Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 22


__ADS_3

Ayana dan juga Adnan sedang ada didalam kamar, mereka sudah sah menjadi suami istri. Ayana dan juga Adnan hanya ijab kabul saja. Mereka menikah tanpa ada orang tua, Adnan hanya membawa asistennya Marco untuk menjadi saksinya.


"Apakah yang kita lakukan ini benar Adnan, kita menikah tanpa ada orang tua "


Ayana melepaskan sanggulan rambutnya. Dan kembali menatap Adnan suaminya. Ayana tak menyangka kalau Adnan akan langsung menikahinya saat Ayana berbicara mau.


"Tak masalah, nanti kita sama-sama datang kerumah Mamah ku dan Ibu kamu "


Ayana malah mengelengkan kepalanya "Aku takut Mamah kamu marah, bisa ga diumpetin dulu aja tentang pernikahan kita ini. Aku ga mau sampai Mamah kamu marah besar dan lakukan sesuatu "


"Tapi, aku mau semua orang tau "


"Jangan dulu, kita menikah tanpa ada restu orang tua. Jadi tolong nanti saja Adnan. Kabulkan yang satu itu"


Akhirnya Adnan mengalah juga "Baiklah aku akan mengikuti mu tapi aku tak akan lama menahan ini semua. Aku tidak mau menyembunyikan pernikahan kita ini terlalu lama "


Ayana hanya bisa menganggukan kepalanya, mungkin untuk sekarang masih aman. Ayana tak mau diawal pernikahannya ini banyak masalah. Semoga saja nanti lambat laun Mamahnya Adnan mau menerimanya.

__ADS_1


"Sini aku bantu membuka baju kebayamu "


Ayana langsung mencengkram kebayanya itu "Jangan, biar aku saja "


"Kenapa sayang, aku kan sudah menjadi suamimu"


Ayana dengan perlahan melepaskan tangannya, benar juga Adnan sudah menjadi suaminya lalu kenapa harus ditutupi kan.


Adnan langsung membuka satu persatu kancing kebaya itu, sesekali Adnan menatap wajah istrinya yang cantik dan manis ini.


Adnan tersenyum senang, Ayana sudah menjadi miliknya. Adnan sekarang bisa lebih leluasa. Setelah melepaskan kebaya istirnya Adnan dengan sangat perlahan membaringkan tubuh sang istri.


Ayana malah menjadi ciut dan takut. Apakah sakit sekali tapi Ayana menyakinkan hatinya kalau semuanya akan baik-baik saja dan sakitnya cuman sebentar.


Adnan segera memulai malam pertamanya, Ayana juga hanya pasrah menerima setiap kecupan yang diberikan oleh suaminya. Ini hal baru untuk Ayana dan Ayana ingin terus merasakannya.


...----------------...

__ADS_1


"Kalian ini bagaimana masa ga bisa menemukan anakku Adnan. Dia itu cuman satu tapi kalian tidak becus untuk menemukannya "


"Kami sudah mencari Pak Adnan kemana-mana Bu, tapi kami tak menemukannya"


"Lalu untuk apa aku membayar kalian. Cepat cari anakku kembali aku tidak mau tahu Adnan harus cepat ketemu " teriak Mamah Linda.


"Baik Bu kami akan mencari Pak Adnan kembali "


"Ya memang harusnya "


Setelah orang-orang itu pergi Mamah Linda memijat keningnya yang sakit. Kenapa Adnan melakukan hal ini padanya. Membuatnya malu dan sekarang malah kabur.


Perusahannya juga tak ada yang mengurus bagaimana kalau bangkrut. Satu lagi Ayahnya Fira juga sudah mengancam akan menghancurkan perusahannya.


Sial sekali hidupnya ini. Gara-gara Ayana datang kedalam hidupnya semuanya malah hancur seperti ini kan. Awas saja Ayana harus pergi dari hidup anaknya.


Ayana benar-benar benalu dalam hidup anakknya "Awas saja Ayana, aku tak akan melepaskan mu aku akan menghancurkan mu sampai berkeping-keping"

__ADS_1


Mamah Linda beranjak pergi dan masuk kedalam kamarnya, mencoba menghubungi Ayahnya Fira untuk meminta maaf agar masalah ini tak dibawa-bawa dalam pekerjaan.


__ADS_2