
"Bagaimana apa kamu sudah menemukan di mana posisi Adnan sekarang, aku ingin jawaban yang pasti dan tak mau ada jawaban yang ragu-ragu aku sudah menghabiskan uangku hanya untuk membayar kamu saja"
"Sudah Pak, Pak Adnan masih berlibur dengan Ayana dan juga kedua putrinya, serta neneknya dan prediksi untuk pulangnya juga tidak tahu mungkin mereka akan jalan-jalan ke tempat lain, kami masih belum bisa memastikan semuanya Pak "
Papi Fira mengebrak meja dengan keras "Kenapa bisa terjadi seperti itu, apa mereka sudah dekat sekali, apa mungkin mereka punya hubungan, apa mereka akan rujuk kembali"
"Sepertinya, kemungkinan akan rujuk kembali Pak, karena kami juga beberapa kali melihat kalau mereka hanya berdua saja. Mereka begitu akrab dan seperti semuanya baik-baik saja"
Orang itu juga memberikan beberapa foto Adnan dan juga Ayana yang sedang duduk bersama, dan juga ada Ayana yang sedang dipangku oleh Adnan. Papinya Fira langsung menyobek-nyobek semua foto itu dia tidak mau sampai Fira melihat semuanya ini, yang ada anaknya akan sangat marah sekali dan melakukan hal fatal lainnya lagi.
"Pokoknya lakukan sesuatu. Aku tidak mau mereka bahagia di atas penderitaan anakku, aku tidak rela dengan apa yang terjadi dengan anakku dia menjadi seperti ini gara-gara Adnan gara-gara Adnan menceraikan anakku"
"Baik pak, Tapi mungkin agak sedikit sulit Ayana dilindungi oleh beberapa orang suruhan dari Pak Adnan. Jadi kami juga tidak bisa leluasa untuk mendekatinya apalagi untuk mendekati anak-anaknya juga, itu begitu sulit sekali Pak "
"Ya intinya lakukan yang terbaik saja, aku tidak mau tahu. Aku ingin kalau mereka berdua punya hubungan dan akan menikah batalkan, buatlah rencana skandal atau apapun itu untuk menjatuhkan Adnan atau Ayana, aku tak mau semua kebahagian anakku diambil oleh orang lain"
"Baik pak, kalau begitu aku permisi dulu"
Setelah orang itu pergi, papihnya Fira masuk kembali keruangan anaknya. Fira sedang tertidur dengan lelap sekali.
"Tenang nak, Papih akan berjuang untuk kamu, papih akan membuat apa yang sudah menjadi milik kamu kembali lagi pada kamu, tenang ya semuanya akan baik-baik saja sayang. Semuanya akan kembali lagi"
Setelah berbicara dengan anaknya meskipun tidur, papihnya Fira melangkah ke sofa dan tertidur disana. Dirinya akan menunggu anaknya sendiri tak akan membiarkan siapapun masuk kedalam sini.
...----------------...
"Ada lagi yang ingin kamu bicarakan Marco selain pekerjaan mungkin, mumpung aku punya waktu banyak"
"Ada pak, ada orang yang memata-matai anda dan itu suruhan dari Papinya Fira. Sepertinya dia sedang membuat rencana, mungkin dia tak terima dengan apa yang terjadi dengan anaknya Pak "
"Papinya Fira untuk apa dia menyuruh orang-orang itu. Sungguh tak ada kerjaan sekali"
"Ya mungkin ingin memantau anda dan keluarga Pak, mereka memotret kebersamaan anda dan juga anak-anak serta nona Ayana dan juga nenek"
"Hemm, begitu ya sepertinya dia memang ingin main-main denganku"
__ADS_1
"Ya pak, mereka ingin bermain-main dengan anda, apa yang harus saya lakukan di sini mungkin kita harus memberikan dia pelajaran agar tidak melangkah dengan gegabah"
"Cabut sahamku yang ada di perusahaannya, biarkan saja dia jatuh miskin, aku sudah berbaik hati tak menghabisi anaknya "
"Baik Pak akan aku lakukan ada lagi"
"Itu saja dulu. Aku ingin tahu reaksinya akan seperti apa, aku ingin melihat dia bangkrut sekalian. Karena dia sudah berani-beraninya memata-matai aku seperti itu, sungguh dia makin hari makin menyebalkan sekali"
"Baik Pak"
Adnan segera mematikan sambungannya, kenapa juga ayahnya Fira melakukan itu, dia sepertinya ingin bermain-main dengan Adnan, lihat saja apa yang akan dirinya lakukan pada kakek tua itu.
