
"Terima kasih Kamila karena sudah menyuapi ibu enak sekali buburnya kalau disuapi oleh kamu, ini akan selalu ibu ingat. Nanti kamu ya ibu suapi setelah ibu sembuh "
"Sama-sama Ibu, Kamila senang bisa menyuapi Ibu seperti ini tapi kata dokter ibu belum bisa pulang berarti kita belum bisa main ya. Ibu masih harus ada disini dong "
"Iya kita belum bisa main. Maaf ya gara-gara Ibu kecelakaan kita nggak bisa main sama-sama kamu malah suapi Ibu kayak gini"
"Namanya juga musibah, kata ayah nggak ada yang tahu kapan musibah akan datang. Jadi ibu harus selalu semangat ya biar cepet sembuh Kamila di sini kok temenin ibu, Kamila ga akan pergi kemana-mana"
"Tapi kan Kamila harus sekolah. Kamila nggak bisa lama-lama di sini, Kamila harus semangat sekolahnya ya "
Kamila langsung ingat dengan sekolahnya. Dia lupa kalau dirinya ini masih sekolah. Kamila menatap ayahnya yang masih sibuk menelepon dari tadi belum selesai-selesai juga. Entah apa yang sedang ayahnya bicarakan itu.
"Tapi Kamila pengen sama ibu, Kamila pengen di sini aja, Kamila pengen jagain Ibu kalau misalnya Kamila ga di sini siapa yang jaga ibu, kasian ibu akan kesepian nanti, kakek juga sudah tua "
"Ada kakek kan Kamila harus sekolah, Kamila jangan sampai bolos sekolah lagi "
Rio yang sudah selesai menelpon langsung mendekati anaknya dan juga Fira "Sayang Kamila sepertinya kita harus segera pulang, ada pekerjaan yang mendesak dan harus segera Ayah kerjakan kamu nggak bisa di sini kamu juga harus sekolah. Kita pulang sekarang ya Kamila "
Kamila sekarang menjadi murung, Kamila padahal masih ingin menghabiskan waktu bersama mamanya. Kamila ingin menjaga mamanya, Kamila khawatir kalau harus meninggalkan mamanya dengan keadaan seperti ini, bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan mamanya kan.
Fira mengusap kepala anaknya, dan Kamila langsung mendongakan kepalanya menatap mamanya "Ibu aku tidak mau, aku mau bersama ibu saja ya tidak apa-apa aku izin sekolah. Aku tak mau jauh-jauh dari ibu. Aku sudah senang seperti ini "
"Jangan seperti itu, kamu harus tetap sekolah kamu nggak boleh bolos terus, nanti kalau kamu bolos terus kamu akan ketinggalan pelajaran sayang dong nanti kan bisa ketemu lagi sama Ibu, nanti juga ibu akan ke sana tapi doain semoga Ibu punya banyak rezeki buat temuin kamu, kalau enggak nanti kamu waktu liburan sekolah bisa datang kemari atau nanti Ibu yang datang ke sana ya" Fira sebisa mungkin membujuk anaknya ini.
"Tapi Kamila khawatir dengan keadaan Ibu nanti kalau nggak ada Kamila siapa yang jaga ibu, terus nanti kakek juga ga akan bisa setiap hari jaga ibu "
__ADS_1
"Kan ada kakek, kakek ada di sini nak, nanti kakek yang akan jaga ibu, kamu nggak usah khawatir nanti kamu bisa langsung telepon Ibu kan ada ponselnya Ayah, nanti minta sama ayah untuk telepon ibu, nanti kita bicara sama-sama kamu bisa pantau kesehatan ibu dari jauh tidak usah kamu menunggu Ibu di sini, kamu harus sekolah dan ayah kamu juga punya banyak pekerjaan"
Akhirnya Kamila menurut juga, dia mau pulang bersama ayahnya Rio, setelah berpamitan dengannya cukup lama dengan berbagai rengekan Kamila tapi akhirnya mereka pulang juga sekarang kamar inap Fira sangat sepi sekali.
Fira menatap Papinya yang ada di sana yang sepertinya juga sangat kelelahan, kasian papihnya terus mengurus dirinya. Fira juga menyesal dulu pernah pura-pura menjadi orang gila dan Papinya sampai-sampai stress menghadapinya.
