Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 117


__ADS_3

Adnan terbangun terlebih dahulu, padahal matahari sudah terbit tapi Ayana masih belum bangun, dan Ayana juga masih memeluknya dengan sangat erat dan tidak menyangka kalau dia akan bisa tidur dengan Ayana. Sungguh ini seperti minta, tapi ini semua kenyataan.


Adnan rasannya ingin waktu berhenti dan terus seperti ini saja. Seperti ini lebih baik kan, Adnan akan bisa terus menatap Ayana sepuasnya.


Adnan menatap wajah Ayana dengan lekat senyum langsung terukir di bibir Adnan. Adnan membelai pipi Ayana dengan lembut, tapi itu sama sekali tidak membuat Ayana terbangun malahan Ayana makin mempererat pelukannya dan menyembunyikan wajahnya itu di dadanya.


Adnan tentu saja tak keberatan yang ada Adnan senang sekali, hangat dipeluk Ayana seperti ini. Seperti mereka kembali lagi ke masa lalu.


Bagaimana ya kalau anak-anaknya tahu, pasti Melisa akan sangat marah sekali dengan apa yang terjadi di sini pasti Melisa akan berpikir kalau dirinya menculik mamanya. Adnan sudah membayangkan bagaimana anak itu akan marah-marah padanya.


Tapi Adnan suka melihat Melisa yang marah-marah lucu sekali wajahnya itu, bukannya takut Adnan yang ada malah ingin tertawa melihat ekspresi anaknya itu.


"Sayangku cintaku ayo bangun, kamu mau aku dihajar oleh Melisa kamu mau aku digigit oleh Melisa ayo cepat bangun, sebelum mereka datang kemari. Apa kamu ingin aku dimarahi oleh anak mu yang pemarah itu "kembali Adnan mengusap rambut Ayana, bukannya bangun Ayana malah makin mendekatkan tubuhnya itu pada Adnan.


"Ayolah sayang bangun, kamu ini jadi pemalas, sebentar lagi kita akan sampai setelah sarapan kita turun. Apa kamu tidak mau pulang apa kamu sudah nyaman di sini, apa kamu juga ingin terus memeluk aku seperti ini "


Adnan mencium kepala Ayana, tapi tidak ada pergerakan sama sekali. Ayana ini benar-benar seperti orang mati saja tidak bisa dibangunkan.


"Berisik Adnan apa kamu ingin anak-anak terbangun kasian mereka akan terbangun, mereka pasti akan merengek kalau sampai tidurnya terganggu. Kamu kalau mau makan sana lebih dulu saja, kami masih ingin tidur, nanti kita akan menyusul"gumam Ayana pada Adnan.


"Sayang kamu ini tidak ingat kalau kita hanya tidur berdua di sini tidak ada anak-anak, kita hanya tidur berdua. Apakah kamu lupa dengan semua itu sayangku"


Ayana langsung mendorong dada Adnan, dia membuka matanya dengan perlahan. Ayana seperti kebingungan dia menatap sekitar dan melihat ke arah belakang tidak ada anaknya, di belakang Adnan juga tidak adam Kenapa mereka tidak ada. Anak-anaknya pergi kemana.


Ayana membelakangi Adnan tapi Adnan malah memeluknya lagi dari belakang, Adnan mencium leher Ayana beberapa kali, dia begitu gemas dengan Ayana yang kebingungan seperti Melinda "Dimana anak-anak kenapa mereka tidak ada, apa kamu memindahkan mereka Adnan, apakah kamu akan sekejam itu pada anak-anak kamu sendiri "


"Dan kenapa juga kamu ada di sini Adnan, lepaskan jangan peluk aku seperti ini ya, kamu ini benar-benar tidak sopan aku tak suka ya Adnan "


Adnan mendengus "Coba kamu ingat-ingat semalam sudah terjadi apa dengan kita, lalu lihat dengan baik-baik apakah ini kamar kamu dengan anak-anak Ayana, coba lihat dulu jangan marah-marah terus "


Ayana lantas melihat tempat tidur ini, kamar ini mengikuti apa yang Adnan katakan. Kenapa dia ada di sini ini bukan kamarnya dan juga anak-anak, kenapa Ayana bisa ada disini sungguh Ayana sangat binggung sekali.


