
Ayana yang akan terjun kaget saat tangannya ditarik dengan sangat kuat. Bahkan tubuhnya menubruk dada seseorang.
Tubuh Ayana dipeluk dengan sangat erat sekali"Aku selalu ada untukmu, dalam masalah apapun aku selalu ada untukmu Ayana. Jangan pernah gegabah melakukan ini semua. Aku disini menemanimu dalam keadaan apapun, aku adalah sahabatmu jadi jangan pernah takut dan juga sungkan Ayana kita sudah lama berteman "
Tangis Ayana langsung tumpah, disaat dirinya susah selalu saja Fabian yang datang. Ayana memeluk Fabian dengan erat. Rasannya Ayana mempunyai kekuatan lagi. Ayana begitu kalut tadi sampai-sampai tak memikirkan bagaimana nanti kedepannya.
"Menangis lah sampai kamu puas, aku tidak akan pernah melepaskan pelukan ini. Aku akan terus memelukmu sampai kamu tenang dan merasa semuanya baik-baik saja. Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu Ayana dalam masalah apapun. Sebesar apapun masalah kamu aku akan mendukungmu dan juga membantumu "
Ayana benar-benar mengeluarkan tangisnya, semuanya dia keluarkan di dada Fabian, sahabatnya ini dari dulu tak pernah bosan-bosannya menjadi sandaran Ayana.
Setelah beberapa saat Ayana sudah tenang dan melepaskan pelukannya dari Fabian. Ayana menghapus air matanya dan sedikit tersenyum "Sudah tenang "
__ADS_1
"Sudah, aku sudah lebih baik dari pada tadi "
"Baguslah, ayo kita pulang. Aku akan membawamu kerumahku tenang saja aku akan selalu menemanimu tak usah takut tidak ada yang menerimamu, karena aku akan selalu membuka pintu rumahku untukmu Ayana, kapanpun itu"
"Terimakasih Fabian kalau tidak ada kamu aku tidak tahu harus pulang pada siapa "
Fabian mengusap kepala Ayana dan mengandeng tangannya untuk masuk kedalam mobil. Setelah itu mobil Fabian melaju menjauhi tempat itu. Untung saja Fabian datang dengan tepat waktu.
"Ini Adnan Mama sudah memasak untukmu ayo makan "
Adnan masih tak bergeming, Adnan masih diam. Adnan masih memikirkan Ayana apakah yang dilakukannya ini benar. Apakah harus Adnan mendengarkan terlebih dahulu penjelasan Ayana?
__ADS_1
Tapi Adnan sudah melihat dengan kepala matanya sendiri kalau Ayana sudah melakukan hal dosa itu, Ayana sudah mengkhianatinya bahkan Ayana sampai melakukan hubungan *** kan itu semua tak bisa dimaafkan.
Apalagi Adnan juga sudah melihat chat Ayana yang memesan laki-laki, itu adalah buktinya kalau Ayana telah berkhianat dibelakangnya.
"Adnan sudah jangan fikirkan perempuan itu. Dasar dia tidak tahu diri sudah kamu nikahi tapi malah melakukan hal ini. Dia selingkuh seperti itu. Untung saja kan keburu ketahuan kalau tidak bagaimana bisa penyakitan nanti kamu tertular perempuan itu "
"Mama tahu kamu sekarang masih sakit hati, tapi kamu harus makan sayang, lupakan Ayana dengan secepatnya kalau diingat-ingat terus malah akan makin sakit. Dia itu bukan perempuan baik. Mama baru saja mau menemuinya dan menerimanya tapi dia sudah membuat masalah seperti itu. Kenapa Ayana ini sampai berani membuat kita kecewa seperti itu "
Adnan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Adnan tidak tahu kemana sekarang Ayana pergi. Hati Adnan begitu menginginkan Ayana tapi Adnan kecewa semua itu tak akan pernah bisa dimaafkan sampai kapanpun. Sakit sekali rasannya. Kenapa Ayana berani melakukan ini. Kenapa Ayana begitu tega padanya.
"Mau makan apa Adnan biar Mama ambilkan hidup itu harus terus berjalan tidak boleh terpuruk seperti ini terus. Meskipun sudah disakiti kamu harus kuat ya "
__ADS_1
"Apa saja terserah Mama " jawab Adnan seadanya.