
"Mama pulang lagi ya ke rumah kita sama-sama, kita tinggal sama-sama pasti rumah akan ramai dan anak-anak juga pasti akan sangat senang sekali "
Mama Linda menatap anaknya yang ada di sampingnya lalu kembali menatap Ayana "Mama lebih baik di sini saja, mama tidak mau nanti nenek malah marah. Mama tak mau ada masalah Ayana "
"Nanti biar Ayana saja yang berbicara dengan nenek ya, Ayana akan membujuk nenek agar membolehkan mama untuk tinggal lagi disana "
Mama Linda langsung menggelengkan kepalanya, bukan apa-apa Mama Linda tidak mau bertengkar dengan nenek. Apalagi nenek itu sangat keras sekali kalau nenek sudah tidak suka dengan orang lain dia akan terus tidak suka dan tidak akan berubah sampai kapanpun.
Mama Linda tidak mau ada pertengkaran di antara Ayana dan juga Nenek. Mama Linda tahu betul bagaimana kedekatan Ayana dan juga nenek. Jangan sampai karena hanya ingin membelanya saja hubungan mereka menjadi tak baik, mereka menjadi bermasalah juga.
"Mama sudah nyaman di sini, tapi kapan-kapan Mama akan main ke rumah kalian untuk melihat cucu-cucu Mama juga, mama juga ingin bertemu dengan mereka Mama waktu itu hanya bisa melihat dari kejauhan saja. Nanti juga kapan-kapan kalian menginap di sini agar Mama tidak kesepian, agar kita bisa berbicara lebih banyak lagi "
Ayana menatap suaminya, tapi suaminya seperti menganggukan kepalanya dan mengatakan kalau turuti saja kemauan Mama, ya sudah Ayana juga tidak bisa memaksa begitu saja kan, kalau mama Linda tidak mau Ayana juga tidak bisa terus memaksa malah nanti mama Linda tak akan nyaman dengannya.
"Ya sudah kalau mama tidak mau Ayana tidak akan memaksa, Ayana nanti akan main kemari dengan anak-anak. Mama di sini sehat-sehat ya Mama di sini tinggal sama siapa ? "
Ayana sampai lupa menanyakan hal itu, saat dia tadi menatap sekitar ternyata rumah ini sangat sepi sekali, bahkan selama mereka mengobrol tak ada yang lewat. Ya maksudnya seperti dirumah Adnan selalu saja banyak yang berlalu lalang.
"Iya mainnya sering-sering ke sini. Mama di sini sama pelayan dan juga ada Pak satpam di depan, mama suka tinggal disini nyaman sekali, di sini tenang banget Ayana mama juga sekarang lebih suka menyendiri saja "
"Syukur kalau mama betah disini "
Sekarang Ayana tenang, ternyata ada orang di sini yang menemani Mama Linda tidak sendiri, kalau misalnya terjadi apa-apa tidak akan ada yang mengetahuinya kan.
Mereka melanjutkan mengobrol dengan banyak. Mama Linda juga banyak menceritakan tentang Adnan saat masa kecilnya, menceritakan segalanya dan Mama Linda juga menceritakan bagaimana miripnya Adnan dan juga Melisa dan Melinda.
Mama Linda seperti tak percaya kalau cucu-cucunya itu akan sangat mirip sekali dengan Adnan kecil. Mereka benar-benar menjiplak wajah ayahnya.
...----------------...
__ADS_1
Fira mengusap peluhnya dia sudah bekerja, dia bekerja sebagai pelayan. Tapi Fira bahagia, ya sedikit-sedikit Fira bisa memberikan uang pada Papinya ya meskipun tak banyak.
Memang pada awalnya sangat sulit sekali bahkan Fira sering sekali dimarahi oleh rekan kerjanya, oleh atasannya. Tapi Fira terus saja mencoba untuk bisa dan tidak memasukkan ke dalam hati saat orang-orang memarahinya atas pekerjaannya yang tidak benar.
Memang pekerjaannya itu berantakan saat pertama kali, tapi mereka juga membantu Fira membimbing Fira sampai bisa seperti sekarang ini.
Fira juga sudah mulai menabung, Fira pokoknya tidak menghambur-hamburkan uang seperti dulu lagi. Fira fokus terus saja mencari uang. Bahkan Fira juga mengambil dua pekerjaan sekaligus agar cepat bisa mengumpulkan uang dan bertemu dengan Kamila.
"Fira kemarilah ini antarkan makanannya ke meja itu nomor 12. Awas jangan sampai kamu membuat masalah dan mengecewakan mereka "
Fira menganggukan kepalanya dengan semangat, dia mengambil nampan itu dan menyajikannya di meja 12. Fira juga belajar untuk terlihat ramah karena menjadi seorang pelayan itu harus selalu ramah dan tersenyum terus, meskipun sedang ada masalah.
Setelah mengantarkan pesanan nomor 12 Fira kembali ke arah dapur, dia menatap ponselnya menatap wajah anaknya Kamila. Fira selalu menjadikan Kamila penyemangatnya.
"Tunggu mama ya ke rumah, Mama akan segera pulang Mama akan segera menemui kamu, Mama begitu rindu dengan kamu Kamila, mama ingin memeluk kamu secepatnya "
Fira yakin ke depannya Fira akan bisa menjadi orang yang lebih baik lagi dari sebelumnya Fira tahu apa yang dia lakukan waktu itu memanglah hal yang sangat memalukan.
