
Dari kejauhan Ayana sudah melihat ada dua orang yang sedang berdiri di depan gerbang rumah. Ayana sangat mengenal sekali dari perawakan orang-orang itu, kenapa mereka bisa ada disini mau apa. Padahal Freya baru saja menata hidupnya lagi, tapi malah datang mereka yang pasti akan membuatnya pusing.
"Adnan lihatlah kamu pasti mengenalkan orang-orang itu kan, kamu belum lupakan dengan orang-orang itu"
"Yang berdiri di depan gerbang rumah ya, sepertinya aku mengenal mereka Ayana "
"Iya, bukannya itu Ibu, Ibuku dan juga ayahku ya kenapa mereka tiba-tiba ada di depan gerbang rumah. Ada apa dengan mereka, aku sangat takut sekali pasti mereka akan membuat masalah Adnan, lebih baik jangan temui mereka saja "
"Sudah tidak masalah biar aku nanti yang menghadapi mereka. Jadi kamu tidak usah ikut nanti bawa anak-anak tidur dan aku yang akan menyelesaikan semuanya, aku akan menghadapi mereka kamu tidak usah takut ya"
"Tapi Adnan aku takut mereka malah melunjak dan minta sesuatu sama kamu, aku ga mau ya tiba-tiba nanti kamu turuti mereka. Aku ga mau mereka nanti kebiasaan Adnan"
Adnan menatap istrinya sekilas, karena dia harus fokus dulu menyetir. Takutnya nanti Adnan malah menabrak kedua orang tuanya Ayana, bisa gawat dan masalahnya kita pasti akan panjang. Apalagi dengan ibunya Ayana.
"Tak akan sayang, aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Aku tak akan mungkin gegabah mengikuti apa yang mereka tahu, pokoknya kamu serahkan saja semuanya sama aku "
Ayana sudah tidak enak perasaannya. Kenapa sih ibunya harus datang maksudnya datang ke rumah, kenapa tidak nanti saja kalau misalnya Ayana keluar Ibunya mendatanginya. Bukan malah datang ke rumah. Apalagi Ayana juga melihat ibunya seperti membawa tas mau ke mana sih mereka ini.
Apa mungkin ibunya berfikiran ingin tinggal dirumah Adnan, Ayana malah jadi malu sendiri dengan tingkah orang tuanya kalau itu sampai benar. Ayana baru menikah loh dengan Adnan.
Gerbang langsung dibuka lebar, ibu dan juga ayahnya Ayana langsung menyingkir. Mereka tidak berani masuk ke dalam karena keluar beberapa orang juga yang menjaga, nyali mereka tak begitu besar jadi hanya bisa menunggu Ayana yang akan datang pada mereka.
"Ayo sayang masuk ke rumah bersama anak-anak, aku akan pergi dan berbicara dengan mereka "
"Tapi aku takut, lebih baik aku ikut saja dengan kamu ya Adnan "
Adnan langsung mengelengkan kepalanya "Aku adalah kepala rumah tangga di sini dan aku akan menyelesaikan semua masalahnya. Lebih baik kamu pergi bersama anak-anak ke dalam dan bersihkan diri kalian masing-masing, lalu bergegaslah tidur nanti aku akan menyusu ya. Tak usah menunggu aku ya sayang "sambil mencium kening Ayana.
Mau tidak mau akhirnya Ayana membawa kedua putrinya itu. Sebenarnya Ayana takut kalau nanti malah ada pertengkaran hebat di antara ibunya dan juga Adnan.
Ibunya itu kadang penuh dengan emosi padanya saja berani apalagi pada orang lain kan, pasti akan lebih berani lagi. Ibunya tak akan peduli yang dihadapinya adalah perempuan atau laki-laki.
"Mama sebenarnya mereka siapa yang tadi diam di depan gerbang, kenapa Mama seperti sangat ketakutan sekali apa mereka itu orang jahat "tanya Melisa yang memang sangat penasaran, tadi saat di dalam mobil Melisa tidak berani untuk bertanya pada Mamanya.
