Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 55


__ADS_3

"Jangan suapi dia biar saja dia makam sendiri, jangan kalian memanjakannya. Tak pantas nenek tua ini dimanjakan seperti itu" ucap Fira


Fira mengambil piring yang ada di tangan pelayan, lalu menyimpannya di pangkuan Ibu mertuanya itu "Biarkan dia makan sendiri. Bukannya dia lagi belajar kan maka sekarang biarkan dia belajar makan sendiri, jangan terlalu memanjakannya dia bukan anak kecil dia itu sudah tua nenek-nenek sudah seharusnya tidak dimanjakan "


Mama Linda malah menatap Fira saja lalu dia berkata "Ka mu ja hat"


"Kalau mau bicara itu yang bener dulu, kalau emang belum bisa bicara ga usah ngomong deh ah. Makan sama sendiri, jangan bikin orang repot. Pelayan di sini itu dibayar bukan buat melayani kamu enak aja"


Mama Linda menggerakkan tangannya mencoba mengambil sendok itu, tapi tangannya malah bergetar. Memang waktu saat belajar berjalan hanya sedikit-sedikit saja tapi kalau untuk mengambil barang seperti ini sangat sulit sekali. Rasanya berat sekali tangannya ini.


Fira yang melihat itu malah tertawa melihat ibu mertuanya yang tidak bisa melakukan apa-apa, "Memang kamu ini tidak berguna dari dulu sangat-sangat tidak berguna, aduh kenapa aku bisa memiliki ibu mertua seperti ini. Kalau bukan karena anak kamu aku tak akan pernah mau memiliki ibu mertua seperti kamu ini "


"Jangan ada yang siapin dia, biarkan dia bergerak sendiri dia mau belajar kan kalau mau ke kamar mandi juga biarkan saja, biar dia melakukannya sendiri jangan ada yang membantunya. Awas saja kalau aku melihat ada yang membantunya maka akan aku pecat meskipun nanti kalian akan berbicara pada Adnan aku tidak peduli" Fira mengancam orang-orang yang ada disini.


Fira masih diam di sana, menatap perjuangan ibu mertuanya, cukup bagus juga perkembangannya ini. Fira ingin sekali mencelakainya sekali lagi, tapi haru sampai dikubur agar rahasia sekali terjaga"Bu maaf ini ada surat untuk ibu"


Fira mengambil surat itu, surat dari pengadilan saat dibuka isinya adalah surat perceraian. Apa-apaan ini, kenapa ada surat seperti ini.


Fira menelan ludahnya dengan susah payah, Adnan menceraikannya tidak, ini tidak boleh terjadi Adnan tidak boleh menceraikannya. Fira langsung menyobek-nyobekkan kertas itu "Tidak aku tidak akan pernah mau menandatangani surat ini, aku tidak mau Adnan kamu benar-benar membuat aku marah. Aku tidak rela aku tidak mau " jerit Fira dengan keras.


Fira melangkah pergi dari hadapan Ibu mertuanya, dia syok mendapat surat itu kenapa tiba-tiba seperti ini, saat akan pergi Adnan baik-baik saja kan. Bahkan dia tidak bertindak apa-apa lalu ini sekarang apa maksudnya kenapa harus ada surat ini.


Fira menjamak rambutnya, dia menatap pantulan dirinya di cermin. Fira mengambil parfumnya dan melemparkannya ke arah cermin itu, lalu berteriak dengan kencang "Tidak, aku tidak terima aku tidak akan pernah pergi dari rumah ini. Aku tidak terima tiba-tiba diceraikan seperti itu oleh Adnan, tidak aku tidak mau aku tidak mau aku tidak terima. Aku benar-benar tak menerima semua ini"


Fira mengeluarkan ponselnya dengan tangan yang bergetar, dia menghubungi Adnan tapi tidak diangkat "Sialan sialan ke mana dia. Kenapa tidak mengangkat teleponnya, apa Adnan selama ini sudah punya lagi makannya dia ingin melepaskan aku tapi tidak mungkin, tidak mungkin Adnan melakukan ini padaku, Adnan tak mungkin selingkuh dari aku "


Fira menelpon Papinya, lebih baik Fira ceritakan dulu ini semua pada Papinya agar Papinya bisa membantunya. Papihnya akan selalu bisa diandalkan Papihnya pasti akan bisa membujuk Adnan agar tak melakukan hal konyol seperti ini. Sungguh keterlaluan sekali Adnan ini.


