
"Ayana "
Ayana menatap orang yang memanggilnya. Ayana begitu kesal dengan Adnan yang kembali muncul. Baru saja Ayana datang disekolah anak-anaknya tapi sekarang sudah muncul Adnan.
"Ada apa lagi pembicaraan kita sudah selesai. Tolong jangan terus ganggu aku dengan anak-anak"
"Tidak bisa, aku ingin bersama kamu lagi dan anak-anak "
Ayana tersenyum sinis "Semudah itukah, lalu saat aku sedang terpuruk, saat aku sedang hancur kamu ke mana ? Kamu malah menikah lagi kan dan menceraikan aku tanpa mau mendengarkan dahulu penjelasanku "
"Iya aku tahu, aku salah aku terlalu masalah sama kamu Ayana aku kecewa sama kamu "
"Aku mengerti kamu kecewa, apa kamu harus seperti itu, kamu tidak mau mendengarkan dulu penjelasan aku bahkan saat itu aku sangat butuh dukungan kamu, tapi apa nyatanya kamu tidak ada kamu malah seenaknya denganku. Kamu membiarkan aku pergi begitu saja dalam keadaan yang sangat hancur, apakah seperti itu sikap orang yang mencintai aku "
"Aku minta maaf Ayana, aku benar-benar marah saat itu sama kamu. Aku janji akan tebus semuanya, aku janji ga akan pernah lakukan hal seperti itu lagi. Tolong Ayana beri aku kesempatan "
"Sudahlah lebih baik kamu urus saja anak dan istrimu itu. Jangan sampai nanti istrimu yang angkuh itu mendatangiku dan juga melabrak ku. Aku tidak mau punya masalah dengan siapa-siapa dan satu lagi aku yakin anak mu juga akan sedih bila Ayahnya terus saja mengejar perempuan lain"
"Aku sudah bercerai dengan Fira, Ayana aku sudah selesai dengannya tak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Aku juga ingin mengatakan satu hal padamu anak Fira waktu itu yang dikandung bukan anakku. Aku benar-benar di tipu olehnya Ayana. Aku sudah mendapatkan karma dariku Ayana. Tolong kembali padaku kita jalin hubungan kembali dan memperbaiki semuanya "
Ayana cukup kaget mendengar semua itu. Bukan apa-apa, dulu Ayana begitu terpuruk saat mendengar Adnan akan menikah lagi, bahkan saat Adnan menikah Ayana melihat siaran langsungnya.
Dan Ayana juga berfikir kenapa hidupnya ini tak adil, kenapa hanya dirinya saja yang terpuruk, tapi mereka semua yang telah menyakitinya malah hidup enak. Ayana sampai membenci mereka semua.
Tapi Ayana sadar semua itu tak ada artinya, lambat laun Ayana melupakan itu semua meskipun rasannya sangat sakit sekali. Tapi Ayana akhirnya berhasil dan bisa menyembuhkan lukanya sendiri.
Ayana juga benci dengan orang-orang kaya dan juga keluarganya. Mereka selalu meremehkan Ayana, Ayana juga benci dengan tempat lahirnya itu Ayana tak mau kembali Ayana ingin menetap saja disini.
Disini tak ada orang yang mencemoohnya saat Ayana mempunyai 2 anak tanpa suami. Mereka tak ikut campur dan menerima Ayana saja.
"Ayana tolong jangan melamun, aku benar-benar ingin kembali bersama kamu. Aku janji aku tak akan mengulangi semuanya "
__ADS_1
"Aku tidak akan mau. Kamu sudah terlalu dalam menyakiti aku Adnan. Aku tak mau kembali dengan laki-laki seperti kamu "
"Fikirkan anak-anak "
"Ada apa dengan anak-anak, mereka baik-baik saja tanpa kamu juga selama ini mereka baik-baik saja. Jangan jadikan anak-anak sebagai alasan. Kamu tak berhak melakukan itu karena itu bukan anak kamu"
"Mereka adalah anakku Ayana "
"Kamu yakin aku bukan hanya disentuh olehmu saja. Aku bahkan pernah diperkosa dan kamu juga tahu sendiri kan. Sampai-sampai kamu mengusir aku karena hal itu. Jadi tak usah merasa kalau kamu ayah anak-anak pergi dari sini Adnan. Anak-anak akan segera keluar "
Adnan juga tak menjawab lagi, Adnan tahu betul kesalahannya dan Adnan tahu kejadian itu, karena kejadian itu rumah tangannya berantakan.
