Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 230


__ADS_3

"Ibu bersabarlah aku akan memanggil kan orang-orang itu untuk menolong kamu ke rumah sakit ya. Sabar aku pasti akan membawa kamu kerumah sakit "


"Cepat Ayah aku sudah tidak kuat aku sudah sangat lemah sekali. Aku tidak mau mati ayah, aku masih ingin hidup "


Wajah ibunya Ayana sudah sangat pucat sekali, bahkan darah sudah mengalir begitu banyak sekali ayah tirinya Ayana dari tadi mencoba untuk memberhentikan darah itu agar tidak keluar. Bahkan dia membuka pakaiannya untuk memberhentikan pendarahan ini.


"Kakiku ini sudah sangat sakit sekali, bahkan sepertinya aku benar-benar akan tiada " air matanya sudah mengalir dengan deras ibunya Ayana sudah sangat ketakutan sekali, sudah tak karuan rasannya.


"Jangan berkata seperti itu, sudah aku bilang kan jangan pernah ada di sini kita pulang saja lebih baik kelaparan daripada harus kehilangan nyawa, kamu sih keras kepala, kalau kita pulang mungkin kaki kamu sekarang masih baik-baik saja tak akan seperti ini "


Ayah tirinya Ayana itu langsung berlari, dia menggedor-gedor pintunya dan berteriak-teriak dengan keras tidak lama kemudian pintu dibuka dan orang-orang berbadan besar yang menjaga pintu itu langsung menatap Ayah tirinya Ayana, dengan tatapan yang begitu menyeramkan sampai-sampai Ayah tirinya Ayana itu mundur dan menundukkan kepalanya.


"Aku minta tolong bawa istri ku ke rumah sakit, keadaannya sudah benar-benar parah sekali "


"Tidak bisa harus ada izin dari Pak Adnan kalau, sampai pak Adnan tidak mengizinkan kami tidak bisa membawa istrimu itu ke rumah sakit. Sudahlah kamu obati sebisa mu saja. Jangan banyak bicara ya kami pusing "


Ayah tirinya Ayana langsung mendongak dan menatap orang-orang itu, rasanya rasa takut tadi sudah hilang digantikan dengan rasa marah. Mereka benar-benar tidak punya hati "Tapi keadaan istriku itu sangat mengenaskan, kakinya terluka dia sudah banyak kehilangan darah apakah kalian ingin membuat istriku mati di situ. Apakah kalian ingin membuat dia dimakan oleh buaya yang sangat menyeramkan itu, kenapa kalian tega sekali "


"Itu sudah konsekuensinya dia. Mau tinggal di sini kan maka itulah yang akan dia rasakan. Kamu obati saja semampu kamu, kami tak bisa membantu kalau tak ada perintah maka kami tak akan gegabah, kami masih suka kerja disini dan tak mau di pecat. Waktu itu Pak Adnan sudah menawarkan pada kalian untuk dikeluarkan dari sini, tapi pada kenyataannya apa kalian tidak mau kan kalian hanya ingin tetap diam di sini menikmati setiap makanan yang diberikan Pak Adnan"


Pintu langsung ditutup lagi, Ayah tirinya Ayana yang kesal langsung menggedor-gedor pintunya lagi, dia tidak terima dengan semua ini jawaban yang diberikan orang-orang ini. Alasan mereka sungguh membuatnya marah besar, hanya karena takut dipecat saja sampai tak punya hati seperti itu.


"Sasar kalian tidak punya hati, kalian ini hanya memikirkan tentang diri kalian sendiri lihat saja nanti apa yang aku lakukan. Aku tak akan membiarkan kalian hidup dengan tenang "


Ayah tirinya Ayana itu kembali pada istrinya, istrinya sudah pingsan. Entahlah pingsan atau tiada, dirinya benar-benar sangat ketakutan kehilangan istrinya mau bagaimanapun mereka sudah hidup bertahun-tahun bersama.


"Ibu jangan tinggalkan aku, kamu harus bertahan, kamu harus bisa bertahan jangan tinggalkan aku bu. Nanti aku dengan siapa anak-anak sudah pergi meninggalkan kita, mereka benar-benar tega sekali"


Tubuh istrinya itu dia goyang-goyangkan. Tapi tetap saja istrinya sudah tidak sadarkan diri, dia sudah sangat takut sekali bagaimana kalau istrinya tiada akan bersama siapa dirinya.