"Ada apa Fira malam-malam seperti ini kamu menelpon Papi, tak biasannya kamu menelfon papih. Bukannya kamu masih marah ya sama papi"


"Papih Adnan menceraikan ku, tiba-tiba dia memberikan surat cerai padaku. Aku harus bagaimana Papi aku bingung tiba-tiba saja padahal aku tidak melakukan apa-apa"


"Apa kenapa bisa, kamu melakukan kesalahan apa sampai-sampai Adnan menceraikanmu, rumah tangga kalian sudah terjalin lama masa tiba-tiba Adnan menceraikanmu tanpa alasan. Pasti ada alasannya Adnan melakukan ini Fira tak mungkin dia langsung mengambil keputusan seperti ini "


"Aku tidak tahu, aku tidak tahu kenapa Adnan melakukan ini. Aku benar-benar tidak punya masalah apa-apa dengannya selama ini Rumah tanggaku baik-baik saja. Aku tidak melakukan hal yang fatal bahkan saat Adnan pergi ke luar kota tidak ada yang terjadi, aku tidak bertengkar dengan Adnan tapi tiba-tiba aku malah mendapatkan surat ini papih, tolong aku. Aku tidak tahu apa salahku"


"Baiklah papih akan datang, kapan Adnan pulang dia sedang tak ada dirumahkan. Papih akan langsung menemuinya saja "


"Aku tidak tahu Papih, tolong datang dulu ke sini aku benar-benar syok saat mendapat surat itu. Aku bahkan lemas sekali Papih, kepalaku juga sangat sakit sekali Papih "


"Baiklah Papih akan segera kesana kamu tentang dulu ya, kamu jangan melakukan apa-apa awas saja kalau kamu nekat melukai diri kamu sendiri "


"Baik Papih "


Fira benar-benar takut sekali. Kenapa harus seperti ini, Adnan tidak bicara apa-apa padanya dan langsung bertindak apa masalahnya apa kesalahan sebenarnya. Kalau semua ini berakhir apa yang akan Fira dapat tak ada. Fira tak akan mendapatkan apa-apa.

__ADS_1


Berarti selama ini Fira rugi, Fira mungkin hanya akan membawa anak penyakitan itu saja. Tapi tidak Fira tak akan membawanya tak mau Fira membawanya yang ada dia akan menghabiskan uang Fira saja.


...----------------...


Fabian dan juga Ayana sekarang sedang ada di tepi pantai, anak-anaknya sudah nyenyak tidur bersama boneka-boneka baru mereka. Setelah tadi Fabian menemani mereka tidur juga.


"Bagaimana kalau misalnya Adnan menemukanku Fabian. Aku harus lari ke mana lagi, apakah sepanjang hidupku aku akan terus berlari dari Adnan dan menjauh darinya"


"Kenapa tidak kamu hadapi saja. Aku tahu trauma itu sangat besar tapi kalau kamu terus lari kasihan anak-anak, temui saja dia dan jangan pernah takut kamu tahu kan aku selalu ada di samping kamu aku akan selalu menemani kamu. Hadapi saja dia kamu harus berani. Kamu harus tegas padanya untuk apa dia mencarimu lagi, mau apa lagi yang dia ambil dari kamu "


"Mana bisa, bahkan untuk melihat wajahnya saja aku tidak sanggup. Aku malah akan menangis luka itu terlalu dalam, aku tidak bisa kalau harus langsung berhadapan dengannya dan berbicara padanya. Aku takut Adnan tiba-tiba saja melihat kedua putriku dan langsung mengambilnya, apalagi wajah mereka tidak bisa dibohongi mirip dengan Adnan, mereka sama sekali dengan Ayahnya. Aku takut Adnan mencariku hanya untuk mengambil anak-anakku saja"


Fabian menepuk tangan Ayana "Hak asuh akan tetap ada padamu. Tenang saja aku akan terus memperjuangkan kamu dan juga anakmu Melisa dan juga Melinda tidak akan pernah jatuh ke tangan Adnan sampai kapanpun, mereka akan terus bersamamu mereka tidak akan pernah pergi. Kita jaga mereka berdua sama-sama ya "


"Tapi aku sangat takut sekali Adnan punya segalanya. Dia bisa melakukan apa saja untuk menjatuhkan aku lagi, siapa tahu dia mencariku bukan karena ingin minta maaf bagaimana kalau dia ingin menghancurkan hidupmu lagi. Mungkin dia belum puas untuk menghancurkan ku, kalau sudah aku mati baru dia puas"


