
Dokter keluar dengan wajah yang lesu, Adnan yang mempunyai firasat kalau kondisi mamanya tidak baik-baik saja langsung bertanya "Ada apa dokter apa yang terjadi dengan Mama saya bagaimana sekarang keadaannya. Mama saya masih bisa diselamatkan dok"
"Alhamdulillah masa kritisnya sudah terlewatkan Pak, hanya saja kami minta maaf sebelumnya Pak, ibu anda mengalami stroke dan juga ada pembuluh darahnya yang pecah dan mengakibatkan lumpuh dan gangguan dalam bicara juga"
Adnan langsung lemas mendengar semua itu. Mamanya stroke kenapa harus seperti ini. Sedangkan di belakang Adnan Fira tersenyum mendengar keadaan ibu mertuanya. Ya meskipun tidak mati setidaknya dia tidak bisa bicara kan, tidak akan pernah bisa membongkar apa yang terjadi sebenarnya. Fira masih aman tak usah takut. Semuanya masih baik-baik saja tak perlu ada yang ditakuti.
Fira kembali pura-pura menangis dan mendekati dokter "Lalu bagaimana apakah ibu mertua saya masih bisa sembuhkan dok, apapun lakukan untuk kesehatan ibu mertua saya tolong berikan pengobatan yang termahal di sini untuk menyembuhkan ibu mertua saya. Kamu minta tolong dok, berikan yang terbaik untuk ibu mertua ku "
"Tentu akan sembuh, tapi secara perlahan dengan terapi dan juga yang lainnya"
Adnan terduduk lemas, dia memijat keningnya dokter yang berbicara dengan Fira dan sudah menjelaskan semuanya langsung pergi "Kamu yang sabar ya. Aku tahu ini berat banget aku juga sedih banget mendengar semua itu. Mamah tuh udah kayak ibu kandung aku sendiri, dia itu udah menjadi pengantin Ibuku selama ini, dia itu udah sayang sama aku dengan tulus Adnan aku juga sedih mendengar kalau mama sampai seperti ini"
"Sebenarnya apa yang terjadi Fira, kamu pasti tahu kan apa yang terjadi sama mama. Kamu tadi ada di sana kan bahkan orang yang pertama lihat mama itu kamu, apa yang terjadi sama Mama jelaskan semuanya sama aku. Jangan ada yang disembunyikan lagi Fira "
"Aku ga tahu, tadi aku mau pergi nyusul kamu ke kamar tapi tiba-tiba aku dengar ada yang jatuh dan aku lihat ternyata mama yang jatuh. Aku ga tahu aku benar-benar enggak lihat. Kalau aku tahu mungkin aku udah tarik Mama atau mungkin aku udah lari buat menyelamatkan Mama. Kamu ini gimana sih mana mungkin aku tega lihat mama jatuh kayak gitu. Aku benar-benar enggak tahu Adnan, jadi jangan tanya yang aneh-aneh sama aku "
Adnan tidak menjawabnya dia langsung masuk ke ruangan Mamanya. Melihat Mamanya yang masih tertidur dan menggenggam tangannya dan mencium tangannya juga, "Kenapa harus seperti ini, aku tahu Mama ingin mengatakan sesuatu padaku kan. Apa yang sebenarnya terjadi Ma. Jangan membuat Adnan binggung "
Fira mengusap air mata palsunya itu dan membuka ponselnya, tapi yang dia dapat apa malah telepon dari pacarnya itu. Ayahnya Kamila dengan cepat Fira mengangkatnya, takut-takut nanti dia akan membongkar semuanya pada Adnan.
Karena di sini banyak orang yang terlibat dalam masalah Ayana ini, banyak orang yang terlibat dan bisa saja dari salah satu mereka itu berbicara pada Adnan, atau mungkin nanti Adnan mencari tahunya dan mengancam mereka semuanya bisa terjadi kan.