Selama ini yang mencari uang adalah istrinya, bukan dirinya lebih baik mati bersama dari pada hidup tanpa ada istrinya. Siapa yang akan mengurusnya nanti.


...----------------...


Ayana tetap memejamkan kedua bola matanya, dia masih menyandarkan tubuhnya di bahu suaminya. Adnan selalu mengajarkan hal baru, Adnan juga selalu memuaskan dengan sangat luar biasa. Ayana selalu puas dan ketagihan. Tapi kadang kalau meminta terlebih dahulu Ayana suka malu sendiri.


Adnan mengusap punggung istrinya yang basah karena keringat, Adnan membenarkan tidur mereka agar lebih nyaman. Adnan membaringkan tubuh Ayana agar menjadi lebih nyaman, Adnan juga melepaskan tautan mereka dengan perlahan, Ayana hanya bisa mendesah dengan pelan.


"Bagaimana puas " tanya Adnan sambil membersihkan keringan yang ada di dahi istrinya.


Ayana tersenyum dan menganggukkan kepalanya "Terimakasih"


"Sama-sama sayang aku akan selalu memuaskan kamu. Bagaimana apakah kamu akan menjelaskan tentang apa yang kamu lakukan selama ini"


Ayana langsung membuka kedua bola matanya yang tadinya mengantuk malah langsung terbuka lagi "Aku hanya sedang bosan, makanya aku melakukan itu padamu. Kamu tahu kan aku tidak punya kegiatan apa-apa selain ikut kamu ke kantor, aku hanya bermain-main saja Adnan, aku tak bermaksud apa-apa "


"Benarkah hanya itu alasannya, jangan sampai nanti anak-anak mengikuti kamu yang seperti itu, jangan berbohong padaku sayang "


"Tidak aku sama sekali tidak berbohong, untuk apa aku berbohong. Memang itu alasannya kalau aku memang sedang bosan aku hanya ingin menjahili mu saja Adnan"


Adnan mengecup bibir istrinya "Baiklah aku terima penjelasanmu itu, sekarang tidurlah beristirahat nanti malam kita akan lanjutkan. Sekarang aku masih ada pekerjaan, yang nanti malam akan lebih dari ini kamu akan puas bahkan lebih puas. Kamu tunggu saja nanti apa lagi yang akan aku ajarkan sama kamu "

__ADS_1


Adnan mengusap rambut istrinya dengan perlahan, dia ingin istrinya cepat-cepat tidur. Dari tadi pengawalnya yang ada di belakang terus saja menelpon. Adnan memang sengaja menggetarkan ponselnya agar tidak ketahuan.


Istrinya memang memejamkan matanya, tapi Adnan tidak yakin kalau istrinya sudah benar-benar tidur. Adnan harus selalu waspada karena istrinya ini bisa saja mengikutinya nanti dan mengetahui semuanya. Adnan harus benar-benar melihat istrinya tertidur dengan lelap dulu baru bisa tenang dan pergi kesana dengan tenang juga.


Adnan menatap wajah istrinya yang kelelahan di usapnya kening istrinya itu dan Adnan kembali mengecupnya.


"Tidur ya sayang, aku disini sampai kamu tertidur dengan lelap "


Ayana hanya menganggukan kepalanya sambil mempererat pelukannya itu. Ayana suka sekali memeluk suaminya seperti itu kalau sudah saling memuaskan.


...----------------...


Adnan yang sudah memakai pakaian santainya menata pengawalnya.


"Ada apa sampai berkali-kali menelponku "


"Maaf Pak tapi perempuan itu sudah sangat kritis sekali. Sepertinya dia sudah pingsan dari tadi apakah kita akan membawanya ke rumah sakit atau membiarkannya seperti itu"


"Telepon saja dokter suruh dia kemari. Untuk apa kita repot-repot membawanya ke rumah sakit. kalau sudah waktunya mati ya biarkan saja mati. Nanti tinggal lempar saja selesai kan, tak akan ada jejak apapun "Adnan berbicara dengan wajah yang begitu datar dan seperti tak punya perasaan sedikitpun. Adnan benar-benar tidak punya simpati sedikitpun pada ibunya Ayana itu.