"Bisa kita tidak membicarakan itu dulu Ayana. Aku tidak mau terus melihatmu menangis apa kita harus pindah sejauh mungkin agar kamu tenang, aku sudah mengatakan itu kan padamu aku akan siap pergi bersamamu kemanapun itu yang kamu mau. Meskipun kita harus pergi ke ujung dunia pun aku akan terus menemanimu Ayana. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu"


"Tidak di sini sudah aman. Aku yakin dia tidak akan mencariku lagi apalagi dia sudah punya anak dan istri kan pasti akan dihalangi oleh mereka. Aku yakin dia akan memilih anak dan istrinya. Dia akan lebih memperdulikan mereka berdua aku ini di sini bukan siapa-siapanya lagi"


"Iya dia sudah punya anak dan istri, tapi aku tidak menjamin mereka bahagia. Mereka sudah melukaimu bahkan yang kudengar sekarang ibunya sakit"


"Sakit, sakit apa ibunya itu "


"Dari berita-berita yang aku baca sih dia terjatuh dan lumpuh, satu lagi tidak bisa bicara juga mungkin itu karma yang harus dia dapatkan karena telah melukaimu. Aku sih senang ya dia langsung mendapatkan karma di dunia jadi kita bisa langsung melihatnya "


Ayana tidak mengharapkan ibunya Adnan akan meminta maaf padanya, yang Ayan minta hanya jangan pernah mereka mengganggu hidup Ayana lagi. Ayana sekarang sudah nyaman sudah bahagia tanpa ada gangguan lagi dari mereka, biarkan itu menjadi sebuah masa lalu yang akan selalu membekas dalam hatinya ini.


Fabian diam menatap Ayana yang sedang melamun, Fabian tersenyum kecil melihat Ayana yang makin hari makin dewasa dan sekarang tidak terasa kan dia sudah menjadi seorang ibu dari dua anak. Perjalanan hidup Ayana begitu panjang dan banyak sekali tantangannya.


Tapi Fabian salut dengan Ayana, dia bisa menghadapinya, Ayana bisa bangkit dari keterpurukannya. Lalu bisa mengurus kedua anaknya dengan baik, dengan kasih sayang yang penuh. Meskipun dulu Ayana tidak pernah mendapatkan itu dari kedua orang tuanya, tapi Ayana membuktikan kalau dia bisa dan tidak sama dengan kedua orang tuanya.


...----------------...


Adnan yang baru saja pulang ke rumah kerah kemejanya sudah ditarik oleh Fira dan Fira langsung marah-marah di hadapan Adnan. Fira sungguh tak terima dengan apa yang dilakukan Adnan ini "Maksud kamu apa dengan tiba-tiba menceraikan aku. Aku tidak akan pernah mau bercerai dari kamu ya. Aku tidak akan pernah mau pergi dari rumah ini, enak saja kamu tiba-tiba menceraikan aku seperti itu aku tidak sudi pergi dari sini Adnan "


Adnan melepaskan cekalan tangan Fira yang ada di kerah pakaiannya itu "Kenapa, itu adalah keputusanku, aku mau menceraikanmu atau tidak itu ada di tanganku aku sudah tahu semuanya. Aku sudah mengetahui sesuatu yang selama ini kamu terus sembunyikan "


"Apa yang kamu tahu apa yang kamu tahu, kamu tidak tahu apa-apa tentang aku Adnan " di sini Fira masih saja berani pada Adnan. Bahkan dia berani berteriak dan membentak-bentak Adnan dia tidak peduli dengan pelayan dan penjaga yang melihat kelakuannya yang seperti itu.


"Aku sudah tahu kalau selama ini Ayana dijebak oleh mu dan juga oleh Mama kalian ini sangat jahat, melakukan hal itu demi kesenangan kalian berdua. Aku sudah tahu semuanya Fira dan aku bisa menjeblos kamu ke penjara sekarang juga aku punya bukti yang kuat, aku bisa menghancurkan kamu dengan sekejap Fira "


Fira tertawa kecil, sungguh lucu sekali Adnan ini kalau begitu ibunya juga akan terseret-seret kan"Kamu ingin menjebloskan aku ke penjara berarti kamu harus siap juga ibumu yang penyakitan itu masuk penjara juga. Karena di sini bukan aku saja yang melakukannya tapi Ibumu juga rencana itu adalah kemauan ibumu. Dia yang sudah merencanakan ini semua. Dia yang ingin menyingkirkan Ayana bukan aku "


Fira kaget sekali mendengar kalau Adnan tahu tentang semua itu, dari siapa Adnan tahu, siapa yang membongkar ini semua sedangkan ibu mertuanya kan tidak bisa bicara, ada seseorang pasti yang melakukan ini. Dasar mereka itu pengkhianat awas saja Fira akan mencarinya sampai ketemu tak akan Fira lepaskan orang itu.