Ayana mengusap kepala anak yang "Bukan siapa-siapa, hanya saja orang yang dulu mama kenal. Kalian tidak usah memikirkan itu semua ya lebih baik ayo kita ke dalam kamar dan membersihkan diri seperti yang ayah katakan, kalau nanti kita tidak mengikuti apa kata-kata Ayah nanti ayah marah "
__ADS_1
"Baiklah mama"
Mereka berdua segera berlari ke arah kamarnya. Sedangkan Ayana langsung melihat ke arah jendela, melihat Adnan yang menghampiri kedua orang tuanya itu.
Ayana sudah lama tidak bertemu dengan mereka. Bukan apa-apa Ayana tidak mau bertemu karena sikap ibunya yang seperti itu, ibunya tidak akan pernah menerimanya.
Ibunya malah akan marah-marah meminta uang dan memukulnya, apalagi sekarang ada Melisa dan juga Melinda, Ayana takut anak-anaknya malah akan jadi sasaran nantinya.
Semoga saja Adnan bisa bicara dengan kedua orang tuanya itu dan tidak ada masalah besar yang terjadi. Ayana tidak mau ada masalah, dirinya baru saja pulang kemari kan, jangan sampai Ayana tak ingin tinggal lagi disini.
...----------------...
"Adnan akhirnya kamu datang kemari juga Ayana mana, kenapa dia tak ikut. Ibu ingin bertemu dengannya, apakah ibu boleh masuk sekarang, ibu tak sabar sekali rasannya Adnan "
Adnan yang baru saja sampai di depan gerbang sudah ditanya seperti itu oleh ibunya Ayana. Adnan langsung membawa ibu dan juga ayahnya Ayana ke arah taman belakang, mereka akan mengobrol di sana saja.
Kalau didalam rumah takutnya anak-anak nanti turun dan mendengar semua ini. Adnan tidak mau anak-anak tahu tentang masalah seperti ini.
Setelah mereka duduk Adnan menyuruh salah satu pelayan untuk mengambilkan minuman dan juga makanan. Adnan juga melihat ada beberapa tas yang mereka bawa sebenarnya mereka ini mau ke mana, kenapa harus membawa tas sebanyak itu.
"Adnan kenapa kamu tidak membiarkan Ayana untuk bertemu dengan kami juga, mana dia kami ingin bicara dengan Ayana dan kenapa juga saat kalian menikah Ibu tidak diundang, Ibu ini kan ibunya Ayana kenapa kamu malah seperti itu. Aku ini mertuamu apakah Ayana melarangmu untuk mengundangku tak membiarkan aku ada dalam pernikahan kalian, padahal aku ini masih keluarga kalian loh, tak pantas seorang anak berlaku demikian pada seorang Ibu "
Ibunya Ayana langsung menatap suaminya, lalu kembali menatap Adnan dan menganggukkan kepalanya dengan sangat semangat "Tentu saja aku masih menganggap Ayana sebagai anakku, kamu ini bicara apa Adnan. Mana mungkin aku tidak menganggap Ayana sebagai anakku, dia adalah penyemangat hidupku Adnan, tanpa Ayana rasannya hidupku ini sangat hampa sekali "
"Lalu saat Ayana pergi tante dan om kemana ? Apakah ada di samping Ayana, apakah om dan tante tahu ke mana perginya Ayana ? "
Ibunya Ayana langsung menangis dia mengeluarkan semua tipu dayanya agar Adnan bisa luluh olehnya. "Aku tidak tahu ke mana Ayana, kami satu keluarga mencari keberadaan Ayana. Tapi tidak ketemu, kami begitu bingung ke mana perginya Ayana. Kenapa dia bisa pergi, kami semua begitu bingung kami tidak tahu harus mencari kemana lagi Ayana. Kami begitu sedih saat Ayana pergi. Dia memutuskan sesuatu yang seharusnya tidak diputuskan sendiri kan Bahkan dia pergi cukup lama sudah 5 tahun dia pergi, Ayana benar-benar tega sekali pada keluarganya ini"
"Apakah Ayana sudah melupakan keluarganya kenapa dia melakukan itu pada kami, kami begitu mengkhawatirkannya dan saat melihat dia menikah lagi dengan kamu. Ibu langsung pergi ke sini karena Ibu ingin melihat Ayana langsung Ibu ingin bertemu dengan Ayana kami sudah tidak bertemu lama, ibu begitu rindu dengan Ayana dan ingin memeluknya dengan sangat erat sekali "
"Benarkah Tante mencari Ayana atau tante hanya ingin uang Ayana saja ?"
