Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 135


__ADS_3

Adnan sudah sampai di rumah orang tuanya Fira. Adnan masih diam saja, diam di depan rumah. Rasannya enggan saja Adnan masuk "Ayo Adnan masu, Fira sudah menunggumu di dalam. Tolong temui dia, dia sangat membutuhkanmu kalau bukan kamu siapa lagi yang akan menolongnya hanya kamu yang bisa Adnan. Tak usah ragu masuk kedalam rumah, dulu saja kamu langsung masuk kan tak seperti ini, ayo Adnan "


Sebenarnya dari tadi sebelum jalan Adnan itu sudah tidak enak saja perasannya, entah kenapa tidak enak saja, Adnan ikut masuk ke dalam rumah dan dia melihat kamar Fira yang ditutup dengan sangat rapat. Dan terlihat juga kalau kamu itu lampunya tak menyala.


Adnan membuka pintu itu dengan perlahan semuanya gelap, sangat gelap sekali lalu Papinya Fira menyalakan lampunya dan terlihatlah Fira yang sedang duduk di tempat tidurnya, tapi dengan kaki yang dipasung Adnan cukup kaget melihat itu semua.


Adnan tak berfikir sampai seperti ini, Adnan kira Fira tak sampai dipasung seperti ini. Kenapa juga tak dibawa ke rumah sakit saja kalau begini.


"Suami aku, akhirnya kamu pulang juga kenapa kamu tidak datang padaku kenapa baru datang sekarang. Kamu sudah lama meninggalkan aku, apakah kamu tidak merindukan aku suami"


Adnan hanya diam saja di depan pintu, dia tidak berani untuk mendekati Fira, kenapa Fira menjadi seperti ini. Adnan benar-benar tidak menyangka kalau keadaan Fira akan separah ini, Adnan pikir tidak akan seperti ini kan.


"Suami aku kenapa baru kemari, apa kamu akan membawaku pulang lihatlah kakiku selalu dipasung aku kesakitan. Aku ingin pulang dengan kamu aku ingin pergi ke rumah besar kamu itu, aku ingin menghabiskan waktu denganmu. Hanya berdua dengan kamu saja, jangan sampai ada yang mengganggunya "


Papinya Fira maju ke arah Adnan dan membisikan sesuatu "Tolong temui anakku seolah-olah kamu adalah suaminya. Kalau bukan kamu yang menolongnya siapa lagi Adnan. Tolong temui dia bantu dia untuk sembuh lagi, dia pasti akan sembuh dengan cepat karena kamu Adnan, aku yakin itu "


Pandangan Adnan langsung saja tertuju pada Papinya Fira "Maaf aku tidak bisa, aku akan menikah dengan Ayana aku tidak bisa memberi harapan yang tidak pasti pada perempuan lain, aku hanya bisa berbicara kebenaran padanya. Aku tidak mau berbohong padanya dan membuat dia berpikir yang tidak-tidak "Adnan mengatakan semua itu dengan tegas, dia tidak mau kembali kehilangan Ayana untuk kedua kalinya, sudah cukup dengan apa yang terjadi di masa lalu itu.


Untuk masalah keadaan Fira itu bukan masalahnya. Adnan tidak tahu apa-apa tentang keadaannya Fira, dia hanya diminta untuk bicara saja dengan Fira tidak untuk menjadi suaminya, mereka sudah bercerai mereka sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Kenapa juga harus memulai lagi Adnan tak akan mau.

__ADS_1


"Apa kamu tidak kasihan dengan Fira, apa kamu mau dia makin parah, apa kamu mau dia makin sengsara, lihatlah keadaannya begitu mengenaskan sekali, dia sampai melukai dirinya sendiri hanya ingin bertemu dengan kamu, tolong jangan egois Adnan sayangi dan cintai anakku dengan tulus, dia pasti akan sembuh dan akan menjadi istri yang baik juga, aku menjamin semuanya "


"Apakah aku harus kembali mempertaruhkan masa depanku hanya demi orang lain, aku sudah pernah tertipu satu kali oleh anakmu. Jadi jangan pernah paksa aku untuk kembali tertipu oleh anakmu itu, aku akan menjelaskan yang sesungguhnya. Kalau kami ini sudah bercerai, aku tidak akan mempertaruhkan masa depanku hanya untuk anakmu saja aku tidak mencintainya dari dulu"


"Kamu menyuruhku untuk mencintainya, tidak akan pernah terjadi, kamu bawa saja dia kerumah sakit, nanti juga dia akan sembuh dengan obat-obatan jangan mengharapkan aku, karena aku tak akan pernah mau melakukan hal konyol seperti itu. Meskipun kamu akan memberikan semua hartamu padaku, aku tak akan pernah mau kembali pada lubang yang sama "


Adnan yang tidak mau bertengkar dengan Papinya Fira segera berjalan melangkah ke arah Fira dan duduk sedikit jauh dari Fira, Adnan tidak mau terlalu dekat entah kenapa aroma tubuh Fira itu tidak enak apa dia tidak mandi.


