Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 223


__ADS_3

Nenek datang ke sekolah untuk menjemput anak-anak tapi pihak sekolah tidak memperbolehkan dirinya untuk membawa anak-anak pulang. Sekolah ini sangat ketat sekali sampai-sampai yang menjemputnya harus orang itu-itu saja atau tidak ada konfirmasi dari Ayana atau Adnan kalau anak-anak akan ada yang menjemput.


Meskipun Melisa dan juga Melinda mau dibawa oleh Nenek tapi tetap saja ada yang menjaga mereka, satpam dan juga beberapa guru, mereka begitu memantau setiap murid yang ada disini. Mereka akan menunggu orang tua dari Melisa juga Melinda yang datang kemari kalau tidak ya menunggu telepon siapa yang akan menjemput mereka berdua.


"Ibu guru dia adalah nenek buyutku kenapa kamu tidak membolehkan kami dibawa olehnya. Kami ingin pulang nenek sudah ada di sana dari tadi kasihan nenek. Lihatlah nenek dari tadi terus saja berdiri "protes Melisa pada gurunya itu.


Melissa begitu kasihan dengan neneknya yang dari tadi menunggu mereka, tapi ayahnya belum datang juga kemari. Ini benar-benar menyebalkan selalu saja telat menjemput mereka, dan sekarang saat nenek menjemput ayahnya kembali telat seharusnya ayah memberitahu ibu guru kalau neneknya akan kemari.


"Tidak bisa Melisa, ibu harus selalu mematuhi apa kata-kata ayahmu jika bukan beliau yang menjemput atau beliau tidak menelpon maka Ibu tidak bisa memberikan kalian pada orang lain" sebenarnya ibu guru itu sudah sangat tidak enak dengan nenek kedua anak kembar ini. Bukan apa-apa mereka tahu siapa orang yang ada di hadapan mereka itu, mereka benar-benar tidak enak tapi mau bagaimana lagi ayah dari kedua murid nya ini sudah mewanti-wanti agar anak-anaknya tak diberikan pada siapa-siapa.


"Kenapa, nenek buyut adalah neneknya ayah" Melisa malah makin protes saja pada ibu gurunya ini "Lalu kenapa juga Pak satpam menjaga seperti ini. Kenapa Pak satpam tidak ada di depan saja seperti biasanya, kenapa kami harus dijaga begitu ketat seperti ini bu guru"


"Maaf Nona Melisa tapi kami disuruh oleh ayahmu untuk menjaga seperti ini kalau dia telat untuk menjemput kalian berdua. Kami akan diam disini sampai Pak Adnan datang "


"Apa kenapa harus seperti ini Pak satpam, kamu harus menjaga di depan bagaimana kalau nanti ada tamu. Kami tidak kenapa-napa kenapa ayah sangat menyebalkan sekali. Memangnya kami berdua ini punya hutang sampai-sampai harus dijaga seperti ini"


"Maaf Nona Melisa tapi ini demi kebaikan bersama, kami tidak bisa membantah apa kata-kata dari ayahmu. Perintahnya harus selalu dituruti"


"Pak satpam namaku itu adalah Melisa bukan nona Melisa, jadi panggil aku Melisa saja, aku tidak suka dipanggil seperti itu "Melisa melipat tangannya dengan kesal kenapa ayahnya itu menyebalkan sekali menyuruh semua orang untuk menjaga mereka berdua. Melisa harus berbicara dengan mamanya. Sebenarnya Melisa dan juga Melinda ini punya utang apa sampai ayah seperti ini"


"Kakak apakah kita akan menunggu ayah disini sampai tua "


"Mungkin saja, aku juga sudah lelah menunggu ayah yang selalu telat menjemput, nanti kita harus protes pada ayah. Ayah sepertinya harus dihukum oleh mama baru ayah tak akan telat lagi untuk menjemput kita"


Nenek yang sudah lelah berdebat dengan pihak sekolah hanya bisa diam saja, tapi nenek tidak tinggal diam nenek langsung menelpon Adnan "Apa maksudnya Adnan, nenek sudah bilang kan akan menjemput anak-anak dan kamu juga setuju akan hal itu lalu sekarang kenapa saat nenek akan membawa mereka, nenek tidak bisa pihak sekolah mengatakan kalau kamu belum menelpon sama sekali pada mereka, sebenarnya apa maksud mu Ayana. Apakah kamu ingin melihat aku marah "nenek menjadi sangat kesal sekali pada tingkat Adnan ini.


"Tenanglah nek. Aku sedang di jalan sekarang untuk menjemput anak-anak nenek duduk saja. Aku tidak akan lama, beberapa menit lagi aku akan sampai nek"


Ayana juga yang duduk di samping Adnan merasa kesal dengan tingkah suaminya ini, Adnan benar-benar menguji sekolah. Apakah sekolah itu memang benar-benar baik dan bagus untuk anak-anaknya dengan cara ya neneknya datang ke sekolah, tapi Adnan tidak memberitahu pihak sekolah.