"Untuk apa Ibu hanya menginginkan uang Ayana, ibu kan butuh Ayana anak ibu. Ayana itu dilahirkan oleh ibu mana mungkin Ibu tega melakukan itu, ibu tidak mungkin hanya ingin uangnya Ayana saja Ibu juga ingin Ayana pulang dan berkumpul lagi dengan keluarga "
Adnan mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu melipat tangannya dan menatap kedua orang yang ada di hadapannya. Mereka begitu pintar sekali.
__ADS_1
"Tapi setahuku tidak seperti itu sih ceritanya, bukannya kalian pergi ke rumah Fabian dan mengambil uang yang diberikan Ayana, lalu kalian datang kembali untuk menagih mana uang bulanan dari Ayana. Seharusnya pertama yang kalian lakukan adalah bertanya di mana Ayana, apakah dia baik-baik saja, bagaimana keadaannya, tinggal bersama siapa dia sekarang, kenapa kalian tidak pernah menanyakan hal itu pada Fabian, aneh sekali kan itu lah yang selalu aku fikirkan selama ini "
Wajah ibunya Ayana langsung pucat. Dia ketakutan dengan pertanyaan yang diberikan Adnan kenapa Adnan bisa tahu, tentu saja banyak orang-orangnya yang Adnan sebar di sini bahkan tanpa Fabian tahu Adnan sudah mengetahui segalanya.
"Waktu itu aku kesal pada Ayana, makanya aku meminta nomor teleponnya pada Febian agar aku bisa menghubungi anakku sendiri, tapi apa pada kenyataannya Fabian tidak memberikan nomor ponsel Ayana. Dia malah mengusir aku dan juga suamiku. Padahal aku ingin bertemu dengan mereka dengan Ayana dengan cucu-cucuku, Ayana juga sudah punya anak kan dua putri yang sangat cantik sama seperti Ayana, mereka begitu mirip saat Ayana masih kecil"
"Langsung intinya saja. Jadi kalian datang kemari mau apa, ada apa sebenarnya apa yang kalian mau "
"Kami ingin bertemu dengan Ayana Adnan dan kami juga ingin meminta sesuatu yang mungkin bisa kamu kabulkan, kami ingin tinggal di sini. Kami ini kan orang tuanya Ayana, masa kami tidak boleh tinggal di rumah kalian. Kami berhak sekali kan tinggal disini Adnan "
Hanya dipancing seperti itu saja ibunya Ayana sudah berbicara seperti ini, kalau bukan mertuanya mungkin Adnan sudah melakukan sesuatu hal yang kasar tapi karena Adnan tidak mau melakukan itu dan membuat Ayana sakit hati. Maka Adnan akan berbicara baik-baik dengan mereka berdua.
"Lalu rumah kalian di mana. Bukannya kalian juga punya rumah. Aku tidak bisa tiba-tiba saja memasukkan kalian ke rumah, ya meskipun aku menikahi anak kamu, tapi aku dan Ayana ingin mandiri, bahkan ibuku saja tidak disini "
"Tapi kenapa Adnan selain itu alasannya, seharusnya aku sebagai ibunya Ayana bisa tinggal di sini kan kami ini adalah keluarga. Kamu juga kenapa tiba-tiba tidak membolehkan kami untuk tinggal di sini bahkan kami sudah membawa pakaian kami kemari. Kami tidak bisa tinggal di rumah itu, karena itu hanyalah sebuah rumah kontrakan saja selama ini. Saat Ayana tidak memberikan uang pada kami, kami memang benar-benar kesusahan sekali"
Pertanyaan ibunya Ayana itu sungguh membingungkan, kapan Adnan membolehkan mereka untuk tinggal disini, rasanya tak pernah.
