Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 211


__ADS_3

Ayana dan juga keluarga sekarang menuju jalan pulang. Ayana melihat kedua putrinya yang begitu senang karena temannya sudah dibantu oleh mereka. Adnan yang juga melihat tingkah anak-anaknya itu langsung melihat ke arah belakang sebentar karena Adnan sendiri yang sedang menyetir.


"Sepertinya kalian sangat senang sekali ya "


Melisa dan juga Melinda yang sedang mengobrol langsung menatap ke arah ayahnya "Tentu saja kami senang akhirnya kami bisa membantu teman kami ayah, terima kasih ya karena kamu sudah mengabulkan permintaan kami berdua, kami senang Ayu bisa tersenyum lebar seperti tadi sebelum-sebelumnya Ayu selalu saja murung kasihan dia ayah " jawab Melisa dengan lantang


Adnan tersenyum suka dengan sikap anaknya yang seperti ini, peduli pada sesama "Sama-sama anak-anak ayah. Ayah ingin kalian terus seperti ini ya, jangan pernah berubah kalian harus selalu membantu siapapun itu ya "


Melisa dan juga Melinda langsung menganggukan kepalanya. Mereka senang kalau ayahnya mendukung seperti ini.


...----------------...


Adnan melihat kedua orang tua Ayana yang masih ada di kandang buaya mereka masih hidup, tidak Adnan apa-apa kan mereka juga Adnan kasih makan. Adnan tidak melepaskan mereka begitu saja tapi ya penampilan mereka sungguh sangat berantakan sekali.

__ADS_1


Adnan ingin tahu mereka akan bertahan sampai kapan, Adnan begitu marah dengan mereka. Mereka benar-benar tak tahu diri, mereka semena-mena, Ayana itu sudah mereka sakiti, tapi mereka masih saja berani menemui Ayana dan meminta ini itu dan juga ingin tinggal dirumahnya.


"Adnan lepaskan kami, apa kamu tidak kasihan dengan aku. Aku ini orang tua Ayana, aku ini adalah mertuamu seharusnya kamu memperlakukan aku dengan baik, bukannya membiarkan kami di kandang buaya duduk berhari-hari seperti ini, ini sangat pegal aku tidak kuat Adnan tolong, aku tak suka tempat ini bau sekali kamu tak kasian dengan kami hah "


Adnan tersenyum miring "Bukannya ini yang kalian mau, bukannya kalian mau tinggal di rumahku ini sudah aku kabulkan kalian sudah tinggal di rumahku kan, kalian sudah ada di lingkungan rumahku lalu apa lagi, kalian sudah enak disini dikasih makan oleh ku, jadi kalian tak usah bekerja atau melakukan sesuatu yang melelahkan, bahkan kalian juga tak usah membayar sewa rumah "


Ibunya Ayana menatap Adnan dengan tatapan yang memohon agar dia dilepaskan saja, tidak ada di sini lagi karena memang tempat ini sangat menakutkan setiap harinya dirinya selalu ketakutan buaya-buaya di sini sangat ganas.


Apalagi saat diberi makan, dirinya melihat bagaimana mereka memakan makanannya itu dengan sangat lahap dan juga mengerikan kalau misalnya tubuhnya dicabik-cabik seperti itu, bagaimana rasanya tak bisa kalau dibayangkan.


Adnan malah tertawa dengan keras, benar-benar mereka ini tidak tahu malu seharusnya mereka ingin dikeluarkan dari sini, malah berkata seperti itu berarti otomatis orang tuanya Ayana masih berpikir kalau Adnan masih ingin menampungnya kan, ingin membiarkan mereka masuk ke dalam rumahnya.


Adnan tidak akan pernah melakukan itu, kalau memang orang tuanya Ayana baik mungkin Adnan tidak akan memperlakukan mereka seperti ini, Adnan juga akan memberikan mereka tempat yang layak tapi kelakuan mereka ini sungguh-sungguh di luar batas apalagi dulu saat pada Ayana mereka banyak menyiksa Ayana dengan seenak hati.

__ADS_1


Ketika Ayana dengannya lagi, mereka datang untuk bisa tinggal enak. Apakah itu adil, tentu saja tidak yang ada kalau mereka tinggal di rumahnya di sini Ayana akan tersiksa,nanak-anaknya juga pasti akan selalu mereka marahi atau mungkin diperlakukan seperti mereka memperlakukan Ayana. Adnan tidak akan pernah rela keluarganya diperlakukan seperti itu.


"Lebih baik kalian tidur lalu bermimpi lah. Aku tidak akan pernah mungkin membiarkan kalian untuk tinggal di dalam rumahku, kamu tahu seharusnya kamu malu sebagai seorang ibu memperlakukan anaknya seperti itu. ibu mana yang memperlakukan anak seperti itu tidak ada, kamu ini benar-benar ibu yang gagal seharusnya kamu bisa menyayangi anakmu dengan setulus hati meskipun kesalahannya sebesar apapun itu"


Ibunya Ayana langsung menangis, dia tidak bisa membujuk kembali Adnan. Kenapa Adnan sangat sulit untuk dibujuk. Kenapa dia begitu keras dia sudah menangis setiap hari sudah memohon-mohon tapi sepertinya percuma saja karena semua itu tidak akan pernah dikabulkan.


"Jadi lebih baik kalian nikmati saja di sini yang penting masih tinggal di rumahku kan di lingkungan rumahku, tidak ada yang salah aku sudah membawa kalian di sini jika kalian ingin pergi aku bisa meloloskan kalian pergi tapi asal jangan pernah gangguan lagi Ayana, jangan pernah meminta apapun pada Ayana lagi bagaimana setuju tidak "


Ibunya Ayana itu berpikir keras, sedangkan Ayah tirinya Ayana langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat dia setuju dengan apa yang Adnan katakan "Ya aku mau, aku ingin keluar aku tidak akan pernah mengganggu Ayana lagi, aku tidak akan pernah datang lagi kemari aku tidak akan mengganggu hidupmu lagi aku janji itu "


Tapi berbeda dengan ibunya Ayana dia tidak mau pergi dari sini, ya meskipun tinggal di tempat seperti ini maksudnya dia ingin Adnan melepaskannya tapi tinggal di rumah besarnya itu.


Dirinya tidak mau kalau sampai dikeluarkan. Tapi tetap saja kehidupannya itu susah tidak punya apa-apa harus mencari uang ke sana kemari, kalau misalnya hidup bersama Ayana di sini kan enak semua sudah tercukupi apapun, bahkan bisa menyuruh orang sana-sini itu akan sangat menyenangkan hidupnya akan sangat bahagia pasti dirinya sudah menjamin itu.

__ADS_1


"Apa Bu, aku tidak mau tinggal disini lagi, aku sudah cukup menderita. Aku ingin lepas aku lebih baik hidup sengsara daripada harus hidup di sini makan enak iya, tapi apakah kita layak ditempatkan di kandang buaya seperti ini. Aku tidak mau aku ingin pergi saja Adnan lepaskan aku. Aku ingin pergi dari sini aku janji tidak akan mengganggu keluargamu lagi, aku juga tidak akan melaporkan pada siapapun asal aku dilepaskan dari sini aku tidak kuat"


Sekarang tatapan Adnan teralih pada ibunya Ayana, ibunya Ayana tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya diam menundukkan kepalanya sepertinya memang ibunya Ayana ini betah ada didalam sini, Adnan jadi makin kesal saja Adnan hanya ingin mereka tak menganggu istrinya lagi.


__ADS_2