Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 172


__ADS_3

Akhirnya Ayana dan juga Adnan sudah memutuskan kalau anak-anak mereka akan sekolah di sana dan seragam akan dikirimkan oleh pihak sekolah nanti. Anak-anak juga sudah suka dengan sekolah itu dan mereka benar-benar ingin disana. Ayana lega kalau anak-anaknya suka berarti pilihannya tidak salah kan.


Ayana menyimpan kopi di hadapan suaminya, mereka sekarang ada di ruangan Adnan sedangkan anak-anak sedang bermain di luar bersama bibi Rara. Tadinya Ayana mau menemani mereka, tapi Adnan malah ingin ditemani olehnya dan menariknya langsung keruangan kerjanya.


"Aku ingin bertanya sesuatu sama kamu Adnan"


"Iya kenapa sayang "jawab Adnan masih fokus menatap laptopnya.


"Mama kamu sebenarnya ke mana dan kenapa dia tidak ada di sini "sudah lama Ayana ingin menanyakan hal ini.


Adnan langsung berhenti bekerja dia menatap Ayana "Untuk apa kamu tanya Mama, aku tak salah dengarkan sayang "


"Iya biasanya kan Mama ada di rumah, kenapa saat aku datang kemari Mama ga ada "


"Mama udah diusir sama nenek, aku nggak bisa lakuin apa-apa. Nenek lebih berhak untuk memutuskan segalanya "


Ayana cukup kaget mendengar hal itu, apakah Adnan sebelumnya sudah berbicara tentang hal ini padanya tapi sepertinya belum.


"Di usir ? "


"Iya diusir, Mama diusir sama nenek dan awalnya emang mama luntang-lantung kesana kemari, memang aku juga sangat marah dengan apa yang Mama lakukan sama kamu, tapi lambat laut aku terus kepikiran sama mama akhirnya aku beliin rumah dan pisahkan Mama saja"


"Boleh aku ketemu sama mama kamu Adnan "


"Kamu yakin "tanya Adnan dengan muka yang sangat serius sekali. Adnan tak percaya saja kalau Ayana benar-benar mau bertemu dengan Mamanya itu.


"Iya aku yakin pengen ketemu sama mama kamu, apa aku boleh ketemu sama dia"


"Kamu nggak akan nyesel kan ketemu sama Mama aku, emangnya kamu nggak sakit hati dengan kata-kata Mama aku, terus perlakuan yang pernah Mama aku lakuin sama kamu apa kamu nggak takut hal itu akan terulang lagi. Apakah kamu tidak dendam dengan Mama aku "

__ADS_1


"Manusia kan bisa berubah"


"Iya tapi kan Mama aku pernah lakuin hal yang begitu fatal sama kamu, sampai-sampai kita harus berpisah"


"Mau bagaimanapun dia adalah orang tua kamu Adnan. Aku ingin ketemu dengan mama kamu, aku ingin bicara dengannya juga"


"Baiklah nanti kita akan bertemu"


Adnan masih menatap wajah istrinya, tidak percaya saja setelah apa yang Mamanya lakukan Ayana masih mau bertemu.


"Kenapa kamu tiba-tiba menatapmu seperti itu"


"Hanya tidak habis pikir saja, kamu ingin bertemu dengan Mamaku orang yang telah menghancurkan hidup kamu"


Ayana membuang pandangannya "Ya mungkin apa yang Mama kamu lakukan itu emang jahat banget sama aku, tapi lebih jahat lagi ibuku sendiri dia menyiksaku, mempermalukan aku dan banyak lagi yang dia lakukan. Bahkan Ibuku sempat akan menjual ku "


Adnan langsung bangkit dan memeluk istrinya dari belakang, Adnan tahu kesakitan apa saja yang dirasakan oleh istrinya ini "Apakah kamu akan menghukum mamaku ?"


Adnan makin mempererat pelukannya. Adnan tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.


...----------------...


Melisa dan juga Melinda menatap anak kecil yang ada di hadapannya. Mereka hanya diam saja tak mau memulainya terlebih dahulu.