"Baik Pak" mereka tak bisa melakukan apa-apa kalau perintahnya seperti ini. Mau menolong juga sayang pekerjaan mereka ini sangat nyaman, ngajinya besar dan cukup untuk keluarga mereka.


Adnan melangkah masuk ke dalam kandang buayanya. Adnan melihat ibunya Ayana yang tergeletak begitu saja dengan suaminya yang sedang menangis di sampingnya.


Saat mendengar suara langkah kaki ayah tirinya Ayana itu langsung mendongakan kepalanya. Dia langsung mengusap air matanya dengan cepat, tak mau terlihat cengeng di hadapan Adnan.


"Adnan lepaskan kami berdua, kami tidak mau ada di sini lagi aku sudah berkata padamu kan kalau aku tidak akan pernah mengganggu keluarga kalian lagi, aku janji padamu Adnan keluarkan kami dari sini tolong bawa istriku ke rumah sakit, dia butuh pertolongan sekarang juga"


"Aku janji padamu kalau istriku ini tidak akan pernah mengatakan apa-apa pada Ayana. Bahkan dia tidak akan mengganggu Ayana lagi, kami tak akan menampakan wajah kami ini dihadapan Ayana lagi"


"Tapi aku tidak percaya sama istrimu itu, dia tidak bisa kamu kendalikan, kamu saja kalah olehnya mana mungkin kamu bisa membuatnya tunduk di kakimu yang ada dia akan tetap menemui Ayana dan mengatakan semua ini padanya. Aku tidak mau ambil resiko dan nanti malah aku yang hancur "


"Aku akan membawanya pindah yang jauh dan aku akan memastikan semuanya aman. Tolong lepaskan kami dan bawa istriku ini ke rumah sakit. Aku mau dia selamat, aku bener-bener ingin istriku ini tidak kenapa-napa. Aku masih ingin istriku ini masih hidup, dengan siapa nanti aku hidup kalau istriku tiada "


"Aku tidak bisa membawa istrimu ke rumah sakit, nanti akan ada dokter yang datang kemari dan memeriksa istrinya dia akan sembuh. Mana mungkin dia akan mati secepat itu, sepertinya istrimu itu akan bertahan "


"Kamu gila harus menunggu dokter kemari bagaimana kalau nyawa istriku ini tidak tertolong Adnan, kamu ini terlalu gegabah dengan nyawa orang lain" Ayah tirinya Ayana itu malah marah besar pada Adnan, dia tidak terima dengan apa yang Adnan katakan.


"Ya sudah mungkin itu sudah takdirnya untuk tiada. Dan nanti aku bisa langsung melemparkannya pada buaya-buaya aku itu. Kamu bisa melihat bagaimana nanti mereka mencabik-cabik tubuh istrimu itu, itu akan menjadi tontonan yang begitu menyenangkan. Aku rasannya tak sabar sekali ingin melihatnya "


"Gila kamu ya, kalau Ayana tahu tentang semua ini dia pasti akan meninggalkanmu. Dia pasti akan membencimu Adnan, kamu tidak akan bersama Ayana lagi, Ayana akan pergi dari samping kamu "


"Tapi semua itu hanya ada dalam angan-angan mu saja, semua itu tidak akan pernah terjadi. Ayana tidak akan datang kemari dan melihat apa yang aku lakukan. Jadi semua itu akan menjadi rahasiaku dan juga rahasiamu, Ayana juga tak akan percaya dengan kata-katamu secara kalian berdua tak dekat "


"Aku akan berbicara pada Ayana, mau dia percaya atau tidak yang terpenting aku sudah mengatakan apa yang aku ketahui "


"Lihat baru aku pancing itu saja sudah marah-marah dan akan berbicara pada Ayana. Bagaimana aku akan percaya pada kalian berdua, rasanya aku tidak akan membebaskan kalian aku berpikir ulang lagi dan sepertinya keputusanku memang sudah bulat. Aku tidak akan membiarkanmu pergi dari sini kalian akan menjadi penunggu kandang buaya ini, kalian bisa bersenang-senang terus di sini makan gratis makan yang enak aku selalu memberi kalian makanan enak kan"


"Kami tidak butuh makanan enak lagi, kami ingin keluar dari sini kami mohon padamu lepaskan kami dari sini, harus seperti apa lagi aku memohon padamu Adnan"


"Bagaimana ya "Adnan seperti sedang berpikir.