__ADS_1


"Jangan bertengkar di luar rumah seperti ini malu masuk. Cepat masuk kalian ini seperti anak kecil saja, lihat kalian ditonton oleh orang-orang apakah tidak malu kalian ini masuk masuk "Papi Fira yang baru datang langsung menegur mereka berdua, sungguh memalukan sekali jadi tontonan orang-orang


Adnan tanpa disuruh pun langsung masuk ke dalam rumah, diikuti oleh Fira yang masih tidak terima dengan kelakuan suaminya, sebenarnya Fira masih syok tapi dia harus mempertahankan rumah tangganya, tidak peduli dia pernah jahat pada Ayana dia bukan siapa-siapa lagi Adnan kan, Adnan saja sudah melepaskannya juga.


"Ada masalah apa sebenarnya Adnan sampai-sampai kamu menceraikan anak Papi. Seharusnya kamu datang dulu pada Papi, jelaskan semuanya jangan tiba-tiba kamu melepaskan Fira"ucap papinya Fira langsung pada intinya saja.


"Papih Adnan itu jahat padaku dia jahat, dia bukan suami yang baik Papih. Papi harus menuntutnya "Fira tiba-tiba saja mengatakan hal itu, sungguh tidak tahu malu sekali Fira ini.


"Diam Fira aku hanya ingin berbicara dengan suamimu tidak denganmu. Ada apa Adnan jelaskan pada Papi. Kenapa kamu menceraikan anak Papi ada masalah apa sebenarnya, kalian jangan bercerai seperti ini rumah tangga kalian kan sudah lama juga"


"Ini adalah masalah masa lalu, dia telah membuat perempuan yang aku cintai harus pergi selamanya, harus meninggalkan aku dia sudah melakukan hal yang sangat menjijikan dengan menyuruh orang untuk memperkosa Ayana, melecehkannya bahkan banyak lagi yang dia lakukan. Aku tidak terima akan hal itu aku akan menjebloskan anakmu itu ke penjara dan aku tidak akan pernah memaafkannya, sekarang aku menceraikannya aku mengembalikan anakmu itu padamu dan aku juga akan memberikan hukuman yang sepadan padannya "


"Tidak, aku tidak mau aku tidak mau cerai darimu, aku tidak peduli dengan Ayana, dia itu berhak mendapatkan itu semua, dia itu tidak cocok denganmu, dia itu tidak pantas saat disampingmu dia itu tidak bagus untuk menjadi Nyonya rumah, dia itu orang kampung. Aku yang hanya pantas bersamamu Adnan aku lebih baik dari Ayana, bahkan aku lebih segalanya dari Ayana "


"Diam kamu, kamu sudah membuat papi malu, ingat kamu sudah membuat papi malu tahu "


Papi Fira menatap Adnan lagi "Siapa lagi yang terlibat dalam masalah ini. Ibumu juga terlibat Adnan"


Adnan langsung mengakuinya dia menganggukan kepalanya "Ya ibuku juga terlibat sama dengan anakmu, mereka berdua melakukan hal licik ini untuk menyingkirkan Ayana, aku telah dibohongi sekaligus oleh dua wanita dan bodohnya sekali aku percaya pada mereka berdua"


"Begini saja biarkan aku yang menghukum Fira, aku janji akan menghukumnya jangan masukkan dia ke penjara, aku janji padamu dia tidak akan mengganggumu lagi. Bahkan dia tidak akan pernah muncul lagi di hadapanmu, aku yang akan menjamin semuanya dan jika sampai dia melukaimu lagi ataupun keluargamu, aku tidak akan segan-segan untuk menjebloskannya sendiri ke penjara, untuk kali ini biarkan aku yang menghukumnya dia adalah anakku dia adalah tanggung jawabku"


Adnan menimbang-nimbang itu dulu, ibunya kan masih sakit kalau Fira ditangkap pasti ibunya akan terseret juga kan. Baiklah untuk sekarang mungkin keputusannya lebih baik itu saja dulu. Adnan akan percayakan Fira dihukum oleh Ayahnya.


Kenapa tiba-tiba ada surat perceraian, memang dari beberapa bulan yang lalu Adnan sudah mengurus-ngurus itu semua. Adnan akan melepaskan Fira tidak sudi dia harus mempunyai istri seperti itu, sudah menghancurkan masa depannya. Sudah menghancurkan kebahagian Adnan juga.


