Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 24


__ADS_3

"Sayang pakai gaun itu "


Ayana mengambilnya dan mengacungkannya pada Adnan "Memangnya mau kemana, ini gaunnya cantik sekali"


"Pakai dulu sayang, coba kamu kenakan "


"Baiklah "


Ayana masuk kedalam kamar mandi, memang Ayana masih malu kalau misalnya ganti pakaian dihadapan Adnan.


Setelah selesai Ayana langsung keluar dan tersenyum pada suaminya. "Kamu memang selalu cantik sayang. Sekarang kamu ganti pakaian kamu dan kita foto. Cepat sayang aku sudah menyiapkannya "


"Untuk apa kamu mau fotoku"


"Untuk aku sayang, agar aku bisa selalu melihat wajahmu yang cantik"


Adnan segera memotret istrinya, Adnan melakukannya sambil membawa ngobrol Ayana agar tidak terlalu serius.


"Nanti kita akan pulang kerumah baru kita "


"Rumah baru lagi, bukannya yang waktu kemarin itu rumah kamu juga "


Ckrek Adnan mengambil foto beberapa kali "Ubah gayamu sayang. Memang itu juga rumah baru kita tapi aku membeli yang lebih besar, nanti kalau kita sudah punya anak pasti akan ramai. Aku tidak akan mungkin hanya membuat satu anak pasti akan banyak"


"2 anak cukup "


"Tidak sayang, itu tidak akan cukup mungkin 4 atau 5 itu akan bagus rumah kita akan sangat hangat sekali dengan mereka "


"Doakan saja ya "


"Tentu sayang "

__ADS_1


"Berpose yang cantik sayang "


Ayana mengikuti instruksi suaminya. Melakukan gaya yang menurutnya bagus untuknya. Adnan mendekati istrinya dan mengecup bibirnya.


"Aku begitu mencintaimu Ayana, aku bahagia bisa hidup denganmu "


"Aku pun, aku juga mencintaimu Adnan "


Mereka kembali berciuman dan Adnan dengan pelan menurunkan resleting pakaian Ayana. Gaun itu jatuh dan Adnan membawa istrinya kearah tempat tidur. Mereka kembali melakukan malam yang panjang dan mungkin akan berakhir lama.


...----------------...


"Tante lihat ini " Fira melemparkan sebuah amplop kearah Mamah Linda.


Mamah Linda langsung mengambilnya dan membuka amplop itu, alangkah kagetnya saat melihat Ayana yang memakai kebaya dengan anaknya yang duduk dan menjabat tangan seseorang.


Mamah Linda kembali melihat foto-foto yang lainnya, saat pemasangan cincin. Lalu Adnan mencium kening Ayana.


"Apa-apaan ini, kamu dapat dari mana Fira kenapa kamu bisa dapat foto ini. Ini cuman editan kan ga mungkin tiba-tiba Adnan nikah sama Ayana tanpa restu tante, ga mungkin Adnan ga mungkin lakuin ini. Pasti kamu salah kan "


"Ga ga mungkin kamu tahu sekarang mereka di mana, Tante akan susul mereka. Pasti Adnan di guna-guna sama Ayana "


"Aku ga tahu, aku juga ini dapat dari temanku yang kebetulan temanku itu fotografer di sana saat mereka menikah. Kalau aja ga ada yang tahu udah deh aku ga bakal tahu tante"


"Tante akan bicara nanti pada Adnan, pokoknya Tante ga rela "


"Lalu bagaimana dengan aku tante, aku sudah menahan malu yang begitu berat selama ini. Sedangkan Adnan malah sedang bahagia dengan Ayana mereka menikah dan nanti kalau sampai Ayana hamil bagaimana Tante"


"Tenang saja, tenang saja semuanya akan baik-baik saja kita lancarkan rencana yang pernah kita bicarakan. Pokoknya kamu harus bantu Tante setelah Ayana dan juga Adnan pulang kemari kita lancarkan semua rencana itu"


"Lalu apakah tante akan pura-pura menerima Ayana?"