"Ada apa lagi sih Rio, aku ini sedang di rumah sakit ibu mertuaku dirawat. Jangan telepon aku kalau aku ini sedang bersama Adnan suamiku, kamu ini tak ada gunakannya sekali terus meneleponku seperti ini, aku pusing sekali "
"Aku ingin hak ku, aku ingin melihat Kamila kamu sudah tidak membawa Kamila beberapa bulan, aku sudah minta kan padamu jangan pernah pisahkan aku dengan Kamila mau bagaimanapun dia itu anakku darah dagingku. Jangan pernah egois Fira jangan ingin menang sendiri"
"Aku tahu Rio kalau dia itu adalah anak mu, darah dagingmu. Tapi tetap saja aku ini ibunya nanti kapan-kapan aku akan datang ke sana dan menemui kamu untuk bisa bertemu dengan Kamila, dia sekarang sedang nyaman bersama Adnan. Bahkan Kamila tak pernah mau lepas dari Ayahnya itu. Aku suka melihat pemandangan itu "
"Aku tidak mau tahu, bawa dia sekarang atau aku akan berbicara pada Adnan. Aku akan menceritakan semuanya dan aku juga akan menceritakan apa yang terjadi pada Ayana yang sebenarnya. Ini adalah rencana kamu dan ibu mertua kamu jadi jangan pernah macam-macam denganku, aku tahu kelemahan kamu Fira maka jangan pernah bermain-main denganku turuti perintahku sekarang juga "
Fira menggenggam ponselnya dengan sangat erat. Fira menahan amarahnya agar tidak marah-marah pada Rio, bisa-bisa hancur semuanya. Kalian masih ingat kan dengan Rio temannya Adnan dan ternyata dia adalah pacarnya Fira selama ini, tapi Adnan tidak mengetahuinya sama sekali tentang hal itu.
"Baiklah aku akan bawa anakmu itu. Tunggu saja di apartemen jangan pernah menyusul kemari, awas saja ya " Fira mewanti-wanti Rio agar tidak gegabah datang kemari.
Fira mematikan sambungannya, menatap anaknya Kamila yang diam di pojokan. Dengan kasar dia menarik tangan Kamila "Ayo kita pergi dari sini, dasar kamu ini anak yang selalu menyusahkanku. Kenapa sih aku harus memiliki anak seperti mu Kamila sangat merepotkan sekali"
"Ga mau Kamila mau sama Ayah aja. Kamila mau di sini aja Ibu Nenek lagi sakit, Kamila ga akan kemana-mana kasian Ayah sendirian. Ayah lagi sedih dan Kamila tidak boleh pergi kemana-mana "
"Berisik dasar anak cengeng, udah ikut aja sih cuman ikut doang apa sulitnya. Aku ini ibumu jadi kamu harus lebih patuh padaku bukan pada Ayahmu. Ayo sudah ah aku tidak berdebat "
Kamila sudah menangis diperlakukan kasar seperti itu oleh ibunya. Banyak orang-orang yang menatapnya dan sampai ada yang menegurnya "Bu itu anaknya menangis. Jangan diperlakukan seperti itu Bu, jangan ditarik-tarik tangannya. Mungkin dia tidak mau Bu, bawa anaknya dengan pelan dan lembut Bu "
"Alah kamu ini siapa cuman orang asing kan. Gimana saya dia ini anak saya, mau saya perlakukan gimanapun kamu ga usah ikut campur. Anak-anak saya kenapa situ yang repot "
__ADS_1
Kembali Fira menggusur tangan anaknya, masih saja Kamila menangis. Fira memasukkan Kamila ke dalam mobil dengan kasar juga, bahkan sampai mendorongnya. Setelah mereka masuk ke dalam mobil taksi itu barulah di sini Fira langsung marah-marah pada anaknya lagi.
Sungguh Fira itu tak ada habis-habisnya anaknya terus saja dimarahi. Padahal Kamila hanya kesakitan diperlakukan seperti itu olehnya.
"Kamu ini bisa tidak, tidak membuat ibu malu dengan terus menangis bisa tidak jangan menjadi anak yang cengeng. Kamu ini apa-apa nangis apa-apa nangis semua apapun yang terjadi sama kamu, kamu tangisi diem jadi anak kuat. Jangan cenggeng, jangan mentang-mentang kamu dimanja sama Ayah kamu, kamu jadi kayak gini ya apa-apa nangis. Aku muak tahu dengarnya pengen aku lempar kamu ini "
"Kamila mau sama ayah aja, Kamila ga mau sama ibu, ibu nakal Kamila ga mau sama ibu. Anterin Kamila sama Ayah lagi "
"Berisik banget sih, diem atau Ibu turunin kamu di sini dan kamu jalan ke rumah sakit sendiri. Udah cengeng cerewet lagi, paket lengkap banget tahu ga sih "
Kamila langsung membekap mulutnya. Kamila tidak mau diturunkan di sini. Kamila tidak tahu harus ke mana Kamila tidak tahu jalan ke rumah sakit juga. Kamila menatap Ibunya dengan takut sekali. Bahkan kamila beralih duduk paling pojok tak mau dekat-dekat dengan ibunya.
...----------------...
