Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 44


__ADS_3

Adnan yang baru pulang malah mendengar suara tangisan sang anak. Dengan khawatir Adnan mendekati Kamila. Setiap pulang pasti Adnan selalu mendengar suara tangis anaknya ini.


"Ada apa Bi, Kenapa Kamila menangis, apa Kamila sakit lagi bi"


"Ayah, Ayah " teriak Kamila sambil merentangkan tangannya ingin dipangku oleh sang Ayah.


Adnan langsung mengendong Kamila dan membawanya keluar kamar. Bibi mengikuti langkah Adnan dari belakang. Pasti Pak Adnan butuh penjelasannya kan. Tak mungkin tidak.


"Maaf Pak dari tadi non Kamila pengen sama Mamanya, tapi Bu Fira belum pulang sampai sekarang. Saya ga berani buat hubungin ibu takut ibu marah "


"Memangnya Fira pergi ke mana, dia ga izin ke saya pergi kok, dari kapan Fira perginya "


"Tapi Bu Fira emang pergi Pak, dia kayaknya ketemu sama temen-temennya deh dari tadi non Kamila nangis terus saya juga bingung. Non Kamila terus pengen ketemu sama Mamanya " akhirnya Bibi membongkar semuanya, karena sudah bingung juga harus melakukan apa kalaupun tidak dibicarakan dengan majikannya ini malah akan jadi masalah padanya. Lebih baik dibicarakan saja agar bibi juga tenang dan tak disalahkan kalau ada apa-apa dengan Nona Kamila.


"Kebiasaan dia itu. Kamila sama bibi dulu ya biar Ayah telepon dulu ibu kamu buat pulang, ibu akan pulang sebentar lagi "


Kamila mengganggukan kepalanya dan merentangkan tangannya untuk dipangku oleh Bibi. Sedangkan Adnan sedikit menjauh dari anaknya dan tidak mau Kamila mendengar pertengkaran antara dirinya dan juga Fira. Selama pernikahannya berjalan 5 tahun ini mereka berdua selalu saja bertengkar tidak ada hari tanpa bertengkar.

__ADS_1


Pasti selalu seperti itu. Apalagi Fira yang tak mau menurut dengannya. Fira selalu sibuk saja dengan urusannya sendiri selalu seperti itu. Adnan kadang berfikir untuk menceraikan Fira tapi Adnan kasian dengan Kamila.


"Ada apa sih Adnan aku ini lagi di rumah temenku, jangan ganggu nanti juga aku pulang sebentar lagi aku pulang. Jangan terus hubungi aku "


"Kamu ini gimana sih jadi ibu ini ga becus banget, anak kamu dari tadi pengen ketemu sama kamu. Sedangkan kamu malah happy-happy sama temen kamu. Pulang sekarang jangan terus membantah kata-kata dari suami "


"Ga bisa, aku ga bisa pulang sekarang masih banyak banget acara yang belum selesai. Jadi jangan ganggu aku, nanti juga aku pulang kok. Kamila nya aja terlalu lebay sedangkan setiap pagi dia selalu sama aku. Kasih susu aja nanti juga Kamila diem atau ajak main dulu "


"Kamila itu ga lebay kamunya aja yang terlalu sibuk dengan kerjaan kamu itu, kerjaan kamu tuh cuman ketemu temen-temen makan sama temen-temen ga ada waktu kamu mengurus Kamila, dia itu anak satu-satunya kamu loh, tapi kamu malah perlakukan dia kayak gini ninggalin dia sama Bibi"


"Sama Bibi aku udah titipin sama Mama kok, Kamila aku titipin sama Mama biar Kamila seneng tapi ini kenapa jadi sama Bibi, pasti Mama juga nggak mau kan. Udahlah jadi baby sister aja biar lebih mudah dan Kamila bisa keurus juga "


"Kamu itu jadi suami cerewet banget sih, banyak banget bicara ga pernah gitu sehari aja kamu tuh diem. Mulut kamu tuh ga pernah bisa diem dan selalu buat aku kesal Adnan berubah lah kamu itu "


"Ya kalau kamunya baik-baik aja aku juga ga akan pernah ajak kamu bertengkar kok. Aku tunggu sekarang juga di rumah, kalau kamu ga pulang sekarang juga lebih baik kamu pergi aja dari rumah, ga usah kembali lagi sekalian. Kamu itu aku nikahi untuk menjadi istri, buat urus rumah, urus anak bukannya kelayapan kayak gitu "


"Yah aku pulang sekarang, dasar laki-laki cerewet bisanya perintah-perintah aja. Aku kesel sama kamu Adnan "

__ADS_1


Sambungan langsung diputuskan begitu saja oleh Fira. Adnan memijat keningnya yang pusing dengan kelakuan Fira yang makin kemari makin berani saja padanya.


Fira itu memang benar-benar bukan ibu yang baik. Bahkan bukan istri yang baik juga dia terlalu sibuk dengan dunianya sendiri, tanpa memikirkan bagaimana anaknya, bagaimana suaminya setiap hari seperti itu terus tidak ada yang berubah.


Harus bagaimana lagi Adnan ini, sudah binggung harus melakukan apa lagi. Sudah berbicara pada Ayahnya Fira malah dirinya yang diceramahi katanya bukan suaminya yang becus makin serba salah kan.


"Pak, maaf non Kamila ingin bertemu dengan Bapak "


"Baik Bi "


Adnan berjalan kearah kamar anaknya dan melihat Kamila yang sedang menangis. "Ada apa sayang, jangan terus menangis Ayah ada disini. Ada apa sayang ada yang ingin kamu bicarakan dengan Ayah"


"Ayah jangan tinggalkan aku ya, aku ingin ditemani Ayah "


"Ayah tak akan kemana-mana lebih baik sekarang kamu makan ya "


Kamila mengelengkan kepalanya "Aku akan makan nanti bersama ibu, aku ingin makan ditemani Ayah dan juga Ibu "

__ADS_1


"Lebih baik makan sekarang saja ya sayang. Kamu memangnya tidak lapar "


Kamila malah mengelengkan kepalanya. Adnan juga tak mau memaksa anaknya. Nanti malah jadi menangis kasian juga kan.


__ADS_2