Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 92


__ADS_3

"Sana pergi kamu ini mengontrak tapi belum bayar-bayar juga dari awal masuk hanya bayar DP saja. Sudah aku bilang kan aku kasih waktu kamu 2 minggu tapi mana tidak ada pergi dari kontrakanku sekarang juga. Aku muak melihat kamu yang hanya memberi janji saja padaku. Jika tak bisa membayar jangan kau kontrak rumah "


"Aku mohon bu, aku sedang mencari pekerjaan dan aku belum mendapatkannya setelah nanti aku mendapatkan pekerjaan pasti aku akan membayar lunas. Aku janji itu bayaran pertamaku akan aku berikan padamu semuanya, aku tak punya tujuan lagi Bu tolong kasihani aku, jangan seperti ini Bu "


"Kamu ini sudah tua mau kerja apa, lebih baik pergi saja jangan ada dalam kontrakan ku. Masih banyak kok yang mau menyewa kontrakanku ini, sana pergi lelah sekali rasanya aku menagih mu tapi alasannya sama saja belum menemukan pekerjaan. Harusnya kamu berfikir kamu ini sudah terlalu tua mana ada yang mau terima kamu kerja, lebih baik pulang saja pada anakmu kalau hanya menyusahkan orang lain seperti ini, sana sana pergi aku tak akan memberimu toleransi lagi "


Mamah Linda mengambil tasnya yang tadi dilemparkan. Mamah Linda berjalan dengan pelan. Sebenarnya uang masih ada, tapi mamah Linda menggunakannya untuk makan itu lebih penting kan.


Memang bayar kontrakan baru setengahnya karena Mama Linda pikir itu bisa membuatnya tinggal 1 bulan atau 2 bulan, tapi ternyata malah diusir sekarang uangnya sudah menipis dan hanya cukup untuk makan saja kalaupun dibayarkan untuk mengontrak masih kurang.


Mama Linda sudah ke sana kemari mencari pekerjaan, tapi apa hasilnya tidak ada yang menerimanya satupun orang tidak ada yang menerimanya. Lalu harus ke mana sekarang.


Mama Linda sampai menangis, tak bisa rasannya hidup seperti ini. Mama Linda ingin kembali seperti semula hidup bahagia bersama anaknya penuh dengan kasih sayang juga.


"Aku harus kemana lagi, aku sudah tak punya tempat lagi. Apa Adnan akan menerimaku kembali kalau aku datang kerumah, kenapa hidupku malah menjadi berantakan seperti ini "


Mama Linda berjalan tanpa arah, Mama Linda sudah tak punya tujuan lagi. "Aku harus bagaimana sekarang, aku pusing sekali. Hidupku berantakan sekali"

__ADS_1


Mama Linda duduk dipinggir jalan, menatap mobil dan motor yang lalu lalang. Lalu melihat juga di seberangnya orang-orang senang makan dan tertawa dengan bahagia.


Mama Linda tersenyum kecil, dulu dirinya pernah ada diposisi itu dan Mama Linda sangat menikmati semuanya. Kapan dirinya bisa seperti itu lagi bahagia dan bisa makan enak lagi.


"Aku menyesal telah melakukan hal itu pada Ayana. Apakah dulu Ayana seperti ini saat aku usir, aku benar-benar menyesal sekali maafkan aku Ayana karena sudah membuat hidup kamu berantakan "


"Aku terlalu angkuh sampai aku tidak memikirkan bagaimana nanti keadaanmu, aku terlalu serakah dan pada akhirnya aku menyesal sendiri dengan apa yang aku lakukan. Maafkan aku Ayana sungguh aku minta maaf padamu "


Mama Linda menyenderkan tubuhnya pada batu besar yang ada dibelakangnya. Mama Linda harus memikirkan kemana sekarang dirinya harus pergi dan mencari pekerjaan kemana juga.


...----------------...