__ADS_1


"Kita lihat saja nanti pokoknya rencana pertama yang kita bicarakan itu harus terlaksana. Ayana harus hancur dan harus diusir oleh Adnan, kita harus melaksanakan semuanya dengan cepat Fira. Tante tidak mau kalau sampai Ayana ada di dalam rumah ini dan menguasai Adnan juga tante hanya ingin kamu yang menjadi menantu tante "


Fira duduk dan menghapus air matanya "Aku akan menambahkan rencananya Tante, ini akan lebih besar mungkin akan sedikit berbeda dari rencana Tante. Tapi ini akan membuat Adnan membenci Ayana selamanya dan tidak akan pernah mencari Ayana. Kalau kita menghancurkan dari Adnan yang ada Adnan akan kembali mengejar Ayana, maka kita harus membuat rencana yang baru. Rencana Tante memang bagus yang waktu itu tapi aku akan mengganti sedikit demi sedikit agar Adnan yang mengusir Ayana sendiri dan membuangnya"


"Bagus ide yang bagus, tante akan ikuti permainanmu namun jika gagal maka rencana tante harus segera dilaksanakan. Tante tidak mau lama-lama melihat Adnan dan juga Ayana berhubungan bisa-bisa kalau Ayana hamil akan lebih sulit"


"Baik Tante aku akan pulang dulu untuk menyiapkan segalanya, agar nanti tinggal kita laksanakan rencananya"


"Baiklah hati-hati di jalan pokoknya kamu jangan pernah takut tante akan terus ada di samping kamu, tante akan terus mendukung kamu, tante tidak akan pernah membiarkan Adnan untuk bersama Ayana"


"Iya Tante aku percaya sama Tante"


Fira memeluk Mamah Linda dan langsung saja pergi setelah apa yang Fira mau tercapai. Lihat saja Fira akan membuat Ayana di campakan oleh Adnan. Ayana akan hancur olehnya.


...----------------...


"Fabian sebenarnya Ayana ke mana. Kenapa dia tidak masuk ke kantor lagi"


Fabian yang melihat Lili yang begitu khawatir langsung membawanya duduk "Sudah tenang dulu aku juga tidak tahu ke mana Ayana. Aku sudah mencarinya bahkan aku sudah datang ke rumahnya, orang tuanya juga tidak tahu Ayana ke mana. Aku juga sedang menyuruh seseorang untuk mencari Ayana"


"Tapi apakah kamu berpikir tidak Pak Adnan juga tidak ada, apa mereka pergi bersama apa mereka liburan mungkin "


"Tapi kalau Ayana melakukan itu pasti dia berbicara padamu kan Li, kalian itu sangat dekat dan saling terbuka sedangkan aku dengan Ayana tidak. Ayana tidak mau menceritakan hal apapun padaku"


"Iya aku tahu, tapi ya takutnya Ayana tuh pergi sama pacarnya soalnya Pak Adnan juga beberapa hari udah ga ada kan saat Ayana menghilang Pak Adnan juga menghilang kan"


"Iya masuk akal juga sih, tapi tetep aja aku akan tetap cari Ayana. Aku tidak akan membiarkan Ayana pergi begitu saja tanpa kabar seperti ini. Ibunya saja saat aku datang terus memberondong ku dengan pertanyaan tentang di mana Ayana"


"Semoga saja Ayana baik-baik saja ya, semoga saja dia tidak kenapa-napa"


"Ya aku juga selalu berdoa seperti itu"

__ADS_1


Fabian dan Lili malah saling diam sekarang, Fabian terus saja mengecek ponselnya takut-takut orang yang Fabian suruh untuk melacak Ayana sudah menemukannya.


Tapi masih belum ada kabar. Fabian begitu khawatir dengan keadaan Ayana. Ayana tidak pernah menghilang seperti ini. Kalaupun dia pergi pasti Ayana akan memberi kabar kan, setidaknya salam perpisahan tapi ini tidak ada Ayana seperti menghilang ditelan bumi.


__ADS_2