Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 31


__ADS_3

"Sayang kenapa kamu ga mau makan ini aku udah beliin banyak makanan, apa sih yang kamu pikirin dari tadi melamun saja "tanya Adnan yang khawatir dengan istrinya.


Ayana menatap suaminya, dari jam 11.00 suaminya sudah di sini dengan makanan yang begitu banyak, sebenarnya sih mengiurkan tapi Ayana masih memikirkan kata-kata dari Lili. Entah kenapa sekarang Ayana jadi mudah kefikiran dengan kata-kata orang lain.


"Aku jadi merasa bersalah sama Bu Fira"akhirnya Ayana mengungkapkannya juga.


"Kenapa tiba-tiba kamu menjadi merasa bersalah, emangnya apa yang kamu lakuin sampai-sampai kamu merasa bersalah atas apa yang terjadi dengan Fira. Tidak usah ada yang kamu fikirkan semuanya sudah terjadi biarkan saja berlalu"


"Ya maksudnya Bu Fira itu udah seneng banget mau tunangan sama kamu Adnan, tapi kamu pergi sama aku dan nikah sama aku, sedangkan dia pingsan karena kaget kamu ga datang dia shock apakah mentalnya ga kenapa-napa ? "


"Memang maunya kamu itu aku datang gitu ke sana. Aku tunangan sama Fira itu yang kamu mau, jadi kamu maunya aku khianatin kamu ? " tiba-tiba saja Adnan tersulut emosi.


Ayana langsung menggelengkan kepalanya, saat mendengar suaminya sudah emosi. Ayana tidak mau memancing kemarahan suaminya ini "Bukan begitu. Ya maksudku hanya kasihan saja aku seharusnya minta maaf sama Bu Fira, atau tidak kamu temui keluarga nya Adnan jangan diem aja"


"Ga usah ngapain kamu minta maaf sama dia, bukan kamu kok yang salah bukan kamu juga yang merebut aku dari dia. Tapi dia yang udah rebut aku dari kamu. Ga usah merasa bersalah dalam hal ini, semua ini udah kejadian dan ga akan pernah bisa terulang lagi. Ini salah Fira juga, kenapa tetap pengen nikah sama aku pengen tunangan sama aku. Ini konsekuensinya aku udah bilang dari awal kalau aku punya kamu, tapi dia tetap pada pendiriannya "

__ADS_1


Ayana hanya diam saja, kalau pun menjawab nanti malah jadi panjang ceritanya. Ayana melamun kembali memikirkan hidupnya apakah akan tenang rumah tangganya ini, Ayana sudah menghancurkan hidup perempuan lain. Seharusnya Ayana mengalah saja kan.


Adnan langsung memeluk istrinya dari samping dan mencium keningnya "Sudah jangan memikirkan itu semua. Aku ga mau kamu banyak pikiran lebih baik kita makan ya, aku udah beli ini semua loh buat kamu"


Adnan menuntun istrinya dan membawanya duduk sofa, lalu menyuapi sang istri, meskipun istrinya tadi sempat menolak. Tapi Adnan tidak mau sampai perut istrinya ini kosong cuman karena memikirkan


...----------------...


Pintu ruangan Ayana dibuka dengan sangat kencang. Ayana sampai-sampai kaget ternyata itu Mama Linda. Mama Linda langsung mendekati Ayana dan menamparnya.


Ayana diam mematung, masih tak menyangka akan ditampar seperti ini oleh Ibu mertuanya padahal Ayana baru saja mau berbicara "Kamu ga tahu diri banget ya, nikah dengan anak saya tanpa restu saya sedikitpun. Bahkan kalian nikah diam-diam. Apakah kamu ga kasian sama Fira, kamu ini memang tak punya perasaan Ayana. Kamu ini perempuan tak punya hati "


Ayana bangkit dan mengusap pipinya yang perih "Kenapa ga Tante tanyain aja sama anak tante. Kenapa Adnan pengen nikahin aku secara sembunyi-sembunyi kayak gitu. Seharusnya Tante temui dia dulu bukan aku"


Ayana sebenarnya masih kaget Mamah Linda bisa tahu tentang pernikahan ini dari mana. Apa Mama Linda selama ini memata-matai mereka berdua, kayaknya harus was-was dengan perempuan ini bisa-bisa dia menghancurkan Ayana kan.

__ADS_1


"Sepertinya anakku ini di pelet oleh mu Ayana, sampai-sampai dia mau dengan perempuan seperti ini. Aku akan melakukan berbagai hal macam untuk menghancurkan kalian berdua, untuk memisahkan kalian berdua. Aku tidak akan pernah merestui hubungan kalian sampai kapanpun bahkan sampai aku mati pun aku tidak akan pernah bisa menerima pernikahan kalian ini "


"Kenapa Tante sangat membenci Ayana. Sebenarnya salah Ayana itu apa selain Ayana bukan orang kaya. Ayana ingin tahu dari mulut Tante langsung "


"Kamu itu bukan menantu idaman saya, kamu itu bukan pilihan saya. Adnan harus menikah dengan pilihan saya, jadi jangan kamu dekati anak saya lagi lebih baik kamu pergi dari samping anak saya daripada nanti saya yang menghancurkan kamu. Saya bisa membuat kamu dijauhi Adnan bahkan dibenci olehnya. Daripada itu terjadi lebih baik kamu pergi dari sekarang"


"Aku akan pergi kalau Adnan sendiri yang menyuruh aku pergi "Ayana tetap pada pendiriannya sendiri, Ayana tidak akan pernah pergi dari samping suaminya. Ayana akan terus mempertahankan rumah tangganya, jika suaminya juga sama mempertahankan semuanya. Ayana tidak mau tiba-tiba pergi begitu saja dan membuat Adnan bertanya-tanya lalu kebencian itu akan muncul di diri Adnan.


"Keras kepala sekali kamu. Lihat saja permainan apa yang akan aku lakukan. Aku tidak akan pernah rela sampai kapanpun kamu menikah dengan anakku, apalagi kalian sampai bahagia. Aku akan selalu mengganggu hubungan kalian, kalian tak akan tenang"


Tante Linda langsung pergi dari ruangan Ayana. Ayana terduduk dengan lemas harus bagaimana ini benar kan perasaan Ayana kalau rumah tangganya itu tidak akan pernah baik-baik saja. Apalagi mereka berdua menikah tanpa restu seperti ini. Ya pada akhirnya akan seperti ini banyak ancaman dan juga orang yang tidak suka.


"Sepertinya aku harus bilang sama Adnan tentang masalah ini. Aku ga bisa pendam perasaan ini sendirian selesaikan masalah ini sendirian. Siapa tahu Mama Linda bisa luluh dengan Adnan dan bisa terima aku sebagai menantunya, aku ga mungkin mundur di tengah jalan seperti ini. Sedangkan aku sudah memberikan seluruh hidupku pada Adnan "


Ayana mencoba untuk membuat hatinya tenang pikirannya juga tenang. Baru saja Ayana masuk kerja tapi sudah dihadapkan dengan masalah yang muncul bertubi-tubi seperti ini, belum lagi nanti dari Ibu kandungnya sendiri pasti dia akan datang kemari dan membuat Ayana pusing juga.

__ADS_1


Hidupnya memang ditakdirkan untuk selalu tidak tenang. Harus selalu saja banyak cobaan seperti ini. Semoga saja nanti kalau Ayana mempunyai anak, anaknya tidak seperti dirinya yang banyak masalah.


__ADS_2