"Kalau Papi mau pulang, pulang dulu saja Fira tidak apa-apa sendirian di sini, nanti Papi minta tolong saja tetangga untuk tunggu Fira di sini, Papi harus banyak istirahat dan Papi juga tidak mungkin terus tidur di kursi seperti itu nanti Papi akan sakit pinggang, papih nanti akan drop "
"Tapi papi khawatir dengan keadaanmu. Tidak masalah papi di sini saja kamu juga hanya beberapa hari di sini kan, tak akan lama lagi "
"Kalau pulang sekarang bagaimana Papi. Fira ingin pulang sekarang saja, Fira tak mau ada disini lama-lama "
"Kamu itu belum sembuh masa tiba-tiba mau pulang. Udah diam aja di sini sampai pulih sepenuhnya ingat itu sepenuhnya "
"Fira ga punya biaya Ayah, uang tabungan Fira juga nggak akan cukup. Fira nggak mau kalau nanti Papi harus pinjam sana-sini, udah Fira pulang aja Fira dirawat di rumah aja, nanti juga akan sembuh. Fira juga tadi udah bicara sama tempat kerja Fira kalau Fira minta cuti karena kecelakaan dan mereka juga mau kasih cuti itu, jadi Fira dirawat dirumah aja deh, lebih enak dirumah "
"Memangnya Papi punya uang nggak kan, udah nggak usah maksain Fira nggak mau papih banyak fikiran. Aku pulang saja deh, aku dirumah beneran aku akan lebih nyaman dirumah"
"Udah tenang pokoknya semuanya Papi yang urus kamu hanya fokus pada kesembuhan kamu aja. Kamu hanya perlu istirahat yang banyak "
Papihnya Fira itu langsung keluar dari dalam ruangan ini. Fira hanya bisa diam tidak bisa mengejar, tangannya sakit kakinya juga sakit tapi Fira sudah senang bisa bertemu dengan Kamila.
Akhirnya dia bisa tidur bersama anaknya, bisa memeluknya seperti apa yang sudah Fira ingin-inginkan selama ini, tapi rasanya sekarang setelah Kamila pulang sepi sekali tapi tak masalah Fira nanti akan menemui anaknya akan bersama-sama lagi.
...----------------...
__ADS_1
"Jangan murung seperti itu dong, Ayah juga nggak tahu bakal ada kerjaan kayak gini nanti kita ketemu lagi sama ibu ya. Ayah harus kerja dulu agar kita punya bekal kesini lagi "
Kamila memeluk erat boneka yang diberikan oleh ibunya "Ya tapi Kamila itu pengen lama-lama sama ibu, takut kenapa-napa kakek kan udah tua. Ayah tahu sendiri"
"Iya Ayah ngerti tapi kan gimana lagi Ayah banyak kerjaan, kamu juga harus sekolah, kamu nggak bisa tinggalin sekolah kamu gitu aja. Kamu malah nanti akan ketinggalan nanti juga kamu akan masuk sekolah dasar sebentar lagi loh, nggak sayang nanti kalau kamu misalnya ketinggalan bukannya mau sekolah bareng sama Melisa juga Melinda"
Kamila menghela nafasnya dan menyandarkan tubuh kecilnya itu. Kamila menatap keluar jendela, rasanya berat sekali meninggalkan ibunya Kamila ingin tinggal bersama ibunya tapi melihat keadaan ibunya yang seperti itu yang kerja pasti ibunya juga akan kewalahan kalau misalnya Kamila tinggal di sana, Kamila tidak mau menjadi beban ibunya kasihan.
"Nanti deh kalau kamu libur sekolah ayah anterin ke sana kamu nginep di sana sepuasnya ya sampai libur sekolah selesai, ayah akan membiarkan kamu disini sama ibu ya"
Kamila langsung senang mendengar hal itu, dia langsung menganggukkan kepalanya dengan semangat "Benar ya Ayah tidak bohong jangan sampai nanti ayah berbohong padaku dan tidak mengabulkannya semua yang ayah katakan "
"Iya ayah janji pokoknya nanti ayah sendiri yang akan anterin kamu ke sini untuk ketemu sama ibu, untuk nginep di sini. Pokoknya Ayah akan bebasin kamu nanti sama ibu kamu"
"Yey makasih ayah"
"Sama sama"
Rio sekarang sudah percaya pada Fira, apa lagi Fira terlihat begitu menyayangi Kamila jadi tidak perlu ada yang Rio takutkan lagi kan, sudah berubah sekali Fira tidak akan mungkin melukai anaknya apalagi di sana juga ada kakeknya yang pasti Papinya itu akan memberitahu setiap hal apa yang dilakukan Fira dan juga Kamila
Rio akan memberikan kesempatan untuk Fira mengurus anaknya, menjaga anaknya pokoknya Rio tidak akan melarang mereka berdua untuk jauh semoga saja sifat Fira itu tidak berubah lagi akan terus seperti itu, menjadi perempuan baik dan perhatian pada anaknya serta mandiri seperti sekarang.
"Ayah kalau kamu misalnya menikah dengan ibu bagaimana "
Rio langsung batuk "Kamu ini ada-ada saja deh"
__ADS_1
"Ya agar kalian bisa bersama dan Kamila juga bisa terus bersama ayah dan ibu "
Rio hanya bisa menggaruk kepalanya saja.