Ayana kembali membalikkan tubuhnya dan berhadapan dengan Adnan. Ayana mendorong dada Adnan dengan sangat kuat, tapi Adnan malah menangkap tangannya itu "Lepaskan kenapa aku ada di sini. Kenapa kamu bisa membawa ku kemari Adnan, kamu pasti macam-macam kan semalam kenapa kamu membawa kemari, kamu ini ya tak memikirkan anak-anak "


"Ada apa dengan kamu Ayana, Ayana yang semalam dan sekarang sangat berbeda. Bukannya kamu sendiri yang mau, bukannya kamu sendiri yang berbicara dengan aku dan menginginkan semua ini, aku sedang bekerja tapi kamu tiba-tiba menghampiri aku "


"Apa yang aku mau, maksudmu apa sih. Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu bicarakan lepaskan tanganku ini. Jangan seperti ini Adnan "

__ADS_1


"Hei bukannya semalam kamu yang mendatangiku, tiba-tiba tertidur begitu saja kamu kan yang meminta semua ini Ayana jangan pura-pura lupa "


"Jangan gila Adnan, aku tidak mungkin seperti itu. Kamu jangan main-main denganku, aku ingat betul apa saja yang aku lakukan "Ayana jadi marah kan dengan sikap Adnan yang bertele-tele seperti ini, Ayana sungguh tak suka dipermainkan seperti ini.


"Pagi-pagi itu jangan marah-marah sama suami sendiri, itu gak boleh kayak gitu kamu mau jadi istri durhaka Ayana. Kamu harus lemah lembut sama suami kamu ini, coba berbicara yang benar sayang, jangan marah-marah seperti itu ya tak baik Ayana sayang "


"Lepasin Adnan jangan main-main, aku ga suka ya kamu kayak gini"


Tapi Adnan malah menaikkan Ayana ke atas tubuhnya, Adnan memeluk pinggang Ayana dengan erat "Beri dulu aku kecupan, seharusnya saat bangun tidur itu kamu itu cium bibirku, jadi istri itu harus romantis sayang. Jangan suami saja yang romantis, kali-kali istri juga harus romantis kan "


"Kamu ini terlalu banyak bermimpi makanya seperti ini "tanpa aba-aba Ayana langsung menggigit dada Adnan dengan sangat kencang dan dari situlah Adnan melepaskan pelukannya pada Ayana.


Ayana yang melihat Adnan mengusap dadanya malah tertawa, dia merasa menang untung saja dia punya ide, enak saja Adnan ini main peluk-peluk saja dan ingin mengendalikannya "Rasakan itu, untung saja aku tak membuat dadamu bolong, jika kamu sampai memaksaku lagi, akan aku buat dadamu itu bolong "


Adnan langsung terduduk dan melihat gigitan bekas Ayana "Ayana kamu ini seperti vampir, apa kamu sekarang berubah menjadi vampir Ayana. Lihatlah ini bekasnya sakit sekali tahu "


Ayana hanya menjulurkan lidahnya mengejek pada Adnan, Ayana merapikan rambutnya saat akan turun dari tempat tidur Adnan malah menarik tangan Ayana lagi, dan membaringkan Ayana serta menahan kedua tangan Ayana di sisi masing-masing kepala Ayana.


"Lepaskan kamu ini apa-apaan, aku mau keluar aku mau menemui anak-anak jangan buat mereka marah, aku yakin mereka sudah bangun ini sudah sangat siang sekalian Adnan, mereka bisa menangis kalau tidak melihat aku, lepaskan jangan macam-macam terus dengan aku Adnan "


Adnan malah mencium bibir Ayana, Ayana langsung memalingkan wajahnya "Kamu ini apa-apaan lepaskan, jangan seperti ini Adnan kita ini bukan lagi remaja, jangan membuat aku marah padamu ya "


Adnan suka sekali menjahili Ayana, ekspresi wajahnya itu benar-benar tak bisa dipungkiri kalau Ayana kaget dan seperti tak percaya kalau dia akan melakukan hal seperti itu.


Ayana ingin sekali bergerak tapi tubuhnya sudah ditindih oleh Adnan "Aku tidak pernah menggoda mu Adnan lepaskan, aku tidak pernah melakukan itu mungkin semua itu hanya salah paham saja aku mungkin tidur sambil berjalan sudah lepaskan aku mau ketemu dengan anak-anak jangan buat masalah ya Adnan "


"Benarkah, tapi kelihatannya kamu sangat ingin menggoda aku sayang, tapi sekarang saat bangun kamu seperti tidak tahu apa-apa padahal semalam kita sudah melakukan sesuatu loh"


Pandangan Ayana langsung teralih pada Adnan "Melakukan apa, jangan aneh-aneh ya pasti kamu yang melakukannya. Mana mungkin aku, aku tidak mungkin melakukan itu, lepaskan aku Adnan apa kamu tuli, jangan seperti "


"Aku tidak pernah tuli sayang. Aku hanya ingin mengingatkan kamu tentang semalam kamu benar-benar melupakan segalanya, kamu begitu hebat semalam "


Ya memang sebenarnya tidak terjadi apa-apa Adnan hanya ingin terus menggoda Ayana saja, Adnan ingin tahu bagaimana reaksi Ayana, tapi dari wajahnya terlihat kalau Ayana itu sangat ketakutan.