Ayana yang memang dari tadi disana hanya diam saja, Ayana tadi keluar dari dalam kamar karena tak bisa tidur dan ingin menikmati angin malam, tapi ternyata malah melihat Adnan yang sedang membicarakan hal seperti itu.
"Lebih baik aku kembali lagi, aku tak mau ikut campur" gumam Ayana.
Ayana membalikan badannya, tapi tak lama kemudian ada yang memangilnya, siapa lagi kalau bukan Adnan.
"Ayana mau ke mana. Kenapa kamu pergi, kemarilah sepertinya kamu merindukan aku "
"Aku sama sekali tak merindukan kamu, jangan kepedean aku kesini hanya ingin bersantai "
Ayana duduk disamping Adnan "Kenapa kamu bangun Ayana, ada apa angin malam ini tidak baik untuk kamu. Lebih baik kembali lagi ke dalam kamar bersama anak-anak, mereka pasti akan mencarimu jika bangun nanti "
Ayana mengangkat bahunya "Aku sedang ingin menikmati angin malam dan kebetulan kamu ada di sini sedang mengerjakan pekerjaanmu, mungkin sekalian aku menemanimu saja aku juga belum mengantuk, aku tidak bisa tidur "
"Benarkah seorang Ayana ingin menemani aku bekerja. Mungkin ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan"
"Awalnya sih tidak, aku hanya ingin menikmati angin malam tapi saat mendengar tentang Papinya Fira itu membuat aku bertanya-tanya dan ingin tahu juga "entah kenapa juga Ayana jadi ingin tahu.
"Kita masuk ke dalam, kita bicara di dalam saja agar lebih enak dan nyaman saja. Agar kamu juga tak kedinginan "
"Tidak aku mau di sini, aku sudah bilang kan aku ingin menikmati angin malam dan juga melihat laut di malam hari. Aku juga ingin melihat bintang-bintang di sana, pokoknya aku ingin menghabiskan malam di sini. Memangnya apa salahnya di sini dan di luar sama saja kan tak ada bedanya sama sekali "
"Tapi kamu memakai jaket yang tipis, lebih baik kamu ganti dulu jaket mu ini kalau kamu di sini memakai jaket yang seperti ini yang ada nanti kamu besok akan sakit, jatuh sakit Ayana tunggu di sini biar aku ambil jaketku dulu ya "
__ADS_1
Adnan masuk ke dalam dan meninggalkan Ayana sendirian. Ayana juga tidak membantah dia menatap langit yang begitu pekat dan hitam, tapi deburan ombak yang begitu menenangkan hatinya membuatnya tenang saja diam di sini.
Tidak butuh waktu lama, Adnan kembali muncul dengan jaket dan juga selimut, Adnan memakaikan jaket yang dibawa olehnya tadi. Juga memberikan selimut pada Ayan, malah menjadi seperti apa saja bertumpuk-tumpuk dan berlapis-lapis seperti ini.
"Apa kamu tidak salah Adnan, lihat aku ini seperti apa ini akan membuatku sesak aku seperti mumi tahu "
"Sudah seperti ini saja atau kamu mau kembali ke dalam"
"Hemm, baiklah"
Adnan yang melihat Ayana seperti ini malah tertawa, Ayana malah seperti sesuatu yang dibungkus mungkin seperti kepompong "Kenapa kamu tertawa. Lebih baik aku buka saja semua ini, aku tak suka ditertawakan seperti itu "
"Tidak tidak aku hanya melihatmu lucu saja, hanya terlihat kepalanya saja"
Ayana mendelikan matanya dengan kesal, ini juga kelakuan Adnan kan.
