
Fira tiba-tiba saja berpikir kalau dia tinggal di sini sendirian yang ada dia bisa mati. Bisa diusir lagi, siapa nanti yang akan memberi makan. Fira segera membuka kunci kamarnya dan berlari ke arah ayahnya yang akan pergi.
Fira kira ayahnya akan membujuknya, tapi kenyataannya apa ayahnya malah akan pergi begitu saja. Menyebalkan sekali, ayahnya ini mulai tak menyayanginya. Ayahnya bahkan tak khawatir dengan keadaannya. Apakah nanti akan baik-baik saja atau tidak.
"Tunggu aku tunggu aku, apa kalian akan meninggalkanku. Aku ingin ikut, aku juga tak mau ditinggal dirumah ini sendirian "
Pintu langsung dibuka dan Fira langsung masuk di samping Papinya "Sebenarnya kita akan pergi ke mana, kenapa kita harus pergi dari rumah kita. Memangnya tak ada jalan lagi papih. Pasti masih banyak jalan yang lain kan, tak hanya ini saja"
"Nanti juga kamu tahu, jangan ganggu papih dulu. Papih ingin menenangkan fikiran papih dulu. Rasannya papih seperti mimpi meninggalkan rumah yang sejak dulu papih tinggali, papih membangun rumah ini dari nol, tapi sekarang harus hilang dan menjadi milik orang lain "
"Kenapa Papi tidak bertemu saja dengan Adnan, kenapa Papi tidak minta untuk mengembalikan semuanya bukannya malah pergi tiba-tiba seperti ini, aku bisa membujuknya aku bisa membuat Adnan mengembalikan apa yang sudah menjadi milik kita. Aku akan berbicara dengan Adnan papih "
"Sudahlah tidak usah berurusan lagi dengan Adnan, lebih baik kita pergi saja. Kamu juga jangan membuat masalah lagi Fira, aku sudah sangat pusing sekali. Jangan sampai kamu membuat aku mati karena kelakuan kamu itu "
"Lalu apa kita akan menjadi pengangguran papih, apa nanti yang akan papih kerjakan untuk keberlangsungan hidup kita "
"Mungkin aku saja yang akan menjadi pengangguran, kamu yang mulai sekarang bekerja dan menafkahi ayahmu ini. Kamu harus bisa bekerja Fira untuk keluarga kita "
Fira langsung diam mau bekerja apa dirinya, seumur-umur belum pernah bekerja hanya menghabiskan uang Ayahnya. Lalu menghabiskan uang Adnan saja sudah itu yang dia selalu kerjakan.
Fira mulai pusing sekali, kalau tahu akan begini lebih baik Fira masih pura-pura gila saja. Ya ampun bagaimana ini dengan hidupnya ini. Pasti akan sangat berubah sekali.
...----------------...
"Anak-anak sudah waktunya tidur, kalian harus segera tidur ayo cepat sudah ya mainnya nanti dilanjut lagi. Nanti kita akan main-main lagi, lebih baik sekarang istirahat dulu masih ada waktu untuk bermain besok"
__ADS_1
Melisa dan juga Melinda yang mendengar mamahnya menyuruh untuk tidur segera mengganggukan kepalanya, mereka mencari tempat untuk menyimpan mainan-mainan mereka ini yang banyak
Ternyata ayahnya membelikan mereka mainan lagi, belum lagi kiriman dari nenek buyutnya. Katanya neneknya akan datang kemari. Mereka akan menunggu kedatangan nenek tersayangnya itu.
