Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 16


__ADS_3

Sedangkan Adnan sendiri yang baru saja pulang dikagetkan dengan pelukan erat yang Fira lakukan. Dengan kasar Adnan melepaskan pelukan itu.


"Aku sudah memperingatkan mu Fira jangan pernah dekat denganku dan peluk aku. Aku tidak sudi "


"Kenapa kamu ini akan menjadi suamiku lantas kenapa aku tak boleh memeluk mu, aku bebas mau melakukan apa pada tubuhmu karena tubuh ini adalah milikku "


"Hah coba katakan sekali lagi, dasar perempuan gila "


Adnan melangkah kakinya kembali dan naik kelantai 2, Fira masih mengikuti langkah Adnan, sampai didepan pintu kamarnya nama Adnan dipanggil Mamahnya.


"Ada apa Mah "


"Mamah mau bicara "


"Silahkan bicara saja "


"Ayo ikut dulu Mamah "


Adnan mau tidak mau mengikuti langkah Mamanya. Sebenarnya Adnan ingin menghindari Fira tapi mau bagaimana lagi Mamanya mau bicara.


Adnan duduk berhadapan dengan Mamahnya "Kamu harus menikah dengan Fira "


"Apa, Mama ini kenapa tiba-tiba aku harus menikah dengan Fira "


"Kamu tahu sendiri kan dulu yang membantu perusahaan kita itu adalah Ayahnya Fira dan Ayah kamu mau kamu membalas semuanya, bahkan Ayah kamu menitipkan surat untuk kamu. Tapi Mama belum memberikannya karena Mama ingin kamu dekat lebih dulu dengan Fira "


"Kenapa ga bilang dari awal kenapa saat Adnan punya pacar Mama baru bilang. Apa karena Mama ga suka sama Ayana makanya lakuin ini"

__ADS_1


"Ini ga ada sangkut pautnya sama Ayana. Mama buka-buka berkas Ayah kamu dan Mama baru ingat kalau ada surat yang Ayah kamu tinggalkan untuk kamu dan ini suratnya"


Adnan mengambil surat itu, Adnan membukannya dan isi didalam sana adalah Adnan harus menikahi Fira untuk balas budi. Apakah benar Ayahnya yang menulis itu. Masa hanya karena balas budi saja Adnan harus menikah dengan Fira tidak masuk akal sekali kan.


Adnan tidak mau membaca ke bawahnya lagi sudah cukup untuk Adnan mengetahui apa inti dari surat itu " Mama yakin Ayah yang minta kayak gini. Kalau Ayah bener minta ini mungkin dari awal dia akan bilang sama Adnan, kenapa baru sekarang coba "


"Yakin untuk apa Mama berbohong. Kapan sih Mama berbohong sama kamu Adnan. Emangnya ada gunanya Mamah berbohong sama kamu. Satu minggu lagi kamu bertunangan dengan Fira Ayahnya sudah kemari dan menentukan tanggal. Mama tidak bisa menolak Mama harus bagaimana, Mamah pusing sekali "


Adnan mengusap wajahnya "Mama ini kenapa sih ga bilang dulu sama Adnan, biar Adnan bicara sama Ayahnya Fira"


"Jangan, kamu pengen keluarga kita hancur kamu pengen keluarga kita di ambang kebangkrutan lagi. Sekarang kamu pilih aja kamu pilih keluarga atau perempuan itu, belum lagi tante-tante kamu pasti mereka akan protes. Udahlah apa salahnya menikah sama Fira dia juga sama cantiknya, dia bahkan lebih segalanya dari Ayana"


"Bukan masalah cantiknya Mah, hati itu ga bisa dipaksa perasaan itu ga bisa dipaksain "


"Mama juga dulu sama ga pernah suka sama Ayah kamu. Mama juga dulu dijodohin tapi lama kelamaan Mamah cinta sama Ayah kamu. Mama bertahan sama Ayah kamu sekarang kamu ada kan. Tolong turuti permintaan Mama yang satu ini, kalau bukan kamu Mamah harus sama siapa lagi "