"Baiklah aku menyerahkan Fira pada Papi, tapi aku ingin papi benar-benar menghukumnya jangan cuma bicara saja, aku tidak mau sampai dia membuat ulah lagi kalau sampai papi mengingkari janji maka aku sendiri yang akan menghukum Fira, bukan dimasukkan lagi ke penjara aku sendiri yang akan membalaskan semua rasa sakit yang Ayana rasakan"


"Baik kamu hanya perlu percaya padaku saja, aku akan membuat Fira menyesal dan aku juga akan membuat Fira meminta maaf pada Ayana nanti, aku akan mengurus anakku lagi. Aku gagal menjadi seorang ayah, gagal mendidik anakku untuk menjadi perempuan baik-baik dan tidak licik seperti itu untuk Kamila aku ingin hak asuhnya, aku akan membawa Kamila juga. Aku yang akan mengurus Kamila juga, mau bagaimanapun dia adalah cucuku anak satu-satunya dari Fira "


"Tidak bisa Papi, Kamila akan terus ikut denganku. Aku tidak percaya dengan asuhan Fira. Biarkan Kamila bersamaku saja aku menjamin semuanya aku minta hukum Fira seberat-beratnya aku sudah memberitahumu kan bagaimana anakmu itu membuat hidup orang lain hancur. Aku tahu dia melakukannya bersama ibuku kalau saja ibuku tidak seperti ini sudah dari awal aku menjebloskan mereka berdua, aku masih punya hati jadi aku minta kamu menghukum Fira sebelum aku sendiri yang menghukumnya"


Adnan menatap wajah Fira yang sangat pucat sekali. Tak ada rasa bersalah sedikitpun yang ditampilkan oleh Fira. Sepertinya Fira memang tidak merasa bersalah atas apa yang dia lakukan. Sungguh perempuan ini sangat membuatnya marah sekali.


Papinya Fira menganggukan kepalanya. Benar juga lebih baik Kamila diurus oleh Adnan saja, kalau olehnya nanti malah keteteran belum menghukum Fira, belum juga mengurus Kamila yang harus penuh ekstra perhatian.Papih Fira menarik tangan Fira untuk pergi dari rumah ini "Tidak aku tidak mau pergi kemana-mana. Ini rumahku ini hartaku ini punyaku. Aku tidak mau kemana-mana aku tidak mau pergi dari sini. Aku tidak mau bercerai dengan Adnan lepaskan aku, lepaskan "


Tapi Papinya Fira malah terus menarik tangan anaknya itu, bahkan Fira sampai kesakitan karena diseret, saat Fira jatuh papihnya terus saja berjalan dan tidak membiarkan Fira untuk bangkit. Sungguh sangat menyakitkan dan juga sangat memalukan sekali, apalagi banyak yang menatapnya harga dirinya jatuh.


Adnan hanya menatapnya saja. Setelah mereka pergi Adnan menemui Mamanya yang sedang berbaring "Bukan berarti Mama akan lolos dengan apa yang pernah Mama lakukan pada Ayana. Setelah sembuh Mama harus menerima semuanya hukumannya, karena Mama sudah jahat pada Ayana. Apakah mama sebelum melakukan itu tidak berpikir bagaimana kalau misalnya Mama ada di posisi Ayana, diperkosa dilecehkan seperti itu apa Mama terima kalau diperlakukan seperti itu "


"Aku tidak habis pikir saja aku bisa terlahir dari seorang ibu yang tidak punya hati seperti mama ini, yang hanya mementingkan diri sendiri dan egois aku benar-benar tidak percaya mah"


"Maafkan aku jika tiba-tiba aku berubah, ini juga Karena Mama sendiri karena kelakuan Mama sendiri"


Mama Linda menggeleng-gelengkan kepalanya, ingin mendekati anaknya tapi sulit kakinya harus diangkat dulu "Aku akan memaafkan Mama saat Ayana juga memaafkan Mama, jika Ayana ingin melukai Mama maka aku akan mengikutinya, aku sudah terlanjur kecewa dengan sikap Mama yang satu ini. Dari dulu aku selalu mengikuti apa yang Mama mau, tapi saat aku mempunyai keinginan mama malah berbuat licik seperti ini kan, menghancurkan Ayana seperti itu padahal mama sendiri adalah perempuan tapi mama tidak kasihan dengan Ayana miris sekali"

__ADS_1


Adnan menutup pintunya dan pergi ke arah kamar anaknya Kamila. Sekarang hidupnya hanya akan berdua bersama Kamila. Adnan juga membereskan pakaiannya dia akan pergi dari rumah ini Adnan akan meninggalkan Mamanya.


__ADS_2