"Aku yakin mereka anak-anakku Ayana. Maafkan aku saat kamu sedang terpuruk aku malah ikut menyalahkan mu"
Ayana membuang pandangannya, Ayana tak mau melihat wajah Adnan. Ayana melihat dari ekor matanya kalau Adnan pergi melengos begitu saja. Ayana bernafas lega karena sekolah sudah bubaran.
Ayana melihat anak-anaknya yang berlari kearahnya. Ayana segera merubah raut wajahnya menjadi bahagia untuk menyambut anak-anaknya Ayana tak mau membuat mereka sedih.
"Mama "
"Mama "
Melinda langsung cemberut dan menunjuk ikat rambutnya yang sudah hilang sebelah "Lihat Mama, ikat rambutku tak ada satu "
"Kenapa bisa " Ayana yang melihat itu malah gemas. Karena lucu saja melihat tingkah anaknya yang seperti itu.
"Temanku menarik ikat rambutku, dia mau punyaku Mama. Tapi Kakak langsung membalasnya. Mama tahu bagaimana Kakak membalasnya begitu hebat sekali "
"Memangnya apa yang kamu lakukan " Ayana juga sambil melihat Melisa yang sedang mengalihkan pandangannya agar tak bertatapan dengannya.
"Kakak menjambak rambut anak itu sampai menangis. Hebat sekali kan Kakak " bangga Melinda sambil mengusap punggung Kakaknya.
__ADS_1
"Melisa "
"Ya aku hanya membalas apa yang dia lakukan Mama. Aku tidak mau kalau Melinda sampai tertindas. Mama jangan marahi aku " rengek Melisa.
"Hemm, baiklah tapi kamu juga harus minta maaf setelah melakukan itu pada dia "
"Hemm, sulit sekali "
"Kamu kan sudah menyakitinya "
"Tapi dia duluan Mama. Lebih baik kita sekarang beli makan yu Mama " Melisa mencoba mengalihkan perhatian Mamanya. Melisa mana mau meminta maaf pada orang seperti itu, lagian Melisa tak salah.
Ayana mengelengkan kepalanya atas tingkah anaknya itu. Nanti dirumah Ayana akan berbicara dengan anaknya. Memberi nasihat kembali.
"Baiklah kita cari makan siang "
"Hore ayo Mama kita cari tempat yang enak dan juga makanannya lengkap " jawab Melinda dengan sangat riang sekali.
"Apakah rambutnya tak mau Mama benarkan dulu Melinda "
"Nanti saja Mama, sekarang seperti ini dulu saja perutku sudah demo ingin diisi "
Mereka berdua menarik tangan Ayana. Ayana hanya mengikuti saja kemana maunya anak-anak. Ayana pasti akan selalu membuat mereka tersenyum seperti ini. Tak boleh ada kesedihan dari wajah anak-anaknya ini cukup dirinya saja dulu yang sering menangis dan tak bahagia.
Adnan yang memang sebenarnya belum pulang dan masih memantau hanya bisa tersenyum kecil melihat tingkah anak-anaknya, kenapa mereka begitu pintar dan mengemaskan.
Adnan akan terus berjuang tak akan menyerah. Adnan tidak mau menyesal dikemudian hari lagi. Sudah cukup kesalahan Adnan waktu itu.
"Tunggu Ayah, ayah akan kembali pada kalian dan Ayah akan selalu memanjakan kalian bertiga "
Adnan segera melajukan mobilnya untuk pulang kevila. Adnan harus mengerjakan pekerjaannya dulu yang sempat tertunda. Adnan juga masih harus membujuk Kamila yang masih ada divila dan tak mau pulang.
__ADS_1