__ADS_1


Ayah tirinya Ayana menunggu dengan sangat gelisah. Apakah Adnan akan melepaskan mereka atau tidak, tak sabar ingin keluar dari sini dan membawa istrinya untuk kerumah sakit.


"Jawabannya masih sama tidak"


Ayah tirinya Ayana itu yang kesal langsung berlari ke arah Adnan, ingin menerjangnya tapi hal itu tidak terjadi karena pengawal Adnan tiba-tiba saja masuk dan menahan tubuhnya itu.


Ayah tirinya Ayana sudah berteriak-teriak tak karuan, dia sudah sangat muak dengan tingkah Adnan yang angkuh dan tidak punya perasaan sama sekali, mereka ini manusia tapi Adnan memperlakukan mereka dengan sangat tidak baik, Adnan benar-benar orang yang sangat tega sekali.


"Akan aku pastikan Adnan kamu akan hancur, kamu tidak akan hidup bahagia. Ayana akan meninggalkan kamu aku tidak akan tinggal diam, aku akan bergerak untuk menghancurkan kamu "


"Silakan saja terus mengoceh, karena semua itu tidak akan pernah terjadi harus aku katakan berapa kali sih, kamu ini sangat ngotot sekali "


"Kamu memang benar benar laki-laki biadab, Ayana salah memilihmu menjadi suami. Ayana benar-benar salah mendapatkan mu. Ayana pasti menyesal karena pernah menikah dengan kamu Adnan"


Adnan malah tertawa mendengar itu. Adnan bukannya merasa takut tapi dia merasa lucu saja Ayah tirinya Ayana sangat berapi-api tadi mengatakan kalau akan menghancurkannya.


Padahal Adnan tadi hanya memancingnya saja, dan tak akan benar-benar melakukan itu tapi apa respon Ayah tirinya Ayana ini tidak bisa dipercaya, dua-duanya memang benar-benar sama saja mereka hanya ingin memerasnya dan juga menghancurkan hidup dirinya.


Adnan tidak akan pernah melepaskan orang yang akan menghancurkan kebahagiaannya ini. Adnan akan membuat istrinya melupakan ibunya itu dan tidak mengingatnya terus-menerus, Adnan tak mau sampai istrinya mengenal lagi dua orang ini.


Adnan berbalik dan akan pergi dari kandang buaya itu, tapi dia malah melihat mamanya ada di sana sedang berdiri dengan tatapan tidak percaya kalau Adnan bisa sekeji ini pada orang lain.


Adnan langsung menarik tangan Mamanya itu untuk pergi dari sini, selama berjalan ke rumah utama tidak ada pembicaraan Adnan juga terus menarik tangan Mamanya itu. Jangan sampai nanti malah mamanya yang menghancurkan Adnan dengan berbicara pada Ayana.


Adnan membawa Mamanya ke ruangannya, bahkan tadi anak-anak berteriak memanggil neneknya itu tapi Adnan terus saja menariknya. Adnan juga mengunci pintunya takut-takut anak-anak mendengar pembicaraan mereka atau tiba-tiba masuk.


"Apa yang kamu lakukan Adnan mereka itu adalah orang tuanya Ayana, kenapa kamu memperlakukan mereka seperti itu Mama seperti tidak mengenali kamu lagi. Apa yang sedang kamu lakukan sih Adnan, kamu ingin menghancurkan hidup kamu sendiri"


"Apalagi mah kalau bukan menghukum orang-orang itu. Memangnya salah yang Adnan lakukan tidak ada yang salah mah, semuanya sangat tepat Adnan lakukan "


"Kalau Ayana tahu dia akan membencimu. Mungkin dia akan pergi lagi darimu Adnan, jangan aneh-aneh mau bagaimanapun itu tetap ibunya Ayana, kamu tidak berhak menghukumnya dengan cara seperti itu. Itu sangat keterlaluan sekali Adnan"