"Mama harus disimpan di mana ini semuanya, mainannya begitu banyak tapi tidak ada tempat penyimpanan mainan aku bingung sekali. Didalam kamar juga sudah penuh semuanya. Lantas harus disimpan dimana ini Ma "
Adnan langsung mendekati kedua putrinya itu "Sudah tidak masalah jangan dulu dibereskan nanti ayah akan membeli dulu lemari mainan tambahan untuk kalian, sekarang lebih baik tidur dulu saja. Kalian harus istirahat dulu "
"Tapi ayah kita tidak mungkin membiarkan mainan ini berantakan seperti ini, kasihan nanti Bibi Rara yang akan membereskannya mungkin kita harus menyimpannya di mana dulu Ayah. Apakah ayah punya ruangan kosong untuk menyimpan semua mainan ini "minta Melissa yang memang mainan mereka ini sangat berserakan sekali, mereka tadi membuka kado-kado yang diberikan oleh nenek buyutnya itu dan sangat banyak sekali.
"Sudah Ayah bilang sudah simpan saja di situ, nanti saat semuanya sudah datang lemarinya sudah datang baru kita akan susun sama-sama. Kita akan merapikannya sama-sama "
"Baiklah ayah"
"Nanti ini waktunya tidur Melinda harus segera tidur, tidak boleh main perosotan. Yang ada kalian akan terus bermain kapan tidurnya coba kalau begitu "
"Baiklah ayah, aku kira aku bisa main dulu sebentar. Aku ingin sekali main perosotan "
"Ini sudah sangat malam sekali sayang tidak baik, kalau main malam-malam seperti ini. Ini kan sudah waktunya tidur juga"
Ayana segera membuka lemari alangkah kagetnya dia saat melihat pakaian yang begitu banyak sekali belum lagi piyama yang juga banyak apakah Adnan tidak salah memberikan anaknya pakaian sebanyak ini.
Belum lagi nanti pakaian yang mereka bawa. Ini tak akan terpakai semua. Anak-anaknya akan tumbuh besar dengan cepat.
Ayana mengambil dua piyama yang sama, lalu memberikannya pada anaknya. Anak-anaknya juga sudah menyikat gigi tadi mereka pergi dulu ke kamar mandi, saat Ayana sedang memilih pakaian.
__ADS_1
"Ayo sekarang gunakan pakaian kalian mau mama bantu "
"Terima kasih mama, tidak usah kan biasanya kita suka memakainya sendiri. Mama sudah mengajarkan kami bagaimana memakai piyama, jadi Mama duduk saja ya "jawab Melisa sambil mengambil pakaiannya.
Ayana hanya bisa tersenyum melihat tingkah anaknya yang seperti orang dewasa saja. Ayana menatap anak-anaknya yang sibuk memakai pakaiannya itu. Meskipun lambat tapi mereka sangat sabar sekali.
Ayana juga menatap kamar yang diberikan oleh Adnan begitu luas sekali, bahkan di sini ada ayunan, ada perosotan belum di luar juga ada sama. Tempat tidur mereka juga terpisah besar-besar semuanya.
Adnan ini benar-benar aneh kenapa tidak disatukan saja, Melisa dan Melinda pasti akan tidur satu ranjang tak mungkin tidak. Mereka sudah terbiasa tertidur berdua.
"Sudah mama kita sudah mengganti pakaiannya"
"Baguslah sekarang ayo tidur"
Benar saja kan mereka tidur di satu tempat tidur yang sama, karena tempat tidur itu luas sekali. Mungkin cukup untuk 4 orang. Kalau pun Ayana dan Adnan mau tidur disini bisa saja.
"Ayah bacakan kami dongeng. Ayah juga memberikan buku dongeng kan untuk kami. Aku tadi sudah melihatnya dengan kakak banyak sekali buku dongeng dan kami ingin dibacakan, kami ingin mendengar ayah bercerita "
"Baiklah ayah akan membacakannya tapi kalian harus segera langsung tidur"
"Tentu saja Ayah"
Adnan mengambil salah satu buku dan membacakannya. Sedangkan Ayana hanya menatap mereka bertiga. Begini kah mempunya keluarga yang lengkap.
Ayana akan memberikan keluarga yang lengkap untuk anak-anaknya jangan sampai seperti dirinya, yang tidak disayangi oleh kedua orangnya. Bahkan hanya untuk minta di elus lembut saja seperti orang lain Ayana tak mendapatkannya.
__ADS_1