"Melisa Melinda, aku ingin minta maaf pada kalian berdua atas apa yang aku lakukan pada kalian "


Melisa dan Melinda langsung bertatapan, lalu kembali menatap anak kecil yang ada di hadapan mereka lagi.


"Aku ingin minta maaf pada kalian berdua. Maaf aku dulu pernah kasar pada kalian dan berbicara tidak enak juga, apalagi dengan kamu Melisa aku pernah merusak boneka Barbie mu aku minta maaf ya, aku akan menggantinya nanti "

__ADS_1


Melisa dan juga Melinda segera mendekati anak itu "Baiklah kami akan memaafkanmu, tapi jangan pernah ulangi hal itu lagi kamu itu sudah sangat keterlaluan Kamila"


Kamila langsung mengangkat kepalanya saat mendengar Melisa berbicara. Kamila langsung menganggukkan kepalanya dengan semangat ternyata tidak buruk juga meminta maaf.


"Maukah kalian menjadi temanku, aku ingin berteman dengan kalian berdua pasti akan sangat menyenangkan sekali "


"Tentu saja asal kamu tidak nakal seperti dulu sangat menyebalkan "jawabnya Melisa.


"Baiklah aku tidak akan seperti itu lagi, aku senang sekali mendengar hal ini dari kamu. Maaf ya, apakah aku boleh bergabung main sekarang dengan kalian aku datang kemari dengan ayah, tapi tadi ayah sedang menelpon dulu dengan seseorang makanya saat aku tadi melihat kalian berdua bermain di sini aku ingin minta maaf pada kalian atas apa yang aku lakukan waktu itu"


"Baguslah, kamu memang harus menjadi anak baik tidak boleh seperti itu, mungkin aku masih bisa memaafkan kamu Kamila tapi tidak tahu kalau kamu melakukan hal ini pada orang lain"


"Iya aku tahu, kalian berdua itu sangat baik sekali"


Kamila langsung memeluk Melisa dan juga Melinda. Kamila senang sekali mendengar kata-kata dari Melisa. Kamila kira Melisa itu akan sangat jutek sekali, karena waktu itu Melisa juga pernah mendorongnya kan.


Setelah mereka melepaskan pelukannya, mereka bertiga langsung berlarian untuk bermain. Rara yang memang melihat kejadian tadi hanya bisa tersenyum saja semoga saja hal ini akan terus terjadi sampai mereka dewasa. Rara yakin Kamila tidak mungkin sedang berbohong.


"Bi kamu melihat Kamila"


Bibi Rara langsung menatap ke arah Pak Rio "Nona Kamila bermain dengan Nona Melisa dan nona Melisa Pak "


"Mereka bertiga bermain "


"Iya Pak mereka bermain, sepertinya mereka sudah saling memaafkan. Namanya juga anak kecil Pak mereka tidak akan mungkin memendam sebuah kebencian, mereka pasti akan menjadi teman baik nanti "


Rio senang akhirnya Kamila bisa melakukan itu juga. Memang sebenarnya sih tadi Rio mengajak Kamila untuk pergi ke rumah Adnan untuk mendekatkan Kamila bersama Melisa dan juga Melinda, dan ternyata mereka sekarang sudah dekat Rio tenang tidak akan ada pertengkaran lagi diantara mereka bertiga.


Satu lagi Rio juga ingin menemui Adnan, karena saat Adnan menikah Rio tak datang, Rio dan Kamila sedang ada diluar kota karena Rio ada sebuah pekerjaan.

__ADS_1


Semoga saja mereka bisa menjadi teman, Rio akan terus menasehati Kamila dan Rio tidak akan membuat Kamila menjadi seperti ibunya, Rio ingin Kamila menjadi anak yang baik penurut dan tidak pembangkang seperti Fira.


Ya meskipun waktu itu Rio mendengar kalau Fira akan berubah. Tapi tetap saja Rio akan terus membimbing Kamila menjadi anak yang baik. Ya intinya sifatnya tidak seperti Fira.


__ADS_2