Adnan membalikan badannya, tapi Mamahnya malah bersujud di kaki Adnan. Adnan yang tidak sukai itu berjongkok dan akan membangunkan Mamanya, tapi Mamanya tidak mau masih saja seperti itu "Mama tidak akan pernah bangun sebelum kamu menyetujui semuanya, sebelum kamu mau bertunangan dengan Fira bantu Mamah Adnan jangan seperti itu "


"Mamah ini, kenapa harus seperti ini. Kenapa Mah "


"Ini demi wasiat terakhir Ayah kamu, emangnya kamu ga mau ikutin apa yang Ayah kamu mau. Tolong Adnan kali ini saja, kali ini saja Mama tidak pernah meminta yang aneh-aneh kan sama kamu "


"Baiklah, aku akan terima dan nanti aku akan menikahi Ayana juga. Jadi jangan pernah marah jika nanti aku mempunyai istri dua dan hanya mencintai satu di antara mereka, aku hanya akan mencintai Ayana saja "


Adnan membantu Mamahnya bangun dan keluar dari ruangan itu. Sedangkan Fira masih ada disana menguping.


Fira langsung tersenyum melihat Adnan, tapi Adnan sendiri malah membuang muka dan pergi begitu saja masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


"Tante gimana, semuanya aman "tanya Fira dengan semangat sambil menutup pintu.


"Aman, kamu akan bertunangan minggu depan dan kalian akan menikah secepatnya"


"Lalu bagaimana dengan Ayana. Apakah Adnan akan melepaskannya kan, aku tidak mau kalau sampai di pernikahanku ada orang ketiga aku tidak mau itu Tante"


"Tenang saja masalah Ayana itu gampang. Mama punya ide dan kita harus bicara secepatnya. Itu akan menguntungkan kamu dan akan membuat Ayana pergi dari samping Adnan tanpa kita harus mengusirnya. Tanpa Adnan harus mengejarnya lagi"


"Tapi Tante benar kan semua itu akan terjadi, tidak akan gagal kan rencana itu. Aku tidak mau kalau harus gagal dan mencari cara lain"


"Tante yakin itu tidak akan pernah gagal, tante menjamin semuanya. Itu tidak akan pernah gagal dan semuanya akan berhasil"


"Baiklah sekarang kita bicarakan tentang rencana Tante itu. Aku sudah tidak sabar untuk menanti kehancuran Ayana"


"Tentu tante juga ingin melihat dia hancur "


Mereka berdua duduk berhadapan, lalu membicarakan tentang rencana itu. Fira tersenyum senang saat mendengar semua rencana yang di beberkan oleh tante Linda. Itu sangat bagus rencana yang sangat bagus sekali. Fira yakin semua itu akan terjadi.


"Baiklah aku setuju dengan rencana tante yang satu itu, tante pintar juga. Kita akan segera melaksanakannya kan Tante"


"Tentu saja setelah nanti bertunangan kamu harus segera menikah dengan Adnan. Mungkin satu bulan setelah bertunangan atau dua minggu setelah bertunangan, kalian langsung nikah saja tidak usah terlalu lama-lama menunggu waktunya"


"Baiklah aku setuju Tante aku sangat setuju sekali"


Mereka berdua berpelukan sedangkan Fira dalam pelukan itu tersenyum rencananya berhasil. Rencana untuk mendapatkan Adnan dan harta dari Adnan juga akan berhasil. Akan Fira kuras habis harta mereka. Setelah nanti Adnan kehabisan uangnya Fira akan meninggalkan Adnan.


Fira juga tidak terlalu mencintai Adnan, Fira juga tidak terlalu menyukai pernikahan. Fira hanya ingin uang Adnan, perusahaan properti dan yang lainnya. Fira hanya ingin menguasai semua harta yang dipunya oleh Adnan itu saja sih sebenarnya.

__ADS_1


Tante Linda adalah orang yang tepat untuk melancarkan aksinya. Tante Linda itu mudah untuk dikelabui dan untuk diajak kerjasama, apalagi tante Linda tidak suka Ayana jadi makin gampang saja rencananya ini.


__ADS_2