
Mama Linda sudah yakin dengan keputusannya. Dia akan menceritakan semuanya pada Adnan tidak peduli nanti dia akan dimarahi oleh Adnan atau mungkin dibenci oleh anaknya. Tapi Mama Linda harus membongkarnya Fira sudah sangat keterlaluan sekali.
Fira sudah membuat dirinya tak percaya lagi. Membuatnya marah maka ini lah akibatnya membuatnya marah. Lihat saja Fira akan habis oleh Adnan dia tak akan bisa menikmati harta Adnan lagi.
Fira sudah sangat tidak bisa dipercaya lagi Mama Linda sudah muak dengan perempuan itu. Maka dia harus dihancurkan sampai ke akar-akarnya tidak boleh perempuan itu senang dan bahagia menginjak-injak hidupnya dan juga anaknya. Adnan juga harus tahu kalau Kamila itu bukan anaknya.
Mamah Linda menunggu anaknya di lantai 2 mau turun tapi rasanya lelah sekali. Lebih baik tunggu Adnan datang dan nanti tinggal pergi ke ruang kerjanya kan. Mama Linda sudah sangat tua, dan Mama Linda tak mau anaknya tidak tahu yang sebenarnya.
Tidak butuh waktu lama Adnan datang. Mama Linda langsung tersenyum bahagia. Akhirnya anaknya itu pulang dengan cepat juga, Adnan yang bingung dengan Mamanya langsung menghampirinya.
"Ada apa Mah kenapa Mama berdiri di sini tidak biasanya. Pasti ada yang ingin Mama bicarakan"
"Ada yang ingin sangat Mama bicarakan, ini penting sekali tentang Fira tentang masa lalu itu, Mama sangat menyesal sekali Adnan "
"Masa lalu, yang mana masa laluku banyak bukan satu saja Mah. Mama tahu sendirikan masa laluku banyak yang tidak menyenangkan. Yang mana yang akan Mama ceritakan padaku "
"Masalah kamu dengan Ayana, kejadian yang terjadi dengan Ayana dan juga tentang Kamila. Pokoknya ini ada sangkut pautnya dengan Ayana "
"Apa memang yang terjadi. Memangnya apa yang Mama tahu tentang masa laluku, selama ini Mama menyembunyikan apa dariku "
__ADS_1
Wajah Mama Linda sudah sangat ketakutan, sebenarnya takut tiba-tiba anaknya mengamuk tapi ini demi kebaikan hidup anaknya. Mama Linda tidak mau uang anaknya ini di habis-habiskan oleh Fira dan juga Kamila yang terus sakit-sakitan dan anaknya yang terus membiayainya. Bahkan ke rumah sakit saja harus habis beberapa juta sedangkan ibunya tidak peduli.
Ibunya malah sibuk dengan teman-temannya dan juga dengan kegiatannya yang tak bermutu itu. Hanya bisa menghabiskan uang dan membuat uang Adnan makin habis saja.
"Begini tentang masa lalu itu_"
"Adnan kamu sudah pulang. Aku menunggumu di dalam kamar aku tidak pergi kemana-mana sayang aku minta maaf atas kelakuanku kemarin. Aku sungguh menyesal karena sudah membantah mu dan juga menamparmu di hadapan Kamila, ayo kita bicara berdua ayo kita perbaiki hubungan kita dan Kamila juga ada di kamar. Kita akan menghabiskan waktu bersama kan, kamu akan memaafkan ku kan Adnan"
"Sebentar Fira mama mau bicara, tunggu saja aku didalam kamar manti aku akan menyusulmu "
Fira menarik tangan Adnan "Ga bisa nanti aja, kalian bisa bicara kapan-kapan kan. Kamila lagi butuh kamu banget lihat deh Kamila punya kejutan buat kamu. Kamu pasti bakal senang banget Kamila itu memang benar-benar anak yang penuh kejutan, dia tahu bagaimana membahagian kedua orang tuannya ayo Adnan jangan kecewakan dia. Dia sudah membuatnya sejak lama untuk kamu "
"Tapi Adnan Mama mau bicara ini sangat penting sekali, Adnan dengarkan Mama dulu "
Adnan malah pergi begitu saja. Fira melipat tangannya dan menatap Ibu mertuanya itu, berani berani sekali dia ingin menantangnya ingin membongkar semuanya itu tidak akan pernah bisa terjadi.