"Iya Kamila tahu, Kamila salam maafkan Kamila ayah, tapi kapan ayah akan melihat keadaan Kamila di sini. Apa Ayah selalu betah di sana sampai-sampai lupa dengan Kamila dan menitipkan Kamila pada Paman Rio. Padahal selama ini Kamila tidak pernah nakal kalau dengan ayah, Kamila selalu menurut dan mengikuti kata-kata dari Ayah "


"Apa Paman Rio sudah menjelaskan semuanya pada Kamila ? "


"Sudah, apakah Kamila adalah anaknya Paman Rio kenapa bisa seperti itu, bukannya Ayah yang menikah dengan mama lalu kenapa tiba-tiba Kamila menjadi anaknya Paman Rio, aneh sekali Kamila benar-benar belum mengerti dengan semua ini Ayah "

__ADS_1


"Suatu saat kamu juga akan tahu dan mengerti Kamila, untuk sekarang Ayah tidak bisa menjelaskan semuanya ayah akan tetap menyayangimu dan ayah tidak akan pernah melupakanmu. Ayah pasti nanti akan meluangkan waktu untuk melihat keadaan kamu"


"Bohong kalau ayah tetap menyayangiku, Ayah tidak akan membiarkan aku seperti ini Ayah pasti akan menengokku setiap hari, ayah malah menghilang begitu saja. Bahkan untuk meneleponku saja Ayah tidak pernah, Ayah sudah sayang ya dengan kedua anak kembar itu, apa sih spesialnya mereka dari aku, kenapa bisa aku langsung tersisihkan seperti ini Ayah"


"Nanti Kamila bermain ya dengan Melinda dan juga Melisa mereka anak yang baik, pasti kalian nanti akan menjadi teman baik "


"Tidak, aku tidak akan pernah mau main dengan dua anak kembar itu. Mereka sudah merebut Ayah, aku tidak akan pernah mau. Aku benci pada mereka ingat itu Ayah aku benci padanya, pada mereka berdua. Aku tidak mau bertemu dengan mereka sampai kapanpun"


Sambungan telepon langsung dimatikan oleh Kamila begitu saja, Kamila memberikan ponsel itu lagi pada Paman Rio. Rio yang memang dari tadi di sana hanya diam saja tidak menimpali apa kata-kata dari anaknya.


"Kamu tidak boleh benci mereka seperti itu, pada anaknya Paman Adnan mereka itu adalah darah dagingnya Paman Adnan. Kenapa kamu harus membencinya, mereka itu tak tahu apa-apa "


Tatapan Kamila langsung beralih kepada Paman Rio, Kamila tak suka perkataan paman Rio yang seperti itu, anak Ayah hanya Kamila saja seorang "Kalau mereka tidak ada, kalau mereka tidak datang aku tidak akan seperti ini. Aku tidak akan bersama paman Rio pasti aku masih bersama ayah, aku tidak akan terlantar seperti ini dan tidak memiliki kasih sayang dari ayah lagi. Ayah hanya bilang masih sayang padaku tapi dia tidak disampingku dia tidak ada untukku, itu berarti Ayah sudah tak sayang dengan aku "


"Tanpa adanya mereka pun kamu akan tetap bersamaku Kamila. Karena aku ini ayahmu kamu tidak akan bisa mengubah segalanya"


Rio tersenyum ke arah Kamila, tapi Kamila malah mengalihkan pandangannya, Kamila kesal saat sudah masuk ke pembahasan itu, pembahasan tentang anak kembar yang merebut Ayahnya.

__ADS_1


Coba saja kalian menjadi diriku, bagaimana rasanya saat sedang disayang-sayangnya, dimanja-manjakan tiba-tiba datang dua anak kecil itu. Yang merebut segalanya.


Kamila tidak rela, kalaupun nanti Kamila bertemu dengan mereka berdua, Kamila akan menjahili mereka tidak akan kata teman, Kamila tak akan pernah mau bermain dengan anak nakal seperti mereka. Kamila akan menjahili mereka sampai mereka pergi dari ayahnya awas saja.


__ADS_2