"Baiklah kembali pada topik kenapa Papinya Fira sampai memata-matai kita. Memangnya apa yang kita lakukan sampai dia melakukan itu, apa dia belum juga rela dengan rumah tangga anaknya yang sudah selain. Atau mungkin kamu berminat untuk kembali lagi dengan Fira saja "
Adnan menarik kursi dan duduk di samping Ayana, mendekatkan kursi itu agar Adnan bisa memeluk Ayana dengan leluasa nantinya"Mana mungkin aku akan kembali lagi pada Fira, kalau memang aku mau kembali lagi padanya untuk apa aku ceraikan waktu itu. Aku tidak pernah ada niatan untuk kembali lagi padanya dan aku juga tidak tahu pasti kenapa Papinya Fira melakukan ini, tapi aku tidak akan pernah tinggal diam "
"Jangan terlalu keras. Dia adalah seorang ayah dan dia pasti akan melakukan apapun untuk anaknya, untuk kebahagiaan anaknya. Aku tahu pasti ayahnya Fira itu sangat menyayangi anaknya, berbeda dengan aku yang memang tidak dihargai dan tidak disayangi oleh orang tuaku"
"Sekarang ada aku, kamu tidak usah takut aku yang akan menyayangimu. Aku tidak bisa diam begitu saja kalau terus didiamkan begini ayahnya Fira akan terus melunjak mungkin dia marah karena aku tidak mau menemui anaknya itu"
"Ya maka dari itu temui dia, kamu bicara dengannya baik-baik jangan sampai ada sebuah permusuhan lagi, hidup ini jangan dibawa sulit mungkin kamu sebagai orang yang lebih muda dari ayahnya Fira harus lebih mengalah, berbicara dengan dia baik-baik dan jangan sampai nanti ada pertengkaran dan permusuhan"
"Ya mungkin nanti setelah pulang dari sini aku akan pergi menemui ayahnya Fira dan untuk Melisa, apakah aku boleh membawanya pergi aku belum dapat jawaban darimu aku hanya ingin membawanya ke sana saja. Nanti juga aku akan mengembalikannya aku tidak mungkin akan membawa kabur Melisa, aku tak akan sepicik itu Ayana "
Ayana yang memang sudah percaya dengan Adnan akhirnya menganggukkan kepalanya "Baiklah aku akan setuju, tapi jangan bentak anakku atau memarahinya, jangan berfikir karena aku tak ada kamu jadi leluasa untuk marah dengan anakku, aku lihat Melisa juga sudah mulai menerima kamu, bahkan dia sudah menyebutmu Ayah tapi hanya didepan ku saja"
"Benarkah aku senang mendengarnya. Aku tak akan mungkin begitu pada anak kita Ayana, aku tak mungkin marah-marah pada anakku sendiri. Kalau Melisa udah mulai bisa menerimaku, akan mudahkan aku dan juga Melisa akur semoga saja saat nanti aku membawanya ke sana dia bisa lebih leluasa lagi denganku dan tidak canggung lagi, aku juga ingin dekat dengan Melisa, seperti Melinda dekat denganku"
Ayana mengangguk setuju dengan apa yang Adnan katakan, Adnan merangkul bahu Ayana dan menyadarkan kepala Ayana di dadanya, awalnya Ayana memberontak tapi Adnan langsung memeluknya dengan kedua tangannya.
"Lebih baik seperti ini dulu Ayana. Bukannya kamu ingin melihat bintang-bintang maka kita lihat mereka, tenanglah aku tidak akan melakukan hal apa-apa. Aku tidak akan melakukan hal yang macam-macam dan membuatmu terluka. Aku hanya ingin seperti ini saja, rasanya hangat sekali seperti dulu kita yang selalu melakukan hal seperti ini berpelukan"
__ADS_1