsung putar balik dan berjalan kembali ke arah sebelumnya, Fira tidak mau kalau terjadi apa-apa dengannya.
Tapi tanpa di luar dugaan ternyata orang-orang itu malah mengikuti Fira dari belakang, bahkan sampai ada yang berlari dan bersejajar jalannya bersama Fira. Menyebalkan sekali kan orang-orang ini.
"Mau ke mana sih Neng jalannya cepat-cepat banget. Kenapa juga puter balik lagi takut ya, padahal kita ga gigit loh, kita bisa ajak kamu senang-senang "
__ADS_1
Fira mencoba untuk tenang "Ga kok, aku nggak takut cuman salah jalan aja makanya putar balik lagi"
"Masa sih cantik bohong ah, kelihatan kok kalau kamu itu lagi ketakutan"sambil mencolek dagu Fira.
"Jangan kurang ajar ya " jerit Fira yang tak terima diperlakukan seperti ini.
"Wow wow jadi galak nih, jangan dong cantik, nanti nih ya cantiknya hilang sayang "
Fira langsung dikerubungi oleh orang-orang itu. Fira menatap satu persatu laki-laki itu, penampilannya begitu mengerikan ada yang memakai anting yang banyak, lalu bertato juga sangat menyeramkan sekali kan.
Fira mencoba untuk bertahan dan menjauh, tapi apalah daya Fira hanya seorang perempuan dan sendiri sedangkan mereka melingkari Fira dan mencolek sana-sini mereka benar-benar sudah melecehkannya.
"Sana pergi jangan dekati aku, sana pergi aku laporkan ya ke polisi "
"Jangan galak-galak dong biasanya juga nggak kayak gini "
"Jauh-jauh. Jangan jadi laki-laki pengecut ini tuh cewek lawan banyak cowok gimana sih ga adil banget"
Mereka malah tertawa mendengar ocehan Fira, mereka malah makin mendekatkan diri pada Fira, mereka lalu mendorong Fira, Fira sampai tersungkur ke arah salah satu laki-laki di sana, tapi dia didorong lagi didorong sini dorong sana pokoknya Fira benar-benar dipermainkan oleh mereka.
Fira langsung menerobos dan berlari, tapi mereka malah mengejar Fira seperti ini. Kenapa hari ini begitu apes sekali untuknya.
"Kejar kejar cepat-cepat lumayan lumayan cantik, kapan lagi kita dapat cewek cantik dan seksi "
Fira yang memang ketakutan sekali tidak melihat kanan kiri, dia langsung menyeberang dan tertabrak sebuah mobil yang sedang melaju dengan kencang sekali.
Fira langsung tergeletak dengan pandangan yang sangat buram. Fira juga masih bisa mendengar teriakan-teriakan dari orang-orang yang tadi mengejarnya.
"Tuh kan jadi ketabrak, tadi seharusnya langsung dibawa ayo kabur-kabur nanti kalau ada polisi kita yang tanggung jawab ayo ayo. Jangan sampai masuk penjara dan belum dapat apa-apa "
Fira merasakan badannya yang begitu sakit sekali, Fira benar-benar tak pernah merasakan hal ini, Fira tak kuat sekali dan pandangannya mulai tak karuan, Fira langsung tak sadarkan diri.
Flashback off
"Ayah kenapa kita kerumah sakit, bukannya mau ketemu sama ibu kok kesini sih "
Rio menatap anaknya dan tersenyum "Emm, kita kesini dulu nanti ketemu sama ibu ya "
Kamila yang memang tak ingin banyak bicara mengikuti langkah ayahnya saja. Mungkin ingin melihat teman kakeknya dulu.
__ADS_1