"Maaf tapi aku tidak bisa memasukkan orang begitu saja, dan untuk masalah Ayana yang tidak memberikan uang pada kalian dalam beberapa tahun yang lama itu, sepertinya tidak usah diungkit. Kalian masih segar dan bugar dan kalian masih bisa mencari uang loh sendiri tanpa harus Ayana memberikannya kan. Lalu anak kalian juga masih ada dua lagi apakah mereka tidak memberikan uang seperti Ayana, masa sih mereka tak memberikan uang "
"Mana mungkin mereka royal pada kami seperti Ayana, Ayana selalu saja memberikan apa yang kami mau tapi mereka tidak akan pernah seperti itu Ayana adalah anak kesayangan kami, Ayana adalah segalanya untuk kami "
"Jangan berbohong Tante, aku tahu semuanya. Tante itu sangat membenci Ayana bahkan Tante selalu menyiksanya. Jangan pernah bohongi aku, aku tahu segalanya, tante lupa aku ini berpacaran dengan Ayana lama kami ini berpacaran bukan satu bulan atau 1 tahun tante"
"Aku tidak membenci Ayana, mungkin Ayana hanya ingin mendapatkan simpatimu saja makanya dia berbicara seperti itu mengada-ngada kalau aku membencinya. Aku sungguh benar-benar tidak membenci Ayana untuk apa aku membenci anakku sendiri, aneh sekali seorang ibu membenci anaknya sendiri "
"Lalu pemukulan saat di sekolah saat Ayana itu siapa Tante, itu bukan tante ya kembaran tante atau mungkin itu arwahnya tante, ga mungkin Tante masih hidup kan jadi itu siapa Tante"
"Itu semua salah paham, aku marah padanya karena dia sudah menghajar temannya. Aku hanya ingin memberi dia pelajaran saja Adnan, jangan salah faham dulu akan aku jelaskan semuanya ya "
"Apakah harus di depan banyak orang, apakah harus di depan guru-gurunya apakah tante tidak merasa kasihan dengan Ayana. Apakah dia akan malu apakah dia akan dibully nantinya, seharusnya tante memikirkan mental Ayana bukan hanya karena emosi saja tante langsung memukulnya di depan banyak orang, itu sangat memalukan tante "
Sekarang Ibunya Ayana tidak bisa berbicara apa-apa, dia benar-benar digempur habis-habisan oleh Adnan. Semuanya Adnan mengetahuinya kenapa bisa. Padahal selama ini saat Ayana dan juga Adnan berpacaran dirinya tidak pernah memperlihatkan sifat bencinya atau galaknya di depan Adnan.
"Ya sudah begini saja kalau kamu memang tidak mau menampung kami di rumah ini tidak masalah, tapi aku ingin minta uang 5 tahun yang tidak diberikan oleh Ayana. Kan Ayana selalu memberikan kami satu bulan sekali 3 juta berarti dikali 5 tahun berapa coba kamu hitung kami ingin meminta uang itu. Ayana harus memberikan uang itu, karena dia harus berbakti ke orang tuanya. Kami tak akan pergi sebelum uang itu ada "
__ADS_1
Adnan yang mendengar itu malah tertawa, lucu sekali orang tuanya Ayana ini benar-benar mata duitan tadi di awal mereka terlihat sedih, memuji-muji Ayana pokoknya merasa mereka itu menyayangi Ayana.
Tapi pada akhirnya uang kan, mereka hanya ingin uang mereka benar-benar sudah membuat Adnan marah, datang kemari berarti hanya ingin uang saja kan bukan benar-benar ingin menemui anaknya Ayana.