"Aku melakukan ini demi kebaikan Ayana juga bukan untuk orang lain. Aku ingin Ayana hidup tenang tidak diganggu oleh orang tuanya itu, aku ingin yang terbaik untuk istriku dan aku juga tidak mau ada orang yang mengganggu rumah tanggaku. Aku muak dengan mereka mah, mereka selalu datang kemari dan membuat masalah bahkan membuat Ayana menangis, aku tidak mau melihat air mata istriku mengalir aku benar-benar tidak sanggup melihat itu ma "


"Tapi apa yang kamu lakukan itu benar-benar di luar dugaan Mama, kamu bisa memberikan hukuman yang lain lihat tadi Mama melihat ibunya Ayana sepertinya sedang pingsan dia berdarah seperti itu, kenapa dengannya seharusnya kamu membawanya ke rumah sakit bukan malah mendiamkannya di sana. Kamu tidak berhak Adnan melakukan ini lepaskan mereka Mama tidak mau kamu menjadi sosok yang begitu tidak punya hati. Mama tidak mau masalah ini nanti terbongkar dan rumah tangga kamu menjadi kacau, lebih baik lepaskan sekarang sebelum semuanya terlambat, dan makin jauh "


Adnan tetap pada keputusan tak akan merubahnya lagi "Apakah dengan cara Adnan melepaskan mereka akan tutup mulut, tidak menjamin mah mereka bisa saja mengatakan semua ini pada Ayana juga kan. Jadi percuma mereka Adnan lepaskan mah, mereka akan membuat semuanya menjadi lebih rumit lagi jadi lebih baik mereka diam di sana seumur hidup atau sampai mati saja kalau perlu "


"Sebenarnya ada apa dengan kamu Adnan, dulu kamu tidak seperti ini tapi sekarang kamu benar-benar kejam sekali, mama jadi takut dengan kamu"


"Sudah lah mah, Adnan tidak mau membahas masalah ini mama tidak usah ikut campur ini adalah hal yang wajar Adnan lakukan untuk melindungi keluarga Adnan, apa yang Adnan lakukan ini jangan sampai mama katakan pada Ayana. Kalau sampai mama katakan berarti mama ingin menghancurkan Adnan, mama tak mau Adnan bahagia "


"Ayana akan marah dengan apa yang kamu lakukan Adnan, dia akan membenci kamu nanti "


"Ya makanya mama tutup mulut jangan sampai ada yang tahu, sudah Adnan tidak mau memperpanjang ini, anak-anak pasti akan bertanya-tanya kenapa Adnan membawa Mamah ke ruangan ini, lebih baik Mama bermain saja dengan anak-anak, mama juga kemari ingin menemui anak-anak dan juga Ayana kan"


Mama Linda tidak tahu harus berbicara apalagi pada anaknya, mama Linda datang kesana juga tadi tak sengaja. Tadinya ingin melihat bunga-bunga yang ditanam olehnya, tapi malah melihat Adnan.


Ruangan itu juga membuatnya penasaran, karena dulu tak ada ruangan itu, sama sekali tak ada. Makannya dirinya ingin tahu tempat apa itu, ternyata malah kandang buaya yang tak pernah dirinya fikirkan selama ini. Dan satu lagi malah ada mertuanya Adnan disana.


Dari dulu Adnan adalah laki-laki yang begitu sabar dan tidak pernah melakukan kekerasan, tapi sekarang Adnan sudah berubah banyak dia menjadi menakutkan dan dirinya seperti tak mengenal lagi anaknya itu, Adnan sudah benar-benar berubah bukan Adnan yang pernah dulu dia asuh dan sayangi.

__ADS_1


Adnan malah menjelma seperti ayahnya dulu, ayahnya Adnan dulu lebih kejam dari ini, tapi untungnya Tuhan mengambilnya terlebih dahulu dirinya tenang karena tak harus melihat orang-orang disiksa lagi oleh suaminya itu. Memang suaminya itu terlihat baik tapi pada kenyataannya dia sangat menakutkan sekali. Tak ada yang tahu sifat asli ayahnya Adnan.


__ADS_2