"Maka lepaskan aku, jangan terus menjadi beban di tubuhku ini "


"Ayana wajahmu memerah sayang ada apa, apa kamu sedang malu "

__ADS_1


"Mungkin terkena sinar matahari dan kamu yang terus saja membuatku marah, cepat lepaskan aku. Aku yakin semalam kita tidak melakukan apa-apa, aku tak pernah salah dalam mengigat sesuatu aku masih muda ya"


"Lalu ciuman itu pelukan itu dan_"


"Cukup cukup apa-apaan kamu ini, aku tidak pernah melakukan itu, jangan membuat aku terus terpojok seperti ini "Ayana langsung menyela ucapan dari Adnan.


Ayana masih ingat Ayana kemarin malam sedang ada di luar dan mereka juga tidak melakukan apa-apa. Ayana hanya menyandarkan tubuhnya ke dada Adnan itu saja tidak ada yang terjadi, Ayana ingat betul apa saja yang terjadi semalam, Ayana tak mungkin gegabah melakukan hal yang aneh dengan Adnan.


"Cepat lepaskan aku Adnan, jangan main-main seperti ini aku harus menemui anak-anak. Mereka pasti akan khawatir anak-anak akan berpikir kalau aku meninggalkan mereka. Mereka akan menangis lepaskan, aku tak mau membuat mereka ketakutan"


"Ya makanya berikan dulu aku kecupanmu itu, kecupan manis yang selalu membuatku tergila-gila padamu. Ayo sayang lakukan lah jangan takut aku tak akan bilang pada siapa-siapa "


"Kamu memang sudah kecanduan, lebih baik kamu minta pada perempuan lain saja lepaskan aku tidak mau. Banyak perempuan yang menginginkan kamu. Jadi minta saja pada mereka yang akan memberikannya dengan sukarela "


"Tapi yang aku mau cuman kamu sayang, tidak perempuan lain hanya kamu saja"


"Aku tidak peduli, cepat lepaskan aku kalau tidak kamu berciuman saja dengan tembok itu lebih bagus kan, kamu akan puas melakukannya "


Ayana sebenarnya ingin sekali memukul Adnan tapi tangannya dipegang dengan erat, bahkan untuk menggigit dada Adnan kembali saja sangat sulit sekali.


"Sayang kita dulu selalu melakukan ciuman di pagi hari kan, kamu tahu sendiri kan kalau berciuman di pagi hari itu sangat bagus"


"Itu masa lalu dan kita tidak punya hubungan apa-apa lagi, sudah lepaskan jangan membuat aku marah Adnan, apa kamu tidak kasihan dengan anak-anak lepaskan aku, aku harus bertemu dengan mereka. Kamu memang tak sayang mereka makannya terus menahan aku seperti ini "


"Baiklah agar lebih cepat karena kamu tidak mau memulai lebih baik aku yang memulai saja kan "


"Tidak jangan lakukan apa-apa lepaskan aku"


Adnan tidak mendengarkan kata-kata Ayana, dia malah mencium seluruh wajah Ayana, sampai-sampai Ayana malah kegelian. Ayana menggerak-gerakan wajahnya agar tidak terkena bibir Adnan, ini menyebalkan sekali laki-laki yang ada di hadapannya ini rasanya Ayana ingin menonjok wajahnya sepuasnya nanti.


Tubuh Ayana sudah menggeliat ingin dilepaskan, dia harus menghindari Adnan bagaimana pun caranya "Apa kamu gila lepaskan, aku tidak suka seperti ini"


Tapi Adnan tidak peduli dia terus saja menciumi wajah Ayana, sampai ke leher membuat Ayana makin geli saja kan.


Adnan mengalungkan tangan Ayana ke lehernya, lalu dia mencium bibir Ayana dan menghisapnya dengan perlahan. Adnan tidak peduli Ayana tidak membalasnya yang terpenting dia harus cepat-cepat mendapatkan hati Ayana.


Setelah itu Ayana mendorong dada Adnan cukup keras, tapi Adnan masih saja menindih tubuhnya ini "Lepaskan aku, memang kamu ini kurang ajar "

__ADS_1


Bukannya melepaskannya Adnan malah memegang wajah Ayana dan kembali mencium bibir Ayana, tapi Ayana dengan cepat mendorong tubuh Adnan karena dia mendengar suara anak-anak. Pasti anak-anak ada didekat sini.


__ADS_2