Rio memeluk anaknya yang baru saja datang dengan Fira. Rio menetap Kamila dan tatapannya langsung beralih pada Fira, bahkan tatapannya sangat marah sekali "Kenapa Kamila sangat kecil sekali ? Kenapa makin hari anak ini makin kecil. Kalau kamu ga becus buat urus Kamila maka udah biar aku aja yang urus "
"Memang sudah seperti itu tubuhnya, dia itu tidak bisa berkembang dengan baik. Jangan selalu dibesar-besarkan ini hanya masalah kecil nanti juga kalau mau Kamila besar bisa kok diberi makan yang banyak saja sekalian "sambil melipat tangannya
"Kamu jangan macam-macam dengan aku Fira, aku bisa mengambil Kamila kapanpun, dia adalah anakku kamila adalah darah dagingku maka aku bisa mengambilnya kapanpun. Kalau saja dulu aku tidak mengikuti rencana gila mu ini mungkin Kamila tidak akan tersiksa, Kamila akan bahagia hidup dengan ku. Kamu memang tidak akan pernah bisa menjadi ibu yang baik. Kamu hanya bisa membuat anakku menderita "
"Kamila tidak pernah tersiksa dari dulu, dia bahagia hidup dengan Adnan dia baik apalagi neneknya baik. Semuanya baik tidak ada yang jahat. Kalaupun dia tinggal bersamamu Rio yang ada dia akan kesepian apalagi dia harus disatukan dengan istrimu yang ada Kamila akan tersiksa. Sudahlah jangan terus mengungkit-ungkit yang sudah terjadi. Aku lelah mendengarnya aku sudah membawa Kamila kan kemari maka sana kamu bicara dengannya jangan terus berbicara "
"Aku ingin hak asuh Kamila, aku ingin Kamila hidup denganku "
Rio membawa Kamila duduk dan memberikan mainan dan juga beberapa camilan "Ini sayang lihat Ayah membelikan mu banyak mainan dan juga makanan kamu suka kan dengan semua ini. Kamu mau kan ikut Ayah "
Kamila tidak menggubrisnya, dia masih menatap wajah Rio karena memang asing bagi Kamila. Kamila dibawa oleh Fira sesekali ke hadapan Rio bahkan sudah hampir 8 atau 9 bulan Rio dan juga Kamila tidak bertemu. Jadi wajar kalau Kamila malah jadi lupa dengan Rio.
"Lihatlah Ayah memberikan berbagai macam makanan dan juga mainan. Kamu suka yang mana, ayo kita bermain Ayah rindu sekali dengan kamu sayang. Kamu ingin bermain dengan yang mana"
"Ayahku bukan yang ini, kamu ini siapa "ucap Kamila dengan sangat polos.
Rio tersenyum kecewa mendengar anaknya tidak menganggapnya, karena memang semua ini dulu keputusannya seharusnya keputusan itu tidak boleh diambil. Seharusnya Rio berpikir dua kali kan dan pada akhirnya seperti ini.
Kamila tidak mengetahui kalau dirinya ini adalah ayah kandungan. Kamila hanya tahu kalau Ayah kandungnya itu adalah Adnan. Padahal yang sebenarnya adalah dirinya.
"Iya aku tahu kalau Ayahmu itu adalah Adnan, tapi panggil aku dengan sebutan Ayah juga anggap saja kalau aku ini adalah ayah keduamu. Aku begitu menyayangimu Kamila "
Kamila langsung menggelengkan kepalanya "Ayahku cuman satu dan tidak bisa menjadi dua, iya kan Mama" Kamila meminta persetujuan Mamanya.
Rio yang tidak mau terbawa emosi langsung pergi meninggalkan Kamila sendirian di sana.Rio menarik tangan Fira yang dari tadi hanya diam sambil memainkan ponselnya.
"Kenapa kamu tidak memberitahu Kamila kalau aku ini sebenarnya adalah Ayahnya. Kenapa kamu hanya mengenalkan Adnan saja aku ini adalah ayah yang sebenarnya"
__ADS_1
"Memangnya apa yang harus aku jelaskan pada Kamila, sedangkan dia masih kecil mengerti apa dia. Apakah harus aku bilang Kamila sayang anakku Ayahmu itu bukan Adnan, tapi ayahmu adalah Rio laki-laki yang sering Mama temui begitu maumu"
"Ya tapi aku ayahnya"
"Aku tahu kamu Ayahnya aku tidak pernah mengatakan kalau kamu itu bukan ayahnya, jadi sudahlah jangan terlalu lebay nanti juga saat Kamila sudah dewasa dia akan tahu aku akan memberitahu semuanya, kamu bisa tenang ya "
"Aku akan berbicara pada anak ku sekarang. Aku tidak mau nanti-nanti lagi, yang ada kamu akan ingkar janji. Kamu ini akan sulit menepati janji "
"Tidak jangan aku tidak setuju "teriak Fira dengan histeris.
