Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 206


__ADS_3

Benar saja ibunya Alifah sudah datang lagi dengan marah-marah, bahkan sekarang Adnan juga sudah datang bersama istrinya sekarang Ibunya Alifah membawa suaminya juga. Dia tak datang sendirian.


Karena dia tahu lawan yang akan dirinya lawan ini pasti datang dengan suaminya. Maka dirinya juga harus membawa suaminya agar ada yang membelanya juga.


Ayahnya Alifah tentu kaget saat melihat Adnan yang datang dia langsung membungkuk hormat pada Adnan, kenapa malah bosnya yang ada disini "Pak Adnan ada disini juga "


"Iya kenapa anakku ada masalah dan kamu juga ada di sini, karena anak kamu kan yang bermasalah dengan anakku, ada apa sebenarnya dengan anak mu itu, kenapa dia membuat masalah terus "


Ayahnya Alifah yang tidak tahu menatap istrinya, tapi istrinya masih saja angkuh dan melipat tangannya sambil menatap Ayana dengan tetapan yang begitu benci dan jijik, belum lagi menatap anak-anak juga dengan tatapan yang sombong.


"Ayah inilah yang bermasalah terus dengan anak kita, ini nih dua anak kembar ini selalu saja mengganggu anak kita, kamu harus memberi pelajaran pada mereka lihat anak kita Alifah sampai menangis seperti ini apalagi sih sebenarnya yang mereka lakukan, aku yakin mereka sudah melukai anak kita, makannya Alifa menangis seperti ini, dasar anak-anak tidak tahu diri mereka ini "


"Ayah harus tegas mulai sekarang, jangan sampai Alifa kita kesayangan kita ini terus menangis dan dipermainkan oleh mereka, bisa-bisa dia malah akan terus bertambah kecil gara-gara mereka ini, mereka berdua ini anak baru tapi seenaknya saja pada anak kita, lihat orang tuanya juga sepertinya mendidik anaknya ini dengan tidak benar makanya anaknya ini menyebalkan dan membuat ulah terus "


"Tidak usah membawa-bawa tentang bagaimana aku mendidik anakku. Memangnya kamu sudah benar mendidik anakmu, jelas-jelas sudah terlihat kalau kamu itu tak benar mendidiknya"sekarang malah jadi Ayana yang tersulut emosi karena terus saja diungkit tentang bagaimana dia mendidik anaknya.


Ayahnya Alifah langsung menarik tangan istrinya itu "Sudah lah ini masalah kecil sudah ini hanya masalah anak-anak saja, jangan dibesar-besarkan seperti itu, Alifa juga selalu membuat ulah kan sudah "


Ayahnya Alifah langsung menatap ke arah Adnan "Pak sekali lagi saya minta maaf atas kelakuan anak saya, saya akan lebih memantau dia lagi, saya akan lebih memperhatikannya lagi, sekali lagi saya minta maaf Pak "


"Ya jangan selalu menyalahkan orang lain, anakmu ini sudah tidak benar. Kamu harusnya lebih mendidiknya lebih benar lagi, jangan biarkan mental anak kamu ini hancur karena keangkuhannya, karena terus dibela jelas-jelas dia itu sudah salah tahu "


"Heh kamu kenapa mengatakan hal seperti itu pada suamiku, mau kamu dikeluarkan dari tempat kerja kamu, mau kamu disingkirkan oleh suamiku, jangan macam-macam dengan suamiku ini ya dia itu punya segalanya. Dia bisa melakukan apa-apa saja, jangan macam-macam dengan keluarga kami "

__ADS_1


Adnan berdehem "Begitukah aku bisa keluar dari perusahaanku sendiri kalau aku berurusan dengan suamimu, rasanya aku ingin tertawa, kamu ini lucu sekali "


"Tentu saja suamiku ini punya jabatan yang tinggi dan dia bisa berbicara pada bosnya untuk mengeluarkan anak-anakmu ini dan juga mengeluarkan kamu dari perusahaanmu itu, kamu itu jangan terlalu sombong. Aku tahu kamu itu bukan siapa-siapa, kamu itu tak lebih dari seorang pegawai saja, kamu itu dibawah suamiku, tak ada yang bisa menandingi suamiku ini"


"Sudah Mah, kamu ini kenapa sih aku sudah bilang kan jangan berurusan dengan Pak Adnan, dia inilah atasanku kamu jangan buat aku dipecat dan malu juga, kenapa sih kamu ini terus saja bicara"bisik suaminya dengan geram, istrinya ini kenapa tak bisa diberitahu.


Mamanya Alifah tentu saja langsung menatap suaminya, dia lalu menatap lagi Adnan tidak, tidak mungkin ini adalah bos suaminya enak saja suaminya harus bekerja di perusahaan laki-laki ini tidak mungkin, pasti suaminya itu keliru kan, suaminya ini pasti salah besar tak mungkin suaminya bekerja dengan laki-laki yang ada dihadapannya.


"Kamu tuh jangan macam-macam deh, ayah jangan membuat aku jadi malu. Aku tidak percaya kalau kamu bekerja di tempat orang ini. Aku mau kamu bela aku dan juga anakmu ini, jangan buat aku jatuh harga dirinya dihadapan mereka"bisiknya pada suaminya, tetap tak ingin mengakui segalanya. Benar-benar ya.