Tapi Fira akan merubah segalanya. Fira juga nanti akan minta maaf pada Ayana Adnan dan semua orang yang pernah dia sakiti, tapi waktunya saja yang belum pas Fira belum punya uang untuk pergi ke sana.
...----------------...
Ayana dan juga Adnan mereka sudah pulang dari rumah mamah Linda. Selama perjalanan Ayana terus saja tersenyum. Adnan yang melihatnya tentu merasa aneh ada apa dengan istrinya ini. Tak bisa nya Ayana seperti ini.
"Kenapa sayang kamu dari tadi tersenyum terus, apa ada sesuatu yang membuat kamu senang "
Ayana menatap suaminya masih dengan senyum bahagianya "Ternyata saling memaafkan seperti itu membuat hatiku lebih tenang, dan apakah aku bersama orang tuaku bisa seperti itu ? Apakah aku bisa berbaikan dan saling memaafkan juga Adnan ?"
Adnan malah menggaruk kepalanya bagaimana ya. Ibunya Ayana itu masalahnya belum berubah dia masih sama, malahan menurut Adnan makin parah saja.
__ADS_1
Kalau saja Ayana tahu ibunya meminta uang selama Ayana pergi 5 tahun yang lalu, mungkin Ayana akan berubah pikiran dan tidak akan berbicara seperti ini. Ibunya Ayana benar-benar sudah dibutakan oleh uang dia benar-benar hanya mencintai uang Ayana saja tidak dengan Ayana nya.
Karena memang dari dulu. Ibunya Ayana itu kan tak menyayangi Ayana, dan Adnan yakin tak akan berubah sampai kapan pun ibunya itu akan terus seperti itu. Apalagi didukung dengan suaminya yang begitu juga.
"Gimana ya, ibu kamu itu kayaknya akan sulit deh. Akan terus seperti itu dan tak akan berubah sampai kapan pun "
Ayana mengangguk setuju, memang ibunya itu akan sulit. Ayana sudah dari kecil hidup bersamanya dan mustahil ibunya itu akan bisa berubah, seharusnya Ayana tak menanyakan hal ini pada suaminya. Karena pada kenyataannya semua itu tak akan pernah mungkin terjadi kan.
"Hemm benar juga, semoga saja aku dan juga Ibu bisa seperti ini ya. Aku ingin tidak ada masalah dengan siapapun aku ingat semuanya bahagia, aku ingin hidup dengan tenang dan tak ada yang mengusik satu pun "
"Kamu gak sakit hati dengan apa yang orang tua kamu lakukan Ayana ? Sudah banyak yang ibu kamu lakukan padamu, apakah kamu tidak merasa sakit hati atau mungkin kesal, marah, benci"
"Ya sakit ada, aku juga pengen tahu alasannya apa kenapa Ibu sampai sekeras itu sama aku, dan di mana ayahku itu yang selalu aku tanyakan tapi dari dulu aku tidak pernah mendapatkan jawabannya Adnan. Aku ingin melihat ibuku yang menyayangiku bisa tidur bersamaku, bisa memelukku, bisa melakukan segalanya bersama-sama kadang aku iri dengan orang-orang di luar sana"
"Tapi untungnya ada nenek yang selalu bisa membuat aku bahagia, yang selalu bisa membuat aku seperti mempunyai ibu. Nenek benar-benar sudah melengkapi segalanya. Aku bahagia sekali bisa bertemu dengan nenek"
Adnan menggenggam tangan istrinya, menguatkan istrinya itu karena Adnan tahu ini sangatlah berat sekali. Apa yang Ayana jalani ini tak mudah, apalagi Ayana adalah seorang perempuan kan.
"Aku masih mencari keberadaan ayahmu. Tapi masih belum ada keterangan apa-apa, maaf jika aku lama sayang. Tapi aku tak akan pernah menyerah, aku akan terus mencari keberadaan ayah kamu ya "
"Tidak masalah, memang sulit mencari orang yang sudah menghilang bertahun-tahun. Bahkan aku saja tidak tahu siapa nama ayahku, karena yang ada dalam akta lahirku itu nama ayah tiriku. Ibuku tidak pernah memberitahu siapa Ayahku sebenarnya, selalu saja ada kebohongan dalam hidup kami ini. Aku akan terus menunggu kamu untuk mencari keberadaan ayahku. Aku tidak akan menemuinya, aku hanya ingin tahu siapa Ayahku itu jika dia sudah tiada maka aku akan datang ke makamnya, jika dia ada dan bahagia dengan keluarganya yang sekarang, aku tidak akan menemuinya. Aku hanya ingin tahu dan melihatnya saja itu sudah cukup untuk aku "
Adnan makin menguatkan istrinya, berat sekali hidupnya ini, apalagi dulu dia pernah menghancurkannya kan, pernah membuat Ayana depresi.
Adnan benar-benar kembali mengingat tentang masa lalu yang terjadi padanya itu, tentang kebodohannya yang tak bisa mendengarkan dulu Ayana gegabah saja mengambil sebuah keputusan, dan tiba-tiba terpuruk padahal yang seharusnya Adnan lakukan itu adalah membantu istrinya.
Menanyakan apa yang terjadi, membawa pelaku malah membiarkan pelaku pergi begitu saja padahal waktu itu Adnan bukan lagi remaja, dia sudah dewasa.
Adnan tidak akan pernah melakukan itu lagi, Adnan janji hal semacam itu tidak akan pernah terulang lagi. Adnan akan memberikan kebahagiaan yang begitu banyak pada istrinya ini dan akan terus membuat istrinya selalu tersenyum.
__ADS_1