Apakah mereka akan memberikan kedua putrinya atau tidak. Ayana bukan apa-apa dia kasihan dengan nenek, nenek harus menunggu lama. Adnan ini memang sangat keterlaluan sekali seharusnya dia tidak seperti ini kan memperlakukan nenek seenaknya.


"Apakah tidak berlebihan dengan tidak membolehkan aku menjemput Melisa dan juga Melinda. Aku ini adalah nenek buyutnya, apakah kamu tidak salah Adnan, apakah kamu ingin aku cekik sekarang juga sampai mati hah "

__ADS_1


Adnan diseberang sana malah tertawa mendengar neneknya berbicara seperti itu. Rasanya nenek ingin cepat-cepat Adnan kemari dan menendangnya sampai ke luar angkasa agar dia tidak kembali lagi dan benar-benar menguji kesabarannya.


Apalagi kesabarannya ini hanyalah setipis tisu, ditambah dengan tingkah cucunya yang menyebalkan membuatnya makin berapi-api lihat saja nanti apa yang akan dirinya lakukan. Adnan ini sudah sangat keterlaluan sekali.


"Ini untuk keamanan mereka, nenek harus bisa melihat apakah mereka benar-benar menjaga anak-anakku dengan baik atau tidak jadi aku ingin yang terbaik untuk mereka. Aku ingin menguji mereka nek, dan hari ini adalah waktu yang pas untuk melakukan itu"


"Ya tapi apakah aku yang harus menjadi percobaan. Aku ini adalah keluarganya, kamu ini gila Adnan, aku sungguh tak habis fikir dengan tingkah kamu ini"


"Nenek aku sudah menyuruh Adnan_"


Adnan langsung membekap mulut Ayana, tidak memperbolehkan istrinya untuk berbicara apa-apa. Istrinya ini pasti akan membela neneknya yang menyebalkan itu.


"Kalian para perempuan tidak akan tahu, kalian hanya perlu diam saja dan mengikuti apa yang aku rencanakan ini "Adnan langsung mematikan sambungannya, dia kembali fokus untuk menyetir.


Ayana yang sudah dilepaskan bekapannya itu langsung mengeluarkan semua unek-uneknya ini "Kamu ini bagaimana sih nenek yang menjemput anak-anak, harusnya kamu membiarkan nenek membawa anak-anak tidak boleh seperti ini. Mereka juga pasti kesal menunggu kita untuk menjemput anak-anak, kamu ini seperti menganggap nenek seperti orang asing saja Adnan"


"Sudah nanti aku yang akan menjelaskan semuanya pada anak-anak, mereka juga akan mengerti. Ini demi kebaikan mereka juga Ayana, aku juga nanti akan menjelaskan semuanya pada nenek, dia juga pasti akan setuju dan tak akan marah lagi "


Adnan segera memarkirkan mobilnya mereka sudah sampai di sekolah Anak-anak. Ayana langsung turun terlebih dahulu tidak menunggu suaminya dulu. Ayana juga kesal dengan tingkah suaminya yang satu ini kenapa harus seperti itu.


Padahal nenek begitu baik sekali tapi Adnan sangat menyebalkan pada nenek. Mereka selalu saja bertengkar. Kalau mereka satu rumah mungkin rumah akan rubuh karena mereka terus bertengkar.


"Mama akhirnya kamu datang juga "Melisa dan juga Melinda langsung berlari ke arah mamanya, inilah penyelamat mereka berdua, kasihan nenek mereka sudah menunggu dari tadi. Melisa dan juga Melinda langsung memeluk kaki mamanya dengan erat.


Sedangkan nenek yang melihat Adnan yang baru datang langsung berteriak dengan sangat kencang, dia ingin sekali menendang cucunya sekarang juga, kesabarannya sudah habis.


Adnan bukannya takut dia langsung merangkul neneknya dan mencium pipinya "Jangan marah-marah seperti itu nek. Lihatlah keriput mu ini makin banyak dan rambutmu makin putih saja, sudah jangan marah-marah aku sudah datang dan anak-anak akan pulang bersama kita. Kamu tak usah menunggu lagi disini, kita pulang ya nenek "


"Kurang ajar, aku ingin mencekik kamu Adnan, aku rasanya ingin menendang kamu sampai ke planet yang paling jauh. Kamu sangat menyebalkan sekali membuat nenek harus menunggu lama. Sebenarnya apa maumu ini cucu durhaka"


Adnan kembali mencium pipi neneknya itu, bahkan beberapa kali Adnan melakukannya "Sudah-sudah yang sabar ya nek. Atur emosinya jangan terus marah-marah aku di sini dan anak-anak sudah bisa kita bawa sekarang juga "


Nenek yang sudah terlanjur kesal langsung mencubit perut cucunya itu, dengan memelintirnya dengan sangat kencang sekali.