Suaminya itu malah menundukkan kepalanya "Sekali lagi saya minta maaf Pak Adnan, saya akan mendidik istri saya dan juga anak saya dengan lebih baik lagi, saya mohon jangan keluarkan saya dari perusahaan. Saya minta maaf atas semua kesalahan yang anak dan istri saya lakukan, saya sungguh menyesal dengan apa yang mereka lakukan ini "


"Ayah kenapa kamu melakukan itu, tidak mungkin dia bosmu kamu jangan macam-macam ya di depanku. Jangan buat aku ini malu dengan semua orang yang ada disini "


Ayahnya Alifah sudah berkeringat dingin, dia benar-benar takut, kalau pekerjaannya akan hilang ya memang yang ada di hadapannya ini adalah istri keduanya, dan tanpa diketahui istri pertamanya dia menikah dengan bersembunyi, dan mempunyai anak Alifah lah anaknya.


"Baiklah Pak saya akan berbicara dulu dengan istri saya, mohon maaf Pak sekali lagi saya akan jamin kalau istri saya ini akan minta maaf pada bapak dan Alifah tidak akan pernah mengganggu lagi anak bapak, saya akan menjamin semuanya "


Ayahnya Alifah itu langsung menarik tangan istrinya menjauh, di sana juga masih terdengar cekcok. Alifah sendiri menatap Adnan dia menundukkan kepalanya karena melihat tatapan dari ayah kedua anak kembar itu sangat menakutkan sekali tatapannya ini.


"Kamu jangan macam-macam dia itu adalah atasanku, kamu jadi selama ini berurusan dengan mereka, kenapa kamu waktu itu nggak bicara siapa nama orang yang berurusan dengan kamu, kalau tahu kamu berurusan dengan Pak Adnan aku tidak akan pernah datang kemari dia itu adalah atasanku, jangan buat masalah dengan dia kamu mau aku dikeluarkan dari tempat kerjaku dan kamu juga mau kalau misalnya istriku tahu tentang pernikahan kita ini, jangan membuat masalah"


"Kamu jangan buat aku takut ya, mana mungkin dia bosm Lihatlah penampilan istrinya saja sederhana anak-anaknya saja biasa-biasa saja tidak mungkin lah dia adalah atasanmu. Aku tidak percaya dengan ucapan kamu itu "

__ADS_1


"Pakaiannya sederhana kamu tidak lihat istrinya itu memakai merek pakaian apa, kamu saja yang tidak tahu, dia benar-benar adalah atasanku ini lihat"


Sambil memperlihatkan foto Adnan, Ayana dan juga kedua putrinya di depan kantornya, memang Adnan sengaja menyimpan foto keluarganya di lobby memang tidak terlalu besar hanya untuk orang tahu saja kalau mereka Adnan ini sudah punya keluarga yang lengkap dan bahagia.


Istrinya itu masih tidak percaya dia tidak mau mempercayai semuanya "Aku tidak percaya, aku mau kamu harus mengusut kasus ini sampai selesai dan aku juga tidak mau meminta maaf pada mereka. Aku tidak percaya kalau mereka itu adalah atasanmu aku tidak mau" masih saja mengelak padahal sudah ada bukti yang jelas juga.


"Kalau kamu tidak mau minta maaf pada Pak Adnan dan juga keluarganya lebih baik kita bercerai saja, aku tidak mau berurusan panjang dengan Pak Adnan nantinya jika kamu mau silakan. Aku tidak akan membelamu lagi aku lelah aku tidak mau berurusan dengan bosku itu, aku masih sayang pekerjaanku. Jadi sekarang kamu minta maaf dan ajari anakmu itu untuk sopan santun tidak boleh menyalahkan orang lain, waktu itu juga yang salah anak kita kan tapi kamu membelanya habis-habisan, kamu ini salah mendidiknya jadi anak itu terus saja begitu "


"Loh kok kamu jadi kayak gitu, Alifa itu adalah anak kita harusnya kita membela Alifa sampai titik darah penghabisan, maupun dia salah atau tidak tetap saja anak kita yang harus dibela, bukan anak orang lain"


"Nah ini, apa yang sering aku tidak suka dari kamu adalah ini membela anak yang salah, ayo cepat sekarang minta maaf atau aku akan menceraikan kamu"


"Hanya karena masalah ini, aku tidak mau minta maaf pada mereka pokoknya aku tetap pada pendirian aku "


"Ya sudah tinggal tanda tangani saja surat perceraian. Aku tidak mau dikeluarkan dari perusahaan aku sudah mendapatkan jabatan itu sejak lama, dan itu sangat sulit sekali aku mendapatkannya jadi jangan buat aku harus keluar dari perusahaan itu hanya untuk membela kalian berdua yang tidak tahu diri"


Ayahnya Alifah langsung kembali masuk lagi, dia kembali minta maaf pada Ayana dan juga Adnan, bahkan sampai memohon-mohon. Adnan juga kasihan sebenarnya dengan karyawannya ini karena bukan dia yang salah tapi anak dan istrinya.


Adnan juga tidak akan mengambil keputusan gegabah seperti itu. Karena pekerjaannya cukup bagus dia tidak pernah korupsi atau melakukan kesalahan yang fatal, Adnan masih membutuhkan kinerjanya itu.


Istrinya itu masuk kembali tapi dengan masih wajah yang angkuh "Aku tidak mau meminta maaf pada mereka, aku tidak peduli kamu bos suamiku. Aku tidak akan pernah minta maaf karena yang salah di sini adalah anak kalian bukan salah anakku, kalian sudah sangat salah mendidik anak tahu "


Tentu saja ayahnya Alifa kaget wajahnya sudah pucat keringat sudah bercucuran. Pokoknya dia sudah tidak tahu harus bagaimana lagi istrinya ini memang ingin menghancurkan pekerjaannya, istrinya ini benar-benar tidak tahu diri sekali.

__ADS_1


__ADS_2