Fira terus maju dan Mama Linda malah mundur karena takut Fira akan mencakar nya atau memukulnya "Mau apa kamu, aku sudah bulat ya dengan keputusanku ini. Aku akan membongkar semuanya pada Adnan, aku tidak peduli apapun yang terjadi nantinya aku pun tidak peduli kalau Adnan akan membenciku. Yang terpenting aku bisa mengusirmu dari rumah ini Adnan juga akan tahu juga kalau Kamila itu bukan anaknya. Akan aku pastikan kamu hancur "
"Begitu ya, rencana yang hebat tapi di waktu yang tidak tepat. Aku ada di rumah dan kamu ingin membicarakan itu dengan Adnan lebih baik kamu mati saja daripada menyusahkan. Kamu memang bodoh sekali "
__ADS_1
Fira langsung mendorong Mama mertuanya itu dan Mama Linda langsung terjatuh dari tangga. Fira yang melihatnya tertawa bahagia melihat ibu mertuanya berguling-guling seperti itu, pasti dia akan matikan tidak mungkin tidak, terjatuh dari ketinggian seperti ini tidak akan ada harapan untuk hidup.
Fira mencoba untuk menangis mengipas-ngipas matanya mengunakan tangan, agar terlihat kalau dia memang sedih Ibu mertuanya terjatuh "Adnan Adnan, Adnan Adnan tolong " teriak Fira.
Fira berjalan ke bawah dengan perlahan, tidak terburu-buru tapi teriakannya itu begitu histeris seolah-olah kalau dia sangat khawatir "Adnan lihat mama, tolong Adnan kemari lihat Mama Adnan kemarilah. Adnan sayang lihat "
Fira berjongkok dan mengecek keadaan Mama Linda, kepalanya berdarah dia sudah tidak sadarkan diri. Fira juga melihat Adnan dan juga Kamila yang datang dengan tergesa gesa
"Mama "teriak Adnan dengan kencang sambil menuruni tangga, tidak lupa dengan Kamila yang dia gendong.
"Apa yang terjadi Fira kenapa Mama bisa seperti ini"
Fira yang masih menangis mengelengkan kepalanya "Tidak tahu, tadi aku akan menyusulmu Adnan tiba-tiba saja aku malah mendengar teriakan Mama aku kembali lagi Mama sudah seperti ini. Ayo panggilan ambulans, ayo jangan sampai kita kehilangan Mama. Adnan telepon ambulans aku tidak mau kehilangan Mama mertuaku ini, dia begitu menyayangiku dia adalah segalanya untukku Adnan"
Adnan menurunkan Kamila dan sekarang membawa Mamanya. kalau menelpon ambulans akan lama sekali. Fira menarik tangan Kamila untuk mengikuti ayahnya. Fira masih berpura-pura menangis padahal dalam hatinya dia senang.
Semoga saja Mama mertuanya ini tidak tertolong dan dia mati agar semua rahasia yang dia lakukan akan terkunci dan tidak akan pernah ada yang membongkarnya. Karena yang tahu hanya dirinya, Ibu mertuanya dan laki-laki itu laki-laki yang telah melecehkan Ayana.
Pokoknya apa yang terjadi pada Ayana tak boleh ada yang tahu. Semuanya harus tertutup dengan rapat. Biarkan ini menjadi sejarah hidup Ayana. Agar Ayana tahu kalau Ayana tak akan pernah cocok dengan laki-laki manapun. Ayana tidak berhak bahagia sampai kapan pun. Hanya dirinya sajalah yang boleh bahagia dan menikmati semua yang Adnan punya.
__ADS_1