__ADS_1


"Aw nenek sakit nek, sakit ampun nek jangan seperti ini nek "


"Nah bagus nenek seperti itu, ayah itu sangat menyebalkan. Lebih keras lagi nenek jangan ampuni Ayah "Melisa dan Melinda malah bersorak gembira, mereka setuju dengan apa yang neneknya lakukan pada ayah mereka. Karena ayahnya ini sangat menyebalkan sekali. Ayahnya memang harus diberi pelajaran seperti itu.


"Nek lepas nek sakit, aku tak tahan nek sakit sekali, apakah nenek ingin membuat aku pingsan, sudah nek aku tak kuat "


Adnan sudah mencoba untuk melepaskan tangan neneknya itu dari perutnya, tapi sangat sulit sekali neneknya ini benar-benar tak bisa diajak bercanda. Neneknya selalu saja menganggap semuanya serius, Adnan benar-benar tak bisa menaklukan neneknya yang pemarah ini. Hanya Ayana saja yang bisa.


"Makanya jangan macam-macam denganku biarkan aku bertemu dengan cucuku dan menjemput mereka. Jangan melarangku seperti itu Adnan, aku tak suka ya dengan sikap kamu yang seperti itu"


"Iya iya ampun ampun lepaskannya lepaskan ini sangat sakit sekali, aku benar-benar tak kuat nek. Apakah nenek ingin membuat aku tergeletak disini"


Nenek langsung melepaskannya, nenek menatap Adnan dengan kesal, kemarahan ini masih ada tapi karena melihat cucunya yang begitu kesakitan nenek tidak kembali melanjutkan aksinya. Nenek takut Adnan malah kenapa-napa nanti. Dirinya juga kan yang harus bertanggung jawab.


Adnan menatap guru-guru yang ada di sana dan juga penjaga sekolah itu, meskipun Adnan masih sakit dengan bekas cubitan neneknya, tapi Adnan akan mencoba terlihat tegas dihadapan orang-orang ini "Bagus aku percaya kalau sekolah ini memang bagus. Aku ingin jika suatu saat ada yang seperti ini lagi atau mengaku-ngaku sebagai saudaranya juga ingin menjemput anakku jangan pernah berikan, dan jangan pernah percaya juga "


Ibu guru dan penjaga itu menganggukan kepalanya. Setelah itu mereka langsung pergi meninggalkan keluarga Adnan. Melisa yang masih kesel dengan tingkah ayahnya langsung menatapnya dengan tajam, meskipun di penglihatan Adnan itu sangat lucu.


"Apa harus seperti ini ayah kasihan nenek harus menunggu lama dari tadi, ayah juga selalu saja telat menjemput kami "


"Dengarkan mulai sekarang hanya ayah saja yang bisa menjemput kalian, nanti jika Mamah datang kemari sendirian dia juga akan seperti itu tidak akan bisa menjemput kalian berdua hanya ayah saja yang bisa, bukan hanya nenek nanti yang tidak bisa menjemput kalian Ayah harus memperketat semuanya, ayah tak mau sampai terjadi sesuatu dengan kalian "


Ayana tentu saja kaget apa-apaan suaminya ini, dirinya juga tidak boleh untuk menjemput anak-anak. Dirinya ini adalah ibunya kenapa Adnan malah menjadi makin menyebalkan seperti ini.


Adam benar-benar menutup akses semua orang dan hanya dirinya saja yang boleh menjemput anak-anak, ini sungguh tidak adil benar-benar tidak adil untuk Ayana.


Melinda mengerucutkan bibirnya dia kesal juga dengan tingkah ayahnya "Ayah ini kenapa melakukan hal seperti itu pada kami berdua. Apakah kami berdua ini punya hutang sampai-sampai Ayah melakukan itu, Ayah takut sekali ya kalau kami berdua kabur berapa sih utang kami berdua sampai-sampai Ayah melakukan hal itu, aku tak suka ayah "


"Kalian berdua tidak memiliki hutang, tapi mama kalian yang memiliki hutang dan sebagai jaminannya kalian berdua lah. Jadi kalian berdua itu tidak bisa kemana-mana, kalau ayah tidak memerintahkan kalian berdua untuk pergi maka tidak akan pernah pergi sampai kapanpun, kalian akan tetap bersama Ayah"


Ayana memutar bola matanya sudah kesal pada Adnan selalu saja membawa-bawa dirinya dan pada akhirnya apa Ayana juga yang harus menjelaskan pada anak-anaknya nanti.


Adnan ini memang sengaja melakukan ini, agar dia tak perlu menjelaskan apa-apa lagi pada anak-anak.

__ADS_1


__ADS_2