Rio mengacak rambutnya dengan frustasi"Tapi aku tidak mau seperti ini. Aku ingin Kamila bersamaku"
"Apa karena istrimu mandul makanya kamu ingin mengambil Kamila, iya kamu tak bisa punya anak lagi kan. Makannya ingin mengambil Kamila dari aku "
Rio langsung menunjuk Fira dengan kesal" Jangan kau berani-beraninya menghina istriku, dia adalah perempuan baik bukan sepertimu aku dulu salah telah suka denganmu, aku dulu buta telah jatuh cinta pada perempuan licik sepertimu Fira "
Fira malah mengangkat bahunya seperti acuh dan tidak peduli dengan kata-kata dari Rio, memang 2 tahun setelah Fira dan Adnan menikah Rio juga menikah dengan perempuan lain.
Fira sama sekali tidak sedih tidak peduli juga dengan siapapun Rio menikah, karena rasa cintanya pada Rio juga sudah hilang tidak ada lagi. Fira sudah mendapatkan semuanya, harta ketenaran semuanya sudah Fira miliki lalu apalagi untuk apa mempertahankan Rio.
Tapi Fira juga sering bermalam dengan Rio sampai sekarang, meskipun Rio sudah menikah Rio tetap menjadi pacarnya dan masih bermalam dengannya. Apalagi Adnan tak mau menyentuhnya. Hanya saat bulan madu saja itu pun karena Fira memasukan sesuatu pada minuman Adnan.
Hanya untuk menutupi kehamilannya ini, jadi Adnan percaya kan kalau Kamila itu adalah anaknya. Fira tidak mau kehilangan ladang uangnya itu.
"Rio ingat kita punya rahasia masing-masing. Jika kamu sampai berani berbicara pada Adnan dan mengambil Kamila dariku aku bisa berbicara pada istrimu kalau kamu sampai sekarang masih tidur denganku. Kalau kamu masih berhubungan denganku, kita masih menjalin hubungan kamu jangan lupakan itu kamu ingin menghancurkan hidupku maka aku bisa menghancurkan dirimu juga"
"Perempuan sialan"
Fira tertawa mendengar teriakan Rio, sungguh laki-laki ini mudah untuk dibodohi. "Sebelum kamu menikah juga aku sudah bilang kan Rio pikir-pikir dulu, kamu mau menikah tapi masih berhubungan denganku apakah kamu tidak akan menyesal. Katamu kamu tidak akan pernah menyesal ya kan"
"Sekarang aku menyesal telah menghianati istriku dan aku tidak akan melakukan itu lagi, aku tidak akan pernah tidur bersamamu lagi hubungan kita selesai sampai di sini Fira. Aku sudah lelah dengan semua permainanmu itu, aku cape dijadikan umpan terus olehmu "
"Namanya juga penyesalan. Selalu datang di akhir tidak mungkin di awal. Dulu kamu sangat tergila-gila kan padaku kamu sangat mencintai aku sampai-sampai kamu tidak peduli dengan pernikahanmu itu, dengan perasaan istrimu itu. Jadi jika ingin kamu baik-baik saja bersama istrimu jaga rahasia kita baik-baik maka kamu akan aman, semuanya akan aman ditanganku sayang "
Fira mendekati Kamila dan membawa Kamila pergi dari sini, sudah cukup pertemuan ini Adnan sudah menelpon dari tadi tapi Fira sengaja tidak mengangkatnya. Fira tidak mau kalau nanti Adnan malah curiga dan mencari tahu semuanya.
Fira tahu selama ini Adnan akan mencari kebenaran tentang yang terjadi pada Ayana. Fira tidak mau semua itu terbongkar Fira belum meraup semua harta Adnan dan keluarganya.
"Ibu kita mau ke mana lagi, aku ingin bertemu dengan ayah aku lelah aku ingin istirahat dan aku juga ingin melihat keadaan nenek. Apakah Nenek baik-baik saja, aku tadi tak sempat masuk "
"Sudah kamu ini jangan berisik, kenapa sih kamu cerewet sekali jadi anak bisa tidak sekali-kali kamu itu diam dan jangan banyak bicara aku tidak suka mendengar suaramu itu sudah diam "
Kamila diam dia tidak bicara lagi, Kamila tidak mau dimarahi lagi oleh ibunya lagi.
__ADS_1