"Peluk aku suamiku apa kamu tidak mau memelukku, aku begitu rindu denganmu. Aku ingin dipeluk olehmu kenapa kamu menjauhi aku seperti itu. Aku ini istrimu kenapa kamu diam saja, apa kamu tidak bahagia melihat aku waktu itu aku sudah berdandan cantik untukmu, tapi kamu tidak datang kamu ke mana saja. Kamu sudah meninggalkan aku terlalu lama"


Fira ingin menggapai Adnan, tapi Adnan makin menjauh saja. Adnan tak mau dipegang oleh perempuan lain sekali Ayana saja "Kenapa kamu menjauh, aku ini kan istri kamu. Padahal seperti ini sikap kamu ini pada istri sendiri, kita sudah tak bertemu lama loh, harusnya kamu peluk aku, cium aku dan bawa aku pulang kerumah besar kamu itu. Aku rindu dengan rumah besar kamu itu, aku ingin tinggal disana saja "


Fira diam sejenak, dia mengerutkan keningnya lalu menggelengkan kepalanya "Sejak kapan kita bercerai, kita tidak pernah bercerai Adnan, jangan berkata yang tidak tidak, kamu marah padaku ya sampai-sampai mengatakan semua hal itu. Tapi apa salah aku sampai-sampai kamu marah sama aku, coba kamu jelaskan semuanya sama aku Adnan, aku pasti akan minta maaf sama kamu kalau sudah tahu apa salahnya aku "


"Kita memang sudah bercerai, kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lebih baik kamu berobat sembuhkan saja dirimu ini. Kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi, sudah lama kita bercerai Fira masa sadarlah. Aku tahu kamu bisa sembuh kamu tidak akan mungkin terus seperti ini hanya karena aku, karena cintamu pun tak mungkin sebesar itu padaku. Aku tahu bagaimana kamu saat menikah dengan aku. Kamu juga tak bisa setia dengan aku saja"


Fira langsung menjamak rambutnya dengan keras dia menggeleng-gelengkan kepalanya "Tidak aku tidak mau kamu tinggalkan, kenapa kamu tega dengan aku. Aku kan istri kamu kenapa kamu tega dengan aku. Aku begitu mencintaimu apakah kamu tidak merasakannya Adnan, kamu bisa pegang dadaku ini, aku begitu mencintai kamu "


Fira kembali melukai dirinya dengan mencakar tangannya, pipinya lalu mengacak-ngacak rambutnya kembali. Adnan hanya diam saja melihat kelakuan Fira itu mau bagaimana lagi tidak mungkin Adnan memeluk Fira.

__ADS_1


Adnan sangat menghargai Ayana dia tidak mau Ayana berpikir yang tidak-tidak Fira itu bukan lagi urusannya. Fira itu bukan lagi tanggung jawabnya dia hanya orang asing di mata Adnan, dari dulu pun Fira adalah orang asing untuknya.


"Kamu harus sembuh karena keinginan kamu sendiri bukan karena orang lain. Kamu harus bisa melawan semuanya Fira, aku tegaskan sekali lagi kita berdua sudah bercerai kita sudah tidak punya hubungan apa-apa dan untuk Kamila juga seperti apa yang kamu katakan, kalau Kamila itu adalah anaknya Rio. Kamila sudah tidak ada bersamaku dia bersama Rio, jadi sadarlah dan urus anakmu itu beri kasih sayang pada Kamila"


Adnan berhenti sejenak dan menatap Fira yang mulai tenang "Kamila sangat membutuhkan seorang ibu. Dia sangat membutuhkan kamu Fira maka sadarlah menjadi lah ibu yang baik untuk anakmu itu, kelak Kamila akan sangat menyayangimu. Dia adalah anak yang baik, dia adalah anak yang penurut jadi tolong berjuanglah untuk dirimu sendiri jangan berjuang untuk orang lain"


"Aku tidak akan pernah kembali lagi padamu, karena kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi kita bukan suami istri lagi dan kamu juga tidak akan pernah bisa kembali lagi ke rumah aku. Aku hanya ingin menegaskan semuanya padamu Fira kalau kita ini tidak akan pernah bisa bersama lagi sampai kapanpun, apapun yang terjadi kita akan tetap berpisah"


Fira malah menangis dengan histeris, dia meraung-raung tidak terima mendengar apapun yang diucapkan oleh Adnan, dia tidak terima, Fira inginnya Adnan ada di sampingnya bersamanya. Adnan adalah suaminya kenapa tiba-tiba harus pergi begitu saja.


"Aku tidak terima semua itu. Aku tidak mau aku tidak pernah bercerai dengan suamiku, aku ingin suamiku aku ingin dia ada di sampingku. Kenapa sangat sulit untuk kamu diam bersama aku, apa kekurangan aku ini sebenarnya dimata kamu "


Adnan hanya bisa menghela nafasnya, Adnan memfoto Fira dan akan mengirimkannya pada Ayana untuk bukti saja kalau Adnan itu sudah menemui Fira, bukannya Adnan tidak punya hati mengatakan semua hal ini pada Fira tapi ini demi kebaikan Fira juga dan demi kebaikan hidupnya juga.


Nanti kalau misalnya Adnan memberi harapan palsu sama saja Adnan akan membuat Fira makin seperti ini, makin menjadi-jadi saja. Adnan segera bangkit dan mundur beberapa langkah.


"Aku akan pulang sudah cukup pertemuan ini, ini yang terakhir dan kita tidak akan bertemu lagi Fira, berjuang untuk hidupmu. Aku yakin kamu akan sembuh seperti semula, kamu akan menjadi Fira yang dulu satu pesanku sayangi Kamila, dia adalah anakmu. Dia adalah anak kandungmu jangan sakiti dia lagi dia sangat butuh kasih sayang ibu, dan kamulah Ibunya dan kamulah yang berhak memberi kasih sayang penuh padanya aku permisi, jangan pernah cari lagi aku dan jangan pernah meminta apapun padaku, karena aku tak akan pernah memberikannya "


Fira tentu saja langsung histeris lagi dia berteriak-teriak tak karuan, tapi Adnan terus saja keluar dari kamar itu dan menutup pintunya, ayahnya Fira tentu saja marah dengan sikap Adnan yang seperti itu, bukannya membuat anaknya baik-baik saja malah menjadi histeris saja. Malah makin parah saja.

__ADS_1


__ADS_2